Anda di halaman 1dari 10

PENGAPLIKASIAN BENANG

OPERASI
DI BIDANG MEDIS
MENGGUNAKAN
ELECTROSPINNING PADA
Aldy Sapputra 17010005
POLY LACTIC-CO GLYCOLIC ACID
Bagaswara Galang 17010018
(PLGA)
Dewi Mutiara A 17010024
Wilujeng Chintia Islami 17010088

POLITEKNIK STT TEKSTIL


BANDUNG
PENDAHULUAN

APA ITU
ELECTROSPINNING ?

Sebuah alat semprot atau tabung kapiler yang diisi larutan atau lelehan
polimer dengan konsentrasi tertentu, dan sumber energi untuk
memberikan potensial listrik untuk menghasilkan jet polimer dengan
(Meng. Z. X. et al., 2011) skala mikro sampai nano.

Instrumen yang murah Persyaratan material yang mudah


Fabrikasi sederhana Produksi skala industri
PENDAHULUAN

Serat nano berbasis polimer dengan Tantangan..


menggunakan electrospinning disebut
Pada anestesi lokal aminoamide konvensional, obat
dengan ELECTROSPUN ini memiliki potensi yang relatif rendah, yang
NANOFIBERS membuat beban obat yang tinggi diperlukan sehingga
Pada bidang medis, serat electrospun ini bermanfaat membuat pasien ketergantungan terhadap analgesik
• untuk memberikan anestesi pada area sayatan obat pereda nyeri.
luka.
• untuk memberikan agen analgesik untuk
mengurangi ketidaknyamanan pasca operasi dan
kebutuhan akan obat sistemik tambahan. Solusi..
Memberikan anestesi pada area sayatan luka melalui
Serat electrospun memiliki kemampuan unik yaitu serat electrospun dengan campuran lactic-coglycolic
• mengontrol ukuran pori diantara serat nano
acid (PLGA - Poly lactic-coglycolic acid)
• diameter kecil
• luas permukaan spesifik yang besar sehingga meredakan rasa nyeri pada luka sayatan dan
• tingkat kesempurnaan struktural yang tinggi pada jahitan tersebut dapat meningkatkan analgesia
• sifat mekanik unggul perioperatif dan mengurangi kebutuhan analgesik
obat pereda nyeri pasca operasi.
PENDAHULUAN

APA ITU POLY LACTIC-COGLYCOLIC ACID


(PLGA) ?
Polimer biodegradable dengan biokompatibilitas yang baik yang disetujui untuk digunakan
pada manusia oleh Food and Drug Administration (FDA) dan merupakan salah satu
polimer yang digunakan dalam jahitan yang tersedia secara komersial.

Poly lactic-coglycolic acid (PLGA) telah banyak digunakan dalam rekayasa jaringan dan
sarana pengiriman obat karena biokompatibilitas dan biodegradabilitasnya yang sangat
baik. Selain itu, serat nano PLGA elektrospun memberikan lingkungan mikro yang
diinginkan untuk adhesi sel karena hidrofobisitas intrinsiknya dan beberapa molekul kecil,
terutama molekul surfaktan pada permukaan serat nano.
METODOLOGI

PROSES PEMBUATAN BENANG OPERASI


Serat electrospun dibuat menggunakan PLGA sebagai platform eluting obat biodegradable sintetis.

PLGA dilarutkan dalam HFIP pada Serat dibiarkan pada suhu kamar
konsentrasi 10%-b sampai diperoleh selama 72 jam agar sisa pelarut
larutan yang jernih dan homogen. menguap.
HFIP = 1,1,1,3,3,3-hexafluoro-2-propanol Alat Electrospinning

Scanning Eelectron Microscopy High Performance Liquid Chromatography


Pengujian Mekanis Analisis Termogravimetri
(SEM) (HPLC)

Studi Rilis In Vitro Studi In Vivo


HASIL & PEMBAHASAN

MORFOLOGI SERAT ELECTROSPUN


UJI SEM

Jahitan PLGA elektrospun Jahitan jalinan Vicryl®


(Weldon, Christopher B. et al., 2012)
HASIL & PEMBAHASAN

STUDI IN VITRO
Gambar SEM dari jahitan yang bebas obat dan yang mengandung obat menunjukkan sedikit perbedaan dalam morfologi.

Serat mikro yang mengandung obat tampaknya kurang


selaras dibandingkan dengan yang bebas obat, dan ada
lebih banyak partikel bebas pada permukaan serat yang
sarat obat. Setelah 14 hari perendaman dan inkubasi di
PBS, perbedaan morfologi antara jahitan bebas obat dan
jahitan obat lebih jelas.

Serat mikro yang mengandung obat telah terdegradasi


menjadi pita yang tipis dan berpori, sedangkan serat
mikro yang bebas obat masih mempertahankan bentuk
silinder awalnya, meskipun dengan fragmentasi serat
yang meluas.

(Weldon, Christopher B. et al., 2012)


HASIL & PEMBAHASAN

STUDI IN VIVO
(A) Gambar sayatan di punggung kiri pergelangan kaki tikus setelah penutupan
dengan jahitan
(B) Sayatan yang sama setelah 14 hari
(C) Gambar mengilustrasikan elusi zat warna (oranye) dari jahitan yang
mengandung zat warna in vivo setelah 7 hari, seluruh sayatan pada
permukaan dorsal in vivo
(D) Penampang sayatan yang sama dan jaringan dermal subpak ex vivo

(Weldon, Christopher B. et al., 2012)

Fotomikrograf representatif dari bagian yang


diwarnai dengan hematoksilin dan eosin dari
jaringan di sekitar jahitan elektrospun (A) bebas
obat dan (B) bupivacaine, dan (C) jahitan
Vicryl®.
Panah putih = sel radang, S = fragmen
jahitan. (Weldon, Christopher B. et al., 2012)
SIMPULAN & SARAN

SIMPULAN SARAN
Pengujian tekstil ini dalam berbagai metode harus
Penelitian pemanfaatan nanoselulosa berbahan disesuaikan dengan keadaan pengkondisian sample
serat poly lactic-coglycolic acid (PLGA) pada wilayah tertentu dengan mengacu kepada
berbasis polimer dengan electrospinning dapat standar yang berlaku diwilayah pengujian. Karena
diaplikasikan dalam dunia medis. Salah satu faktor persiapan atau pengkondisian pengujian
pengembangan dari serat nano berbasis polimer sangat erat kaitanya dengan hasil uji. Berbeda
tersebut adalah benang electrospun. Benang pengkondisian serat akan mempengaruhi sifat
electrospun yang sudah di larutkan pada anestesi material atau bahan uji yang digunakan.
lokal. Pendekatan ini menggunakan komponen
inti dari hampir setiap operasi untuk Penggunaan metode electrospinning untuk aplikasi
memberikan agen analgesik untuk mengurangi medis di Indonesia juga masih jarang, karena
ketidaknyamanan pasca operasi dan kebutuhan alatnya masih tergolong baru sehingga perlu
akan obat sistemik tambahan. adanya kajian lebih mendetail terkait banyaknya
variabel yang mempengaruhi pada pelaksanaan
metode ini. Skema bangun dari alat
electrospinning juga harus bisa disesuaikan dengan
produk akhir yang diinginkan baik itu secara
morfologi serta sifat mekanis yang dihasilkan
TERIMA KASIH
Insert Image

POLITEKNIK STT
TEKSTIL BANDUNG