Anda di halaman 1dari 83

PEMBAHASAN BEDAH

PERTEMUAN - 3
1C
2
3
4
5
6
7
9
10
11
12
13
14
15
16
Bayi Sasuke, usia 2 jam baru saja dilahirkan di RS per
abdominam karena adanya kelainan pada gambaran USG
pasien saat ANC terakhir. UK pasien saat dilahirkan adalah 33
minggu. Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas normal.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan gambaran seperti berikut
ini. Tata laksana awal yang paling tepat adalah...
A. Menutup area defek dengan kassa dan plastic wrap
B. Pembedahan cito
C. Cairan IV
D. Pembedahan dalam 24 jam
E. Skin graft
3
An. Madara, usia 8 tahun datang ke dokter untuk pemeriksaan
rutin. Pasien sering mengalami patah tulang sejak usia 2 tahun.
Ayah pasien juga memiliki riwayat patah tulang yang serupa. Pada
pemeriksaan antropometri TB pasien pada persentil 5, BB pasien
pada persentil 20. Tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan
fisik ditemukan kifosis disertai dengan tibia yang melengkung.
Pada mata pasien ditemukan gambaran seperti ini. Manifestasi
klinis lain yang ditemukan pada kasus ini adalah...
A. Dislokasi lensa
B. Gangguan pendengaran
C. Gigi Hutchinson
D. Costochondral junction yang prominen E. Makrosefali
18
By. Hyuga, usia 7 bulan dibawa ke dokter untuk pemeriksaan fisik rutin.
Pasien dilahirkan pada UK 36 minggu di bidan dan tidak memiliki
keluhan saat persalinan. Pemeriksaan antropometri ditemukan BB dan
TB pada persentil 60. Tanda vital dalam batas normal. Pada
pemeriksaan genitalia tampak normal. Namun, saat dilakukan palpasi
hanya teraba 1 testis pada hemiskrotum kanan. Skrotum tidak nyeri
maupun membesar. Teraba massa pada kanalis inguinalis kiri. Tata
laksana selanjutnya yang paling tepat adalah...
A.Terapi gonadotropin
B. Orkidopeksi
C. Orkiektomi
D. Pengukuran serum testosteron
E. Evaluasi ulang saat usia 3 tahun
19
• Tn. Senju, usia 60 tahun dibawa ke dokter untuk pemeriksaan fisik
rutin. Pasien mengaku sejak 1 bulan terakhir mengalami nyeri pada
area tulang belakang dekat dengan bokong. Pasien juga mengeluh
sulit berkemih sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan tanda vital
dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya
prostat yang membesar, keras, dan nodular. Dokter melakukan
pemeriksaan PSA dengan hasil 10 ng/mL (normal: <4 ng/mL).
Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
• A. Kanker prostat
B. BPH
C. Prostatitis
D. Ruptur urethra posterior E. Ruptur urethra anterior
• Laki-laki, usia 60 tahun
• Nyeri area tulang belakang dekat bokong
• Sulit berkemih sejak 1 bulan terakhir→pikirkan
retensio urin
• Prostat membesar, keras, dan nodular→pikirkan
keganasan
• PSA dengan hasil 10 ng/mL (normal: <4 ng/mL)
• Jawaban:
• A. Kanker prostat
• Karsinoma Prostat
• Keganasan prostat yang biasanya muncul pada zona perifer
• Manifestasi Klinis
– Biasa asimtomatis
– Gangguan BAK: retensio urin, terminal hematuria
– Gejala metastasis: nyeri tulang
• Tumor marker: PSA (bila >10 ng/mL maka kecurigaan kanker ~50%)
• Penunjang terbaik: biopsy rectum dibantu USG transrektal (TRUS)
• Tata laksana:
– Prognosis <5 tahun: watchful waiting
– Prognosis >5 tahun: prostatektomi, kemoterapi, dan radioterapi
• B. BPH
• BPH juga menyebabkan pembengkakan pada kelenjar prostat. Namun, temuan RT
pada BPH akan bersifat kenyal dan mobile. RT pada kasus ini lebih mengarah ke
keganasan.
• C. Prostatitis
• Prostatitis juga menyebabkan pembengkakan pada kelenjar prostat. Namun, pada
prostatitis biasanya pasien akan demam dan saat dilakukan palpasi prostat, pasien
akan merasakan nyeri hebat.
• D. Ruptur urethra posterior
• Ruptur urethra posterior dapat bermanifestasi sebagai retensio urin. Namun,
keadaan ini biasanya disertai dengan adanya riwayat trauma dan high-riding prostate
(floating prostate).
• E. Ruptur urethra anterior
• Ruptur urethra anterior dapat bermanifestasi sebagai retensio urin. Namun, keadaan
ini biasanya disertai dengan adanya riwayat trauma dan butterfly hematoma.
20
• By. Kakashi, usia 3 minggu dibawa ke dokter oleh keluarganya akibat nafsu
makan yang berkurang dan muntah berulang sejak 1 minggu yang lalu.
Muntah pasien berwarna kehijauan. Pasien dilahirkan term dan telah BAB 50
jam setelah dilahirkan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60
mmHg, HR 140 kali/menit, RR 40 kali/menit, suhu 36,9 C. Dokter melakukan
RT dan saat jari dilepaskan terdapat BAB yang sangat banyak. Rontgen
abdomen ditemukan dilatasi kolon dengan segmen distal tanpa udara.
Penunjang baku emas untuk konfirmasi diagnosis kasus ini adalah...
A. CT abdomen
B. Enema barium
C. Manometri anorektal
D. USG transabdomen
E. Biopsi rektum
Dx: Penyakit Hirschsprung
• Bayi, usia 3 minggu
• Nafsu makan berkurang dan muntah berulang
• Muntah pasien berwarna kehijauan→pikirkan muntah bilier
• BAB 50 jam setelah dilahirkan→mekonium terlambat keluar
• RT: BAB yang sangat banyak
• Rontgen abdomen: dilatasi kolon dengan segmen distal
tanpa udara
• Jawaban:
E. Biopsi rektum
• Penyakit Hirschprung
• Etiologi→mutasi gen RET→diferensiasi &
migrasi sel krista neuralis terganggu
• Manifestasi klinis → Mekonium tidak keluar
>48 jam
• Penegakan diagnosis→Biopsi rektum
• Tata laksana→Bedah
• A. CT abdomen
• Dapat dilakukan sebagai salah satu metode skrining pada pasien dengan obstruksi usus.
Namun, CT tidak dapat menegakkan diagnosis Hirschsprung yang merupakan penyakit
aganglionosis (memerlukan pemeriksaaan histopatologi).
• B. Enema barium
• Sering dilakukan untuk melokalisasi dan menunnjukkan Panjang dari segmen aganglionik
sebelum pembedahan. Pada enema barium dapat ditemukan zona transisional namun
pemeriksaaan ini bukanlah baku emas.
• C. Manometri anorektal
• Manometri sulit dilakukan pada neonates kareena perlu kooperasi dari pasien.
Pemeriksaan ini mengukur tekanan relaksasi sfingter ani setelah didistensi. Pemeriksaan
ini bukan baku emas untuk penyakit Hirschsprung.
• D. USG transabdomen
• USG sulit dilakukan pada neonatus dan sangat jarang digunakan untuk menunjang
diagnosis Hirschsprung. Gambaran USG juga mirip dengan atresia anorectal seshingga
bukan merupakan gold standard untuk diagnosis ini.
21
• Tn. Rock Lee, usia 65 tahun dibawa ke IGD setelah terjatuh dari pohon
saat mencoba mengambil buah mangga 1 jam yang lalu. Pasien
sempat menahan kecepatan jatuhnya dengan memegang ranting.
Pada pemeriksaan tanda vital tidak ditemukan kelainan. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan gambaran seperti berikut ini. Pasien
tidak dapat menurunkan lengannya dan merasa kebas pada area
deltoid. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
• A. Nursemaid elbow
B. Rotator cuff tear
C. Dislokasi bahu posterior
D. Dislokasi bahu anterior
E. Dislokasi bahu inferior
• Laki-laki, usia 65 tahun
• Terjatuh dari pohon dan menahan dengan
memegang ranting
• Gambar kasus: lengan bawah berada di atas kepala
• Pasien tidak dapat menurunkan lengannya
• Kebas pada area deltoid → pikirkan gangguan
nervus ulnaris
• Jawaban:
• E. Dislokasi bahu inferior
11
• Ny. Sakura, usia 67 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri
lutut pada kedua tungkai sejak 1 tahun yang lalu. Nyeri diperparah
dengan pergerakan. Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas
normal. BMI pasien 31,2 kg/m2. Saat dokter melakukan
pergerakan sendi lutut ditemukan krepitus dan ROM yang terbatas
bilateral. Rontgen genu menunjukkan gambaran seperti berikut ini.
Farmakoterapi yang tepat pada kasus ini adalah...
• A. Injeksi glukokortikoid
• B. Ibuprofen
C. Prednisolon oral
D. Methotreksat
• E. Allopurinol
• Osteoarthritis
• Wanita, usia 67 tahun
• Nyeri lutut bilateral
• Faktor memperberat: pergerakan→rule out
rheumatoid arthritis
• BMI pasien 31,2 kg/m2→obesitas
• Krepitus dengan ROM terbatas bilateral
• Rontgen genu: penyempitan celah sendi
• $
23
• Fraktur Terbuka
• Laki-laki, usia 31 tahun
• Kecelakaan bermotor 1 jam yang lalu
• Deformitas pada daerah tungkai bawah
• Besar luka 7 cm x 9 cm
• Pulsasi distal masih teraba dengan CRT <2 s→tidak ada gangguan
vascular
• Perlu dilakukan flap untuk menutup luka
• Gambar kasus: fraktur terbuka
• Jawaban:
• D. Gustillo Anderson tipe IIIb
24
Seorang pekerja bangunan berusia 45 tahun datang dengan
keluhan nyeri dan susah menggerakkan lengan kanan
setelah terjatuh dengan posisi telapak tangan menumpu BB.
Fungsi neurovascular baik, pergerakkan terbatas, dan
terdapat dinner-fork deformity (+). Pemeriksaan radiologi
didapatkan fraktur distal radius kanan dengan angulasi ke
dorsal. Diagnosis yang tepat pada pasien tersebut adalah …
A. Fraktur Colles dekstra tertutup
B. Fraktur Monteggia dekstra tertutup
C. Fraktur Galeazzi dekstra tertutup
D. Fraktur Smith dekstra tertutup
E. Fraktur Greenstick
24. (A) Fraktur Colles dekstra tertutup
Pada kasus diketahui pasien mengeluh susah menggerakkan lengan kanan, pergerakkan
terbatas, dan terdapat dinner-fork deformity (+). Selain itu, didapatkan fraktur distal
radius kanan dengan angulasi ke dorsal pada pemeriksaan radiologi. Dengan begitu,
diagnosis yang tepat adalah fraktur Colles dekstra tertutup.

Fraktur Colles:
• Dinner-fork deformity.
• Fraktur distal os radius + dislokasi/angulasi segmen
fraktur ke arah dorsal/posterior.
• Terjadi akibat telapak tangan akibat menumpu BB ketika
terjatuh.
• Cedera nervus jarang terjadi.
(A) Fraktur Colles dekstra tertutup
Fraktur Monteggia:
• Fraktur proksimal os ulna + dislokasi sendi radioulnar proksimal.
• Klinis: sendi siku bengkak (+), deformitas (+), ROM terbatas pada supinasi dan pronasi.
• Caput os radius dapat dipalpasi.
• Cedera nervus sering terjadi (N. radialis).

Fraktur Galeazzi:
• Fraktur shaft distal os radius + dislokasi sendi radioulnar + dislokasi/angulasi segmen
fraktur ke arah dorsal/posterior.
• Klinis: nyeri pada wrist/midline forearm dan diperberat oleh penekanan pada distal os
ulna.
• Pada wrist dapat teraba tonjolan ujung distal os ulna.
• Terjadi akibat trauma langsung pada wrist.
(A) Fraktur Colles dekstra tertutup
Fraktur Smith:
• Garden-shaped deformity.
• Fraktur distal os radius + dislokasi/angulasi segmen fraktur ke arah
ventral/anterior.
• Terjadi akibat punggung tangan menumpu BB ketika terjatuh.

Fraktur Greenstick:
• Fraktur tidak lengkap yang terjadi pada salah satu sisi tulang panjang.
• Biasa terjadi pada anak-anak.
25.
Wanita usia 25 tahun mengeluh nyeri sendi pada kedua tangannya.
Pasien mengeluhkan kedua tangannya membengkak. Dari PF
ditemukan eritema dengan edema kedua tangan, nyeri tekan pada
MCP II dan III, serta kedua sendi tangannya. Pemeriksaan
penunjang yang tepat pada pasien tersebut adalah …
A. Foto manus
B. LED
C. Hitung jenis leukosit
D. Faktor rheumatoid
E. Tes ANA
25. (A) Foto manus
Pada kasus tersebut diketahui adanya keluhan tangan membengkak; edema kedua
tangan; nyeri tekan pada MCP II, III, serta kedua sendi tangannya. Keluhan pasien
terdapat pada region manus (tangan) yang terdiri dari os carpal 8 buah, os metacarpal
MCP I-V, dan os digiti phalanx I-V. Untuk itu, pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan
adalah foto manus.
26.
Laki-laki usia 33 tahun dibawa ke IGD karena kecelakaan lalu lintas.
Keadaan umum pasien composmentis, dan tanda vital dalam batas
normal. Terdapat luka di pelipis kepala, ukuran 2 x 1.5 cm, tampak
tepi luka tidak rata, ototnya terlihat, bengkak di sekitar luka. Jenis
luka pasien ini termasuk …
A. Vulnus ekskoriatum
B. Vulnus laseratum
C. Vulnus punctum
D. Vulnus insivum
E. Vulnus morsum
26. (B) Vulnus laseratum
Pasien mengeluhkan terdapat luka di pelipis kepala, ukuran 2 x 1.5 cm, tampak tepi luka
tidak rata, ototnya terlihat, dan bengkak di sekitar luka yaitu luka robek yang disebut
vulnus laseratum.

Pada vulnus ekskoriatum adalah luka lecet


vulnus punctum adalah luka tusuk
vulnus insivum/scissum adalah luka sayat, dan
vulnus morsum adalah luka gigitan binatang.

Jadi, jenis luka pasien adalah vulnus laseratum.


27.
Ny. Fika usia 30 tahun, mengalami syok setelah jatuh dari lantai
atas. Setelah dilakukan resusitasi dan PF diputuskan untuk operasi.
Saat operasi didapatkan rupture ginjal dengan putusnya arteri dan
vena renalis. Diagnosis pada pasien tersebut adalah …
A. Trauma ginjal grade I
B. Trauma ginjal grade II
C. Trauma ginjal grade III
D. Trauma ginjal grade IV
E. Trauma ginjal grade V
27. (D) Trauma ginjal grade IV
Pasien memiliki keluhan setelah terjatuh dari lantai atas serta didapatkan rupture ginjal
dengan putusnya arteri dan vena renalis. Dengan begitu, diagnosis pasien tersebut
adalah trauma ginjal grade IV dengan laserasi vaskular.
Grade Jenis Trauma Deskripsi
Grade I Kontusio Hematuri gross/mikroskopis,
Hematom pemeriksaan urin normal, subscapular,
tanpa perluasan, tanpa laserasi
parenkim.

Grade II Hematom Laserasi Hematom perineal sampai


retroperitoneum renal tanpa perluasan.
Kurang dari 1 cm parenkim pada korteks
renal tanpa ekstravasasi urin.

Grade III Laserasi Kurang dari 1 cm parenkim pada korteks


renal tanpa rupture sistem
kolektivus/ekstravasasi urin.
Grade IV Laserasi Vaskular Laserasi parenkim meluas ke korteks
renalis, medulla dan sistem kolektivus.
Cedera arteri renalis/vena dengan
perdarahan.

Grade V Laserasi Vaskular Ruptur ginjal total.


Avulsi hilus renalis dengan ginjal
devaskularisasi.
28.
Tn. Dito usia 75 tahun mengeluh sering BAK terutama pada malam
hari. Pasien sering merasa ingin buang air kecil dan sulit
menahannya. BAK sering tidak lampias, nyeri, dan urin terkadang
berwarna kemerahan. Pada pemeriksaan colok dubur ditemukan
pembesaran prostat asimetris, dengan permukaan berbenjol-
benjol dan konsistensi keras. Kemungkinan diagnosis pada pasien
ini adalah …
A. Hipertrofi prostat jinak
B. Adenokarsinoma prostat
C. Nefrolitiasis
D. Sistitis
E. Uretritis
28. (B) Adenokarsinoma prostat
Diketahui pada pasien laki-laki usia 75 tahun dengan keluhan sering BAK terutama malam
hari (nokturia), sering merasa kebelet (frekuensi), sulit menahan BAK (urgensi), BAK tidak
lampias (rest urin), BAK nyeri (disuria), dan urin terkadang berwarna kemerahan
(hematuria). Semua ini merupakan tanda-tanda obstruksi dan iritasi pada saluran kemih
(gejala LUTS). Pada PF RT ditemukan pembesaran prostat asimetris, permukaan
berbenjol-benjol dengan konsistensi keras yang merupakan tanda-tanda dari karsinoma
prostat. Pada karsinoma prostat biasanya disertai dengan pemeriksaan kadar PSA
(prostat spesifik antigen) yang meningkat >10. Pada hipertrofi prostat jinak ditandai
dengan gejala LUTS, tetapi pada PF RT ditemukan pool atas tidak teraba, sulcus mediana
menghilang dan prostat teraba kenyal dengan permukaan licin (tidak berbenjol-benjol).
Pada nefrolitiasis, sistitis, dan urethritis dijumpai gejala hematuria disertai CVA (+) dan
NT suprapubic. Dengan begitu, diagnosis yang tepat pada pasien tersebut adalah
adenokarsinoma prostat.
28. (B) Adenokarsinoma prostat
ADENOKARSINOMA PROSTAT

• Prevalensi: Pria, usia di atas 50 tahun


• Lokasi: 70-75% di zona perifer, 15-20% di zona transisi,
10% di zona sentral.
• MK: Asimtomatik, gejala obstruksi urinari
• PF: Rectal toucher = konsistensi keras,
permukaan berbenjol-benjol, asimetris
• PP: PSA >4 ng/mL
• Tx: Prostatektomi atau terapi radiasi,
• Grading: Gleason score
29.
Tn. Ilham usia 68 tahun datang dengan keluhan mengarah ke BPH.
Hal yang akan terlihat pada pemeriksaan BNO-IVP adalah …
A. Indentasi kranial buli-buli
B. Indentasi kaudal buli-buli
C. Psoas line tidak tampak jelas
D. Filling defect buli-buli
E. Bayangan ginjal menghilang
29. (B) Indentasi kaudal buli-buli
Pada kasus ini, pasien memiliki keluhan BPH, pemeriksaan penunjang yang dapat
dilakukan, yaitu dengan BNO-IVP, dan akan tampak gambaran fish hook appereance,
ureter berbentuk huruf U, indentasi kaudal buli-buli, dan trabekulasi atau divertikulasi.
Untuk itu, jawabannya adalah indentasi kaudal buli-buli.
29. (B) Indentasi kaudal buli-buli
BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH)

• Proliferasi sel stroma dan epitel pada zona transisi  kompresi uretra  obstruksi
• Etio: dihidrotestosteron (hormonal effect)
• FR: sindrom metabolik, obesitas, usia
• MK: gejala LUTS: storage (frekuensi, nokturia, urgensi); voiding (hesitensi, prolong
mikturisi)
• PF: DRE = ukuran, bentuk, konsistensi lunak
• PP: Urinalisis, PSA, USG, Sistoskopi
• Tx: Observasi, Alpha blocker, 5-alpha reductase inhibitor, antimuskarinik, pembedahan
(TURP, HOLEP)
• DD/ Ca prostat, Ca vesica, Cauda equina, Prostatitis, batu saluran kemih
30.
An. Malik usia 8 tahun dibawa oleh ibunya dengan keluhan ujung
penis yang membesar. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik
didapatkan ujung preputium berbentuk cincin dan unretractable
preputium. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah …
A. Fimosis
B. Parafimosis
C. Hipospadia
D. Epispadia
E. Ulkus mole
30. (A) Fimosis
Pasien ini mempunyai keluhan ujung penis yang membesar. Setelah dilakukan
pemeriksaan fisik didapatkan ujung preputium berbentuk cincin dan unretractable
preputium, yang merupakan tanda dari fimosis.

Pada parafimosis, keadaan preputium tidak dapat ditarik kembali dan terjepit di sulkus
koronarius dan merupakan keadaan gawat darurat.
31.
Tn. Rami usia 29 tahun datang ke UGD setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai
sepeda kayuh. Pasien terjatuh ke arah kanan dengan posisi bahu kanan menyentuh tanah
terlebih dahulu. Nyeri dirasakan di area bahu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan GCS
15, TD 120/70 mmHg, N 110 kali/menit, RR 22 kali/menit, T 37.5°C, SpO2 99%.
Pemeriksaan fisik klavikula kanan tampak hiperemis, edema, dan nyeri tekan, tenting (-),
nadi distal teraba kuat, defisit motorik/sensorik tidak ada. Hasil rontgen tampak fraktur
nondisplaced pada sepertiga tengah tulang klavikula. Rencana tatalaksana yang tepat
pada pasien tersebut adalah …
A. Reduksi terbuka
B. Reduksi tertutup
C. Mobilisasi segera
D. Figure of eight
E. Arm sling
31. (D) Figure of eight
Diketahui pasien terjatuh dari sepeda kayuh ke arah kanan dengan posisi bahu kanan
menyentuh tanah terlebih dahulu. Terdapat nyeri di daerah bahu. Pada pemeriksaan fisik
klavikula kanan tampak hiperemis, edema, dan nyeri tekan, tenting (-), nadi distal teraba
kuat, defisit motorik/sensorik tidak ada. Hasil rontgen tampak fraktur nondisplaced pada
sepertiga tengah tulang klavikula. Diagnosis yang sesuai dengan kondisi pasien adalah
Fraktur Clavicula.

Fraktur Clavicula terjadi akibat mekanisme trauma berupa jatuh pada bahu atau pukulan
langsung ke klavikula dengan gejala klinis edema, nyeri tekan, deformitas. Untuk
tatalaksana, tergantung dari gambaran fraktur dari pemeriksaan radiologi. Bila fraktur
undisplaced, dilakukan figure of eight. Bila fraktur displaced, dilakukan arm sling. Bila
distal, open, cedera neovaskular, dilakukan ORIF. Dengan begitu, tatalaksana yang dapat
dilakukan pada pasien ini adalah figure of eight.
32.
Ny. Maria usia 45 tahun datang ke poli mengeluhkan adanya kaku dan nyeri
pada persendian tangan dan pergelangan tangan sejak dua bulan yang lalu.
Keluhan muncul paling berat saat pagi hari, kurang lebih satu jam setelah
bangun tidur kemudian keluhan membaik. Keluhan disertai rasa lelah dan
penurunan berat badan. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70 mmHg,
N 80 kali/menit, RR 18 kali/menit, T 36.5°C. Pemeriksaan fisik didapatkan
edema pada MTP dan PIP bilateral, serta fleksi dari sendi interphalangeal
proksimal dan hiperekstensi dari sendi interphalangeal distal. Apakah nama
kelainan deformitas tersebut?
A. Swan neck
B. Boutonniere
C. Deviasi ulnar
D. Mallet finger
E. Bouchard
32. (B) Boutonniere
Rheumatoid Arthritis (OA) merupakan peradangan
pada persendian akibat autoimun secara simetris
dengan gejala klinis berupa bengkak dan nyeri
sendi bilateral, kekakuan pada sendi di pagi hari
>1 jam, sering pada PIP, MTP, dan MCP, serta
deformitas (deviasi ulnar, swan neck, boutonniere,
mallet finger). Swan neck merupakan
hiperekstensi sendi interphalangeal proksimal dan
fleksi sendi interphalangeal distal pada RA. Mallet
finger merupakan fleksi sendi interphalangeal
distal pada RA. Bouchard merupakan nodul pada
tulang di sendi interphalangeal proksimal pada
OA.
33.
Seorang anak laki-laki usia 3 tahun, memiliki keluhan nyeri serta
adanya benjolan di lipatan paha dan skrotum. Pemeriksaan fisik
ditemukan adanya massa berbentuk tali yang nyeri saat palpasi di
inguinal dan tidak ditemukan adanya testis pada skrotum kanan.
Diagnosis pasien tersebut adalah …
A. Orkhitis
B. Torsio testis
C. Undesensus testis
D. Varikokel
E. Hidrokel
33. (C) Undesensus testis
Pada kasus diketahui anak laki-laki berusia 3 tahun dengan keluhan nyeri serta benjolan
di lipatan paha dan skrotum. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya massa berbentuk tali
yang nyeri saat palpasi di inguinal dan tidak ditemukan adanya testis pada skrotum
kanan. Berdasarkan hal tersebut, diagnosis pasien ini adalah undesensus testis, yaitu
tidak turunnya testis pada anak laki-laki.
33. (C) Undesensus testis
UNDESCENDED TESTIS (UDT) / CRYPTORCHIDISM

• Prevalensi: 1/3 anak laki-laki prematur memiliki UDT, unilateral


• Klasifikasi (1) kongenital dan acquired, (2) palpable dan non-palpable, (3) unilateral
atau bilateral.
• Penurunan testis: Fase I (transabdominal = UK 8-15 minggu), Fase II (Inguinoscrotal =
UK 25-35 minggu)
• Etio: Unknown
• FR: IUGR, prematur, asfiksia perinatal, SC, toxemia
• PF: palpasi (posisi supinasi dan berdiri; pada ruang dan tangan yang hangat)
• PP: USG, CT scan, MRI
• Tx: Hormonal (GnRH, hCG) dan/atau pembedahan (Orchiopexy), bila usia >10 tahun
34 An. Madrod, 6 tahun, dibawa orang tuanya berobat
karena tidak bisa BAK menurut ibu pasien saluran
kencingnya tertutup, pasien diketahui 1 bulan yang lalu
baru saja di sunat di dukun, pasien merasa semakin hari
lubang kencingnya semakin mengecil sampai akhirnya tida
bisa BAK, keluarga pasien merupakan orang pedalaman,
pada pemeriksaan fisik tampak preputium tidak bisa di
Tarik ke atas dan lubang kencing tertutup. Komplikasi Apa
yang bisa Terjadi

A.Nekrosis
B.Balanitis
C.Epididimitis
D.uretritis
E.Nefritis
KELAINAN
PENIS
Urin Tidak bisa
PARAFIM FIMOSIS keluar/Menggelem
bung
OSIS PreputiumTidak bisa di
Preputium Tidak bisa di
Tarik/Gulung
kembalikan lagi
Menjepit Nekrosis

KOMPLIKASI
• Balanitis(infeksi Glen
penis)
DORSUMSISI
Tx: • Postitis (Infeksi Kel

CITO SIRKUMSISI
Tx: prostat)

Elektif
35.An Lawak, 4 tahun, dibawa berobat oleh ibunya
karena nyeri perut sisi kiri disertai mual dan muntah.
Keluhan nyeri perut sudah dirasakan sejak 3 bulan
yang lalu, berulang kali berobat namun tidak ada
perbaikan. Pada pemeriksaan di lumbal sinistra.
Urinalisis ditemukan silinder eritrosit. Hasil CT
scan menunjukkan massa berukuran 13 cm,
homogen , berbatas tegas pada ginjal kiri.
Diagnosis yang sesuai ?
A. Nefroblastoma
B. Neuroblastoma
C. Penyakit ginjal polikistik
D. GNAPS
E. Horseshoe kidney
KELAINAN DI
GINJAL N-H-P

NEFROBLASTO HORSE KIDNEY POLIS KISTIK


MA/WILLMS (TAPAL KUDA) RENAL
Nyeri Perut Penyatuan Ginjal Kista
Hematuria Kongenital Banyak/Multiple
Masa di ginjal (Batas
Riwayat Keluarga
Tegas)
serupa

Sering Pada ANAK


36
37
38
39
40