Anda di halaman 1dari 23

Konsep Perencanaan

dan
Konsep Supervisi

Kelompok 1
Dwi Putri (003)
Mita Widiari (004)
Chika Devirya (007)

Sarjana Terapan Kebidanan


01 U.S. Poetry Month Activities

Konsep
Perencanaan
Pengertian
Perencanaan (planning) dapat juga didefinisikan sebagai suatu
kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu dalam
kurun waktu tertentu. Dengan begitu, di dalam perencanaan akan
terdapat aktivitas pengujian beberapa arah pencapaian, mengkaji
ketidakpastian, mengukur kapasitas, menentukan arah pencapaian,
serta menentukan langkah untuk mencapainya.
Tujuan
1. Mengantisipasi dan beradaptasi dengan segala
perubahan yang terjadi.

2. Memberikan arahan (direction) kepada para


adiminitrator maupun non administrator agar
berkerja sesuai dengan rencana.

3. Menghindari atau setidaknya meminimalisir potensi


terjadinya tumpang tindih dan pemborosan dalam
pelaksanaan perkerjaan.

4. Menetapkan standar tertentu yang harus digunakan


dalam bekerja sehingga memudahkan dalam
pengawasan atau kontrol.
Jenis-jenis
Perencanaan
Perencanaan Berdasarkan
Ruang Lingkup

Rencana Rencana
Rencana taktis 
strategis terintegrasi 
Perencanaan Berdasarkan
Tingkatan

Rencana
Rencana induk Rencana harian
operasional 
Perencanaan Berdasarkan
Jangka Waktu

Rencana jangka Rencana jangka Rencana jangka


panjang menengah  pendek 
Syarat-syarat
1. Mempunyai tujuan yang jelas.

2. Sifatnya simple atau sederhana.  

3. Memuat analisis terhadap pekerjaan


yang dikerjakan.

4. Bersifat fleksibel.

5. Mempunyai keseimbangan
Strategi Penyusunan
Perencanaan
1. Identifikasi posisi strategi
2. Kumpulkan Orang dan
Informasi
3. Lakukan Analisis SWOT
4. Merumuskan Rencana
Strategis
5. Jalankan Rencana
Strategis 
6. Pantau Performa Secara
Terus-menerus
02 U.S. Poetry Month Activities

Konsep
Supervisi
Supervisi berasal dari kata super (bahasa latin yang berarti di atas) dan
videre (bahasa latin yang berarti melihat). Bila dilihat dari asal kata aslinya,
supervise berarti “melihat dari atas”. Pengertian supervisi merupakan
pengamatan secara langsung dan berkala oleh “atasan” terhadap pekerjaan
yang dilakukan “bawahan” untuk kemudian bila ditemukan masalah, segera
diberikan bantuan yang bersifat langsung guna mengatasinya (Marquis &
Huston, 2010).

PENGERTIAN
PRINSIP SUPERVISI
1. Supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru dan staf sekolah lain
untuk mengatasi masalah dan mengatasi kesulitan dan bukan mencari-cari kesalahan.
2. Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara langsung, artinya bahwa pihak yang mendapat
bantuan dan bimbingan tersebut tanpa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta
sepadan dengan kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri.
3. Apabila supervisor merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya disampaikan
sesegera mungkin agar tidak lupa. Sebaiknya supervisor memberikan kesempatan kepada pihak yang
disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan.
4. Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan sekali, bukan menurut minat
dan kesempatan yang dimiliki oleh supervisor.
5. Suasana yang terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan adanya hubungan yang
baik antara supervisor dan yang disupervisi tercipta suasana kemitraan yang akrab. Hal ini bertujuan
agar pihak yang disupervisi tidak akan segan-segan mengemukakan pendapat tentang kesulitan yang
dihadapi atau kekurangan yang dimiliki.
6. Untuk menjaga agar apa yang dilakukan dan yang ditemukan tidak hilang atau terlupakan, sebaiknya
supervisor membuat catatan singkat, berisi hal-hal penting yang diperlukan untuk membuat laporan.
FUNGSI
SUPERVISI
Supervisi memiliki empat fungsi yang saling
berhubungan, apabila ada salah satu fungsi yang
tidak dilakukan dengan baik akan memengaruhi
fungsi yang lain. Keempat fungsi supervisi yaitu:
4 FUNGSI SUPERVISI
Manajemen/pengelolaan Memberi dukungan
Memastikan bahwa pekerjaan staf yang Fungsi memberi dukungan dapat
supervisi dapat dipertanggungjawabkan sesuai membantu staf yang disupervisi untuk
dengan standar yang ada, akuntabilitas untuk meningkatkan peran staf dari waktu ke
melakkan pekerjaan yang ada dan waktu
meningkatkan kualitas layanan

Pembelajaran & pengembagan Negosiasi


Membantu staf merefleksikan kinerja mereka Fungsi ini dapat menigkatkan
sendiri, mengidentifikasi proses hubungan antara staf yang
pembelajaran, kebutuhan pengembangan, dan disupervisi, tim, organisasi dan
mengembangkan rencana atau lembaga lain dengan siapa mereka
mengidentifikasi peluang untuk memenuhi bekerja.
peluang tersebut
STRATEGI/
LANGKAH-LANGKAH
SUPERVISI

Secara umum proses pelaksanaan


supervisi dilaksanakan melalui tiga
tahap yaitu:
Prosedur Supervisi

3 tahap prosedur supervisi

Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi

Kegiatan perencanaan Kegiatan pelaksanaan Kegiatan untuk


mengacu pada merupakan kegiatan menelaah
nyata yang dilakukan
kegiatan identifikasi keberhasilan proses
untuk memperbaiki atau
permasalahan meningkatkan dan hasil pelaksanaan
kemampuan pendidik supervisi.
TEKNIK
SUPERVISI
Dalam pelaksanaan supervisi yang
baik, terdapat dua teknik yaitu:
Dua teknik
supervisi

Langsung Tidak langsung


Teknik pengamatan yang langsung Teknik supervisi yang dilakukan melalui
dilaksanakan supervisi dan harus laporan baik tertulis maupun lisan
memerhatikan hal berikut, yaitu: sehingga supervisor tidak melihat
- Sasaran pengamatan langsung apa yang terjadi di lapangan.
- Objektifitas pengamatan  
- Pendekatan pengamatan
Thanks!

U.S. Poetry Month Activities