Anda di halaman 1dari 26

KELOMPOK 1

 Ni Made Puri MD 20810340  Sona Kirana Mutia B 20810054


 Shinta Ariyadi 20810131  Iwan Adi Wibawa 20819002
 Aisya Ardi Nikmah 20810222
TABLE OF CONTENTS

01 04
Surat Ketetapan Pajak Pembukuan, Pemeriksaan

02 & Penyidikan

Kelebihan Pembayaran
05
Pajak Ketentuan Bagi
Petugas Pajak
03 06
Surat Tagihan Pajak Sanksi Pajak
01
Surat Ketetapan
Pajak
Sebagai wajib pajak, Anda harus memenuhi
berbagai kewajiban yang perlu dilakukan
dalam aspek perpajakan. Berdasarkan
Undang-Undang No. 28 Tahun 2007, Pasal 1
nomor 15 Surat Ketetapan Pajak adalah surat
ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan
Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat
Ketetapan Pajak Nihil, atau Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar. Lalu berdasarkan
keputusan Ditjen Pajak, pihak yang berkuasa
mengeluarkan surat tersebut adalah Kantor
Pajak Pratama dan dikeluarkan berdasarkan
hasil pemeriksaan pajak.
(2022)
Jenis-jenis Surat Ketetapan Pajak

• Surat Tagihan Pajak (STP)

Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk menagih pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bunga
dan/atau denda. Berdasarkan Undang-Undang RI No. 16 Tahun 2000, surat tagihan pajak ini akan
diterbitkan jika:
1. Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar.
2. Terdapat kekurangan pembayaran pajak akibat salah tulis atau salah hitung.
3. Terkena sanksi administrasi berupa denda dan/atau bunga.
4. Pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984
dan perubahannya namun tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak.
5. Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak namun membuat faktur pajak.
6. Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak tidak membuat faktur pajak,
atau membuat faktur pajak namun tidak tepat waktu, atau tidak mengisinya secara lengkap.
• Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)

Dalam Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2009, SKPKB adalah surat yang menentukan besarnya
jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya
sanksi administrasi, serta jumlah pajak yang masih harus dibayar. Jenis surat ketetapan pajak ini
diterbitkan dalam jangka waktu 5 tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa pajak.
Secara garis besar, terbitnya SKPKB ini karena wajib pajak kurang atau tidak membayar pajak terutang,
telat menyampaikan SPT Masa dari waktu yang telah ditentukan, adanya salah hitung terkait Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang dikenai tarif 0%, tidak
diketahuinya besar pajak terutang.

• Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)

SKPLB adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena
jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang.
SKPLB akan diterbitkan jika ada permohonan tertulis dari wajib pajak dengan ketentuan: Jumlah
kredit pajak pada Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan Atas
Barang Mewah (PPnBM), lebih besar dari jumlah pajak yang terutang, atau sudah dilakukan
pembayaran pajak yang tidak seharusnya terutang.
• Surat Ketetapan Pajak Nihil
(SKPN)
SKPN adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak
sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak
ada kredit pajak. SKPN diterbitkan setelah Ditjen Pajak melakukan
pemeriksaan Surat Pemberitahuan.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 28 tahun 2007, SKPN diterbitkan untuk:

1. Pajak Penghasilan jika jumlah kredit pajak sama dengan pajak yang
terutang atau pajak yang tidak terutang dan tidak ada kredit pajak;
2. Pajak Pertambahan Nilai jika jumlah kredit pajak sama dengan jumlah pajak
yang terutang atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak. Jika
terdapat pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai,
jumlah pajak yang terutang dihitung dengan cara jumlah Pajak Keluaran
dikurangi dengan pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan
Nilai tersebut;
3. Pajak Penjualan Atas Barang Mewah apabila jumlah pajak yang dibayar
sama dengan jumlah pajak yang terutang atau pajak tidak terutang dan
tidak ada pembayaran pajak.
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Tambahan (SKPKBT)

SKPKBT adalah surat ketetapan pajak yang menentukan


tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. Menurut
Pasal 15 ayat 1 dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan sebagaimana perubahan ketiga Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 2007, menyatakan bahwa Direktur Jenderal
Pajak dapat menerbitkan SKPKBT dalam jangka waktu 5
tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa
pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak apabila ditemukan
data baru yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang
terutang setelah dilakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka
penerbitan SKPKBT.

(2022)
Kelebihan
Pembayaran Pajak 02
Kelebihan pembayaran pajak terjadi apabila jumlah Kelebihan tersebut terjadi disebabkan
kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar beberapa alasan, sebagai berikut:
daripada jumlah pajak yang terutang atau telah
dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya a. Jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang
dibayar lebih besar daripada jumlah pajak
terutang, dengan catatan Wajib Pajak tidak punya
yang seharusnya terutang sesuai ketentuan
hutang pajak lain. Apabila wajib pajak merasa bahwa ada Undang-Undang PPh, PPN dan PPnBM.
kelebihan atas pembayaran utang pajak yang sudah
dilakukan, maka yang bersangkutan harus meminta b. Terdapat pembayaran pajak yang seharusnya
pengembalian ke Kas Negara melalui Kantor Pelayanan tidak terutang.
Pajak. c. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan atau data
baru ternyata pajak yang lebih dibayar
jumlahnya lebih besar daripada kelebihan
pembayaran pajak yang telah ditetapkan dalam
SKPLB.
03 Surat Tagihan
Pajak
Apa Itu Surat Penagihan Pajak?
Surat Tagihan Pajak (STP) merupakan surat untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa
bunga atau denda yang berfungsi sebagai koreksi pajak terutang, sarana mengenakan sanksi kepada wajib pajak, serta 
sarana menagih pajak. Menurut Pasal 14 ayat 1 UU KUP, STP dapat diterbitkan dalam hal:

• PPh dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar;


• dari hasil penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran pajak akibat salah tulis dan/atau salah hitung;
• WP dikenai sanksi administrasi berupa denda dan/atau bunga;
• pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), tetapi tidak membuat faktur pajak atau
membuat faktur pajak, tetapi tidak tepat waktu.
Fungsi Surat Sanksi Yang Diberlakukan
Penagihan Pajak •
Surat Tagihan Pajak (STP)
Sanksi administrasi yang berupa denda Rp 50.000 ,- jika wajib pajak
Fungsi Surat Tagihan Pajak (STP) yaitu : tidak atau terlambat penyampaian SPT Masa dan Rp 100.000,- jika
tidak atau terlambat menyampaikan SPT Tahunan.

1. Sebagai koreksi atas jumlah pajak • Sanksi administrasi dapat berupa denda 2% dari Dasar Pengenaan
yang terutang Pajak dalam hal pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan UU
2. Sarana untuk mengenakan sanksi PPN tetapi tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan
sebagai PKP atau Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP
berupa bunga atau denda. tetapi membuat faktur pajak atau pengusaha te1ah dikukuhkan
3. Sarana untuk menagih pajak. sebagai PKP tetapi tidak membuat Faktur Pajak atau membuat faktur
pajak tetapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi selengkapnya faktur
pajak.
04
Pembukuan,
Pemeriksaan
& Penyidikan
Pembukuan Atau Pencatatan Pajak
1. Pembukuan yang wajib diselenggarakan oleh wajib pajak adalah pembukuan yang terdiri dari
catatan yang dikerjakan secara teratur tentang keadaan harta, kewajiban, modal,penghasilan dan biaya
serta jumlah harga perolehan danpenyerahan barang atau jasa yang terhutang maupun dakter hutang
PPn
2. Bagi wajib pajak yang memuat ketentuan perundangan perpajakan dibebaskan dari kewajiban
untuk mengadakan pembukuan, sekurangnya harus menyelenggarakan pencatatan untuk dijadikan
dasar pengenaan pajak terhutang.UU. No. 36/2008 Kewajiban pembukuan dibebankan atas
penerimaan bruto secara teratur lebih besar dari 4,8 Milyar rupiah

3. Pembukuan atau pencatatan harus:


Diselenggarakan dengan itikad baik dan mencerminkan keadaan usaha yang sebenarnya diselenggarakan di
Indonesia dengan menggunakan huruf latin,angka arab, angka mata uang rupiah dan dalam Bahasa Indonesia
atau asing yang diizinkan Menteri Keuangan Diselenggarakan dengan prinsip taat azas dan konsisten dengan
actual basis atau cash basis. Perubahan metode harus mendapat persetujuan Dirjen Pajak

4. Pembukuan/Pencatatan serta dokumen lain harus disimpan selama 10 tahun untuk wajib pajak pribadi
atau wajib pajak badan
Pengertian
Pemeriksaan
Pemeriksaan adalah Serangkaian kegiatan untuk mencari,mengumpulkan, mengolah data
dan ketetapan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan
untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundangan perpajakan
Sasaran Pemeriksaan
Interprestasi
Undang-Undang
yang tidak benar

Kesalahan hitung Pemotongan dan


pengurangan tidak
sesungguhnya yang
dilakukan wajib
pajak
Penggelapan
secara khusus dari
penghasilan
TUJUAN
PEMERIKSAAN
Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban
perpajakandalam rangka kepastian hukum, keadilan dan
pembinaan kepada wajib pajak dapat dilakukan dalam hal:
• SPT === Menunjukkan kelebihan pajak

• SPT PPh === Menunjukkan rugi

• SPT === Tidak disampaikan atau disampaikan tidak tepat


waktu

Ada indikasi lain tdak dipenuhinya kewajiban


perpajakan.Tujuan lain dalam rangka pemenuhan kebutuhan
atau ketentuan peraturan perundangan perpajakan, dapat
dilakukan dalam hal :
• Pemberian NPWP secara jabatan
• Penghapusan NPWP
• Pengukuhan atau pencabutan PKP
• Wajip pajak mengajukan keberatan
• Pencocokan data atau keterangan, dll
Prosedur Pemeriksaan
1. Petugas harus dilengkapi dengan surat perintah pemeriksaan
dan harus memperlihatkan kepada wajib pajak yang diperiksa
2. Wajib pajak yang diperiksa harus:
• Memperlihatkan dan meminjamkan buku atau catatan
dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lainnya yang
berhubungan dengan penghasilan yang diperolehnya.
• Memberi kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan
yang dipandang perlu guna kelancaran pemeriksaan
• Memberi keterangan yang diperlukan
• Kewajiban untuk merahasiakan sesuatu tidak berlaku untuk
pemeriksaan pajak
• Dirjen Pajak berwenang untuk melakuakan penyegelan tempat
atau ruangan tertentu, bilawajib pajak tidak memenuhi
ketentuan yang berlaku
Penyidikan Pajak
Wewenang Penyidik

1. Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau


Pengertian Penyidik laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.
2. Meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai
orang /badan tentang tindak pidana perpajakan
3 .Memeriksa buku-buku, catatan dan dokumen lain berkenaan dengan
Penyidik adalah Pegawai di lingkungan Dirjen tindak pidana perpajakan
Pajak yang diangkat oleh Menteri Keuangan 4. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti, serta
untuk melakukan penyidikan tindak pidana melakukan penyitaan.
perpajakan. 5. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas
penyidikan tindak pidana perpajakan
6. Menyuruh berhenti, melarang meninggalkan ruangan, serta
memeriksa identitas orang atau dokumen yang dibawa
7. Memotret orang yang berkaitan dengan tindak pidana perpajakan
8. Memanggil orang untuk didengar kesaksiannya
9. Menghentikan penyidikan
10. Melakukan tindakan lain yang dianggap perlu untuk penyidikan
Ketentuan Permintaan Penghentian Penyidikan
Untuk ketentuan permintaan penghentian penyelidikan diatur dalam UU KUP pasal 44 B yang berisi:
1. Untuk kepentingan penerimaan negara, atas permintaan Menteri Keuangan, Jaksa Agung dapat
menghetikan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan paling lama dalam jangka waktu 6 (enam)
bulan sejak tanggal suratpermintaan.
2. Untuk kepentingan penerimaan negara, atas permintaan Menteri Keuangan, Jaksa Agung dapat
menghetikan penyidikan tindak pidana perpajakan sepanjang perkara pidana tersebut belum
dilimpahkan ke pengadilan.
3. Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
hanya dilakukans etelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang
tidak seharusnya dikembalikan dan ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 (tiga)
kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar, atau yang tdak seharusnya dikembalikan.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai permintaan penghentian penyidikan tindak pidana di bidang
perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan.
Sanksi Bagi Penolakan Penyidikan
Pajak
Tidak Mengadakan pembukuan/pencatatan Dengan sengaja
Pajak terhutang ditetapkan dengan SKP • Memperlihatkan pembukuan/pencatatan yang
palsu
secara jabatan ditambah kenaikan pajak
100%, khusus PPh pasal 29 ditambah 50%. • Tidak menyelenggarakan pembukuan /
pencatatan

• Tidak memperlihatkanatau tidak meminjamkan


buku, catatan atau dokemen lainnya(Dipidana
penjara selama-lamanya 6 (enam) tahun dan denda
setinggi tngginya 4 (empat) kali pajak kurang bayar
05
Ketentuan
Bagi Petugas
Pajak
1. Mencatat dan Menghitung Adanya Pajak yang Perlu Dibayar
Perusahaan

Untuk mencari tahu berapakah besaran pajak yang perlu ditanggung


perusahaan satu periodenya. Menghitung dari potensi adanya
pengurangan pajak yang mungkin saja telah dilakukan secara legal

2. Melaporkan dan Membayar Pajak dengan Waktu yang Sesuai

Seorang staff bagian pajak pun harus punya tingkat disiplin yang kuat.
Serta keahlian pengetahuan yang tepat supaya perusahaan tak terkena
sanksi denda tertentu.

3. Membuat Rencana Pajak

Rencana adalah bagian yang tak boleh terlewatkan, karena


perusahaan pun jadi mengerti akan nominal besaran pajak yang perlu
dibayar segera. Sehingga perusahaan pun dapat bersiap terlebih dahulu,
agar proses pembayaran tersebut lancar.

4. Membuat Laporan Keuangan dan Mencatat Data Transaksi

Membuat laporan keuangan baik itu komersial dan fiskal. (2022)


Sanksi Pajak
Menurut Tjahjono (2005), sanksi pajak adalah suatu tindakan yang diberikan kepada Wajib
Pajak ataupun pejabat yang berhubungan dengan pajak yang melakukan pelanggaran baik
secara sengaja maupun karena alpa. Sanksi perpajakan merupakan jaminan bahwa
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan akan dipatuhi. Dengan kata lain,
sanksi perpajakan merupakan alat pencegah agar wajib pajak tidak melanggar norma
perpajakan.
Thanks
Does anyone have any questions?

Anda mungkin juga menyukai