Anda di halaman 1dari 33

NIVIZA PUTRI

07120073

HERNIA SCROTALIS
HERNIA

 protrusi atau penonjolan isi suatu rongga


melalui defek atau bagian lemah dari dinding
rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen,
isi perut menonjol melalui defek atau bagian
lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik
dinding perut
KLASIFIKASI

 BERDASARKAN TERJADINYA:
 KONGENITAL
 DIDAPAT
 BERDASARKAN LETAKNYA:
 HERNIA INGUINALIS LATERALIS
 HERNIA INGUINALIS MEDIALIS
 HERNIA EPIGASTRIKA
 HERNIA UMBILIKAL
 HERNIA PARAUMBILIKAL
 HERNIA INSISIONAL
 HERNIA LUMBAR
 HERNIA UMBILIKAL
 HERNIA INSISIONAL
 HERNIA LUMBAR
 HERNIA SCROTALIS
 HERNIA GLUTEAL
 HERNIA FEMORALIS
BERDASARKAN KLINIS

 HERNIA REPONIBEL
 HERNIA IREPONIBEL
 HERNIA INKARSERATA
 HERNIA STRANGULATA
BERDASARKAN ARAH

 HERNIA EKSTERNAL
 HERNIA INTERNAL
EPIDEMIOLOGI

 PALING BANYAK DI DAERAH ABDOMEN


 60% HERNIA INGUINALIS LATERALIS
 20% HERNIA INGUINALIS MEDIALIS
 HERNIA INGUINALIS BANYAK PADA LAKI-
LAKI, LANSIA
 HERNIA FEMORALIS BANYAK PADA
PEREMPUAN LANJUT USIA
ETIOLOGI
 PENURUNAN KEKUATAN DINDING ABDOMEN
 USIA LANJUT
 POST OP ABDOMEN DENGAN PERAWATAN LUKA MINIMAL
 MULTIPARITAS
 PENINGKATAN TEKANAN INTRAABDOMEN
 BATUK
 BPH
 Batuk kronis
 Konstipasi
 Obstruksi leher vesika atau uretral
 Muntah
 Penggunaan otot berlebihan
 Keganasan abdomen dengan ascites
PATOFISIOLOGI

 PENINGKATAN TEKANAN INTRA ABDOMEN


+ KELEMAHAN OTOT DINDING PERUT 
PREDISPOSISI PROTRUSI USUS 
REPONIBEL  IREPONIBEL 
INKARSERATA DAN STRANGULATA
GEJALA KLINIS

 HERNIA INGUINALIS
 ASIMTOMATIK  PERITONITIS
 BENJOLAN DI SELANGKANGAN, MUNCUL SAAT
BEKERJA, BATUK, MENGEDAN; DAN HILANG
SAAT ISTIRAHAT
 DAPAT TIMBUL GEJALA KOLIK JIKA TERJADI
INKARSERATA
 MENCAPAI SCROTUM  HERNIA SCROTALIS
 MENCAPAI LABIUM MAYUS  HERNIA LABIALIS
DIAGNOSIS

 ANAMNESIS
 PEMERIKSAAN FISIK
 BENJOLAN DI SELANGKANGAN, JIKA TAK TERLIHAT
SURUH PASIEN MENGEDAN (VALSAVA MANOUVER)
 Pemeriksaan hernia
Pasien Berdiri  Melalui scrotum jari telunjuk
dimasukkan ke atas lateral dari tuberkulum pubikum
dan pasien melakukan valsalva manuver  Bila massa
tersebut menyentuh ujung jari maka itu adalah hernia
inguinalis lateralis, sedangkan bila menyentuh sisi jari
maka diagnosisnya adalah hernia inguinalis medialis.
DIAGNOSIS BANDING

 Hidrocele : dibedakan dengan transluminasi tes


yang jelas
 Varicocele : teraba seperti cacing
 Aneurisma Femoral :  teraba pulsasi dan
terdengar bruit
 Lipoma : ditemukan secara insendential saat
operasi hernia
 Pembesaran Kelenjar Inguinal: biasanya multipel
dan berada dibawah ligamentum inguinale
PENATALAKSANAAN

 OPERASI: HERNIOTOMI, HERNIORAFI


 HERNIOPLASTIK ENDOPLASTIK
 KONSERVATIF: HERNIALIS VENTRAL 
KORSET
KOMPLIKASI

 HERNIA STRANGULATA
PROGNOSIS

 Quo ad vitam: dubia ad bonam


 Quo ad sanam: bonam
 Quo ad fungtionam: bonam
KASUS

 IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. M
Umur : 36 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat :Kerinci
Tgl masuk: 15 April 2011
II. ANAMNESIS (AUTOANAMNESIS)

1. Keluhan utama : Benjolan di skrotum bagian kanan


2. Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) :
 Benjolan hilang timbul sejak 5 tahun yang lalu
 Awalnya di selangkangan, kemudian mencapai skrotum
 Benjolan timbul saat bekerja sebagai petani atau berdiri dan
hilang saat istirahat
 Selama 5 tahun tersebut benjolan dapat direposisi manual
 Namun 3 bulan terakhir tidak dapat direposisi manual lagi.
 Nyeri perut sejak 3 bulan terkahir
 Muntah (-)
 BAB, BAK normal
Riwayat penyakit dahulu

 Tidak ada
Riwayat keluarga

 Tidak ada anggota keluarga dengan keluhan


serupa
III. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan Umum : Sedang, kooperatif
B. Kesadaran : Compos Mentis
C. Vital Sign : Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 72 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 36 0 C
Status generalis

 Dalam batas normal


Status lokalis

 Regio Scrotalis Kanan


- Inspeksi : Tampak benjolan ukuran 3x5 cm, sewarna
kulit, tidak tegang, terpisah dari testis
- Palpasi : Benjolan terpisah dari testis, nyeri tekan (-),
lunak, kenyal, permukaan rata, mobile, tidak panas, test
transiluminasi (-), valsava manouver (+)
- Auskultasi : Bising Usus (+)
- Rectal Toucher : Tonus sfingter ani (+), ampula rekti
kolaps (-), mukosa licin, pembesaran prostat (-).
Sarung tangan : Feses (+), darah (-), lendir (-).
Diagnosis

 Hernia scrotalis dextra


Diagnosis banding

 Hidrocele : dibedakan dengan transluminasi tes


yang jelas
 Varicocele : teraba seperti cacing
 Aneurisma Femoral :  teraba pulsasi dan
terdengar bruit
 Lipoma : ditemukan secara insendential saat
operasi hernia
 Pembesaran Kelenjar Inguinal: biasanya multipel
dan berada dibawah ligamentum inguinale
Penatalaksanaan

 Operasi: herniotomi, herniorafi


Komplikasi

 Hernia strangulata
 Peritonitis
 Abses
Prognosis

 Quo ad vitam: Dubia ad bonam


 Quo ad sanam: