Anda di halaman 1dari 10

“DASAR RANCANGAN TES

PRESTASI DAN RANCANGAN


TES PRESTASI”

Kelompok 2:
Lilis Suryani
Milatul Hanifah
Riati Ningsih
Dasar Rancangan Tes Prestasi
1. Langkah-langkah Standar dalam Konstruksi Tes Prestasi
Langkah-langkah dasar dalam konstruksi skala psikologi menurut Azwar (2013) memberikan
gambaran alur kerja umum mengenai prosedur yang biasanya dilakukan oleh para penyusun skala.
Alur kerja umum ini tentu saja tidak selalu dapat dan tidak perlu untuk diikuti secara ketat
disebabkan model dan format skala yang dibuat banyak ragamnya dan oleh karena itu dalam
pelaksanaannya menuntut keluwesan dari pihak perancang dan penyusun skala. Adapun langkah-
langkah tes prestasi sebagai berikut:
a. Identifikasi Tujuan Ukur Awal kerja penyusunan suatu skala psikologi
b. Pembatasan Domain Ukur Pembatasan kawasan (domain) ukur
c. Operasionalisasi Konsep Sekalipun dimensi keperilakuan
d. Kisi-kisi (Blue-print) dan Spesifikasi Skala Himpunan indikator-indikator keperilakuan
e. Penskalaan Berbeda dari prosedur penyusunan tes kemampuan kognitif
f. Penulisan Aitem Penulisan aitem harus selalu memperhatikan kaidah- kaidah penulisan
yang sudah ditentukan.
g. Uji Coba Bahasa Ketentuan meloloskan aitem dalam tahap evaluasi kualitatif
h. Dst.
2. Domain Pendidikan Menurut Bloom 3. Tingkatan Kognitif Domain
Menurut Azwar (2016) acuan yang dapat Bloom
dipergunakan sebagai model dalam menentukan 1. (Pengetahuan/Knowledge)
tingkat kompetensi atem-aitem tes prestasi, 2. (Pemahaman/Comprehensio)
antara lain adalah taksonomi tujuan 3. (Penerapan/Application)
pendidikan. Taksonomi tujuan pendidikan 4. (Analisis/Analysis)
yang sangat populer adalah yang dirumuskan 5. (Sintesis/Synthesis)
oleh Benjamin S. Bloom dkk.(Bloom, 1969). 6. (Evaluasi/Evaluation)
Taksonomi mencakup sistem klasifikasi
tujuan pendidikan yang terbagi kedalam tiga
kawasan perilaku yaitu kawasan afektif,
kawasan kognitif, dan kawasan psikomotor.
tujuan pendidikan menurut Bloom:
1. Ranah Kognitif
2. Ranah Afektif
3. Ranah Psikomotor
4. Tipe- tipe Aitem dalam Tes Prestasi
Tes Prestasi Belajar harus berisi aitem-aitem dengan tipe yg paling cocok utk
mengukur hasil belajar yg diharapkan. Jenis aitem tes prestasi belajar:
(Gronlund, 1977)
1. Supply-type.
 Essay-extended response
 Essay-restricted response
 Short answer (isian singkat)
 Completion (isilah titik-titik)

2. Selection-type
 True-false (Benar-Salah)
 Matching (Menjodohkan)
 Multiple-choice (Pilihan Ganda)
Rancangan Tes Prestasi
1. Bentuk-bentuk Tes Prestasi
Ada dua jenis tes yakni tes uraian dan tes objektif. Tes uraian terdiri dari
uraian bebas, uraian terbatas, dan uraian berstruktur. Sedangkan tes objektif
terdiri dari beberapa bentuk, yakni bentuk pilihan benar-salah, pilihan
berganda, menjodohkan, isian pendek dan melengkapi.

a. Tes uraian
• Kelebihan
• Kekurangan

b. Tes objektif
• Bentuk soal jawaban singkat (kelebihan dan kekurangan)
• Bentuk soal benar salah (kelebihan dan kekurangan)
• Bentuk soal menjodohkan (kelebihan dan kekurangan)
• Bentuk soal pilihan ganda (kelebihan dan kekurangan)
2. Penyusunan Blueprint pada Konstruksi Tes Prestasi

Penyusunan blue print bertujuan untuk merumuskan setepat mungkin ruang lingkup materi yang akan
diujikan. Blue print juga menunjukkan penyebaran aitem-aitem dalam soal

A. Konsep Belajar
Pandangan seseorang guru terhadap pengertian belajar akan mempengaruhi tindakannya dalam
membimbing siswa untuk belajar. Berbicara pengertian belajar telah banyak konsep yang
dirumuskan oleh para ahli yang berhubungan denga teori belajar.
Teori belajar behaviorisme (tingkah laku) menyatakan bahwa belajar adalah proses perubahan
tingkah laku. Seseorang telah dianggap telah belajar sesuatu bila ia mampu menunjukkan
tingkah laku. Menurut teori ini, yang terpenting adalah masukan/input yang berupa masukan dan
keluaran/output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon itu
dianggap tak penting diperhatikan sebab tidak bisa di amati. Selanjutnya, teori belajar
kognitivisme menyatakan bahwa belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman (Uno, dkk.,
2008: 56 & 59). Untuk teori belajar constructivisme dan teori belajar modern tidak diraikan dalam
tulisan demi menghindari kebingunan dalam penafsiran pembaca.
LANJUTAN
B. Konsep Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar
dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan
yang positif yang kemudian disebut dengan proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah
perolehan suatu hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil
belajar kelas. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan
tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan proses evaluasi hasil belajar,
sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar
(Dimyati dan Mudjiono, 2009: 3).
3. Cara Membuat Aitem Sesuai Bentuk Tes Yang Ditetapkan Dan Blueprint Yang Telah Disusun
Pada Konstruksi Tes Prestasi

Langkah – langkah dasar dalam konstruksi skala psikologi memberikan gambaran alur kerja umum
mengenai prosedur yang biasanya dilakukan oleh para penyusun skala.

Menurut Gable (1986), diperlukan beberapa langkah sebagai berikut: (1) mengembangkan
definisi konseptual; (2) mengembangkan definisi operasional; (3) memilih teknik pemberian
skala; (4) melakukan review justifikasi butir, yang berkaitan dengan teknik pemberian skala
yang telah ditetapkan di atas; (5) memilih format respons atau ukuran sampel; (6) penyusunan
petunjuk untuk respons; (7) menyiapkan draft instrumen, (8) menyiapkan instrumen akhir; (9)
pengumpulan data uji coba awal; (10) analisis data uji coba dengan menggunakan teknikanalisis
faktor, analisis butir dan reliabilitas; (11) revisi instrumen; (12) melakukan uji coba final; (13)
menghasilkan instrumen; (14) melakukan analisis validitas dan reliabilitas tambahan; dan (15)
menyiapkan manual instrumen.
Menurut Suryabrata (2000) mendeskripsikan langkah ‐langkah pengembangan alat ukur
skala psikologi, yaitu sebagai berikut: (1) pengembangan spesifikasi alat ukur; (2) penulisan
pernyataan atau pertanyaan; (3) penelaahan pernyataan atau pertanyaan; (4) perakitan instrumen
(untuk keperluan uji coba); (5) uji coba; (6) analisis hasil uji coba; (7) seleksi dan perakitan butir
pernyataan; (8) administrasi instrumen (bentuk akhir); dan (9) penyusunan skala dan norma.
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Saifudin. (2016). Konstruksi Tes Kemampuan Kognitif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dr. H. Rahmat Raharjo, M.Ag, Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Pengembangan Kurikulum dan
Pembelajaran, (Yogyakarta : Magnum Pustaka, 2010), hal. 60.

Dr. Nana Sudjana & Dr. Ibrahim, M.A, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Cet. 5, (Bandung : Sinar Baru
Algensindo, 2009), hal. 261.

Magdalena, Ina. Dkk. (2020). Tiga Ranah Taksonomi Bloom Dalam Pendidikan.

Jurnal Edukasi dan Sains. Volume 2, Nomor 1, Hal. 132-139.


THANKS!