Anda di halaman 1dari 40

USAHA

KESEHATAN KERJA

PUSKESMAS PADANG LUA

DINAS KESEHATAN KABUPATEN AGAM


SUNGAI TANANG,
1
17 SEPTEMBER 2018
MASALAH KESEHATAN POTENSIAL
PADA PEKERJA
1. KECELAKAAN KERJA

2. PENYAKIT AKIBAT KERJA

3. PENYAKIT TIDAK MENULAR

4. PENYAKIT MENULAR
POTENSI MASALAH KESEHATAN
PADA PEKERJA
KAK, PAK, PM,
PTM

PEREMPUAN
GIZI: Anemia;
KESEHATAN
REPRODUKSI:
Abortus dan
Gangguan Haid;
ASI: Waktu dan
Tempat
MASALAH DALAM PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Terbatasnya Pelayanan yang Kesadaran para


kemampuan dari diterima lebih pekerja di semua
SDM, sarana dan terfokus pada tingkat usaha belum
prasarana fasilitas pengobatan (kuratif) menyadari akan
kesehatan dalam belum bersifat pentingnya
memberikan yankes paripurna (promotif, kesehatan kerja
kerja preventif, kuratif
dan rehabilitati

1 2 3

LEBIH KE PROMOTIF
SDM, SARANA PRASARANA DARI PADA PREVENTIF UMKM, Sedang dan
Besar
4
PENYAKIT TIDAK MENULAR %
PENYAKIT TIDAK
Hipertensi 25,8 MENULAR & FAKTOR
Diabetes mellitus 2,1 RISIKO
Penyakit Paru Obstruktif 3,8 FAKTOR RISIKO %
Kronik
Kanker 1,4 Kurang aktifitas 52,8

Obesitas Sentral 26,6 Kebiasaan merokok 21,2

Konsumsi sayur dan buah tiap 10,7


Penyakit Jantung Koroner 1,5 hari

Stroke 1,21
Sumber: Riskesdas 2013

Prevalensi PTM penduduk di usia produktif akan berpengaruh pada


produktifitas kerja kelompok tersebut. Tingginya prevalensi PTM sangat
dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko antara lain perilaku hidup yang
tidak sehat.
PEKERJA.......

6
I. LATAR BELAKANG (1)
Setiap orang memerlukan pekerjaan
Untuk kehidupan
Untuk aktualisasi diri

Lebih 1/3 waktu hidup pekerja habis di tempat kerja


(mencari pendapatan, karier, hubungan sosial dll)

Pekerjaan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan


keselamatan pekerja di setiap sektor pembangunan
LATAR BELAKANG (2)
• Setiap PEKERJAAN mempunyai POTENSI BAHAYA yang
berdampak pada Keselamatan dan Kesehatan
pekerja

• Untuk dapat bekerja dengan produktif  pekerja


yang sehat dan terampil

• Setiap pekerja mempunyai Hak mendapatkan


Pelayanan:
• Kesehatan Umum
• Kesehatan Kerja
LATAR BELAKANG (3)
• Untuk dapat mempertahankan Kesehatan dan
Keselamatan Pekerja perlu diciptakan:
• Lingkungan kerja yang sehat dan aman
• Cara, alat, proses kerja yang ergonomis
• Pelayanan kesehatan kerja yang memadai
• Sarana kesehatan yang terjangkau
• Pemenuhan kebutuhan gizi pekerja
Kesja Konstruksi Kesja Transportasi Kesja.Perkantoran

Kesja Maritim

KesjaRS/Sarkes
Kesja Pariwisata

Kesja Pertambangan Kesja Pertanian


Kesja Perkebunan

Kesja Industri Formal Kesja Matra D/L/U


Dan informal

Kesehatan Kerja
PENGERTIAN
Ilmu Kesehatan Kerja
Bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dengan
khusus mempelajari secara luas dan mendalam
permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan
pekerjaan
1633 - 1714
Prof. Dr. Bernardino Ramazzini
(Bapak Kedokteran Kerja)

De Morbis Artificum Diatriba


(Disease of Workers)
42 chapters (printers, carpenters, sailor,
candle makers, cheese-makers, etc)

Ketika dokter memeriksa pekerja yang


sakit, ia harus meluangkan waktu untuk
pemeriksaannya  lakukan pertanyaan-
pertanyaan yang direkomendasikan oleh
Hippocrates, dan ia harus menambahkan
satu lagi:
“APAKAH PEKERJAAN ANDA?”
Kesehatan Kerja Menurut WHO
Kesehatan kerja bertujuan untuk peningkatan dan
pemeliharaan derajat kesehatan fisik, mental dan sosial
yang setinggi-tingginya bagi pekerja di semua jenis
pekerjaan, pencegahan terhadap gangguan kesehatan
pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan;
perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaannya dari risiko
akibat faktor yang merugikan kesehatan; dan penempatan
serta pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja
yang disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan
psikologisnya
Peraturan yang mendasari:
UU RI NO 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN

BAB XII
TENTANG KESEHATAN KERJA

14
PASAL 164
1) Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup
sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk
yang diakibatkan oleh perkerjaan
2) Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
pekerja di sektor formal dan informal
3) Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku
bagi setiap orang selain pekerja yg berada di lingkungan tempat kerja
4) Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2) berlaku juga bagi kesehatan pada lingkungan tentara nasional
Indonesia baik darat, laut, maupun udara serta kepolisian RI
5) Pemerintah menetapkan standar kesehatan kerja sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
6) Pengelola tempat kerja wajib menaati standar kesehatan kerja
sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan menjamin lingkungan kerja
yang sehat serta bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja
7) Pengelola tempat kerja wajib bertanggung jawab atas kecelakaan
kerja yg terj di lingkungan kerja sesuai dgn ketentuan peraturan per-
PASAL 165

1)Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya


kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan
pemulihan bagi tenaga kerja

2)Pekerja wajib menciptakan dan menjaga kesehatan tempat kerja


yang sehat dan menaati peraturan yang berlaku di tempat kerja

3) Dalam penyeleksian pemilihan calon pegawai pada


perusahaan/instansi, hasil pemeriksaan kesehatan secara fisik dan
mental digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan
keputusan

4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat
(3) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
PASAL 166

1) Majikan atau pengusaha wajib menjamin kesehatan pekerja


melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan
serta wajib menanggung seluruh biaya pemeliharaan kesehatan kerja

2) Majikan atau pengusaha menanggung biaya atas gangguan kesehatan


akibat kerja yang diderita oleh pekerja sesuai dengan peraturan
perundang-undangan

3) Pemerintah memberikan dorongan dan bantuan untuk perlindungan


pekerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
DETERMINAN
KESEHATAN MASYARAKAT PEKERJA

Working
Enviroment

Working Worker’s
Behaviour 2 HEALTH STATUS 4 Heredity

Occupational
Health Servises
HL BLUM, 1974
MASALAH KESEHATAN PEKERJA (1)
BERSIFAT
MULTI DIMENSIONAL

 Transisi Demografi (penduduk usia kerja )


 Transisi Epidemiologi
 Penyakit Degeneratif sudah 
 Penyakit menular perlu mendapatkan perhatian khusus
(Malaria, TB Paru dan HIV/AIDS)
 Transisi Agraris ke industri tidak diikuti dengan
pengetahuan dan keterampilan  Penyakit yang
berhubungan dengan pekerjaan 
MASALAH KESEHATAN PEKERJA (2)
Era globalisasi WTO, AFTA 2010  MEA 2015

 Persaingan antar negara  persaingan SDM


profesional dan produktif
 K3 merupakan prasyarat (masuk
Indonesia) agar produk yang dihasilkan dapat
di eksport/dibeli

Estimasi WHO (1995)  40-50% penduduk dunia


punya risiko terkena PAK

INDONESIA 
DATA KESEHATAN PEKERJA NASIONAL?
DISIPLIN/CABANG
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

 Epidemilogi
 Biostatistik
 Kesehatan Lingkungan
 Kesehatan Kerja
 Gizi Masyarakat
 Pendidikan (Promosi) Kesehatan
 Manajemen Kesehatan Masyarakat
II. KESEHATAN KERJA
A. PENGERTIAN
Imu Kesehatan Kerja
Merupakan bagian dari ilmu Kesehatan Masyarakat yang
secara khusus mempelajari secara luas dan mendalam
permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan
pekerjaan

Kesehatan Kerja (WHO, 1950)


Kesehatan fisik maupun psikis pekerja sehubungan
dengan pekerjaannya (mencakup metode kerja, kondisi
kerja dan lingkungan kerja ) yang mungkin dapat
menyebabkan kecelakaan, penyakit ataupun perubahan
kesehatan pekerja
Kesehatan Kerja (WHO-ILO, 1995)
Suatu layanan untuk peningkatan dan
pemeliharaan derajat kesehatan (fisik, mental
dan sosial) yang setinggi-tingginya bagi pekerja
disemua jabatan, pencegahan penyimpangan
kesehatan yang disebabkan oleh kondisi
pekerjaan, perlindungan pekerja dari risiko
akibat faktor yang merugikan kesehatan,
penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam
suatu lingkungan kerja yang adaptasi antara
pekerjaaan dengan manusia dan manusia
dengan jabatannya
B. Tujuan Kesehatan Kerja
(The Joint ILO WHO Committee on Occupational Health, 1950)

1. Peningkatan dan pemeliharaan


derajat kesehatan fisik, mental yang
optimal dan kesejahteraan sosial
masyarakat pekerja di semua
lapangan pekerjaan

2. Mencegah timbulnya gangguan


kesehatan pekerja karena lingkungan
kerjanya
3. Pemberian perlindungan bagi pekerja
dalam pekerjaannya dan kemungkinan
bahaya yang disebabkan oleh faktor-
faktor yang membahayakan kesehatan

4. Penempatkan dan pemelihara kesehatan


pekerja di suatu lingkungan pekerja yang
sesuai dengan kemampuan fisik dan
psikis pekerjanya
Tujuan Kesehatan Kerja
(WHO-ILO , 1995)

Peningkatan Kapabilitas pekerja


kesehatan fisik, psikis dan keselamatan
kerja
kesejahteraan sosial
kemampuan untuk hidup produktif
secara sosial dan ekonomi

Peningkatan mutu lingkungan kerja

Pengorganisasian yang menjamin


kesehatan dan keselamatan kerja, agar
dapat berlangsung/berlanjut
Tujuan Kesehatan Kerja
(UU. No. 36/2009 tentang Kesehatan)
Upaya kesehatan kerja ditujukan
untuk melindungi pekerja (disektor
formal, informal, setiap orang selain
pekerja yang berada di lingkungan
tempat kerja, tentara nasional
Indonesia baik darat, laut, maupun
udara serta kepolisian Republik
Indonesia) agar hidup sehat dan
terbebas dari gangguan kesehatan
serta pengaruh buruk yang
diakibatkan oleh pekerjaan
KAPASITAS KERJA

PENINGKATAN PRODUKTIFITAS
KINERJA

BEBAN LINGKUNGAN
KERJA KERJA
3 PRINSIP KESEHATAN KERJA

PENYERASIAN

Kapasitas Kerja Beban Kerja Lingkungan Kerja


- Status Kes & Gizi - Beban Fisik: - Bising, panas,
- Sex - Mengangkat, getaran, radiasi
- Umur - Mendorong, dll - Debu, uap, larutan
- Pendidikan - Beban Mental - Bakteri, virus
- Keterampilan - dll
MASALAH KESEHATAN KERJA DAPAT TERJADI
BILA:
• Ada ketidak serasian pada kapasitas
kerja, beban kerja dan lingkungan kerja

• Pekerja terpajan dengan agen/bahaya


potensial di lingkungan kerja

PAK dan KAK


FAKTOR BAHAYA POTENSIAL
DI TEMPAT KERJA
MELIPUTI:
 Faktor Fisik  tekanan udara rendah/tinggi, bising,
getaran, pencahayaan, radiasi, suhu panas/dingin,
dll

 Faktor Kimia  dalam bentuk debu, cairan, gas, uap,


asap

 Faktor Biologi  bakteri, virus, jamur, parasit

 Faktor Physiologi/Ergonomi  mendorong,


angkat/angkut beban, gerakan statis,dll

 Faktor Psykososial  monoton, kerja shift


PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Merupakan pelayanan kes kerja paripurna tdd:

1. Pelayanan promotif,
2. Pelayanan preventif,
3. Pelayanan kuratif
4. Pelayanan rehabilitatif

 dilaksanakan dalam suatu sistem


terpadu
PHBS

Pendidikan dan penyuluhan tentang kesehatan


kerja
Pe  atau pemenuhan gizi  menu seimbang,
pemilihan makanan yang sehat dan aman dengan
jumlah kalori sesuai kebutuhan pekerjaan serta
pemeliharaan berat badan ideal
Pemeliharaan lingkungan kerja yang sehat
(Hygiene dan sanitasi)
Pe  kebugaran dan ketahan tubuh  Olahraga
(fitness), latihan pernafasan, dll
Pe  kepuasan kerja  konseling pekerjaan,
berhenti merokok/napza, dll
Pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan
khusus
Imunisasi
Kesehatan lingkungan kerja
Perlindungan diri terhadap bahaya-bahaya
pekerjaan
Penyerasian manusia dengan mesin alat
kerja (ergonomi)
Pengendalian bahaya lingkungan kerja
(faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi,
psikososial)
Pelayanan diberikan pada pekerja yang
sudah mengalami gangguan kesehatan
Pelayanan diberikan meliputi pengobatan
terhadap penyakit umum maupun penyakit
akibat kerja
Terapi penyakit akibat kerja ditekankan
pada
 Terapi Kausal (utama)
 Terapi Simptomatis
 Roborantia
Pada penyakit akibat kerja berlaku motto:

“Mencegah lebih baik dari pada mengobati”


Latihan dan pendidikan pekerja untuk
dapat menggunakan kemampuannya yang
masih ada secara maksimal

Penempatan kembali pekerja yang cacat


secara selektif sesuai kemampuannya
UPAYA PENGENDALIAN RISIKO DI TEMPAT KERJA

Eliminasi
Substitusi  material, alat, disain, proses produksi
Pengendalian Engineering (pengendalian secara
teknis)  disain, ventilasi, dll
Pengendalian Human Behavior
 Pengendalian Administratif: persyaratan penerimaan
pekerja,
 Pengendalian work practice: pelatihan teknis sebelum
kerja, SOP Perilaku kerja
 Reward, Punishment, Dan lain-lain
Penggunaan APD: masker, sarung tangan
PENUTUP
• Ilmu kesehatan kerja merupakan bidang keilmuan yang
sangat luas yang didukung oleh berbagai disiplin ilmu
• Adanya koordinasi yang baik akan banyak memberikan
manfaat dalam pencegahan terjadinya kecelakaan ataupun
penyakit akibat kerja
• Perlu langkah-langkah konkrit dan kerja sama LP dan LS
untuk mendapatkan data yang optimal PAK dan KK serta
pencegahan PAK dan KK di Indonesia
• Masalah PAK merupakan masalah yang cukup besar namun
belum terdata dengan baik
• Kesehatan kerja bermanfaat bagi pekerja, pengusaha/
manajer dan pemerintah Pusat/Daerah
• K3 adalah TANGGUNG JAWAB BERSAMA pengusaha/ manajer,
pekerja, profesi dan Pemerintah
HATI-HATI MEMAKAI KATA K3

YANG DIGUNAKAN
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA