Anda di halaman 1dari 34

ARSITEKTUR BANGUNAN

UMUM HINDU-BUDDHA

Bahan Kuliah Departemen Arkeologi


FIB UI
agus aris munandar, 2011
Bangunan Umum
• Bangunan umum adalah bangunan publik
yang dapat dipakai oleh siapa saja.
a.Bangunan umum yang tidak terbatas
Contoh: terminal bus, bandara, hotel, kamar
kecil, balai rakyat , mall,dan lain-lain
b.Bangunan umum terbatas:
Contoh: Mess karyawan, ruang 2401 gedung
2 FIB UI, balai pertemuan di pabrik, gereja,dll
Ciri Bangunan Umum
• Dapat dipakai oleh banyak orang
• Dapat dikunjungi kapan saja
• Terdapat berbagai fasilitas pendukung
dalam jumlah banyak
• Terdapat pengelola yang secara khusus
memelihara bangunan tersebut.
Bangunan Umum Masa Silam

• Monumen megalitik tempat upacara pemujaan


bersama.
• Candi-candi besar seperti Candi Prambanan,
Sewu, dan Borobudur.
• Petirthaan yang difungsikan secara bersama.
• Masjid-masjid dan mushollah yang masih
digunakan
• Gereja kuno
• Kelenteng kuno
BENTUK ARSITEKTUR MENGIKUTI
KEBUDAYAAN (KEBUDAYAAN
TRADISIONAL)

ARSITEKTUR

AGAMA

SENI

MANUSIA
BENTUK ARSITEKTUR
MENGIKUTI
KEBUDAYAAN ABAD
KE-19—20 ARSITEKTUR

TEKNOLOGI

EKONOMI

MANUSIA
KARYA ARSITEKTUR MODERN
BERASOSIASI DENGAN
BEBERAPA PERMASALAHAN
KARYA
ARSITEKTUR

MASYRAKAT
AGAMA

EKONOMI
MANUSIA SENI

TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Bangunan umum terbatas masa silam
• Goa-goa pertapaan
• Mandala/kadewaguruan
• Candi Pendharmaan zaman Majapahit: Candi
Surawana, Tegawangi, Jabung, Ngrimbi
• Bangunan sanggah/pamerajan milik
keluarga
• Taman Sari milik keluarga raja
• Bale Kambang
PUNDEN BERUNDAK LEBAK
SIBEDUG DAN CIPARI,
JAWA BARAT
“BOROBUDUR SEBAGAI
PADMASANA MENUNGGU
KEDATANGAN MAITREYA”
ANGKOR VAT, KAMBOJA
PRAMBANAN DAN
KHANJURAHO
RERUNTUHAN
CANDI LUMBUNG

GUGUSAN
CANDI
SEWU
HALAMAN CANDI YANG
DIPERKERAS DENGAN
SUSUNAN BALOK BATU
Ciri Bangunan Umum Candi-candi
Buddha
• Candi Buddha sebagai bangunan umum
terlihat jelas di wilayah Jawa Tengah.
• Adanya candi induk dan deretan candi
perwara di sekitarnya, dapat ditafsirkan
perhatian umat/peziarah terbagi dalam
kelompok-kelompok upacara.
• Menunjukkan banyak peziarah yang datang
• Halaman candi diperkeras dengan lapisan
balok Batu
Halaman candi-candi Buddha diperkeras
dengan susunan balok batu, menunjukkan:
• Kegiatan diikuti oleh banyak orang (umat
Buddha), dilakukan di halaman, mungkin
melakukan prosesi pradaksina atau prasawya
• Kegiatan upacara kerapkali diadakan baik di
musim kemarau atau musim penghujan.
• Halaman candi dipandang sebagai area sakral,
karena diperkeras dengan balok batu candi yang
digunakan juga untuk bangunan candi. Candi itu
bersifat suddha (suci, hanya menggunakan 1
bahan)
Candi Sambisari
GEDONG SONGO II
Denah Candi Merak
Denah Percandian Lumbung
Denah Percandian Barong
Candi Hindu di Jawa
• Candi dengan 1 induk + 3 perwara, arca-arca
berjumlah 9 arca (Surya, Candra, Nandi) dan 5 arca di
Candi induknya
• Halamannya terdiri dari 1—3 lapis, menunjukkan
adanya tahapan upacara prosesi dalam berkeliling
candi.
• Upacara tidak memerlukan banyak aktivitas, sebab
itu halamannya hanya tanah. Para peserta upacara
duduk di halaman candi sebagaimana yang terjadi di
Pura Bali.
Rabut Palah (Candi Panataran)
Candi Panataran
• Candi Kerajaan Majapahit yang pernah
dikunjungi oleh Hayam Wuruk
• Arca utama disebut Bhattara Acalapati (dewa
gunung)
• Merupakan tujuan ziarah seluruh penduduk
Majapahit.
• Banyak orang melakukan pradaksina mengelilingi
candi induk, terbukti halaman ketiga diperkeras
dengan balok batu.
APA NAMA CANDI-CANDI
TERSEBUT ?
Candi Pendharmaan
• Dibangun hanya untuk memuliakan seorang
tokoh.
• Dilengkapi arca perwujudan dari tokoh yang
dimaksudkan.
• Upacara secara hipotetik hanya berlangsung 2
kali, saat pemujaan dewa dan saat pemujaan
arwah leluhur.
• Upacara diikuti oleh kaum keluarga dan pendeta
pendukung upacara.
• Apakah candi pendharmaan merupakan
bangunan umum?
Candi Gunung
Kawi dan Tirtha
Empul
Petirthaan sebagai bangunan umum:
• Digunakan oleh masyarakat secara umum yang
memerlukan air untuk minum, mandi, mencuci
makanan.
• Digunakan oleh para pendeta-brahmana
sebagai sumber pengambilan air untuk
upacara
• Dapat digunakan kapan saja (siang, malam,
pagi, senja).
• Dimanfaatkan oleh banyak orang dengan
maksud pragmatis ataupun religius.
PINTU GERBANG BUKAN
BANGUNAN UMUM ?
MASJID-MASJID KUNO
GEREJA POH SARANG DI
KEDIRI
BANGUNAN UMUM
ATAU KHUSUS ?
DI BANDARA
KEMAL
ATTATURK,
ISTAMBUL, TURKI
MATOER
SEMBAH
NUWUN…