Anda di halaman 1dari 14

KEPERAWATAN KESEHATAN SEKOLAH

KELOMPOK 3 :
DINA FITRIANI
ERNA LEVIS
KUSMIADI
NORASIAH
NUR HAYANI
SAROJA
SYAFRINI
RUSTIAH
Defenisi Keperawatan Kesehatan Sekolah
 Pelayanan keperawatan ditingkat sekolah merupakan suatu pendídikan pencegahan penyakit,
peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan seks. Adapun pelayanan kesehatan di sekolah
yang diutamakan antara lain :
 Peningkatan kesehatan (promotif),
Dilaksanakan melalui kegiatan intra kurikuler dan penyuluhan kesehatan serta latihan
keterampilan oleh tenaga kesehatan disekolah, Contohnya :
 Kegiatan penyuluhan gizi,
 Kesehatan pribadi,
 Penyakit menular,
 Cara menggosok gigi yang benar,
 Cara mengukur tinggi dan berat badan
 Cara memeriksa ketajaman penglihatan.
Pencegahan (preventif)
 Dilaksanakan melalaui kegiatan peningkatan daya tahan tubuh. Contohnya :
 Imunisasi oleh petugas puskesmas,
 Pemberantasan sarang nyamuk,
 Pengobatan sederhana oleh dokter kecil,
 Kegiatan penjaringan kesehatan bagi siswa kelas I yang baru masuk dan pemeriksaan berkala
setiap 6 bulan bagi seluruh siswa.
Penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif)
 Dilakukan melalui kegiatan mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit dan
untuk meningkatkan kemamapuan peserta didik yang cedera atau cacat agar dapat berfungsi
normal. Kegiatannya :
 Pengobatan ringan untuk mengurangi derita sakit
 Pertolongan pertama di sekolah serta rujukan medik ke puskesmas.
 Kasus kecelakaan, keracunan atau kondisi lain yang membahayakan nyawa dan kasus penyakit
khusus.
Peran Dan Fungsi Perawat Kesehatan Sekolah
Adapun peran perawat kesehatan sekolah antara lain sebagai berikut :
1. Sebagai pelaksana askep di sekolah, perawat mempunyai peran :
 Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data,
analisis data serta perumusan dan prioritas masalah.
 Menyusun perencanaan kegiatan UKS bersama Tim Pemina Usaha Kesehatan di Sekolah (TPUKS).
 Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun.
 Menilai dan memantau kegiatan UKS.
 Mencatat dan melaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
2. Sebagai pengelola kegiatan UKS,
 Perawat kesehatan yang bertugas di puskesmas menjadi salah seorang anggota dalam TPUKS atau
dapat juga ditunjuk sebagai seorang koordinator UKS I tingkat puskesmas. Bila perawat kesehatan
ditunjuk sebagai koordinator makan pengelolaan pelaksanaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau
paling tidak ikut terlibat dalam tim pengelola UKS.
3. Sebagai penyuluh dalam bidang kesehatan,
 Peranan perawat kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung
melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat umum dan klasikal atau tidak langsung sewaktu melakukan
pemeriksaan kesehatan peserta didik perseorangan.
Adapun fungsi  perawt kesehatan sekolah antara lain :
 Memberikan pelayanan serta meningkatkan kesehatan individu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada semua
populasi yang ada di sekolah.
 Memberikan kontribusi untuk mempertahankan dan memperbaiki lingkungan fisik sekolah.
 Menghubungkan program kesehatan sekolah dengan program kesehatan masyarakat yang lain.

Ciri Sekolah Yang Dapat Meningkatkan Dan Mempromosikan Kesehatan


Menurut WHO (DEPKES 2008) ada 6 ciri utama sekolah yang dapat mempromosikan atau meningkatkan
kesehatan
1. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah yaitu peserta didik, orangtua
dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat.
2. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan sehat dan aman, meliputi : Sanitasi dan air yang cukup.,
Bebas dari pengaruh negative, Pekarangan sekolah yang aman,dll
3. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan : Kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan
perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan berbagai
keterampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial.
4. Memberikan akses untuk di laksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu : Kerjasama dengan
Puskesmas setempat
5. Menerapkan kebijakan dan upaya di sekolah untuk mempromosikan dan meningkatkan kesehatan, yaitu :
Kebijakan yang di dukung oleh staf sekolah termasuk mewujudkan proses belajar mengajar yang dapat
menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah.
6. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan :
 Memperhatikan adanya masalah kesehatan masyarakat yang terjadi.
 Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.

Cara Melaksanakan Pendidikan Kesehatan Di Sekolah


1. Tujuan penkes
 Memiliki pengetahuan ttg isu kesehatan,
 Memiliki nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat,
 Memiliki keterampilan dalam pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan,
 Memiliki kebiasaan hidup sehat, mampu menularkan perilaku hidup sehat, peserta didik tumbuh
kembang secara harmonis,
 Menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit,
 Memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
 Memiliki kesegaran jasmani dan kesehatan yang optimal.
2. Cara melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah
 Cara penyajian
 Pendidikan lebih menekankan peran aktif peserta didik melalui kegiatan ceramah, diskusi,
demonstrasi, pembimbingan, permainan, dan penugasan.
 Cara penanaman kebiasaan
 Penugasan untuk melalukan cara hidup sehat sehari-hari dan pengamatan terus menerus oleh
guru dan kepala sekolah.
3. Materi pendidikan kesehatan di sekolah
 Demam berdarah,
 Flu burung,
 Pelayanan gizi,
 Kesehatan gigi dan mulut,
 Pengelolaan sampah,
 Pengelolaan tinja,
 Sarana pembuangan limbah,
Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS
Pengertian usaha kesehatan sekolah
 Usaha Kesehatan Sekolah merupakan upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat
yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah,
perguruan agama serta usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan
kesehatan lingkungan sekolah.
Tujuan usaha kesehatan sekolah
1. Tujuan umum
 Meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik.
 Menciptakan lingkungan yang sehat
2. Tujuan khusus
 Menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat,
 Meningkatkan pengetahuan,
 Mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri.
 Meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan rumah
tangga serta lingkungan masyarakat,
 Meningkatkan keterampilan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk
lingkungan.
3. Sasaran usaha kesehatan sekolah
 Primer : peserta didik sebagai sasaran primer,
 Sekunder : guru pamong belajar atau tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP
UKS disetiap jenjang
 Tertier : lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai SLTA/MA, termasuk satuan
pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya.
 Sasaran lainnya : sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
4. Masalah Kesehatan yang dapat dikurangi melalui UKS
 Imunisasi,
 Kesehatan gigi,
 Sanitasi dan air bersih.
 Masalah gizi dan anemia,
 Kekerasan dan kecelakaan,
 Gangguan kesehatan mental,
 Kebersihan diri maupun lingkungan,
 Masalah kesehatan reproduksi remaja,
 Merokok, alkohol dan penyalahgunaan narkoba,
 Penyakit   infeksi  (malaria, gangguan  saluran  nafas).
Asuhan Keperawatan Anak Sekolah
1. Pengkajian
a. Lingkungan sekolah mulai dari :
 Lingkungan Fisik (Halaman, kebun sekolah, bangunan sekolah : meja, papan tulis, kursi, lantai,
kebersihan, ventilasi, penerangan, kebisingan, papan tuilis, kepadatan), Sumber air minum,
Pembuangan Air Limbah (PAL), Jamban Keluarga, Tempat cucu tangan, kebersihan kamar mandi
dan penampungan air, pembuangan sampah, pagar sekolah, dan lain-lain.
 Lingkungan Psikologis : hubungan guru dengan murid baik baik formal maupun non formal 
terutama kenyamanan dalam beljar.
 Lingkungan Sosial : hubungan dosen dengan orang tua murid, Persatuan Orang Tua Murid dan
Guru (POMG) dan masyarakat sekitar
b. Keadaan/pelaksanaan UKS, dokter/perawat kecil.
c. Pengetahuan anak sekolah tentang kesehatan (PHBS) dan  pelaksanaan PHBS
d. Kondisi kesehatan/fisik anak sekolah terutama screening test (BB,  TB, tenggorokan,
telinga/pendengaran, mata/penglihatan),
2. Diagnosa Keperawatan :
 Defisiensi aktivitas pengalihan anak sekolah yaitu penurunan stimulasi dan atau minat/keinginan
untuk rekreasi atau melakukan aktivitas bermain faktor yang berhubungan lingkungan sekolah
yang sempit/fasilitas yang tidak mendukung/kurang sumber daya.
 Gaya hdup monoton anak sekolahyaitu menyatakan suatu kebiasaan hidup yang dicirikan dengan
tingkat aktivitas yang rendah berhungan dengan kurang pengetahuan tentang keuntungan latihan
fisik.
 Perilaku kesehatan anak sekolah cenderung beresiko faktor yang berhubungan merolok/mimun
alkohol, stress menghadapi tugas atau ujian/kurang dukungan dan lain-lain.
 Ketidak efektifan pemeliharaan kesehatan anak sekolah faktor yang berhubungan kurang
ketrampilan motorik kasar/motorik/halus atau ketidak cukupan sumber daya
 Kesiapan meningkatkan status imunisasi anak sekolah batasan karakteristik menunjukkan
keinginan untuk meningkatkan status imunisasi/mengekspresikan keinginan untuk meningkatkan
status imunisasi
 Ketidak efektifan perlindungan pada anak sekolah faktor yang berhubungan penyalahgunaa
zat/obat-obatan
 Ketidak efektifan manajemen kesehatan masyrakat sekolah faktor yang berhubungankurang
pengetahuan/kurang dukungan sosial/ketidakcukupan petunjuk untuk bertindak
3. Rencana Asuhan Keperawatan
 Rencana asuhan keperawatan anak sekolah dibuat berdasarkan masalah kesehatan/diagnosa
keperawatan yang ditemukan, tetapi pada umumnya dilakukan tindakan berikut ini :
 Promosi Kesehatan tentang PHBS
 Pelaksanaan Screening Test
 Imunisasi DT/TT
 Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
 Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut
 Pelatihan dokter/perawat kecil
 Pelaksanaan UKS di sekolah setiap hari oleh guru UKS dan dokter/perawat kecil.
TERIMAKASIH ATAS PERHATIAN
MOHON MAAF SEGALA KEKURANGAN