Anda di halaman 1dari 35

OBAT YANG DIGUNAKAN

PADA GANGGUAN DE-


PRESI
Dr.
Pembimbing:

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PSIKIATRI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET – RSUD DR. MOEWARDI
2020

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


PENDAHULUAN

Depresi digambarkan dengan: murung, kesedihan atau semangat


berkurang dan masalah suasana hati yang lebih parah

Gejala menetap dan mengganggu kehidupan sehari-hari dan fungsi normal


seseorang  Gangguan Klinis Depresi

Penyebab pasti depresi masih belum jelas (genetik dan interaksi faktor
lingkungan)
PENDAHULUAN

Antidepresan adalah intervensi farmakoterapi lini pertama pada depresi

Terapi psikologis telah terbukti sama efektifnya dengan intervensi far-


makologis

Penelitian juga menunjukkan efikasi yang lebih besar ketika obat dan
intervensi psikoterapi digunakan secara bersamaan.
MEKANISME AKSI

Teori Depresi Monoamin

depresi disebabkan oleh perubahan tingkat atau fungsi


neurotransmiter monoamine, terutama serotonin,
dopamin, dan noradrenalin
Teknik eksperimental Triptofan = Asam amino
yang menghasilkan
(Deplesi Triptofan) serotonin dan melatonin

Mengurangi fungsi
Timbul gejala depresi
serotonin otak

Tingkat serotonin yang rendah dapat disebabkan karena kurangnya asupan makanan
dari asam amino triptofan (ditemukan dalam makanan seperti coklat, keju, susu, yo-
ghurt, daging merah, unggas, ikan, telur, gandum, kacang-kacangan dan biji-bijian)
Monoamin oksidase

Monoaminasi Inhibitor
neurotransmiter monoamine (serotonin, dopamin,
(menghambat enzim MAO
noradrenalin) di celah sinaps)

Timbul gejala depresi


Sementara, pada golongan
Sehingga Antidepresi kerja
SSRI  banyak pasien yang
ganda (SNRI & NDRI)
tidak merespon, respon
menarik minat karena
parsial, gejala residu SSRI.
memiliki spectrum kerja
(Nierenberg et al, 2001;
famakoterapi yang lebih luas
BNF, 2018a)

Desipramine (agen TCA) 


selektif relative tinggi untuk
Dengan memiliki efek reseptor kolinergik,
langsung pada lebih banyak histaminergic dan
dari system transmitter adrenergic. Namun
monoamine. Desipramine memiliki
rejimen dosis obat yang
rumit
DOSIS DAN ADMINISTRASI

Penggunaan >1 jenis antidepresan secara simultan harus dilakukan oleh


dokter spesialis sebagai opsi terakhir

SSRI ditoleransi lebih baik dibandingkan dengan TCA dan MAOI, dan
SRRI biasanya direkomendasikan sebagai obat depresi pilihan pertama
DOSIS DAN ADMINISTRASI

Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan obat kepada pasien:

– sifat dan tingkat simptomatologi klinis;


– keamanan overdosis;
– respons pengobatan sebelumnya terhadap suatu obat;
– efek samping obat, interaksi dengan obat bersamaan dan
penyakit fisik;
– preferensi pasien dan manfaat klinis dalam kasus di mana ada
komorbid terkait kondisi fisik dan kejiwaan.

Titrasi awal dengan dosis yang lebih rendah lalu ditingkatkan sampai optimal
CONTOH ANTI DEPRESAN
CONTOH ANTI DEPRESAN
CONTOH ANTI DEPRESAN
CONTOH ANTI DEPRESAN
CONTOH ANTI DEPRESAN
Studi kasus 3 - Gangguan depresi mayor dan presentasi

Latar belakang
Joan adalah seorang wanita berusia 29 tahun yang baru saja didi-
agnosis menderita depresi mayor. Saat ini dia dirawat di fasilitas rawat
inap psikiatri akut. Gejala-gejala Joan dari suasana hati yang terus menerus
sedih, kenaikan berat badan, masalah tidur yang kronis, bunuh diri dan
cemas menyeluruh dimulai delapan bulan lalu setelah pindah dari desa
kecil ke kota besar. Joan pindah ke kota untuk pekerjaan yang lebih baik
tetapi beberapa minggu sebelum pindah, Joan berjuang menyesuaikan diri
untuk kehidupan kota yang sibuk.

Ayahnya bunuh diri ketika Joan berusia 18 tahun dan ibunya


memiliki kecemasan kronis. Saat ini Joan menghadiri kelompok CBT serta
mengonsumsi sertraline 150 mg setiap hari, yang dia konsumsi mulai
sekitar tiga minggu lalu. Joan melaporkan efek samping obatnya seperti
mengantuk, kelelahan, perasaan gelisah, gangguan pencernaan, mual, diare
dan kehilangan nafsu makan.
Rencana perawatan efektif dan manajemen resiko

Perawatan tipikal yang dapat dipertimbangkan dari presentasi Joan yaitu:

Jika pasien tidak dapat mentoler-


Lakukan diskusi dengan ansi efek samping, bisa beralih
pasien dan nilai keparahan ke anti depresan lain yang
efek samping, mempunyai efek samping lebih
rendah, misal mirtazapine

Beri pengertian bahwa gejala


dapat berhenti atau berkurang Pengukuran berat badan harus
dalam beberapa waktu, dan dilakukan secara rutin pada
pengurangan dosis juga bisa orang yang menggunakan obat
mengurangi keparahan efek psikotropika.
samping.
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

1. Antidepresan Trisiklik (TCA)

Sedasi
mulut kering
Memblokir reuptake
penglihatan kabur
monoamine (no- Beberapa TCA bersifat penambahan berat
radrenalin serotonin, sedatif krn blokade badan, konstipasi
dopamin) oleh histamin; bermanfaat Berkeringat
neuron presinaptik pada pasien dengan 'efek mabuk',
setelah insomnia dan agitasi retensi urin,
pelepasan neuron disfungsi seksual dan
kurangnya orgasme
pada wanita

Semua antidepresan dapat menginduksi mania pada orang dengan


gangguan bipolar, jika tidak digunakan bersamaan dengan lithium
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

1. Antidepresan Trisiklik (TCA)


Pasien harus
Overdosis
dilakukan pe-
Efek sedatif pada trisiklik
Memperburuk meriksaan ber
dari TCA sangat serius,
lansia dengan kala (tekanan
dapat sering menga-
gangguan kog- darah, denyut
meningkat kibatkan
nitif karena nadi, sirkulasi
dengan komplikasi
demensia oksigen, perna-
penggunaan jantung dan
pasan, ukuran
alkohol seringkali
BMI, EKG, dan
mematikan
darah)
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN
2. Inhibitor reuptake selektif serotonin
(SSRI)
SSRI harus
Menghambat Efek samping dihentikan
reuptake lebih sedikit dari secara berta-
serotonin dan pada TCA (tidak Lini pertama hap untuk
noradrenalin ke menyebabkan pada orang meng
dalam neuron sedasi dan lebih yang lebih tua hindari
presinaptik aman jika terjadinya
overdosis) gejala putus
obat
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

2. Inhibitor reuptake selektif serotonin


(SSRI)

Penggunaan SSRI dan MAOI secara bersamaan tidak dianjurkan untuk menghindari interaksi
antar obat, yaitu Sindrom Serotonin

Meningkatkan risiko perdarahan  resepkan obat gastroprotektif (misalnya omeprazole) untuk


pasien dengan riwayat gangguan perdarahan dan pasien yang lebih tua yang menggunakan
obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

2. Inhibitor reuptake selektif serotonin


(SSRI)
– Efek samping:
Efek samping

• Cemas, mengantuk, susah tidur, gugup, dan lesu.


• Gejala gastrointestinal (mual, diare, kembung).
• Penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan
• Disfungsi seksual pada pria dan wanita.
• Tremor, berkeringat, sakit kepala (efek samping
yang kurang umum).
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

2. Inhibitor reuptake selektif serotonin


(SSRI)
– Efek samping:
Efek samping

• Peningkatan kecemasan dan perilaku bunuh diri pantau dengan cermat


• Pusing, sinkop, kebingungan  ukur tekanan darah
• meningkatkan risiko jatuh dan osteoporosis pada orang berusia di atas
50 tahun  pantau dengan ketat.
• penggunaan citalopram dan escitalopram dapat menyebabkan
pemanjangan QT interval (MHRA, 2011)
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

3. Inhibitor reuptake serotonin-noradrenalin (SNRI)


• SNRI menghambat reuptake serotonin dan noradrenalin
• Venlafaxine memiliki sedikit atau tidak ada efek samping antikolinergik (mulut kering, sembe-
lit, penglihatan kabur), histaminergik (sedasi) atau alfa-adrenergik (palpitasi, takikardia)
• Pemberian MAOI dan venlafaxine meningkatkan risiko sindrom serotonin  beri interval 2
minggu setelah pemberian MAOI dan tunggu satu minggu setelah selesai pengobatan ven-
lafaxine untuk memulai pengobatan MAOI
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN

3. Inhibitor reuptake serotonin-noradrenalin (SNRI)


Setelah >1 minggu perawatan, turunkan dosisnya
secara bertahap
– Manajemen terhadap
Manajemen efek
terhadap Efeksamping:
Samping

• Mulut kering: edukasi untuk memperbanyak minum


cairan
• Pusing: pasien berbaring dan istirahat
• Menghindari pencampuran obat psikotropika dengan
obat rekreasi atau alkohol
• Makan- makanan yang bergizi dan seimbang serta diet
rendah garam dan tinggi serat.
4. Tetrasiklik ( Antidepresan noradrenergik dan spesifik serotonergik)
• mirtazapine meningkatkan aktivitas noradrenergik dan serotonergic
• mirtazapine bekerja sebagai antagonis pada reseptor inhibitor adrenergik alpha-2 presinaptik
pusat, yang menghasilkan efek peningkatan aktivitas noradrenergik dan serotonergic
• Mirtazapine merupakan antagonis adrenergik alfa-1 perifer; dapat memberikan efek samping
hipotensi ortostatik
5. Aminoketon (Bupropion)
– Nama merk: Wellbutrin
– Anti depresan yang juga bertindak sebagai stimulan
– Sebagai substitusi pengganti rokok
– Efek klinis biasanya dapat dirasakan dalam waktu 4
minggu setelah pemberian
– Di Inggris, bupropion belum mendapat lisensi untuk
diberikan sebagai manajemen perawatan depresi
5. Aminoketon (Bupropion)
Efek Samping

• Penurunan berat badan, nafsu makan menurun.


• Gelisah, gelisah, susah tidur, gelisah.
• Sembelit, mulut kering, diare.
• Pusing, mual, muntah, sakit kepala.
• Peningkatan libido, masalah kulit.
Interaksi Antar Obat

• MAOI dapat meningkatkan kadar bupropion


• Risiko kejang dapat meningkat seiring dengan penggunaan alkohol secara
bersamaan.
• Ganja dengan bupropion secara bersamaan dapat menyebabkan psikotik
• TCA dan Carbamazepine dapat meningkatkan resiko kejang
6. Inhibitor Monoamin Oksidase (MAOI)
Monoamin oksidase

memecah neurotransmiter monoamine (sero-


tonin, dopamin, noradrenalin)

Monoaminasi Inhibitor
Timbul gejala depresi (menghambat enzim
MAO di celah sinaps)

meningkatkan neurotransmisi serotonin, no-


radrenalin dan dopamin dalam struktur in-
traseluler neuron, menghasilkan reduksi dan

perbaikan gejala depresi


6. Inhibitor Monoamin Oksidase (MAOI)

Konsumsi keju, ekstrak ragi, beber-


apa bir, acar herring, kacang polong, Interval bebas obat diperlukan saat
oxo, marmite, anggur merah harus akan mengganti obat MAOI ke an-
berhati-hati apabila digunakan tidepresan lainnya atau sebaliknya
bersamaan dengan MAOI

Overdosis MAOI bisa berakibat fatal;


tanda dan gejala kantuk, pusing,
Potensi interaksi obat sangat
pingsan, lekas marah, hiperaktif, agi-
mungkin terjadi jika MAOI dikombi-
tasi, sakit kepala parah, halusinasi,
nasikan dengan obat lain.
trismus, kejang-kejang, depresi napas
dan kematian
7. Inhibitor reversible monoamik
oksidase tipe A (RIMA)
– Moclobemide, secara selektif menghambat MAO-A dan tidak
berpengaruh pada MAO-B
– Moclobemide sama efektifnya dengan MAOI tradisional
sehingga obat ini menjadi lebih efektif jika digunakan secara
rutin dalam praktik klinis
Sindrom Serotonin

Merupakan efek perubahan motorik, peruba-


han otonom dan mental yang dihasilkan dari
neurotransmisi serotonin yang berlebihan.

Bisa terjadi ketika obat yang menyebabkan


kadar serotonin tinggi di dalam tubuh

Gejala dapat ringan (menggigil dan diare)


hingga parah (kekakuan otot, demam, kejang,
bingung, denyut jantung cepat, tekanan darah
tinggi, pupil melebar, hilangnya koordinasi otot
atau otot-otot mengejang)
Sindrom Serotonin

Obat lain yang dapat meningkatkan kadar sero-


Obat-obatan yang dapat memicu terjadinya tonin, yaitu pethidine, fentanil, dekstrometor-
sindrom serotonin termasuk SSRI, SNRI, TCA, fan, dan obat rekreasional, mis. kokain,
MAOIs, St John's Wort dan lithium MDMA (metilenedioxymethamphetamine) dan
amfetamin

Manajemen:
• Hentikan agen penyebab
• Perawatan supportif
• Rawat inap jika sindrom serotonin sedang hingga berat,
hipertermia (suhu lebih besar dari 41,1 ° C), membutuhkan
intubasi trakea
• Berikan benzodiazepine
• Screening dengan menggunakan Skor National Early Warn-
ing (NEWS 2)
PERBEDAAN EFEK TERAPI ANTI DEPRESAN

Terapi awal dengan antidepresan pada


50 hingga 60 persen pasien dengan Efek samping dapat menyulitkan terapi
efek samping antidepresan biasanya dan dapat meningkatkan risiko bunuh
memerlukan waktu berminggu-minggu diri.
untuk gejala mulai membaik

Oleh karena itu, petugas kesehatan


mental yang merawat pasien dengan
pengobatan antidepresan harus me-
mantau perilaku bunuh diri dan / atau
melukai diri sendiri secara sengaja se-
lama bulan pertama pengobatan
PERBEDAAN EFEK TERAPI ANTI DEPRESAN

SSRI juga hampir sama efektifnya, ditol-


TCA memiliki efektivitas antidepresan eransi lebih baik, memiliki efek samping
yang unggul yang lebih sedikit, dan toleransi lebih be-
sar saat terjadi overdosis

Selain itu, MAOI dan TCA memiliki kerja


farmakologis langsung pada lebih dari
satu sistem neurotransmiter monoamine,
dan keduanya memiliki efektivitas klinis
yang unggul dan mungkin lebih efektif
pada pasien dengan gangguan depresi
berat
TERIMA KASIH