Anda di halaman 1dari 47

ASUHAN

KEPERAWATAN
PADA PASIEN
DIABETES
MELITUS
DOSEN PEMBIMBING :
Ns. Mega Lestari Khoirunnisa, S.Kep., M.Kep., Sp.KJ
SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
Our Member

Nada Nadidah Nada Sya’bany Nagita Nabila


P17120120025 P17120120026 P17120120027

Najmi Afifah Nurmala Sepiani


P17120120028 P17120120029
LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN NUTRISI
ANATOMI SALURAN PENCERNAAN
Organ pencernaan dibagi menjadi
2 kelompok besar, yaitu saluran
gastrointestinal atau saluran
pencernaan dan struktur aksesori
pencernaan.
Saluran pencernaan adalah tabung
panjang di bagian ventral tubuh
yang dimulai dari mulut dan
berakhir pada anus, dengan
panjang kira-kira 9 meter. Organ
yang menyusun saluran
pencernaan adalah: mulut, faring,
esophagus, lambung, usus halus,
dan usus besar.
FISIOLOGI PROSES PENCERNAAN
Sistem digesti menyiapkan makanan agar dapat dikonsumsi oleh sel. Ada 5 aktifitas dasar dalam
pencernaan yaitu:

a. Ingesti : Ingesti atau makan adalah memasukkan makanan ke dalam tubuh.

b.Peristalsis : adalah perpindahan makanan di sepanjang saluran pencernaan.

c. Digesti : adalah pemecahan makanan melalui proses mekanik dan kimiawi.

d.AbsorpsI : adalah penyerapan hasil pencernaan makanan dari saluran pencernaan ke vaskuler
(pembuluh darah) dan pembuluh limfe (getah bening).

e. Defekasi : adalah eliminasi (pembuangan) bahan-bahan yang tak dapat dicerna ke luar tubuh.
Konsep Pemenuhan Nutrisi
Menurut (Anggreni & Wardini, 2013) konsep pemenuhan nutrisi ini penting dipahami
sebagai dasar untuk memenuhi salah satu kebutuhan fisiologis manusia. Oleh karena itu
tubuh memerlukan asupan makanan untuk memperoleh zat-zat gizi (nutrients).

a. Unsur Gizi : gizi atau nutrisi adalah semua makanan yang dikonsumsi dan dibutuhkan
oleh makhluk hidup dan setelah melalui proses kimiawi dalam tubuh, digunakan untuk
berbagai aktivitas penting dalam tubuh. Zat-zat gizi dalam makanan dapat dikelompokan
menjadi 6 (enam) yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.
b. Fungsi zat gizi

1) Sebagai Sumber
Energi

2) Sebagai Zat Pembangun

3) Sebagai Zat
Pengatur.
c. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi

1. Pengetahuan

2. Prasangka 3. Kebiasaan

4. Kesukaan 5. Ekonomi
Konsep dasar asuhan keperawatan gangguan nutrisi
Pengkajian
Pengkajian status nutrisi meliputi: anthropometric measurement (A), Biochemical data (B),
clinical sign (C), dan dietary history (D).

a. Anthropometric Measurement (A)


Antropometri adalah suatu sistem pengukuran ukuran dan susunan tubuh dan bagian
khusus tubuh. Pengukuran antropometrik yang membantu dalam mengidentifikasi masalah
nutrisi termasuk :
1) Tinggi badan dan berat badan
2) Lingkar pergelangan tangan
3) Lingkar lengan bagian tengah atas (mid-upper arm circumference, MAC)
4) Lipatan kulit tricep (triceps skinfold, TSF)
5) Lingkar otot lengan bagian tengah atas (mid-upper arm muscle circumference, MAMC)
b. Biochemical Data (B)
1. Tes laboratorium biasanya digunakan untuk
memelajari status nutrisi termasuk ukuran
protein plasma, seperti albumin, transferin,
retinol yang mengikat protein, total kapasitas
ikatan zat besi, dan hemoglobin.

5.8 2. Tes75%
lain digunakan untuk menentukan status
nutrisi termasuk ukuran imunitas, seperti
penundaan sensitivitas kutaneus, dan ukuran
metabolisme protein, seperti studi 24 jam nitrogen
urea urine dan keseimbangan nitrogen.
Clinical sign (C)
Organ/sistem tubuh Tanda nutrisi baik Tanda nutrisi buruk

Pemampilan umum Sadar, responsif Lesu, apatis, kaheksia

Berat badan Normal untuk tinggi badan, Obesitas atau kurus


usia, bentuk tubuh
Postur Tegak, lengan dan tungkai Bahu kendur, dada cekung,
lurus punggung bungkuk

Otot Berkembang baik, kuat, Tidak/kurang berkembang,


tonus bagus, beberapa lemak lemah, tonus buruk, edema,
di bawah kulit tidak mampu berjalan
dengan baik

Kontrol sistem saraf Perhatian baik, refleks Kurang perhatian,


normal, psikologis stabil iritabilitas, bingung, tangan
dan kaki terasa terbakar dan
kesemutan, kehilangan
posisi, kelemahan dan nyeri
otot, penurunan atau
kehilangan refleks lutut dan
Lanjutan
Fungsi Nafsu makan dan Anoreksia, tidak dapat mencerna, konstipasi atau diare, pembesaran hati/limfa
gastrointe pencernaan baik, eliminasi
stinal teratur dan normal, tidak
ada organ/massa yang
teraba
Fungsi Denyut dan irama jantung Takikardia, pembesaran jantung, irama tidak normal, tensi meningkat
kardiovas normal, tidak ada mur-mur,
 
kular tensi normal
Vitalitas Ketahanan, bertenaga, Mudah lelah, kurang energi, mudah tertidur, dan apatis
umum kebiasaan tidur baik, kuat
Rambut Bersinar, berkilau, kuat, Rambut berserabut, kusam, kusut, kering, tipis, dan kasar, depigmentasi, mudah rontok
tidak mudah dicabut, kulit
kepala sehat
Kulit Halus, sedikit lembab, warna Kasar, kering, bersisik, pucat, berpigmen, iritasi, ruam, kehilangan lemak subkutan
(umum) baik, turgor baik

Wajah dan Merah muda, warna merata, Berminyak, diskolorasi, bersisik, bengkak, kulit gelap di pipi dan di bawah mata, kulit sekitar hidung
leher halus, tidak ada bengkak dan mulut kasar
d. Dietary history (D)
1) Kebiasaan asupan makanan dan cairan:
pilihan, alergi, masalah, dan area yang
berhubungan lainnya, seperti kemampuan klien 4) Catatan makanan
untuk memperoleh makanan. dalam 24 jam,
frekuensi makan
yang membantu
2) Tingkat aktivitas: untuk untuk menyusun pola
menentukan kebutuhan energi dan makanan sepanjang
membandingkannya dengan asupan waktu..
makanan.

3)Faktor yang memengaruhi pola diet dan status nutrisi:


Status kesehatan: nafsu makan, anoreksia, dukungan nutrisi
Kultur dan agama: jenis makanan dan diet, jumlah, kebiasaan
makanan etnik
Status sosial ekonomi: kecukupan ekonomi untuk menunjang harga
makanan
Analisa masalah
Data Subjektif Data Objektif

 Mengeluh lemas  Penurunan berat badan minimal 10%


 Tidak nafsu makan dibawah normal
 Bising usus hiperaktif
 Diare
 Membran mukosa pucat
 IMT >25 kg/m (pada dewasa)
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Analisa Data Problem Etiologi
Defisit Nutrisi  Ketidakmampuan menelan
DS :
• Pasien mengatakan tidak nafsu makanan
makan  Ketidakmampuan mencerna
 Pasien mengatakan lemas makanan
DO :  Ketidakmampuan
 Berat badan menurun 10% mengabsorbsi nutrien
dibawah normal  Peningkatan kebutuhan
 Bising usus hiperaktif metabolisme
 Membran mukosa pucat  Faktor ekonomi (mis. Finansial
 Diare tidak mencukupi)
 Faktor psikologis (mis. Stres,
 Bising usus hiperaktif
keengganna untuk makan)
 
Analisa Data Problem Etiologi
Berat badan lebih  Kurang aktivitas fisik harian
DS :
 Kelebihan konsumsi gula
 (Tidak Tersedia )
 Gangguan kebiasaan makan
 Gangguan persepsi makan
DO :
 Kelebihan konsumsi alkohol
 IMT >25 kg/m (pada dewasa)
 Penggunaan energi kurang dari asupan
 Sering mengemil
 Sering memakan makanan
berminyak/berlemak
 Faktor keturunan (mis. Distribusi jaringan
adiposa, pengeluaran energi, aktivitas lipase
lipoprotein, sintesis lidip, lipolisis)
 Penggunaan makanan formula atau makanan
campuran pada (pada bayi)
 Asupan kalsium rendah (pada anak-anak)
 Berat badan bertambah cepat (masa kanak-
kanak)
 Makanan padat sebagai sumber makanan
utama pada usia <5 bulan
Intervensi Keperawatan
Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawata
n

Defisit nutrisi Observasi :


Setelah dilakukan tindakan
- Identifikasi status nutrisi
keperawatan selama 2 x 24
- Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
jam diharapkan status nutrisi
- Identifikasi makanan yang disukai
membaik, dengan kriteria
- Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
hasil :
- Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrik
 Porsi makanan yang - Monitor asupan makanan
dihabiskan meningkat - Monitor berat badan
 Berat badan membaik - Monitor hasil pemeriksaan laboratorium

 Indeks massa tubuh Terapeutik :

(IMT) membaik - Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu

- Fasilitasi menentukan pedoman diet (mis. piramida makanan)

Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai


Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawata
n
- Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi

- Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein

- Berikan suplemen makanan, jika perlu

- Hentikan pemberian makan melalui selang nasogatrik jika asupan oral dapat ditoleransi
Edukasi :

- Anjurkan posisi duduk, jika mampu

- Ajarkan diet yang diprogramkan

Kolaborasi :

- Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (mis. pereda nyeri, antiemetik) jika
perlu
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang
dibutuhkan, jika perlu
Intervensi Keperawatan
Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawata
n

Berat badan
Setelah dilakukan tindakan Observasi :
lebih
keperawatan selama 3 x 24 - Identifikasi kebiasaan makan dan perilaku makan yang akan diubah
jam diharapkan berat badan
- Identifikasi kemajuan modifikasi diet secara reguler
membaik, dengan kriteria
- Monitor intake dan output cairan, nilai hemoglobin, tekanan darah, kenaikan berat
hasil :
badan, dan kebiasaan membeli makanan
 Berat badan membaik
Terapeutik :

 Tebal lipatan kulit - Bina hubungan terapeutik


membaik
- Sepakati lama waktu pemberian konseling

- Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis

- Gunakan standar nutrisi sesuai program diet dalam mengevaluasi kecukupan asupan
makanan
Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawata
n

- Gunakan standar nutrisi sesuai program diet dalam mengevaluasi


kecukupan asupan makanan

- Pertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan


gizi (mis. usia tahap pertumbuhan dan perkembangan, penyakit)

Edukasi :

- Informasikan perlunya modifikasi diet (mis. penurunan atau penambahan berat badan,
pembatasan natrium atau cairan, pengurangan kolesterol)

- Jelaskan program gizi dan persepsi pasien terhadap diet yang diprogramkan

Kolaborasi :

- Rujuk pada ahli gizi, jika perlu


Evaluasi Keperawatan
A. Berat Badan Lebih
- Perubahan berat badan menjadi lebih baik
- Perubahan tebal lipatan kulit ke arah yang lebih baik.

B. Defisit Nutrisi
- Terjadi peningkatan porsi makan
- Perubahan indeks massa tubuh (IMT) sesuai nilai normal.
KASUS
Seorang Wanita bernama Ny. W berumur 48 tahun, beragama islam, Pendidikan terakhir
SMA, dirawat diruang rawat inap Mawar RSUD Pasar minggu dengan diagnose DM. Klien
datang kerumah sakit bersama keluarganya pada tanggal 24 February 2022 pukul 16.00
WIB. Sudah 2 hari klien mengeluh lemas, sering buang air kecil terutama dimalam hari,
sering merasa haus dan lapar namun klien tidak mau makan dikarenakan merasa mual
dan muntah ketika makan. Klien menyampaikan keluhan pada keluarganya dikarenakan
kondisi tersebut mengganggu aktivitasnya sehari-hari, klien mengatakan sempat
mengkonsumsi obat pereda asam lambung namun kondisi klien tidak kunjung membaik,
oleh karena itu keluarga menyarankan untuk periksa ke rumah sakit. Perawat melakukan
pengkajian pada tanggal 24 February 2022 pukul 19.30 WIB. Saat dikaji klien terlihat
murung, lemas, gelisah dan terlihat sedih. Keluarga klien mengatakan bahwa klien
mengkhawatirkan kondisi kedua buah hatinya yang dititipkan kepada tetangganya selama
masa perawatan di rumah sakit. Klien mengalami penurunan berat badan dari 53 kg
menjadi 47 kg selama 2 bulan.
Klien mengatakan tidak merokok dan tidak minum alkohol karena dalam agama klien
minum alkohol dosa. Klien juga mengatakan jarang memeriksakan kesehatan, dan Ketika
sakit hanya minum obat yang dibeli di warung. Klien mengatakan peyakitnya disebabkan
karena pola makan yang kurang baik, jarang berolahraga, dan suka minum teh manis.
Klien berfikir bahwa penyakitnya adalah cobaan dari Tuhan . Klien mengatakan ingin
sembuh dari penyakitnya, karena kasihan degan anak-anaknya. Klein mengatakan bahwa
kekuatannya karena keluarga dan kelemahannya yaitu melihat orang tersayang di sakiti
serta jauh dari orang tersayang. Klien selama ini tinggal dengan suami dan kedua anaknya.
Klien mengatakan ayahnya yang telah meninggal pernah menderita penyakitdiabetes
melitus. Klien aktif mengikuti pengajian setiap malam jumat. Berdasarkan hasil
pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, HR 78x/menit, RR 20x/menit. Selama di RS klien BAK
6 kali sehari, urine berwarna kuning gelap dan bibir kering dan pucat. Klien megalami
rabun jauh dan menggunakan kacamata. (BB : 47 kg, TB : 165 cm dan IMT : 17,6 kg/m2
Hasil Lab (25/02/2022) Leukosit: 23.22 10^3/µL Eritrosit: 3.09 10^3/µL Hemoglobin: 10.0
g/dl Hematokrit: 25.8 % GDS : 250 mg/dl. Dari hasil pengkajian fisik di dapatkan pola
aktivitas klien dalam manpu melakukan pola aktivitas secara baik.
Identitas Pasien

Nama : Ny. W
Jenis Kelamin : Wanita

Umur : 48 tahun
Agama : Islam

Status pernikahan : menikah


Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Alamat : Jl. Wijaya Kusuma No.5


No.CM : 0302-78-2015
Tanggal masuk RS: 24 February 2022, pukul
16.00 WIB
Diagnosa medik : Diabetes Melitus
Riwayat Keperawatan

Keluhan utama Karakteristik


klien mengeluh lemas, sering buang air kecil
terutama dimalam hari, sering merasa haus
dan lapar namun klien tidak mau makan It’s the farthest
planet from the sun
dikarenakan merasa mual dan muntah.ketika
makan

Waktu
Mual muntah ketika makan, rasa ingin
berkemih berlebih saat malam hari
Riwayat Penyakit Sekarang
Kronologi Upaya yang dilakukan
Sifat gejala
Sudah 2 hari klien mengeluh klien mengatakan sempat
lemas, sering buang air kecil Sifat gejala poliuria terus- mengkonsumsi obat pereda
terutama dimalam hari, sering menerus terutama di malam hari. asam lambung namun kondisi
merasa haus dan lapar namun Mual muntah terjadi mendadak klien tidak kunjung membaik
klien tidak mau makan ketika makan
dikarenakan merasa mual dan
muntah ketika makan.

Lama keluhan
2 hari
PENGKAJIAN FUNGSI GORDON
Persepsi Terhadap Kesehatan Dan Manajemen Kesehatan

Merokok ? Alkohol? Pendapat pasien tentang keadaan


Klien tidak merokok karena tidak suka kesehatannya saat ini :
asap rokok, klien tidak minum alkohol klien mengatakan penyakitnya saat ini
karena dalam agama klien minuman merupakan akibat bahwa dahulu klien
beralkohol itu haram. pola makannya kurang baik, jarang
olahraga, dan suka minum teh manis, serta
merupakan cobaan dari Tuhan

Pemeriksaan kesehatan rutin?


Persepsi tentang tingkat kesembuhan :
Klien mengatakan jarang melakukan
klien mengatakan ingin sembuh dari
pemeriksaan kesehatan. Klien ketika sakit
penyakit yang sedang di deritanya, karena
hanya minum obat-obatan yang dibeli di
kasihan terhadap anak-anaknya.
warung.
Pola Aktivitas Dan Latihan Pola Istirahat dan Tidur

Aktivitas 0 1 2 3 4
Pola istirahat dan tidur : klien mengatakan
Mandi  sering terbangun di malam hari di karenakan
Berpakaian  sering buang air kecil.
Mobilisasi TT 
Pindah 
Waktu tidur, lama, kualitas : 22.30, lamanya
Ambulasi  3-4 jam, klien sering terbangun.
Makan/minum 

Insomnia
Pola Nutrisi dan Metabolik

BB, TB dan IMT : 47 kg, Jumlah makan dan minum yang


165 cm, 17,6 kg/m2. masuk : 1 kali sehari

Pola kebiasaan makan :


tidak teratur. Fluktuasi berat badan : turun
(dari 53 kg menjadi 47 kg )

Makanan yang disukai dan


tidak disukai : klien menyukai
makanan manis dan klien
kurang suka makan sayuran.
Pola Pola Kognitif Dan
Eliminasi Perceptual
Fungsi panca indra :
penglihatan menurun

Kemampuan
Kebiasaan BAK : 6 kali
membaca : buram
sehari, menyengat,
berwarna kuning gelap,
tidak ada kesulitan BAK.
Pola Koping
Masalah utama selama masuk klien mengkhawatirkan kondisi kedua buah hatinya yang dititipkan
RS kepada tetangganya selama masa perawatan di rumah sakit.
Kehilangan/perubahan yang
kehilangan ayah
terjadi sebelumnya
takut mati karena memiliki dua anak yang masih kecil
Ketakutan yang dialami

Pandangan terhadap masa klien ingin segera sembuh dan dapat berkumpul dengan keluarga nya.
depan
Koping mekanisme yang
lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
digunakan saat terjadinya
masalah
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum

Kesadaran : composmentis Kondisi pasien secara


umum : sedang

Keadaan kulit : warna, turgor,


Tanda-tanda vital : TD 110/80 kelembaban, edema, kelainan :
mmHg, HR 78x/menit, RR berwarna kuning langsat, turgor
20x/menit. kulit buruk, kering, tidak ada
edema dan kelainan.
Pemeriksaan Umum secara Sistemik
Abdomen

1. Inspeksi : tidak ada jejas, coklat, tidak


ada massa
2. Auskultasi : frekuensi peristaltik usus
tidak normal 5x/menit
3. Perkusi : timpani
4. Palpasi : tidak ada massa , hepar
tidak teraba, limpa tidak teraba
Pemeriksaan Penatalaksanaan
Penunjang Medis
A. A.Cairan (Deskripsikan nama cairan, komposisi,
Laboratorium: jumlah tetesan, indikasi (nacl 0.9 %, Natrium
1. Leukosit: 23.22 Chloride / Sodium Chloride, 1000 ml, 10 tetes per
10^3/µL menit)
2. Eritrosit: 3.09 B. Diet (Deskripsikan jenis diit, jumlah kalori,
10^3/µl bandingkan dengan rumus Benedict) Protein,
3. Hemoglobin: 10.0 normal yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.
g/dl Lemak, sedang yaitu 20-25%. Karbohidrat, sisa
dari kebutuhan energi total yaitu 60-70%.
4. Hematokrit: 25.8 Penggunaan gula murni dalam minuman makanan
%, tidak diperbolehkan kecuali jumlahnya sedikit
5. GDS : 250 MG/DL. sebagai bumbu.
C. Obat (Deskripsikan nama obat, dosis, cara
pemberian, waktu, indikasi) (novorapid 12 ui)
Analisa Data
Data Problem Etiologi

Data subjektif  : Defisit nutrisi b.d faktor psikologis Faktor psikologis (keenganan untuk
1. klien mengeluh lemas d.d klien mual muntah dan makan)
2. klien mengatakan mual dan penurunan berat badan
muntah
3. keluarga mengatakan klien
tidak mau makan.
4. Klien mengatakan berat badan
nya menurun selama 2 bulan
dari 53kg sampai 47 kg.
Data objektif :
5. Klien mengalami mual dan
muntah.
6. Klien tampak kurus
7. Klien tampak lemas
8. (BB : 47 kg , TB : 165 cm dan
IMT : 17,6 kg/m2)  
Data Problem Etiologi

Data subjektif : Ketidakstabilan kadar glukosa darah Hiperglikemia


1. klien mengeluh lemas b.d hiperglikemia d.d Gula darah
Data objektif : 250 mg/dL
2. GDS : 250 mg/dL.

Data subjektif : Ansietas b.d Krisis situasional d.d Krisis situasional (mengkhawatirkan
1. Klien mengatakan mual muntah klien tampak gelisah kondisi kedua buah hatinya yang
2. Keluarga klien mengatakan dititipkan kepada tetangganya
bahwa klien mengkhawatirkan selama masa perawatan di rumah
kondisi kedua buah hatinya sakit)
yang dititipkan kepada
tetangganya selama masa
perawatan di rumah sakit.
Data objektif  :
3. Klien tampak gelisah
4. Klien sulit tidur
5. Klien BAK , 6x sehari.  
Diagnosa Keperawatan
Tanggal ditemukan Tanggal teratasi dan
No.DX Diagnosis Keperawatan
dan tanda tangan tanda tangan
24 Februari 2022 24 Februari 2022
Defisit nutrisi b.d. Faktor psikologis (keengganan untuk
D.0019
makan)
(Nagita Nabila) (Nagita Nabila)
25 Februari 2022 27 Februari 2022
D.0027 Ketidakstabilan kadar glukosa darah b.d. Hiperglikemia

(Nada Sya’bani) (Nada Sya’bani)


24 Februari 2022 25 Februari 2022
Ansietas b.d. Krisis situasional (mengkhawatirkan kondisi
D.0080 kedua buah hatinya yang dititipkan kepada tetangganya
selama masa perawatan di rumah sakit) (Najmi Afifah) (Najmi Afifah)
Intervensi Keperawatan
Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawata
n
Defisit nutrisi Setelah dilakukan Manajemen nutrisi (I. 03119)
b.d. Faktor intervensi keperawatan Observasi :
psikologis 3x24 jam diharapkan status 1. Identifikasi status nutrisi
(keenganan nutrisi pasien membaik 2. Identifikasi makanan yang disukai
untuk makan dengan kriteria hasil: 3. Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrient
• Pengetahuan tentang 4. Monitor asupan makanan
pilihan makanan yang 5. Monitor berat badan
sehat meningkat Terapeutik :
• Pengetahuan tentang 6. Fasilitasi menentukan pedoman diet (mis. Piramida makanan)
pilihan minuman yang 7. Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
sehat meningkat Edukasi :
• Frekuensi makan 1. Anjurkan posisi duduk, jika mampu
membaik 2. Ajarkan diet yang diprogramkan
• Nafsu makan membaik Kolaborasi :
• Bising usus membaik 8. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan
jenis nutrient yang dibutuhkan, jika perlu
Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawatan
Ketidakstabilan Kestabilan kadar glukosa Manajemen Hiperglikemia (I. 03115)
kadar glukosa darah meningkat dengan Observasi :
darah b.d. kriteria hasil 1. Identifikasi kemungkinan penyebab
Hiperglikemia 1. Mengantuk menurun hiperglikemia
2. Pusing menurun 2. Identifikasi situasi yang menyebabkan
3. Lelah/lesu menurun kebutuhan insulin meningkat
4. Rasa lapar menurun 3. monitor kadar glukosa darah
5. Kadar glukosa dalam 4. monitor tanda gejala hiperglikemia
darah membaik 5. monitor intake dan output cairan
Edukasi :
6. Anjurkan monitor kadar glukosa darah secara
mandiri
7. Pengelolaan diabetes (mis. penggunaan insulin,
obat oral, monitor asupan cairan, penggantian
karbohidrat, dan bantuan professional
kesehatan)
Kolaborasi :
8. Kolaborasi pemberian insulin, jika perlu
9. Kolaborasi pemberian cairan IV, jika perlu
Diagnosis Intervensi Intervensi Keperawatan
Keperawatan
Ansietas b.d. Krisis Setelah dilakukan Terapi relaksasi (I.03115)
situasional intervensi Observasi :
(mengkhawatirkan keperawatan selama 1. Identifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan
kondisi kedua buah 3x24 jam, berkonsentrasi, atau gejala lain yang menganggu
hatinya yang diharapkan ansietas kemampuan kognitif
dititipkan kepada yang klien alami 2. Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan
tetangganya selama menurun dengan suhu sebelum dan sesudah Latihan
masa perawatan di kriteria hasil: Terapeutik :
rumah sakit) 1. Perilaku gelisah 3. Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur
menurun teknik relaksasi
2. Perilaku tegang 4. Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan
menurun berirama
3. Keluhan pusing Edukasi :
menurun 5. Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis, relaksasi yang
4. Konsentrasi tersedia (mis. music, meditasi, napas dalam, relaksasi otot
membaik progresif)
5. Pola tidur 6. Jelaskan secara rinci intervensi relaksasi yang dipilih
membaik 7. Anjurkan mengambil posisi nyaman
6. Tekanan darah 8. Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi
membaik 9. Anjurkan sering mengulang atau melatih teknik yang dipilih’
7. Pola berkemih 10. Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (mis. napas dalam,
membaik pereganganm atau imajinasi terbimbing )
Implementasi Keperawatan
No. DX Tanggal Implementasi Paraf

D.0019 27 Februari Menyajikan makanan secara menarik


2022 / Respon hasil :
08.00 DO :
Klien terlihat tertarik dengan makanannya dan dapat menghabiskan
makanannya dengan 1 porsi.
DS :
Klien mengatakan nafsu makannya meningkat.
No. DX Tanggal Implementasi Paraf

D.0027 27 Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium dan kadar glukosa darah


Februari Respon hasil :
2022 DO :
/ 10.00 1. Hasil Lab (27/02/2022)
2. Leukosit: 23.22 10^3/µL
3. Eritrosit: 3.09 10^3/µL
4. Hemoglobin: 10.0 g/dl
5. Hematokrit: 25.8 %
6. GDS : 100 mg/dl.
DS :
Klien mengatakan lemasnya sudah berkurang, pusing dan lesu menurun,
serta tidak merasa haus dan lapar
D.0017 27 Memonitor tanda gejala hiperglikemia
Februari Respon hasil :
2022 / DO :
10.00 Klien BAK dengan frekuensi 3 x/sehari, warna kuning jernih.
DS :
Klien mengatakan sudah tidak terlalu sering BAK
Evaluasi Keperawatan
No. DX Tanggal Evaluasi Paraf

D.0019 27 Februari S:
D.0027 2022 / 11.30 1. klien mengatakan nafsu makannya meningkat,
2. klien mengatakan pusing, lemas serta lesu menurun
3. klien mengatakan sudah tidak terlalu sering BAK
O:
4. GDS : 100 mg/dl.
5. Klien BAK dengan frekuensi 3 x/sehari, warna kuning
jernih
6. Klien tampak menghabiskan 1 porsi makanannya
A: masalah klien teratasi
P: intervensi dihentikan
DAFTAR PUSTAKA
Anggreni, D., & Wardini, S. (2013). Kebutuhan Dasar Manusia. How Languages Are Learned, 12,
27–40.

Mandu, M. U. (2019). ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. D.P DENGAN GANGGUAN


PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RUANG KOMODO PROF DR W.Z.JOHANNES
KUPANG. In Αγαη (Vol. 8, Issue 5). POLTEKKES KEMENKES KUPANG.

Rahayu, S., & Harnanto, A. M. (2016). Kebutuhan Dasar Manusia II (1st ed.).

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (1st ed.). DPP PPNI.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan (2nd ed.).

Anda mungkin juga menyukai