Anda di halaman 1dari 27

SEORANG PRIA 51 TAHUN DENGAN GANGGUAN SKIZOAFEKTIF

TIPE MANIK (F25.0)

Oleh :
Muhammad Rizky Huryamin

Pembimbing:
dr. Wahyu Nur Ambarwati SpKJ, M.Kes

PPDS PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

RSJD DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA 1


IDENTITAS PASIEN
Nama • Tn. JI

Umur • 51 tahun RIWAYAT PSIKIATRI

Agama • Islam
• Diperoleh dari alloanamnesis dari:
Status perkawinan • Menikah
• Tn.A, 27 Tahun, anak pasien, suku Jawa,
Pendidikan • Lulus SMEA agama Islam, SMA, pekerjaan supir Ojol,
tinggal serumah
Pekerjaan • Serabutan • Ny.S, 48 Tahun, Istri pasien, suku Jawa,
agama Islam, SD, pekerjaan IRT, tinggal
Alamat • Gajahan, Surakarta serumah

Tanggal Pemeriksaan • 10 November 2020


2
KRONOLOGI
100 –91 KEJADIAN Keluhan
27 tahun
Mengamuk
Utama:
6 bulan SMRS 1 minggu SMRS 3 hari SMRS 1 hari SMRS
90 – 81

80 – 71
70 – 61
60 – 51

50 – 41

40 – 31
Rawat inap
30 – 21 karena
P a sien pert a ma k a li sa k it
t a hun 1993 perila ku p a sien menggangg
20 – 11 m ula i beruba h. pa sien beroba t u tetangga,
d i RSJ da n m inum oba t t era tur. sulit tidur
Seja k bebera p a bula n ya ng dan banyak
10 – 01 bicara
la lu pa sien tida k pa t uh m inum
oba t.
GAF
3
Riwayat Gangguan Sebelumnya

Riwayat
• Ditemukan adanya gangguan kejiwaan
gangguan sebelumnya
psikiatri

• Tidak adanya riwayat trauma kepala


• Tidak adanya riwayat kejang
Riwayat medis • Tidak pernah menderita hipertensi, DM dan
gangguan fungsi tiroid

Riwayat
Penggunaan • Tidak ditemukan adanya riwayat
Alkohol dan Zat penggunaan alkohol dan zat psikoaktif
Psikoaktif lannya 4

lainnya
RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI

Pre
& peri • Belum cukup data
natal

6-12
• Belum cukup data tahun • Belum cukup data
0-1 tahun

1-3 tahun • Belum cukup data

12-18 • Belum cukup data


tahun

3-6 tahun • Belum cukup data


5
Masa Dewasa
Pendidikan • Lulus SMEA

Perkawinan • Menikah

Agama • Islam, jarang melaksanakan sholat 5 waktu

Kemeliteran • Tidak pernah menjalani pendidikan kemiteran

• sering mengikuti kegiatan di komplek rumahnya, senang bergaul


Aktivitas Sosial
dengan tetangga rumah

• Pencari Nasabah BANK BCA


• Ikut bekerja di beberapa Proyek konsultan Pensiun tahun 2011
Pekerjaan
• Tukang pencari makanan rumput di Kraton

Pelanggaran hukum • Pernah ditangkap polisi karena membawa sepeda yang dijual di Pasar
Kliwon

Psikoseksual • Pasien melakukan hubungan seksual saat menikah 6


Masa Dewasa

Situasi hidup sekarang • Pasien saat ini tinggal bersama istri dan kedua anaknya

Persepsi pasien tentang sakitnya • Pasien menganggap dirinya sakit sering bolak balik RSJ karena istri yang
menghalanginya untuk berobat, namun saat masuk ini pasien merasa sehat

• Keluarga menyadari bahwa sakit yang dialami oleh pasien adalah penyakit
Persepsi dan harapan keluarga
gangguan jiwa. Keluarga berharap pasien sembuh seperti sediakala
7
RIWAYAT KELUARGA
GENOGRAM Keterangan:
: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien

: Laki-laki, telah meninggal

: Perempuan, telah meninggal

: Tinggal dalam 1 rumah

8
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL

• Seorang laki- laki tampak sesuai usia


Deskripsi umum perwatan diri mandiri
Alam perasaan
Psikomotor • Normoaktif

Sikap terhadap
pemeriksa
• Kooperatif Kesesuaian
Mood: Afek: :
Hipertimik Meningkat
Kesadaran • Compos mentis Serasi

• Volume cukup, artikulasi dan


Pembicaraan 9
intonasi cukup jelas
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL

Proses pikir Persepsi

Tought
Bentuk: insertion, Arus: Halusinasi
Ilusi:
Depersona Derealisasi
: lisasi: :
Non waham Koheren, -
Realistik Kebesaran, logorhea Visual - -
waham
curiga

10
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL

Kesadaran dam kognisi

Daya ingat
Jangka Intelengesia
Orientasi pendek; Konsentrasi Kemampuan
Pikiran Kemampuan dan
Orang/waktu/ Jangka dan menolong
abstrak: visuospasial: kemampuan
tempat/situasi: menengah; perhatian: diri sendiri:
baik Baik informasi:
Baik jangka Baik Baik
panjang: Baik
Baik
11
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL

Pengendalian impuls:
Daya nilai dan Tilikan Baik

Taraf dapat dipercaya:


Secara keseluruhan
informasi di atas dapat
Daya nilai
Uji daya nilai:
Penilaian
Tilikan diri: dipercaya
sosial: realitas:
Baik Derajat 1
Baik Terganggu

12
Status internus Status Neurologikus:

Keadaan umum : Baik. Tekanan darah 131/87 Dalam Batas normal


mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, respiration
rate 20x/ menit, suhu 36,4

Pemeriksaan Laboratorium:

a) HB: 12,3
b) Trombosit : 237.000
c) Leukosit : 7,21
d) Anti SARS-CoV-2 IgG Non reaktif
e) Anti SARS-CoV-2 IgM Non reaktif
f) SGOT : 19
g) SGPT : 20 13

h) GDS : 94
• Perilaku + Psikologis  distress dan
Gangguan jiwa
hendaya  aktivitas sehari hari

Gangguan Mental • Status internus dan neurologis normal 


Organik (F00-F09) dapat disingkirkan

Gangguan mental
dan perilaku akibat • Tidak pernah drug abuse dan zat psikoatif FORMULASI
zat psikoaktif (F10- • Sehingga diagnosis dapat disingkirkan DIAGNOSTIK
F19)
Skizofrenia, • Sindrom psikosis (RTA terganggu,
Skizotipal dan waham, hendaya fungsi )
gangguan waham • Memenuhi gejala skizofrenia
(F20 – F29)

F25.0 Gangguan • Gangguan afektif manik yang menonjol


Skizoafektif tipe • Mood afek meningkat, waham kebesaran, 14

Manik peningkatan aktivitas dan pembicaraan


l. F25.0 Skizoafektif Tipe Manik
DD/ Skizofrenia paranoid
Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik

V. :
GAF current 40- ll. Ciri Kepribadian
31 Histrionik
GAF HLPY
70 - 61 AKSIS DIAGNOSIS
MULTIAKSIA
L

lV. Kepatuhan
lll. BAD 15
minum obat
Terapi dan Prognosis

Terapi Prognosis
 Psikofarmaka :  Qua ad vitam : bonam
Haloperidol 3x 5 mg
Chlorpromazine 1x 100 mg malam
Trihexyphenidil 3x2mg  Qua ad sanasionam : dubia ad bonam
Clozapin 2x 25 mg malam
 Qua ad fungsionam : dubia ad bonam
 Nonpsikofarmaka :
 Psikoedukasi keluarga tentang penyakit
pasien dan kemungkinan penyebab
 Keluarga harus mendukung dan menjadi
pengawas minum obat dalam proses
pengobatan pasien untuk keberhasilan
pengobatan dan mencegah kekambuhan
16
PROGNOSIS

Hal yang mendukung

• Onset lambat
• Faktor pencetus jelas Prognosis keseluruhan
• Gangguan Mood
• Mempunyai pasangan
• Sistem pendukung yang baik • Qua ad vitam : Bonam
• Gejala positif • Qua ad sanasionam : dubia ad bonam
• Qua ad functionam : dubia ad bonam

Hal yang memperberat

• Banyak relaps 17
TERAPI SKIZOAFEKTIF
• Modalitas terapi yang utama adalah perawatan di rumah sakit, medikasi, intervensi psikoterapi
serta edukasi keluarga.

1. PSIKOTERAPI SUPPORTIF
Tidak nyaman atau kurang mampu bertoleransi dengan terapi kelompok terutama bila dengan pasien
yang beraneka ragam diagnosisnya
2. EDUKASI KELUARGA
Agar keluarga siap menghadapi deteriorasi yang mungkin dapat terjadi
18
3. PENGOBATAN FARMAKOTERAPI
Farmakoterapi antidepresan dan antimanik digunakan dengan dikombinasi dengan pengobatan antipsikotik
untuk mengontrol gejala psikotik dan gejala lainnya.

SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK ATAU CAMPURAN SERTA SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF PADA FASE AKUT
- Injeksi olanzapine dosis 10 mg/ ml IM dapat diulang setiap 2 jam dosis maksimum 30 mg/hari atau
-Injeksi diazepam 10 mg/2 ml IM atau IV dosis maksimum 30mg/hari.
-Injeksi haloperidol dosis 5mg/ml im dapat diulang tiap 30 menit, dosis maksimum 20 mg/hari

19
• TERAPI ORAL KOMBINASI PADA PASIEN SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK DAPAT DIPERTIMBANGKAN

- Olanzapine 1x-10-30 mg/hari atau


- risperidon 2x1-3 mg/ hari atau
- quetiapin hari ke I (200mg), hari ke II (400 mg), hari III (600 mg) atau aripiprazol 1x10-30 mg/hari.
-Lithium karbonat 2x400 mg dinaikkan sampai kisaran terapeutik 0,8-1,2 meq/l atau
-Divalproat dengan dosis awal 2 x 250 mg/hari (atau konsentrasi plasma 50-125 ug/l),
-Lorazepam 3x 1-2 mg/hari jika gaduh gelisah atau insomnia, atau
-Haloperidol 5-20 mg/hari

20
• Clozapine dapat diberikan pada pasien refrakter.
• Lama pemberian obat untuk fase akut adalah 2-8 minggu atau sampai remisi absolut yaitu YMRS
≤ 9 atau MADRS ≤ 11 dan PANSS EC ≤ 3 untuk tiap butir PANSS EC.
• Lama pemebrian obat fase lanjutan 2-6 bulan sampai tercapai recovery yaitu bebas gejala selama
2 bulan.

21
• 4. ELECTROCONVULSIVE THERAPY
Dapat digunakan pada pasien skizoafektif tipe manik maupun depresif

22
FOLLOW UP

23
FOLLOW UP

24
FOLLOW UP

25
FOLLOW UP

26
TERIMA KASIH

27