Anda di halaman 1dari 25

KONSEP BERPIKIR KRITIS

DALAM KEPERAWATAN
Ance M. Siallagan, S.Kep., Ns, M.Kep
Berpikir kritis
 proses kognitif atau mental yang mencakup
penilaian dan analisa rasional terhadap
semua informasi dan ide yang ada serta
merumuskan kesimpulan dan keputusan
(Suddarth dan Brunner, 2013).
Karakteristik Berpikir Kritis
 Konseptualisasi
 Rasional
 Reflektif
 Bagian dari suatu sikap
 Kemandirian berpikir
 Berpikir adil dan terbuka
 Pengambilan keputusan berdasarkan

keyakinan.
Berfikir kritis pada proses
keperawatan
1. Pengkajian Keperawatan
2. Diagnosis Keperawatan
3. Intervensi/ Perencanaan keperawatan
4. Iimplementasi/ Pelaksanaan Keperawatan
5. Evaluasi Keperawatan
Berfikir kritis pada Pengkajian
 Mengetahui tujuan/ maksud dari
pengumpulan data,
 apa yang akan dilakukannya,
 manfaat yang didapat dari data

tersebut,
 alat yang dibutuhkan untuk melakukan

pengumpulan data,
 hal yang harus diperhatikan dalam

wawancara,
Berfikir kritis pada Pengkajian
 Tehnik yang digunakan pada saat
wawancara dan dalam fase apa yang sedang
dijalani .
 Harus disesuaikan pengelompokan data

yang ada dengan data fisiologis / biologis,


psikologis, sosial dan spiritual
 Validasi pemeriksaan penunjang
 Pendokumentasian data
Berfikir kritis pada Penentuan
diagnosis
1. Analisis data.
2. Identifikasi masalah klien
3. Membuat pernyataan diagnosis keperawatan
4. Memprioritaskan diagnosis keperawatan
5. Mendokumentasikan diagnosis keperawatan.
Berfikir kritis pada Perencanaan
1. Perencanaan dibuat sesuai dengan prioritas
diagnosis keperawatan
2. Mengidentifikasi intervensi yang
interdependen
3. Membuat rasional tindakan
4. Mendokumentasikan intervensi
Berfikir kritis pada Pelaksanaan
 Mengkaji ulang
 Menentukan kebutuhan bantuan.
 Melaksanakan tindakan keperawatan.
 Mendokumentasikan tindakan keperawatan.
Berfikir kritis pada Evaluasi
 Mengidentifikasi kriteria hasil
 Mengumpulkan data yang berkaitan dengan

pencapaian kriteria hasil.


 Membandingkan data pasien dengan kriteria

hasil dan menggambarkan kesimpulan


tentang masalah pasien.
 Mengulang dan memodifikasi perencanaan.
 Mendokumentasikan catatan perkembangan.
Clinical reasoning 
 Clinical reasoning (penalaran klinis)
merupakan sebuah kemampuan yang harus
dimiliki oleh mahasiswa keperawatan dan
perawat pemula dalam mengaplikasikan
berbagai teori dan kemampuan klinis pada
skenario atau kasus pasien yang dihadapi,
untuk kemudian menentukan diagnosis yang
tepat dan memberikan asuhan keperawatan .
clinical judgement
 Analisis, evaluasi, atau prediksi klinis dari
tanda dan gejala yang muncul pada individu
dengan penyakit, gangguan, disfungsi, atau
gangguan. Termasuk menilai kesesuaian
perawatan tertentu dan derajat atau
kemungkinan pemulihan klinis.
Langkah-langkah penyelesaian
masalah keperawatan
 Mengetahui hakekat dari masalah dengan
mendefinisikan masalah yang dihadapi.
 Mengumpulkan fakta-fakta dan data yang

relevan.
 Mengolah fakta dan data.
 Menentukan beberapa alternatif

pemecahan masalah.
 Memilih cara pemecahan dari alternatif yang

dipilih.
 Membuat keputusan
Berpikir kritis
Berpikir kritis digunakan perawat untuk
beberapa argumen :
1. Mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi.
2. Penerapan profesionalisme.
3. Pengetahuan tehnis dan keterampilan tehnis
dalam argumen asuhan keperawatan.
4. Berpikir kritis merupakan jaminan yang
terbaik bagi perawat dalam menuju
keberhasilan dalam berbagai aktifitas.
“The Six Rs” Costa and Colleagues
(1985)
1. Remembering (Mengingat)
2. Repeating (Mengulang)
3. Reasoning (Memberi Alasan/rasional)
4. Reorganizing (Reorganisasi)
5. Relating (Berhubungan)
6. Reflecting (Memantulkan/merenungkan)
THINK
 Total Recall :mengingat fakta (nilai lab, hasil pemsik
normal, dll)
 Habits :pendekatan berpikir (apnea CPR,
anemia berat transfusi)
 Inquiry: latihan mempelajari suatu masalah (perawat
mencari tahu jika pasien insomnia stres?
Nyeri?)
 New Idea: kreativitas (menerapkan EBP, aromaterapi
↓nyeri )
 Knowing: proses mengetahui (vital sign normal, tidak
ada riwayat genetik, tidak stres, tetapi klien mengalami
hipertensi?WHY? )
Seorang laki-laki berusia 23 tahun tiba di
poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sakit
perut sebelah kanan, dialami sejak dua hari
yang lalu. Ners melakukan pengkajian abdomen:
diperoleh hasil nyeri tekan dan nyeri lepas pada
regio iliaca dekstra, skala nyeri sedang (nilai 6
dengan VAS). Pasien focus pada diri sendiri,
melindungi area perut yang sakit, gelisah dan
berkeringat. Tanda vital: TD 140/90 mmHg,
Nadi 98 x/m, RR 24 x/m dan T 36,50C. Pasien
direncanakan operasi apendiktomi besok. Pasien
mengatakan takut dioperasi karena belum
pernah, gemetar, insomnia, blocking dalam
pembicaraan dan sulit berkonsentrasi.
pengumpulan data
Seorang laki-laki berusia 23 tahun tiba di poliklinik
penyakit dalam dengan keluhan sakit perut sebelah
kanan, dialami sejak dua hari yang lalu. Ners
melakukan pengkajian abdomen: diperoleh hasil
nyeri tekan dan nyeri lepas pada regio iliaca dekstra,
skala nyeri sedang (nilai 6 dengan VAS). Pasien focus
pada diri sendiri, melindungi area perut yang sakit,
gelisah dan berkeringat. Tanda vital: TD 140/90
mmHg, Nadi 98 x/m, RR 24 x/m dan T 36,50C.
Pasien direncanakan operasi apendiktomi besok.
Pasien mengatakan takut dioperasi karena belum
pernah, gemetar, insomnia, blocking dalam
pembicaraan dan sulit berkonsentrasi.
pengelompokan data
Data subjektif Data Objektif
1. nyeri tekan dan nyeri lepas
1. sakit perut sebelah kanan, pada regio iliaca dekstra, skala
dialami sejak dua hari nyeri sedang (nilai 6 dengan
yang lalu VAS).
2. takut dioperasi karena 2. focus pada diri sendiri,
belum pernah 3. melindungi area perut yang
sakit,
4. gelisah
5. berkeringat.
6. Tanda vital: TD 140/90 mmHg,
Nadi 98 x/m, RR 24 x/m dan T
36,50C.
7. gemetar
8. insomnia
9. blocking dalam pembicaraan
10. sulit berkonsentrasi
Analisis data
Data (Symptom/ Batasan Etiologi (Faktor yang Masalah (Problem)
karakteristik) berhubungan)

DS: pasien mengeluh sakit agen cedera biologis Nyeri akut


perut sebelah kanan, dialami
sejak dua hari yang lalu
DO:
1. nyeri tekan dan nyeri
lepas pada regio iliaca
dekstra, skala nyeri
sedang (nilai 6 dengan
VAS).
2. focus pada diri sendiri,
3. melindungi area perut
yang sakit,
4. gelisah
5. berkeringat
6. peningkatan tekanan
darah
7. peningkatan frekuensi
diagnosa keperawatan
 (masalah) berhubungan dengan (etiologi/ faktor yg
berhubungan) ditandai dengan (Data/ symptom/ batasan
karakteristik)
 contoh:
Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis
ditandai dengan pasien mengeluh sakit perut sebelah kanan,
dialami sejak dua hari yang lalu, nyeri tekan dan nyeri lepas
pada regio iliaca dekstra, skala nyeri sedang (nilai 6 dengan
VAS), focus pada diri sendiri, melindungi area perut yang
sakit, gelisah, berkeringat, peningkatan tekanan darah,
peningkatan frekuensi pernafasan dan gemetar
Prioritas masalah
 insomnia 1. Nyeri akut
 nyeri akut 2. Kecemasan
 ketakutan 3. Insomnia
 kecemasan 4. Ketakutan
5. Koping individu
 koping individu
inefektif
inefektif

beberapa masalah sesuai


PRIORITAS
kasus
Intervensi Keperawatan
Diagnosa keperawatan Tujuan dan Kriteria Intervensi
Hasil sesuai NOC keperawatan sesuai
NIC
Nyeri akut NOC: Tingkat Nyeri NIC: Manajemen Nyeri
berhubungan dengan Setelah dilakukan 1. kaji tingkat nyeri
agen cedera biologis tindakan keperawatan dan tanda-
ditandai dengan dalam 1x24 jam, tandanya seperti
pasien mengeluh sakit diharapkan nyeri yang gelisah, ekspresi
perut sebelah kanan, dirasakan pasien wajah dan
dialami sejak dua hari berkurang, dengan berkeringat
yang lalu, nyeri tekan kriteria hasil: 2. Latih pasien teknik
dan nyeri lepas pada 1. TD 110-120/80-90 relaksasi nafas
regio iliaca dekstra, mmHg dalam (Breath
skala nyeri sedang 2. RR 16-20 x/menit relaxation
(nilai 6 dengan VAS), 3. kooperatif, tenang techniques, Widodo
Implementasi dan Evaluasi
Keperawatan
Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi keperawatan
keperawatan
Nyeri akut 1. mengkaji tingkat Subjektif: pasien
berhubungan dengan nyeri dan tanda- mengatakan nyeri
agen cedera biologis tandanya seperti berkurang
ditandai dengan gelisah, ekspresi
pasien mengeluh sakit wajah dan Objektif: ekspresi
perut sebelah kanan, berkeringat wajah tenang, skala
dialami sejak dua hari 2. Melatih pasien nyeri ringan, tidak
yang lalu, nyeri tekan mengurangi berkeringat,
dan nyeri lepas pada intensitas nyeri kooperatif, ttv normal.
regio iliaca dekstra, dengan teknik
skala nyeri sedang relaksasi nafas Assessment:
(nilai 6 dengan VAS), dalam Masalah nyeri akut
focus pada diri sendiri, 3. Mengajarkan klien sudah teratasi
Semoga bermanfaat