Anda di halaman 1dari 31

2.

1
1. Meningkatkan perekonomian desa
2. Mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa
3. Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi
desa
4. Mengembangkan rencana kerjasama usaha antar desa dan atau dengan
pihak ketiga
5. Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan
layanan umum warga
6. Membuka lapangan kerja
7. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan
umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa
8. Meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa
Sebagai upaya menampung
seluruh kegiatan di bidang
ekonomi dan atau pelayanan
umum yang dikelola oleh desa
dan atau kerjasama antar desa
Rasa memiliki yang tumbuh menjadi kunci
pelembagaan BUMDes. Agar rasa memiliki itu ada
maka seyogyanya seluruh elemen dalam masyarakat
perlu dilibatkan dalam kegiatan BUMDes sehingga
warga masyarakat sangat mendukung bahkan ikut
bertanggungjawab terhadap kemajuan BUMDes.
*Desa dapat mendirikan BUM desa berdasarkan
peraturan desa tentang pendirian BUM desa

Inisiatif Pemdes dan atau Masyarakat desa


Potensi usaha ekonomi desa
Sumberdaya alam di desa
Sumberdaya manusia yg mampu mengelola
BUM Desa
Penyertaan modal dari Pemdes dlm bentuk
pembiayaan dan kekayaan desa yg diserahkan
untuk dikelola sbg bagian dari usaha BUM Desa
Pasal 90
Pemerintah, pemerintah daerah KAB/Kota dan
Pemdes mendorong perkembangan BUM Desa
dengan:

*Memberikan hibah dan atau akses


permodalan
*Melakukan pendampingan teknis dan akses
ke pasar
*Memprioritaskan BUM Desa dalam
pengelolaan sumber daya alam di desa
Pedoman
bagi Pemdes
dan BPD
menetapkan
Perdes
ttg
pendirian
BUM Desa
*Bagaimana proses dalam
pendirian Bum Desa
 Sumberdaya manusia sebagai pengelola merupakan salah satu
faktor penentu dan unsur paling penting dalam pengembangan
lembaga ekonomi desa, BUMDesa

 Karenanya, citra BUMDesa akan sangat ditentukan oleh kualitas


sumberdaya manusia yang ada di dalamnya, beserta kinerja
yang dihasilkan
* STRUKTUR BUMDesa
1. Penasihat
dijabat secara ex officio oleh Kepala Desa yang bersangkutan
Penasihat berkewajiban:
a. memberikan nasihat kepada Pelaksana Operasional dalam
melaksanakan pengelolaan BUMDesa;
b. memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang
dianggap penting bagi pengelolaan BUM Desa; dan
c. mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BUM Desa
Penasihat berwenang:
a. meminta penjelasan dari Pelaksana Operasional mengenai
persoalan yang menyangkut pengelolaan usaha Desa; dan
b. melindungi usaha Desa terhadap hal-hal yang dapat menurunkan
kinerja BUM Desa
2. Pelaksana Operasional
Mempunyai tugas mengurus dan mengelola BUM Desa sesuai
dengan AD, ART. Pelaksana Operasional berkewajiban:
a. melaksanakan dan mengembangkan BUM Desa agar menjadi
lembaga yang melayani kebutuhan ekonomi dan/atau
pelayanan umum masyarakat Desa;
b. menggali dan memanfaatkan potensi usaha ekonomi Desa
untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa; dan
c. melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga
perekonomian Desa lainnya.
Pelaksana Operasional berwenang:
a. membuat laporan keuangan seluruh unit-unit usaha BUM Desa
setiap bulan;
b. membuat laporan perkembangan kegiatan unit-unit usaha
BUM Desa setiap bulan;
c. memberikanlaporan perkembangan unit-unit usaha BUM Desa
kepada masyarakat Desa melalui Musyawarah Desa sekurang-
kurangnya 2 kali dalam 1 tahun
3. Pengawas
Susunan kepengurusan Pengawas terdiri dari:
a. Ketua;
b. Wakil Ketua merangkap anggota;
c. Sekretaris merangkap anggota;
d. Anggota
Pengawas mempunyai kewajiban menyelenggarakan Rapat Umum
untuk membahas kinerja BUM Desa sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun
sekali dan berwenang menyelenggarakan Rapat Umum Pengawas
untuk:
a. pemilihan dan pengangkatan pengurus
b. penetapan kebijakan pengembangan kegiatan usaha BUMDesa;dan
c.Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Pelaksana
Operasional.
Masa bakti Pengawas diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga BUM Desa
Perbedaan Dengan Badan
Hukum Lain

ASPEK PERBEDAAN BUM DESA KOPERASI PT


Kepemilikan Dimiliki oleh Desa Dimiliki oleh anggota Dimiliki oleh pemegang saham

Status Badan Hukum Didirikan dengan Peraturan Didirikan dengan Badan Hukum Badan Hukum PT
Desa Koperasi

Area Pelayanan Desa Antar Desa, Kecamatan, Antar Desa, Kecamatan,


Kabupaten, bahkan nasional Kabupaten, bahkan nasional

Orientasi Pelayanan Benefit bagi masyarakat Profit bagi koperasi dan anggota Profit bagi pemegang saham
desa
Peran/Fungsi Mengolah dan mengelola Menghimpun dan me-ngelola Menghimpun dan Me-ngelola dan
potensi desa dana untuk bagi hasil anggota untuk bagi hasil anggota

Mengelola dana Melakukan pembiayaan usaha Melakukan pembiayaan/ investasi


titipan/stimulan anggota usaha
Pendiri Desa Anggota Perorangan atau badan hukum

Pertanggung jawaban Desa melalui Musyawarah Anggota melalui Rapat Anggota Pemegang Saham melaui RUPS
Desa

Sumber Dana dan Aset Mayoritas desa dan sisanya Anggota dan masyarakat atau Pemegang saha, masyarakat atau
masyarakat desa lembaga lain lembaga lain tanpa terikat
wilayah

Keanggotaan Tidak mengenal sistem Berbasis keanggotaan Tidak ada keanggotaan


anggota namum benefit bagi
publik
Tahap Pra Pendirian BUMDesa

Tujuan kegiatan ini adalah guna menelusuri


potensi yang berkembang di Desa dan
sekaligus melakukan pendekatan terhadap
tokoh masyarakat. Penelusuran ini untuk
menentukan layak tidaknya BUMDes didirikan
melalui KAJIAN KELAYAKAN USAHA (KKU)
ditempat tersebut.
Kegiatan yang dilakukan oleh Tim
Pemprakarsa pada tahap ini meliputi:
1.Konsultasi dengan tokoh-tokoh masyarakat
serta Kepala Desa atau Camat setempat.
2.Mendatangi dan bermusyawarah dengan
Aparat Pemerintah Desa dan tokoh-tokoh
masyarakat.
3.Meminta dukungan secara sosial dan
ekonomi dari Pemerintah Desa dan tokoh
formal maupun non formal masyarakat
setempat.
Kajian Kelayakan Usaha

 Kajian Kelayakan Usaha adalah kegiatan untuk menilai prospek


manfaat dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha.

 Hasil dari kegiatan kajian kelayakan usaha digunakan sebagai


bahan pertimbangan pengambilan keputusan terhadap suatu
gagasan usaha yang direncanakan.

 Suatu gagasan usaha dikatakan layak apabila terdapat


kemungkinan untuk memperoleh manfaat ketika kegiatan usaha
itu dijalankan. Kajian kelayakan usaha dapat dilaksanakan untuk
mendirikan usaha baru atau dalam rangka pengembangan usaha
yang sudah ada.
Manfaat Kajian Kelayakan Usaha

1) Terpilihnya jenis usaha yang dapat menghasilkan kemanfaatan


paling besar atau paling layak untuk dilaksanakan.
2) Memperkecil risiko kegagalan usaha atau mencegah kerugian.
3) Tersedianya data dan informasi tentang kelayakan usaha
sehingga memudahkan penyusunan perencanaan usaha
(business plan).
4) Meningkatnya kemampuan atau keterampilan warga desa
dalam mengelola usaha ekonomi secara rasional dan modern.
5) Tersedianya informasi tentang prospek usaha yang dapat
menarik warga desa dan pihak lain untuk mendukung
pengembangan usaha.
Langkah-langkah Penyusunan Kelayakan Usaha

1) Pembentukan Tim Penyusun Kelayakan Usaha (TPKU).


2) Menemukan potensi desa yang dapat
dikembangkan/didayagunakan melalui pengelolaan
usaha/bisnis.
3) Mengenali kebutuhan sebagian besar warga desa maupun
masyarakat luas (masyarakat luar desa).
4) Menggagas bersama warga desa untuk menentukan pilihan-
pilihan jenis usaha yang memungkinkan untuk dilakukan.
5) Menggalang kesepakatan warga untuk menentukan unit usaha
ekonomi desa yang akan diwadahi BUM Desa.
•Ketepatan Produk dengan kebutuhan masyarakat
•Daya Beli Masyarakat
•Jumlah Konsumen
•Kecenderungan Permintaan konsumen
•Kesusuaian Harga Produk
•Kemudahan Mendapatkan Produk
•Kemudahan Mendapatkan informasi tentang produk
*Aspek Manajemen
*Aspek SMD
Aspek Ekonomi
Aspoek Sosbud
Aspek Politik
Aspek Lingkungan Usaha
Aspek Lingkungan Hidup
Aspek Hukum
LIHAT MATERI
BERIKUTNYA !!
22/03/22 S.T.W CINAGARA 31