Anda di halaman 1dari 67

Efek Penurunan Berat Badan

dengan Akupunktur pada PCOS


dr. Alvita Ratnasari
dr. Rahmania Kannesia Dahuri

September 2021

Pembimbing : dr. R. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp.AK


PENDAHULUAN
• Sindrom ovarium polikistik (PCOS)  gangguan
endokrin dan metabolisme yang terjadi pada
wanita di masa pubertas dan usia produksi dan
biasanya menyebabkan infertilitas.
• Untuk mendiagnosa PCOS terdapat 2 dari 3
kriteria berikut ( kriteria roterdam ) yaitu :
1. Oligo-ovulasi atau anovulasi
2. Bukti klinis dan atau laboratorium
hiperandrogenisme
3. Lebih dari 12 folikel dengan diameter 2-9 mm
dalam ovarium, baik secara unilateral atau
bilateral dan/atau volume ovarium >10 ML
seperti yang ditunjukkan grafik ultrasound.
Epidemiologi
4 – 9 % populasi wanita usia
reproduktif
Yunani: 6,77 %
Amerika: 4,7 %
Afro-Amerika: 3,4 %
Indonesia: 8-10 %
80 % wanita infertil e.c.
gangguan ovulasi

Kurniawati Yovi et all. The Effect of Holistic Programs on Cortisol


Serum Levels in PCOS.Indonesian Journal of Medicine (2019), 4(4):
376-382
ETIOLOGI
• Idiopatik
• Faktor genetik terutama pada autosomal dominan diduga kuat
memegang peranan penting
• Pasien yang terdiagnosa PCOS  prevalensi saudara perempuan
dengan PCOS sebesar 32-66% dan prevalensi ibu dari pasien PCOS
yang terdiagnosa PCOS sebesar 24-52%
• Bad lifestyle  Obesitas

Fritz, Marc A, Leon Speroff. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. 8th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer
Health/Lippincott Williams & Wilkins, 2011.
Patogenesis PCOS secara EBM
• PCOS terjadi akibat insulin resistensi  meningkatkan ovarium
kepada LH  mengganggu regulasi intra ovarium  meningkatkan
sekresi ACTH  hipersekresi androgen (Functional adrenal
hyperandrogenism)
• Selain itu PCOS juga terjadi akibat genetik dimana adanya kelainan sel
theca intrinsik yang mengakibatkan hiperaktif steroidogenik yang
mengakibatkan hipersekresi androgen (Functional Ovarian
Hyperandrogenism)
• Kelebihan androgen menyebabkan peningkatan folikel primodial dan
luteinisasi dini sehingga terbentuknya oligo-anovulation.
Patogenesis PCOS secara EBM
Patogenesis PCOS secara EBM
Patogenesis PCOS secara EBM
Sel teka aktif Internal folikel
Patogenesis & LH  produksi
androgen
dominan
androgen
Patofisiologi

Atresia
Kista-kista
folikel

Penghentian Folikel
Insulin pertumbuhan
sel granulosa imatur

Ovarium + penebalan
polikistik stroma

9
(Sex Hormone
Binding
Globulin)

10
PCOS

Androgen yang berlebihan dengan manifestasi klinis atau biokimia, oligo-ovulasi


atau anovulasi, dan gambaran ovarium polikistik pada USG

Peningkatan frekuensi denyut gonadotropin-releasing hormone (GnRH) telah


diamati pada pasien dengan PCOS. Kelainan neuroendokrin ini menyebabkan
hipersekresi hormon luteinizing (LH) dibandingkan dengan hormon perangsang
folikel (FSH), sehingga meningkatkan rasio LH/FSH yang bersirkulasi.
Kadar LH yang tinggi dapat mengganggu pertumbuhan folikel
normal dan dapat menyebabkan luteinisasi dini sel granulosa,
sehingga mengganggu perkembangan folikel normal.

Selain itu, stimulasi LH yang berlebihan meningkatkan


hipersekresi androgen dalam sel teka, yang selanjutnya
mengganggu pematangan folikel.
Gejala Pada PCOS
Sulit hamil atau mempertahankan kehamilan

Siklus haid tidak teratur, memanjang atau tidak ada

Jerawat wajah, dada, punggung atas

Rambut tubuh/ Hirsutisme 70%

Rontok rambut atau kebotakan

USG : cystic ovaries


Gejala Pada PCOS
Warna
kulit gelap
di lipatan
Skin tags/
Berat Depresi leher,
tonjolan
badan atau bagian
daging
berlebih kecemasan bawah
jinak
payudara,
lipatan
paha
Terapi PCOS

Farmakoterapi
• Antiandrogen
• Antiestrogen efek level
• Gonadotropin

Life style adjustment


• Kurangi berat badan 5-10%
• Diet
• Olahraga
• Akupunktur
Pengaruh Obesitas Terhadap PCOS
Kebanyakan Wanita dengan PCOS 38-88% dalam
keadaan overweight atau obesitas dan obesitas
sentral, dibandingkan dengan wanita tanpa PCOS

Penurunan berat badan (sekitar 5-10%) kebanyakan


menghasilkan makna klinis perbaikan dalam
reproduksi, hiperandrogenik, dan metabolisme PCOS
Obesitas, terutama obesitas sentral, memperburuk presentasi klinis dan
biokimia dari sindrom, `hiperandrogenisme, gangguan reproduksi, diabetes
dan penyakit kardiovaskular penyakit.

Manajemen berat badan direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama


untuk PCOS untuk memperbaiki gangguan hormonal dan komplikasi
metabolisme.

Intervensi gaya hidup dan penurunan berat badan juga direkomendasikan


sebelum dimulai pengobatan infertilitas sehingga menyebabkan tingkat ovulasi
yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan dengan pil kontrasepsi.
Resistensi insulin dan distribusi lemak
diperkembangan PCOS
Penyebab terjadinya resistensi insulin disebabkan oleh
testosteron dan pengulangan nomor CAG dalam reseptor
androgen yang berkontribusi terhadap resistensi insulin.
Dalam satu penelitian di PCOS, terdapat demonstrasi
adanya defek pasca-reseptor khusus untuk
phosphatidylinositolJalur 3-kinase (PI3-kinase).
Jalur ini bertanggung jawab untuk memediasi efek
metabolik insulin (termasuk pembuangan glukosa ke otot
rangka).
Hiperinsulinemia dan pengaruhnya dengan PCOS
Kompensasi hyperinsulinemia pada PCOS memiliki efek pada jaringan perifer,
termasuk efek co-gonadotrophic dalam sel teka ovarium (ditandai dengan
sinergisme) dengan luteinising hormone [LH] melalui aktivasi CYP17[P450c17α],
enzim kunci dalam biosintesis androgen dalam ovarium).

Efek lain dari insulin di PCOS yang kemungkinan berkontribusi terhadap


pengembangan hiperandrogenemia dalam kondisi ini termasuk
peningkatanAmplitudo pulse LH di jaringan hipofisis dan stimulasi aktivitas adrenal
P450c17

Selanjutnya, insulin juga dapat menekan produksi hormon seks-mengikat globulin


(SHBG) di dalam hati  meningkatkan androgenisitas melalui peningkatan kadar
freetestosteron (tersedia secara biologis).
Penambahan berat badan dan obesitas memperburuk resistensi
dan fitur insulin dari sindrom metabolik.
Berat badan dan obesitas diwanita dengan PCOS juga
menyebabkan buruknya resistensi insulin dan disfungsi
metabolik.

Mengenai patogenesis resistensi insulin yang melekat pada


PCOS, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan peran
kelebihan lemak visceral sebagai kontributor, mengingat efek
yang diketahui lemak visceral pada disfungsi metabolik melalui
adipokine dan pelepasan asam lemak.

lemak visceral  kontributor menuju resistensi insulin.


Manfaat penurunan berat badan pada Wanita obesitas dengan
PCOS diperoleh melalui:
- Peningkatan sensitivitas dan kadar insulin serum
- Meningkatkan metabolisme tubuh
- Meningkatkan fungsi reproduksi ( pemulihan ovulasi, siklus
menstruasi, dan kesuburan)
- Perbaikan kondisi hiperandrogen.
?
Peran Akupunktur Pada Penurunan
Berat Badan
AKUPUNKTUR

Akupunktur berasal dari kata Accu dan Puncture

Accu  Jarum

Puncture  Penusukan

Suatu modalitas terapi dengan penusukan jarum pada titik-titik akupunktur

Mengobati kondisi kesehatan tertentu

Prinsip secara evidence based medicine ( EBM )


Mekanisme Kerja akupunktur pada
Penurunan Berat Badan

Menurunkan kolesterol & kadar trigliserid  Meningkatkan ekspresi dari gen metabolism
lipid yang diaktifkan oleh peoksisom proliferator reseptor gama

Jaringan adiposa  mengeluarkan adipokin, TNF alfa dan IL6 ( memperburuk intoleransi
glukosa )  menurunkan sekresi adiponectin  Menurunkan HBA1C, memperbaiki
resistensi insulin dengan menurunkan kadar sitokin proinflamasi TNF alfa

Menurunkan kadar leptin ( bekerja pada hipotalamus, menekan nafsu makan dan sintesis
lemak dan meningkatkan konsumsi energi ).
Mekanisme Kerja akupunktur pada Proses
Penurunan Berat Badan
Penurunan adiponectin  sindrom metabolik karena adiponectin
untuk memodulasi regulasi glukosa dan oksidasi asam lemak  rasio
leptin adiponectin yang mengalami penurunakn  meningkatkan
perbaikan resistensi leptin dan meningkatkan regulasi metabolism

ACE meningkatkan ekspresi reseptor PPAR, Mrna dalam jaringan


adiposa  menghambat ekspresi vistafin di jaringan adiposa visceral 
mengatur respon imun dan inflamasi , sintesis adipogenik, mengurangi
kadar asam urat darah dan meningkatkan sensitivitas insulin 
membuat pasien kenyang untuk mengurangi makanan
Mekanisme kerja sentral penurunan berat
badan
Meregulasi pelepasan neuron akupunktur  mengurangi eksitasi area hipotalamus lateral dan
meningkatkan frekuensi aktivitas listrik di hipotalamus ventromedial

Akupunktur mencapai penurunan berat badan  penekanan nafsu makan dan penurunan kalori

Memodulasi neurotransmitter dengan menormalkan fungsi hipotalamus dan menyesuaikan


neurotransmitter monoamine ( katekolamin, 5HT, cholecystokinin dan peptide usus vasoaktif dan
leptin

Memperbaiki resistensi insulin  meningkatkan jumlah dan afinitas reseptor insulin, memperbaiki
gangguan metabolism glukosa dan lipid
Mekanisme Akupunktur Untuk Penurunan Berat Badan
Penekanan Selera Makan
Akupunktur

Serotonin (SSP & plasma) meningkat

Meningkatkan tonus otot Efek reseptor 5 HT pada Meningkatkan motilitas


polos lambung pusat kepuasan di nukleus usus
ventromedial hipothalamus

Menekan selera

Penurunan berat badan

Cabỳoglu M.T, Ergene N,2006


Mekanisme Akupunktur pada Aktivitas
Lipolitik
Rangsang
akupunktur

Kadar ß-Endorphin (SSP & Plasma)


meningkat

Aktivitas lipolitik meningkat

Penurunan berat badan

Aplikasi akupunktur dan aktivitas lipolitik (Cabỳoglu M.T, Ergene


N,2006)
PENELITIAN
AKUPUNKTUR Untuk
Penurunan Berat Badan
1. Penilaian Sistematik dan Meta Analisis Akupunktur
Untuk Penurunan Berat Badan
CHO SH dkk, 2009

Total penelitian yang dinilai : 31 (3.013 kasus)

Yang memenuhi kriteria untuk dinilai : 29

Hasil:
• Akupunktur menurunkan berat badan secara nyata dibandingkan
Sham Akupunktur
• Lebih baik daripada obat konvensional
• 4 peneliti melaporkan efek samping tetapi minimal
• Evidence tidak sepenuhnya meyakinkan karena kurangnya kualitas
penelitian
• Perlu perencanaan penelitian yang baik untuk jangka panjang
EA : 15 menit frekuensi rendah,dense disperse, intensitas
disesuaikan dengan kemampuan pasien.titik telinga bergantian kiri
dan kanan. seminggu 2 kali, 1 seri 12 kali
• Olah raga, diet, gaya hidup.

Hasil :Penurunan berat badan 8kg (10,95%)

• Penurunan lingkaran perut 8cm


2.Serial kasus (Rosiani R, 2008)

• Jumlah 20 orang, Indeks masa tubuh > 23kg/m2

Perlakuan : AA dengan Press needle MA TF1 Shenmen, MA IC


lambung,titik lapar bergantian kiri – kanan setiap 3 hari sampai 4
minggu
• Tidak ada intervensi lain

Hasil : Berhasil (penurunan 1kg > 4kg) 60%

• Gagal (penurunan <1kg atau ) 35%


• Gugur 5%
3.RCT, tersamar tunggal ( Harahap LS 2008)
• Jumlah 48 (24 kasus, 24 kontrol)

Perlakuan

Kasus : AA dengan Press needle, Titik MA TF1 Shenmen,


MA IC5 mulut, MA IC lambung, titik lapar

Kontrol : AA 1cm didepan titik lapar


• 1kali perminggu sampai dengan 8 minggu, Dianjurkan diet
dan olahraga
Penilaian berat badan dan ukuran pinggang dinilai
pada minggu ke 4, 8 dan 2 minggu setelah tindakan

Hasil : Pada minggu ke 4, terjadi penurunan


pada 70,8% kasus

Perbedaan bermakna antara kasus dan kontrol


Penelitian di Luar Negeri

CH HSU dan kawan-kawan, Taiwan 2005

Jenis disain: Acak dan cros over

Titik yang dipergunakan : CV6, CV9, ST28, KI14, ST36,ST40, SP6.

Tehnik rangsang yang dipergunakan : EA 42 Hz, Dense disperse

Hasil : Perbedaan bermakna pre dan pos tindakan


Perlakuan : AA Latihan
1.Kwon YD pada titik fisik,minum Hasil : Perbedaan
Subyek 32
dan dkk lambung,lapar air teh bermakna pada parameter
orang
(Korea 2007) , shenmen, persimon obesitas
limpa 1500cc

Terjadi peningkatan suhu


pada titik-titik
akupunktur tubuh tertentu
2.Nowrshahi M dkk 2009

Disain :RCT

Subyek 29 orang dengan BMI >30%,dibagi menjadi tiga


kelompok
• Diet dan olahraga
• Akupunktur, diet dan olahraga
• Tidak dilakukan intervensi
• Dinilai berat badan,skinfold,BMI,dan masa lemak total
Hasil : BMI dan masa lemak
menurun pada kelompok 1
dan 2, tetapi tidak ada
perbedaan bermakna

Total lemak tidak berbeda


bermakna pada ketiga
kelompok
Titik Akupunktur
Yang sering dipergunakan pada tatalaksana Penurunan
Berat Badan :
• Titik Akupunktur tubuh
• Titik Akupunktur telinga

Tehnik rangsang yang sering digunakan :


• Manual Laser
• Listrik Tanam benang
• Penyuntikan
?
Peran Akupunktur Pada PCOS
Akupunktur pada PCOS
• Membantu program mengurangi berat badan
• Meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan gula darah dan lipid
• Meningkatkan B endorfin dan fungsi imun
• Regulasi hormonal (HPA Axis)
• Stimulasi aliran darah organ reproduksi
• Membuat efek nyaman/anti stress

Journal Neuroendocrinology
Mekanisme Kerja Akupunktur
Pada PCOS
• Jarum memberikan stimulasi sensori di
kulit
• Akan menghantarkan sinyal rangsang
melalui sumsum tulang belakang secara
segmental menuju organ dan ke otak
• Modulasi/inhibisi simpatetik ke ovarium
sehingga bloodflow meningkat
• Otak akan menerima sinyal utk. regulasi
hormon yg tidak seimbang (hornon
androgen)
• Kurangi stress/nyaman

Stenner 2008, Zheng 2012


Mekanisme
Kerja
Akupunktur
Pada PCOS

Adrenal
gland

Liver

Pankreas

Adipose
tissue
Stimulasi Akupunktur

• Innervasi Ovarium dan


Uterus
• Daerah pinggang
• Sakral
• Perut bagian bawah
Akupunktur Stimulasi jarum akupunktur di otot rangka merangsang
ergoreseptor yang mengaktifkan serabut saraf sensorik aferen.
Pada Sinyal-sinyal ini ditransmisikan ke sumsum tulang belakang
PCOS
Refleks tulang belakang dapat memodulasi output simpatik ke organ
target di area persarafan yang sama

Sinyal juga mencapai sistem saraf pusat melalui jalur supraspinal 


dapat memberikan efek sentral. -endorfin hipotalamus.
Memodulasi sistem otonom & mengubah pelepasan GnRH dan CRH

mengaktifkan berefek pada fungsi reproduksi (melalui LH dan FSH),


fungsi adrenal (ACTH), dan fungsi pankreas (beredar -endorfin).
Akupunktur dapat mempengaruhi kadar LH, LH.FSH rasio, dan testosterone dan kadar insulin darah puasa

Akupunktur bekerja pada hypothalamus-pituitary-overian aksis mempengaruhi siklus menstruasi. Akupunktur


stimulasi produksi pituitary

Akupunktur me↓ konsentrasi kortisol dan merangsang beta endorphin hipofisis  efek menghambat pelepasan
GnRH dihipotalamus dan sekresi pituitary gonadotropin dan LH hipofisis akhirnya mempengaruhi siklus
menstruasi dan menurunkan androgen ovarium pada wanita dengan PCOS.

Akupunktur juga dapat digunakan sebagai pengobatan awal untuk mengatur siklus menstruasi dan menormalkan
kadar LH sebelum fertilisasi in vitro (IVF) atau sperma intracytoplasmicpengobatan injeksi (ICSI).
Efek Penurunan Berat Badan Terhadap
PCOS dengan Akupunktur
Pada wanita PCOS kelebihan berat badan dan obesitas maka
penurunan berat badan pada usia reproduksi mungkin
merupakan prasyarat untuk siklus ovulasi dan kehamilan spontan.

Studi observasional klasik menunjukkan bahwa penurunan berat


badan 5 – 10% dapat menghasilkan pemulihan fungsi ovulasi
( dimana terjadinya penurunan LH , kenaikan FSH )

Pada wanita anovulasi dengan PCOS. Jika mereka tetap anovulasi,


penurunan berat badan akan menguntungkan hasil ovulasi
pengobatan induksi
Efek Penurunan Berat Badan Terhadap
PCOS dengan Akupunktur
intervensi dan penurunan berat badan sebagai pengobatan lini
pertama berdasarkan panduan internasional oleh Pusat dari
research excellence pada PCOS yang di dukung oleh European
Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE)

Penurunan berat badan sesedikit 5-10% dapat bermanfaat


reproduksi, metabolisme dan kesehatan psikologis pada wanita
PCOS.
insulin dan resistensi insulin tampaknya
memainkan peran penting dalam pengembangan
disfungsi ovulasi pada PCOS

60% Wanita dengan PCOS dalam keadaan


overweight atau obese
Pengurangan berat badan, terlepas dari diet yang dipilih
untuk perbaikan glikemia  pengurangan insulinemia.

Telah terbukti bahwa konsumsi karbohidrat dengan indeks


glikemik rendah(GI), dan dengan demikian diet kaya serat
(48 g vs 30 g per hari), tidak hanya meningkatkan sensitivitas
insulin, tetapi juga mengurangi konsentrasi penanda
inflamasi, yaitu serum fibrinogen, CRP, dan IL-6
Diet kalori terbatas dapat secara positif mempengaruhi kontrol
glikemik dengan meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan
fungsi sel dan menurunkan kadar glukosa dan HbA1c yang meningkat
Penelitian Akupunktur
Terhadap Manajemen Berat
Badan Pada PCOS
1
Hasil
• Hasil utama  Kelayakan dan penerimaan metode rekrutmen
intervensi dan pengumpulan hasil dan mencakup
- Tingkat kepatuhan
- Keseptabilitas diukur dengan menggunakan survei yang mencakup
pertanyaan tentang manfaat akupunktur, pembinaan kesehatan
- Kredibilitas pengobatan dan harapan mengunakan kuesioner
kredibilitas dan harapan yang dimodifikasi
- Keamanan
Hasil utama  Perubahan berat badan dalam kilogram dari awal
hingga akhir pengobatan ( 12minggu)

Ukuran hasil sekunder  Ukuran antropometri, hasil metabolisme,


repsroduksi , psikologis, kualitas hidup, kebiasaan gaya hidup
Manajemen berat badan direkomendasikan sebagai pengobatan
lini pertama awal dalam pedoman berbasis bukti internasional di
PCOS
2
Hasil penelitian

Peningkatan Regulasi glukosa dan androgen jaringan


adiposa
Akupunktur meningkatkan sensitivitas insulin dan
memodulasi ekspresi gen jaringan adiposa tanpa
memengaruhi jaringan adiposa pada PCOS
3
Kesimpulan efek penurunan berat badan
pada akupunktur pada PCOS
Penurunan berat badan 5-10% dengan akupunktur pada PCOS dapat
membantu:
• Meningkatkan sensitivitas insulin
• Menurunkan gula darah dan lipid
• Meningkatkan B endorfin dan fungsi imun
• Mengurangi cemas
• Regulasi hormonal (HPA Axis)
• Stimulasi aliran darah organ reproduksi
• Meningkatkan angka keberhasilan program kehamilan. alami dan ivf
Referensi
• Yu J, Yu C, Cao q, Wang w, Zhou L, Li Z, Qian q. Consensus on the integrated traditional
Chinese and Western medicine criteria of diagnostic classification in polycystic ovary
syndrome (draft). Journal of Integrative Medicine. 2017. available at
www.sciencedirect.com
• Hiam J, Asso A, Teede H, et.al. The Genetics of Polycystic Ovary Syndrome: An Overview of
Candidate Gene Systematic Reviews and Genome-Wide Association Studies. Journal of
clinical medicine. 2019
• Walters K, Gilchrist R, Ledger W, et.al. New Perspectives on the Pathogenesis of PCOS:
Neuroendocrine Origins. Trends in Endocrinology & Metabolism. Elsevier. 2018
• Kurniawati Yovi et all. The Effect of Holistic Programs on Cortisol Serum Levels in
PCOS.Indonesian Journal of Medicine (2019), 4(4): 376-382
• Fritz, Marc A, Leon Speroff. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. 8th ed.
Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins, 2011.