Anda di halaman 1dari 74

ILMU KEBUMIAN

Dr. Eng. Alamta Singarimbun, MSc.


ILMU-ILMU YANG MEMPELAJARI BUMI

• Geologi : deskripsi, litologi dan batuan


• Geodesi : Penampakan bumi (Topografi)
• Geografi : Peta dan posisi
• Geofisika : Sifat Fisis bumi, kaedah Fisika:
seismik, Geolistrik, sifat magnetik,
elektromagnetik, dll.
• Astronomi : Bumi adalah objek kecil
MENGAPA PERLU MEMPELAJARI BUMI ?
• Perlu dipelajari karena kita tinggal/berada di
bumi…perlu dikenal

• Perlu diketahui keberadaan sumber alam untuk


dimanfaatkan dan didayagunakan secara
bijaksana; sumber yang ada untuk
kesejahteraan bukan untuk dihabiskan

• Perlu dipahami agar dapat dipelihara; manusia


ikut bertanggung jawab
Ilmu Kebumian (Atas)

• Astronomi

• Meteorologi

• Klimatologi
Cakupan Ilmu Kebumian (Bawah)

• Geologi Struktur
• Siklus Batuan
• Teori Terktonik dan Lempeng
• Hidrologi
• Dll.
1. PEMBENTUKAN BUMI
• Bagaimana bumi terbentuk ?

• Kapan bumi terbentuk

• Bagaimana mengetahui umur bumi ?


Teori Terbentuknya Bumi
• Bangsa China dan Asia Tengah melakukan pengamatan terhadap
objek langit sejak dahulu, terutama berkaitan dengan
pengaruhnya terhadap navigasi dan pertanian.
• Para pengamat Yunani menemukan bahwa selain objek-objek
yang terlihat tetap di langit, terlihat juga objek-objek yang
bergerak dan disebut sebagai planet.
• Pada saat yang sama orang-orang Yunani menyadari bahwa
Matahari, Bumi, dan Planet merupakan bagian dari sistem yang
berbeda. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari
berbentuk pipih
• Phytagoras (572-492 BC) menyatakan bahwa semua benda langit
berbentuk bola (bundar).
• Sampai dengan tahun 1960, perkembangan teori pembentukan
Tata Surya dapat dibagi dalam dua kelompok besar yaitu masa
sebelum Newton dan masa sesudah Newton.
Awal Perhitungan Ilmiah
• Aristachrus dari Samos (310-230 BC) untuk pertamakalinya
melakukan perhitungan secara ilmiah. Mereka mencoba
menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari
perbandingan jarak dari Bumi-Matahari, serta Bumi-Bulan.
• Aristachrus merupakan orang pertama yang menyimpulkan
bahwa bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan
berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik.
Jadi teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa
Copernicus. Namun jauh sebelumnya Aristrachrus sudah
meletakkan dasar bagi teori heliosentris yang kita kenal saat
ini.
• Pada zaman Alexandria, Eratoshenes (276-195BC) dari
Yunani menemukan cara mengukur besar Bumi. Dia
menyimpulkan, perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50
dari keseluruhan revolusi. Hasil perhitungannya memberi
perbedaan sebesar 13% dari hasil yang diperoleh saat ini.
Teori Geosentrik
• Ptolemy (150 AD) menyatakan bahwa semua benda
langit bergerak relatif terhadap bumi. Bumi merupakan
pusat alam semesta. Teori ini dipercaya selama hampir
1400 tahun (teori Geosentris).
• Teori Geosentrik mempunyai kelemahan, yaitu Matahari
dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari
Bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam
serangkaian simpul ke arah timur.
• Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy mengajukan dua
komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit
lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun
pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua
disebut epycycle, gerak seragam dalam lintasan
lingkaran dan berpusat pada deferent.
Teori Heliosentrik
• Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang
secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan
pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengelilinginya dalam
orbit lingkaran.
• Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus
memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut
orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit
lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik.
• Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya
yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium.
• Setelah kematian Copernicus pandangan berubah ketika pada
akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan semua
bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem
planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda.
Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori
Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan
pandangan yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di
alam semesta.
Hukum Kepler
• Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya
tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju
dengannya. Salah satu di antaranya ialah Tycho Brahe
(1546-1601) dari Denmark
• Tycho Brahe yang mendukung teori matahari dan bulan
mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi
matahari. Tahun 1576.
• Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven,
di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai
kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596.
• Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya
menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan
asistennya Johannes Kepler (1571-1630).
• Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang
ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak
sirkular melainkan elliptik.
• Kepler mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal
sampai saat ini yaitu ;
1. Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari
sebagai pusat sistem.
2. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval
waktu yang sama.
3. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding
dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.
• Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku,
diantaranya adalah Epitome of The Copernican Astronomy dan
segera menjadi bagian dari daftar Index Librorum Prohibitorum
yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar
ini juga terdapat publikasi Copernicus, De Revolutionibus
Orbium Coelestium.
Awal Mula Dipakainya Teleskop
• Pada tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-
1642). Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa
yang tertarik dengan mekanika, khususnya tentang gerak planet.
Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin
tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo berhasil
menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang
pertama Salah yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.
• satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori
heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori
geosentrik, Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik
diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya
bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.
• Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan
Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga
sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat
purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang
teori geosentrik vs heliosentrik, Dialogue of The Two Chief World
System, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah.
Dasar Yang Diletakkan Newton
• Di tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727)
dilahirkan.
• Newtonlah yang memberi dasar bagi pekerjaannya dan
orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal
mula Tata Surya.
• Newton menyusun Hukum Gerak dan kontribusi
terbesarnya bagi Astronomi dengan Hukum Gravitasi
yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda
sebanding dengan massa masing-masing objek dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua
benda.
• Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi
Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan
hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan
dalam Principia yang dia tulis selama 15 tahun.
2. GEOLOGI SEJARAH DAN FOSIL
• Apa pengertian ilmu Geologi ?

• Kapan bumi kita terbentuk ?


Pendahuluan
• Kata Geologi berasal dari bahasa Yunani :
γη - (ge = bumi) dan λογος (logos = kata, alasan, ilmu).
• Kata "geologi" pertama kali digunakan oleh Jean-André
Deluc dalam tahun 1778 dan diperkenalkan sebagai
istilah yang baku oleh Horace-Bénédict de Saussure
pada tahun 1779.
• Jadi Geologi dapat diartikan sebagai ilmu (sains) tentang
bumi, yaitu mengenai :
 Komposisinya
 Struktur
 sifat-sifat fisik
 sejarah dan proses yang membentuknya.
Para ahli Geofisika dan para ahli Geologi telah membantu dalam :
• menentukan umur Bumi yang diperkirakan sekitar 4.5 milyar
(4.5x109) tahun
• menentukan bahwa kulit bumi terpecah menjadi
lempeng tektonik yang bergerak di atas mantel yang setengah
cair(astenosfir) melalui proses yang sering disebut
tektonik lempeng.
• membantu menemukan sumber daya alam yang ada di bumi,
seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi,
tembaga, dan uranium serta mineral lainnya yang memiliki nilai
ekonomi, seperti asbestos, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, kuarsa
, dan silika, serta elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan
helium.
• Astrogeologi adalah aplikasi ilmu geologi tentang planet lainnya
dalam tata surya (solar sistem). Namun istilah khusus lainnya
seperti selenology (pelajaran tentang bulan), areologi (pelajaran
tentang planet Mars), dll, juga dipakai.
• Geologi sejarah menggunakan prinsip-prinsip geologi
untuk merekonstruksi dan memahami sejarah bumi.
• Bidang ini berfokus pada proses-proses geologi yang
mengubah permukaan dan bawah permukaan bumi, dan
penggunaan dari
 Stratigrafi
 geologi struktur
 paleontologi
untuk menjelaskan urutan kejadian pembentukan bumi
• Bidang ini juga berfokus pada evolusi tumbuhan dan
binatang selama periode waktu berbeda dalam
skala waktu geologi.
• Penemuan radioaktif dan perkembangan berbagai metode
penentuan umur radiometrik pada paruh pertama abad ke-
20 telah membawa arti penting untuk memperkirakan umur
bumi.
• Salah satu yang dipakai oleh para ahli Geologi dalam
penentuan umur bumi adalah dengan mempelajari fosil.
• Fosil berasal dari bahasa Latin fossa yang berarti
"galian”
• Galian yang dimaksudkan adalah galian dari sisa-sisa
atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau
mineral.
• Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini
harus segera tertutup sedimen.
• Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada
fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar,
fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di
Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah
punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup.
• Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi.
Gambar dari sebuah fosil katak
3. GEOLOGI STRUKTUR
• Apa pengertian Geologi Struktur ?

• Ilmu apa saja yang berkaitan dengan Geoklogi Struktur ?

• Bagaiaman ssunan Struktur bumi beserta dimensinya ?

• Apa saja yang memepengaruhi struktur bumu


Pendahuluan
• Geologi struktur adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari
tentang bentuk (arsitektur) batuan sebagai hasil dari proses
deformasi.
• Proses deformasi adalah perubahan bentuk dan ukuran pada batuan
akibat gaya (force) yang terjadi di dalam bumi.
• Gaya tersebut pada dasarnya merupakan proses tektonik yang
terjadi di dalam bumi.
• Di dalam pengertian umum, geologi struktur adalah ilmu yang
mempelajari tentang bentuk batuan sebagai bagian dari kerak bumi
serta menjelaskan proses pembentukannya.
• Geologi struktur adalah studi mengenai distribusi tiga dimensi tubuh
batuan dan permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta
susunan internalnya.
• Geologi struktur didefinisikan sebagai suatu studi yang
membahas mengenai bangun arsitektur dari kulit bumi
dan gejala-gejala yang menyebabkan terjadinya
perubahan-perubahan pada kulit bumi.

• Inti dari geologi struktur adalah deformasi dari bumi, apa


yang menyebabkan, dan apa akibatnya.

• Penafsiran tentang definisi geologi struktur tersebut


harus dibedakan dengan tektonik, meskipun keduanya
berurusan dengan rekonstruksi gerak-gerak yang
dinamis dari kulit bumi yang telah membentuk evolusi
lapisan luar bumi atau kerak bumi
Cakupan Geologi struktur adalah studi mengenai unsur-unsur struktur itu
sendiri yaitu studi tentang :
 Antiklin
 Rekahan
 Sesar
 kelurusan dan sebagainya,
yang terdapat dalam satuan tektonik (tectonic unit),
sedangkan tektonik dan geotektonik dianggap sebagai suatu studi yang
mencakup soal bangun, pola serta evolusi dari suatu satuan tektonik
dalam ukuran yang jauh lebih besar, seperti :
 bangun cekungan,
 rangkaian pegunungan,
 paparan, dan sebagainya.

Kedua disiplin ini saling tergantung satu dengan yang lain apalagi jika
skalanya mencapai regional.
Secara lebih formal, Geologi Struktur
dinyatakan sebagai cabang geologi yang
berhubungan dengan proses geologi
dimana suatu gaya menyebabkan :
 transformasi bentuk
 Susunan
 struktur internal batuan kedalam bentuk,
susunan, atau susunan intenal yang lain
Geologi struktur juga mencakup bentuk permukaan yang
juga dibahas pada studi
 Geomorfologi
 Metamorfisme
 geologi rekayasa

Dengan mempelajari struktur tiga dimensi batuan dan


daerah, dapat dibuat kesimpulan mengenai :
 sejarah tektonik
 lingkungan geologi pada masa lampau
 kejadian deformasinya.

Hal ini dapat dipadukan dengan menggunakan kontrol


stratigrafi maupun geokronologi, untuk menentukan waktu
pembentukan struktur tersebut.
Berapa ahli menganggap bahwa geologi struktur lebih
ditekankan pada studi mengenai unsur-unsur struktur
geologi, misalnya
 perlipatan (fold)
 rekahan (fracture)
 sesar (faultdan sebagainya
 sebagai bagian dari satuan tektonik (tectonic unit)

Sedangkan tektonik dan geotektonik dianggap sebagai


suatu studi dengan skala yang lebih besar, yang
mempelajari obyek-obyek geologi seperti :
 cekungan sedimentasi
 rangkaian pegunungan
 lantai samuderdan sebagainya.
Contoh Formasi batuan terlipat, salah satu
subjek studi geologi struktur
• menyebabkan terjadinya perubahan pada gerak atau
bentuk dari suatu bahan/benda.
• Pembentukan struktur kulit bumi dipengaruhi oleh
tekanan/gaya dan temperatur pada saat
pembentukannya
• Gaya adalah suatu aksi yang dapat Jika suatu benda
mengalami gangguan yang disebabkan oleh suatu gaya
yang bekerja terhadapnya, maka benda tersebut akan
mengalami gerak translasi atau transport relatif terhadap
suatu sistem koordinat, gerak rotasi, distorsi atau
perubahan bentuk, dan dilatasi atau perubahan volume.
• Setiap gaya yang sifat dan besarnya sama akan
menghasilkan suatu bentuk deformasi yang sama, atau
dengan perkataan lain akan menghasilkan suatu gejala
struktur geologi yang sama.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
pembentukan struktur yang dihasilkan, antara lain
adalah sifat dari bahan (batuan) yang mengalami
derormasi, misalnya :
 elastisitas batuan
 keplastisan (plasticitet)
 kerapuhan (brittloness)
 ketegaran (rigidity)
 viscocity
 kekuatan dan sebagainya.
Sifat-sifat batuan tersebut dapat ditentukan dengan
percobaanpercobaan di laboratorium.
Gaya merupakan besaran vektor yang mempunyai
besar dan arah.Dengan analisa vektor dapat dicari
resultan dari dua atau lebih gaya yang bekerja pada
satu titik
Arah gaya yang bekerja dalam kulit bumi dapat bersifat:
 Gaya yang arahnya berlawanan tetapi bekerja dalam satu
garis, dan gaya demikian dapat bersifat:
 Tarikan (tension), yaitu gaya yang cenderung untuk
menarik pada suatu benda.
 Tekanan (compression), yaitu gaya yang sifatnya
menekan pada suatu benda.
 Gaya yang arahnya berlawanan, sama dengan gaya di atas,
tetapi bekerja dalam satu bidang sehingga sering disebut
sebagai kopel.
 Gaya yang arahnya berlawanan tetapi bekerja pada kedua
ujung daripada bahan sehingga sering disebut torsion.
 Gaya-gaya yang bekerja dari segala jurusan terhadap suatu
benda umumnya berlangsung di dalam kulit bumi dan sering
disebut sebagai tekanan litostatis (lithostatic pressure).
Struktur batuan yang bentuk dan kedudukannnya kita
lihat sekarang ini merupakan hasil dari dua proses
(berdasarkan terjadinya), yaitu:
• Proses yang berhubungan dengan pembentukan dari batuan
tersebut, dimana pada saat itu akan dibentuk struktur-struktur
primer. Struktur primer yang terbentuk pada batuan beku
berupa struktur aliran (flow structure) yang sering dijumpai pada
lava atau bagian tepi dari batolith.
• Proses-proses yang bekerja kemudian, yaitu yang berupa baik
deformasi mekanis akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari
dalam bumi, yang menimpa batuan, sehingga batuan menjadi
retak-retak, terlipat, bergeser dari kedudukan semula ataupun
pengubahan kimiawi yang mempengaruhi batuan tersebut,
setelah mereka terbentuk. Struktur yang terbentuk pada proses
ini disebut struktur sekunder, dimana yang termasuk didalam
struktur sekunder adalah kekar, sesar, dan lipatan
Pengetahuan tentang geologi struktur dapat
menolong kita untuk memahami proses-
proses geologi dan mekanisma pembentukan
struktur seperti :
- kekar
- retakan
- sesar dan lipatan.

Semua struktur ini terbentuk sebagai respon


pergerakan dan adanya interaksi dalam di
bawah permukaan bumi.
Geologi struktur dapat menolong kita untuk :
 Memahami sejarah terbentuknya batuan, untuk
memahami proses terbentuknya resrvoir air, minyak,
gas dan mineral lainnya.
 Mengetahui struktur batuan yang dapat merupakan
informasi tentang keadaan batuan.
 Untuk memprediksi kekuatan batuan.
Dengan mengetahui jenis struktur yang ada,seperti
adanya lipatan atau sesar, kita dapat memahami :
 Keadaan bentuk muka bumi dengan lebih baik. Ini
akan membantu kita untuk mengetahui kestabilan
sesuatu daerah dalam masalah geoteknik.
 Mengetahui keberadaan sesar.
 Dapat memberi kontribusi dalam ilmu terkait, seperti
geofisika, sedimentologi, geomorfologi, geohidrologi,
dan lain-lain.
Hubungan geologi struktur dengan ilmu lainnya :
• Bidang fisika, kimia dan matematik sangat penting dalam
memahami mekanisma dan memperkirakan kekuatan
batuan. Sekarang banyak tafsiran kekuatan batuan
dibantu oleh program komputer.
• Stratigrafi, sedimentologi dan paleontologi, petrologi dan
geokimia, yang dapat membantu kita dalam memahami
asal-usul struktur di bawah permukaan bumi.
Pengetahuan geomorfologi juga penting untuk
mengetahui aktivititas struktur geologi.
• Geofisika, oseanografi dan geologi bawah permukaan,
yang dapat membantu kita dalam mengkaji struktur
bawah tanah dan struktur dasar laut.
Dalam mempelajari geologi struktur, akan
dapat lebih berhasil bila :
• Memahami pengetahuan tentang ruang (3 Dimensi)
seperti seorang arsitek. Dapat menggunakan peta
topografi, gambar foto dan dapat mengimajinasikan foto
yang dihasilkan satelit dan radar serta data geofisika.

• Melakukan kerja praktek di lapangan, untuk melihat


sendiri di mana, bagaimana dan seberapa besar suatu
singkapan.

• Mengaitkan hubungan struktur kecil (mikro) dengan


struktur besar di lapangan (meso atau makro).
Bentuk dan Ukuran Bumi
• Bumi berbentuk bulat seperti bola, namun rata di kutub-
kutubnya. Jari-jari Khatulistiwa sekitar 6.378 km, jari-jari
kutub sekitar 6.356 km.
• Lebih dari 70 % permukaan bumi diliputi oleh lautan.
• Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan
telur. Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah
selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak bumi.
• Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas
litosfer, astenosfer, dan mesosfer.
• Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira 100
km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung.
Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan
yang luas misalkan gunungapi.
• Litosfer bersuhu dingin dan kaku.

• Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km


terdapat astenosfer. Astenosfer hampir berada dalam
titik leburnya dan karena itubersifat seperti fluida.
Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi
sepanjang waktu.

• Lapisan berikutnya mesosfer. Mesosfer lebih kaku


dibandingkan astenosfer namun lebih kental
dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian
besar selubung hingga inti bumi.
Gambar Susunan Perlapisan Bumi
Gambar Struktur dalam Bumi
Secara keseluruhan, bumi terbagi menjadi
empat aspek yaitu :

• Atmosphere (udara)

• Hhydrosphere (air), berhubungan dengan struktur


batuan.

• Lithosphere (batuan solid)

• Biosphere (kehidupan organik).


Lithosphere adalah akumulasi masa dari
batuan-batuan padat yang membentuk
selubung yang mengelilingi bagian cair bumi
yang panas (magma). Lithosphere terdiri
dari komponen primer seperti;
• Mineral : bentuk komponen kimia yang memiliki sifat-sifat
fisika dan kimia tertentu. Seperti silika (SIO2) atau
kalsium karbonat (CaCO3).

• Batuan : secara alami terbentuk dari materi mineral yang


terkonsolidasi dan terkompaksi.Batuan dapat terdiri dari
hanya satu macam mineral saja (Contohnya; Salt) atau
terdiri dari berbagai mineral (Contohnya; sandstone).

• Fluida : komponen paling banyak adalah air (lebih dari


90%), gas dan hydrocarbon.

Ketebalan lithosphere bervariasi, dari sekitar 65 km


sampai 100 km, dan terdiri dari batuan silika-magnesium
(SIMA) dan silik-aluminium (SIAL). Lithosphere
mempunyai nilai Specific Gravity () dari 2700 hinga
3000 kg/m3.
4. SIKLUS BATUAN

• Apa yang dimaksudkan dengan siklus batuan ?

• Jelaskan jenis-jenis batuan beserta contoh-contohnya

• Bagaiamana proses terbentuknya batuan-batuan


tersebut ?
Pendahuluan
• Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana
bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan.
• Karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat
diamati langsung dengan dekat maka banyak hal-hal yang
dapat pula diketahui dengan cepat dan jelas, salah satu
diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun
oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain.
• Dari jenisnya batuan-batuan tersebut dapat digolongkan
menjadi 3 jenis golongan, yaitu :
 batuan beku (igneous rocks)
 batuan sediment (sedimentary rocks)
 batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks)
Batuan-batuan tersebut berbeda-beda materi
penyusunnya dan berbeda pula proses terbentuknya.
Batuan beku
Batuan beku atau sering disebut igneous rocks
adalah batuan yang terbentuk dari satu atau
beberapa mineral dan terbentuk akibat
pembekuan dari magma.
• Berdasarkan teksturnya batuan beku ini dapat dibedakan
lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik.
Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar
mineral penyusun batuannya.
 Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan
magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral
penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini
seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan
hiasan rumah).

 Batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan


magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan
gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil.
Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan
pondasi rumah), dan dacite 
Gambar Batuan Beku
Batuan Sedimen
• Batuan sedimen atau sering disebut sedimentary rocks
adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan
atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang
kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan.

• Batuan sedimen ini dapat digolongkan menjadi beberapa
bagian diantaranya batuan sedimen klastik, batuan
sedimen kimia dan batuan sediment organik
 Batuan sedimen klastik terbentuk melalui proses
pengendapan dari material-material yang mengalami proses
transportasi. Besar butir dari batuan sedimen klastik
bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran
bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan
penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga
menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source
rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu
lempung.
 Batuan sedimen kimia terbentuk melalui proses presipitasi
dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan
pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya
anhidrit dan batu garam (salt).
 Batuan sedimen organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa
makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk
(source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya
adalah batu gamping terumbu.
Gambar Contoh Batuan Sedimen
Batuan Metamorf

Batuan metamorf atau batuan malihan


adalah batuan yang terbentuk akibat
proses perubahan temperatur dan/atau
tekanan dari batuan yang telah ada
sebelumnya.
• Akibat bertambahnya temperatur dan/atau tekanan,
batuan sebelumnya akan berubah tekstur dan
strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan
tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan
sedimen :
 Batu sabak atau slate yang merupakan perubahan
batu lempung.
 Batu marmer yang merupakan perubahan dari batu
gamping.
 Batu kuarsit yang merupakan perubahan dari batu
pasir.
 Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya
terpanaskan dan meleleh maka akan membentuk
magma yang kemudian mengalami proses pendinginan
kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi.
Gambar Contoh Batuan
Metamorf
• Proses-proses dalam siklus batuan berlangsung
sepanjang waktu baik di masa lampau maupun masa
yang akan datang. 

• Kejadian alam dan proses geologi yang berlangsung


sekarang inilah yang memberikan gambaran apa yang
telah terjadi di masa lampau seperti diungkapkan oleh
ahli geologi “JAMES HUTTON” dengan teorinya “THE
PRESENT IS THE KEY TO THE PAST”
• Ketiga jenis batuan dapat berubah menjadi batuan
metamorf tetapi ketiganya jugadapat berubah menjadi
batuan lainnya.
• Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi
menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang
lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan
sedimen.
• Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma
dan kemudian kembali menjadi batuan beku.
Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK
CYCLE.
• Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan
mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut
ada 3 macam:
5. TEORI TEKTONIK LEMPENG DAN
BENCANA GEOLOGI
• Apa yang dimaksudkan dengan teori tektonik
dan lempeng ?

• Sebutkan lempeng-lempeng utama

• Apa yang dimaksudkan dengan bencana


Geologi ?

• Apa Implikasi teori tektonik lempeng dalam


kaitannya dengan bencana Geologi
Pendahuluan
• Menurut teori tektonik lempeng, permukaan bumi ini
terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut
lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng
kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan
kulit terluar bumi yang padat.
• Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas.
• Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak
diatas astenosfer yang lebih cair.
• Ada tiga jenis gerakan lempeng, yaitu :
 Lempeng bergerak melewati lempengyang lain dalam
suatu garis
 Dua kempeng bergerak saling menjauhi satau sama lain
 Dua lempeng bergerak bersama dan satu bergberak ke
arah bawah (menujam) dan satu lagi ke arah atas.
Ada tujuh lempeng utama, yaitu :
• Lempeng Pasifik

• Lempeng Afrika

• Lempeng India

• Lempeng Eurasia

• Lempeng Antartika

• Lempeng Amerika Utara dan Selatan

• Lempeng Nasca
Batas-batas Lempeng
• Daerah tempat lempeng-lempeng itu bertemu disebut batas lempeng.
• Pada batas lempeng dapat diketahui cara bergerak lempeng-lempeng itu.
• Lempeng bisa saling menjauh, saling bertumbukan, atau saling
menggeser ke samping

Skema pergerakan lempeng. Panah pada peta menunjukkan arah


pergerakan lempeng saat ini.
Penyebab Gerakan Lempeng
• Dalam bentuk padat, Crust bersifat dinamis dan
mengapung diatas cairan magma.
• Menurut teori tektonik lempeng, terjadinya arus
konveksi dibawah lapisan crust ini memaksa
magma (batuan panas/cair, yang bergerak
plastis) untuk bergerak keatas.
• Pada titik-titik tertentu (biasanya pada mid-
ocean) magma membentuk celah/palung dan
menerobos ke permukaan. Hal ini akan
menyebabkan lempeng saling bergerak menjauh
atau saling bertabrakan secara gradual. Jika
pergerakan ini terjadi dengan tiba-tiba, terjadilah
gempa.
• Pergerakan konveksi dari magma menyebabkan
terjadinya mid-ocean ridge pada lempeng
samudra dan rift valley pada lempeng benua.
Kedua lempeng ini bergerak saling mendekat
dan bertubrukan (subduction zone).
• Karena massa dari lempeng samudera lebih
kecil dari massa lempeng benua, pada zona
subduksi, lempeng samudra akan menyusup
kebawah dan meleleh (melting). Siklus ini akan
terus berulang.
Konveksi magma di bawah permukaan bumi
Peregerakan lempeng bumi sebagai akibat
arus konveksi
• Arus konveksi memindahkan panas melalui zat
cair atau gas.
• Illustrasi gambar poci kopi menggambarkan/
menunjukkan dua arus konveksi dalam zat cair.
Air yang dekat dengan api akan naik, saat dingin
di permukaan air kembali turun.
• Para ilmuwan menduga arus konveksi dalam
selubung itulah yang membuat lempeng-lempeng
bergerak.
• Karena suhu selubung amat panas, bagian-
bagian di selubung bisa mengalir seperti cairan
yang tipis. Lempeng-lempeng itu bergerak seperti
ban berjalan berukuran besar.
Bencana Geologi
Bencana Geologi adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa
yang disebabkan oleh proses-proses geologi, seperti :
 kegiatan gunungapi
 Gempabumi
 gerakan tanah
 Tsunami
 Erosi
 sedimentasi
 dan lainnya
yang mengakibatkan jatuh korban, penderitaan manusia,
kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan saran-
prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan
terhadap tata kehidupan dan kehidupan masyarakat.
6. HIDROLOGI

• Apa yang dimaksudkan dengan hidrologi?

• Apa yang Anda ketahuu dengan siklus hidrologi serta


jelaskan bagian demi bagian dalam sikluds tersebut
Pendahuluan
• Hidrogeologi berasal dari kata :
 hidro ( berarti air) dan
 -geologi berarti ilmu mengenai batuan,

• Hidrogeologi merupakan bagian dari hidrologi yang


mempelajari penyebaran dan pergerakan air tanah dalam
tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya dalam akuifer).

• Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran.

• Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara


seorang ahli hidrogeologi atau ahli rekayasa yang
mengabdikan dirinya dalam geologi (geohidrologi), dan ahli
geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi
(hidrogeologi).
Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi
Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak
pernah berhenti : atmosfir - bumi – atmosfir,
melalui
 Kondensasi
 Presipitasi
 evaporasi
 transpirasi
Skema Siklus Hiodrologi
Dalam Siklus Hidrologi
• Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan
kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara
kontinu.

• Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam


bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet),
hujan gerimis atau kabut.

• Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat


berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang
kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai
tanah.
Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak
secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
• Evaporasi/transpirasi : Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di
tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan
kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu
akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun
(precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.

• Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanahInfiltrasi/Perkolasi- Air bergerak ke


dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan
menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air
dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan
tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.

• Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan


aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-
pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan
tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai
bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang
membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai
menuju laut.
• Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang
tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air
bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir
membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses
perjalanan air di daratan itu terjadi dalam
komponen-komponen siklus hidrologi yang
membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).

• Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif


tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.

Anda mungkin juga menyukai