Anda di halaman 1dari 21

Evaluasi Asuhan keperawatan

keluarga

BASUKI WIDIYANTO, S.Kep, NS, MPH


Pengertian evaluasi

Tahap penilaian atau evaluasi adalah


perbandingan yang sistematik dan
terencana tentang kesehatan klien dengan
tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan
dengan cara bersinambungan dengan
melibatkan klien dan tenaga kesehatan
lainnya.
Penilaian keperawatan adalah mengukur
keberhasilan dari rencana dan pelaksanaan
tindakan keperawatan yang dilakukan dalam
memenuhi kebutuhan klien. Penilaian
adalah tahap yang menentukan apakah
tujuan tercapai.
Evaluasi selalu berkaitan dengan tujuan.
Apabila dalam penilaian ternyata tujuan
tidak tercapai, maka perlu dicari
penyebabnya. Hal tersebut dapat terjadi
karena beberapa faktor :
1.Tujuan tidak realistis
2.Tindakan keperawatan yang tidak tepat
3.Terdapat faktor lingkungan yang tidak
dapat diatasi.
Dimensi dalam penilaian :
1. Keberhasilan dari tindakan keperawatan yang
dikaitkan dengan pencapaian tujuan
2. Ketepatgunaan yang dikaitkan dengan biaya
apakah dalam bentuk uang, waktu, tanaga dan
bahan/peralatan yang diperlukan
3. Kecocokan, dikaitkan dengan kesanggupan
tindakan yang dilakukan untuk memecahkan
masalah dengan baik sesuai dengan pertimbangan
profesional
4. Kecukupan, menyinggung kelengkapan dari
tindakan apakah semua tindakan dilaksanakan
untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Tahap evaluasi

Evaluasi disusun menggunakan SOAP


secara operasional dengan sumatif
(dilakukan selama proses asuhan
keperawatan) dan formatif (dengan proses
dan evaluasi akhir).
Evaluasi dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Evaluasi berjalan (sumatif)
Evaluasi jenis ini dikerjakan dalam bentuk
pengisian format catatan perkembangan
dengan berorientasi kepada masalah yang
dialami oleh keluarga. format yang dipakai
adalah format SOAP.
2. Evaluasi akhir (formatif)
Evaluasi jenis ini dikerjakan dengan cara
membandingkan antara tujuan yang akan
dicapai. Bila terdapat kesenjangan diantara
keduanya, mungkin semua tahap dalam
proses keperawatan perlu ditinjau kembali,
agar didapat data-data, masalah atau rencana
yang perlu dimodifikasi.
Metode evaluasi

• Observasi langsung
• Wawancara
• Memeriksa laporan
• Latihan stimulasi
Mengukur pencapaian tujuan keluarga

Factor yang dievaluasi ada beberapa


komponen, antara lain:
1) Kognitif (pengetahuan)
Lingkup evaluasi pada kognitif adalah:
– Pengetahuan keluarga mengenai penyakitnya
– Mengontrol gejala-gejala
– Pengobatan
– Diet, aktivitas, persediaan alat-alat
– Risiko komplikasi
– Gejala yang harus dilaporkan
– Pencegahan
2) Afektif (status emosional), dengan cara
observasi secara langsung, yaitu dengan
cara observasi ekspresi wajah, postur
tubuh, nada suara, isi pesan secara verbal
pada waktu melakukan wawancara.
3) Psikomotor, yaitu dengan cara melihat
apa yang dilakukan keluarga sesuai
dengan apa yang diharapkan.
Penentuan keputusan pada
tahap evaluasi
Ada 3 kemungkinan keputusan pada tahap
ini:
1) Keluarga telah mencapai hasil yang
ditentukan dalam tujuan, sehingga
rencana mungkin dihentikan
2) Keluarga masih dalam proses mencapai
hasil yang ditentukan, sehingga perlu
penambahan waktu, resources, dan
intervensi sebelum tujuan berhasil
3) Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang
telah ditentukan, sehingga perlu:
– Mengkaji ulang masalah atau respon yang
lebih akurat
– Membuat outcome yang baru, mungkin
outcome pertama tidak realistis atau mungkin
keluarga tidak menghendaki terhadap tujuan
yang disusun oleh perawat.
– Intervensi keperawatan harus dievaluasi
dalam hal ketepatan untuk mencapai tujuan
sebelumnya.
TUJUAN

Tujuan evaluasi adalah untuk melihat


kemampuan keluarga dalam mencapai
tujuan.
Tujuan umum :
– Menjamin asuhan keperawatan secara
optimal
– Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
Tujuan khusus :
1. Mengakhiri rencana tindakan keperawatan
2. Menyatakan apakah tujuan keperawatan
telah tercapai atau belum
3. Meneruskan rencana tindakan keperawatan
4. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan
5. Dapat menentukan penyebab apabila tujuan
asuhan keperawatan belum tercapai
MANFAAT
1. Untuk menentukan perkembangan
kesehatan klien
2. Untuk menilai efektifitas, efisiensi dan
produktifitas asuhan keperawatan yang
diberikan
3. Untuk menilai pelaksanaan asuhan
keperawatan
4. Sebagai umpan balik untuk memperbaiki
atau menyusun siklus baru dalam proses
keperawatan
5. Menunjang tanggung gugat dan tanggung
jawab dalam pelaksanaan keperawatan
Alasan Pentingnya Penilaian

1. Menghentikan tindakan/kegiatan yang


tidak berguna
2. Untuk menambah ketepatgunaan
tindakan keperawatan
3. Sebagai bukti hasil dari tindakan
perawatan
4. Untuk pengembangan dan
penyempurnaan praktik keperawatan.
LANGKAH-LANGKAH EVALUASI
1. Menentukan kriteria, standar dan
pertanyaan evaluasi
2. Mengumpulkan data baru tentang klien
3. Menafsirkan data baru
4. Membandingkan data baru dengan standar
yang berlaku
5. Merangkum hasil dan membuat kesimpulan
6. Melaksanakan tindakan yang sesuai
berdasarkan kesimpulan
HASIL EVALUASI
1. Tujuan tercapai : jika klien menunjukkan
perubahan sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan
2. Tujuan tercapai sebagian : jika klien
menunjukkan perubahan sebagian dari
standar dan kriteria yang telah ditetapan
3. Tujuan tidak tercapai : jika klien tidak
menunjukkan perubahan dan kemajuan
sama sekali dan bahkan timbul masalah
baru.
BEBERAPA HAL YANG PERLU
DIPERTANYAKAN DALAM
EVALUASI
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Kholid,Ahmad. 2010.
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN KELUA
RGA
. http://masmamad.blogspot.com. Diakses bulan maret
2014
Setriadi. 2008. Konsep dan Proses Keperawatan
Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu
yenichrist . 2008.
Pelaksanaan & Evaluasi Keperawatan Keluarga.
www.google.com. Diakses bulan maret 2010
yenichrist . 2008. Evaluasi Keperawatan.
www.google.com. Diakses bulan maret 2010
ZAHARA NASUTION, SITI. 2008. PROSES
KEPERAWATAN KELUARGA. www.google.com.
Diakses bulan maret 2010