Anda di halaman 1dari 30

Laporan Studi Kasus PT ITI

HYGIENE INDUSTRI
KELOMPOK B-1 (HIPERKES 01-05 FEBRUARI 2021)

Ketua: dr. Adi Prathama Sp.KP


Presentator 1: dr. Elsa Puteri Pratiwi
Presentator 2: dr. Bella Sugih Laksono

HIPERKES & KK Bagi Dokter


PT. Bina Okupasi - Direktorat Bina K3
Kementerian Ketenagakerjaan RI
Click icon to add picture

ANGGOTA
KELOMPOK B-1
1. dr. Adi Prathama, Sp.KP
2. dr. Amiroh Faria
3. dr. Arny Arpianty
4. dr. Astria Nanda Syafitri
5. dr. Azizah Azhmi Aulia
6. dr, Bella Sugih Laksono
7. dr. Bhisma Dwi Syaputra
8. dr. Dewi Fortuna Mahrifany S
9. dr. Dewi Ratih Muslimah
10. dr. Diana Alia S
11. dr. Diaz Novera
12. dr. Dwi Apriyanti
13. dr. Elisda
14. dr. Elsa Puteri Pratiwi
15. dr. Firman Abadi
16. dr. Fithratul Hayana
IDENTITAS PERUSAHAAN PT. ITI

Bidang usaha: Jam kerja:


Total karyawan: 415 orang
telekomunikasi,
Jawa elektronik, telepon,
(2019) 07.30 – 15.30
Barat peralatan transmisi Karyawan tetap: 397
(informatika) dan Karyawan tidak tetap:9 Asuransi:
sistem pertahanan
Direksi, Dewan Komisaris BPJS
dan Staff Dewan Komisaris:
9 Ketenagakerjaan
SERTIFIKASI DAN PENGHARGAAN
ALUR PRODUKSI TABUNG GAS LPG

Pressing Numerat
200 ton Cyrcumferen or
sial Welding

Neckring
Hydrostati Leak Test
Flanchin welding
g k Test

Handguar Pasang
Footring d Welding Shotblasti
ng valve
welding
ANALISIS FAKTOR FISIK
Bising

Radiasi Pencahayaan

Faktor Fisik

Iklim
Kerja Vibrasi
FAKTOR BISING
Unit Hasil Dampak yang Upaya
No. Standar/PP Pemecahan Masalah
Kerja Pengamatan terjadi Perusahaan

1 Bising Hasil 1. Suara bising Belum ada usaha Permenake 1. Mengukur


(noise) pengamatan: (noise) semua atau tindakan r no. 5 intensitas bising
mesin produksi dari perusahaan tahun (noise) dari semua
Kebisingan melebihi untuk mencegah 2018 alat mesin
(noise) secara intensitas suara gangguan produksi.
terus normal. pendengaran
menerus seperti 2. Pemberian dan
(continue) 2. Apabila pemberian dan penggunaan APD
dari semua terpapar bising penggunaan APD untuk menutup
mesin (noise) dalam kepada karyawan telinga karyawan
produksi jangka waktu seperti Ear muff seperti ear muff
mulai dari lama dapat atau Ear plug atau ear plug
pressing mengalami
hingga gangguan 3. Melakukan
numerator pendengaran pemeriksaan
dan kesehatan secara
keseimbangan berkala yaitu
(NIHL) fungsi
pendengaran
karyawan
FAKTOR PENCAHAYAAN
no Unit Kerja Hasil Pengamatan Dampak yang Upaya Standar/ PP Pemecahan
terjadi Perusahaan Masalah

2 Pencahayaan Dari hasil pengamatan, Selama proses Perusahaan Permenaker no. 1. Dilakukan
didapatkan adanya pengelasan akan sudah 5 tahun 2018 pengukuran,
pencegahan mengakibatkan menyediakan pengujian
penvahayaan pada kelelahan pada kacamata las dan
proses produksi masih mata, penglihatan pengawasan
kurang. kabur, fotofobia, berkala
konjungtuva untuk
Pada proses kemotik, kekeruhan intensitas
pengelasan (Welding), pada lensa, katarak pencahayaa
cahaya yang dan mata terasa n
ditimbulkan oleh bunga sakit. 2. Pengendalia
api berada pada n secara
intensitas cahaya yang Penggunaan administratif
tinggi. kacamata las yang dengan
lama dapat mengatur
menyebabkan rotasi kerja.
penurunan visus. 3. Penambaha
n sumber
cahaya
alami dan
buatan
FAKTOR VIBRASI
No Unit Hasil pengamatan Dampak Yang Upaya Standar / Pemecahan
Kerja terjadi Perusahan PP Masalah
3 Vibrasi - Dari hasil - Jangka pendek - Permenak Menghindari
Pengamatan di menyebabkan Menggunakan ertrans pemaparan
dapatkan getaran kelelahan, rasa peralatan yg Nomor terus menerus
yang di hasilkan tidak nyaman, rendah Permenak dengan
saat melakukan produktivitas getarannya er no.05 melakukan
Gerakan pada kerja berkurang. - Memakai tahun istrirahat 15
Peralatan “Hand Untuk jangka APD spt 2018 mnt tiap
Arm Vibration” panjang dpt sarung tentang K3 melakukan
seperti alat bor dan menyebabkan tangan anti lingkungan pekerjaan
alat pemotong. Raynaud’s vibrasi kerja selama 1 jam
- Alat pencetak tidak sindrome, - Membuat Gerakan
semua dilakukn degenerasi handle pada peregangan /
oleh mesin saraf,hilangnya alat dengan Olah raga jari
indera tep peredam tangan untuk
peraba,CTS getaran melancarkan
aliran darah
- Cedera tangan - Petugas Melakukan
pada petugas focus dan pengukuran
menggunaka berkala pada
n APD getaran yg
dihasilkan
FAKTOR IKLIM KERJA
No Unit Hasil Pengamatan Dampak Yang Uapaya Standar Pemecahan
Kerja terjadi Perusahaan / PP Masalah

4 Iklim Proses produksi tabung gas Suhu panas Ruangan Permenaker Perawatan rutin
kerja LPG melalui pengelasan mengakibatkan produksi dapat No. 5 tahun pada Kipas Angin /
sehingga suhu di tempat kelelahan pada diberikan kipas 2018 Fan
kerja cukup panas pekerja (heat stroke, angin/Fan dan
heat cramp, heat ventilasi yang Menambah ventilasi
Ventilasi ruangan produksi syncope, heat memadai ruang produksi
minim exhaustion)
Disediakan Pengecekan pada
Tidak tersedia minuman di Suhu panas rentan minuman yang kebersihan pada
dekat pekerja menyebabkan mudah ruang produksi dan
dehidrasi pada dijangkau minuman pekerja
pekerja didekat pekerja
& memenuhi
syarat kualitas
dan kuantitas
FAKTOR RADIASI
No Unit Hasil pengamatan Dampak yang Upaya Standar / Pemecahan
Kerja terjadi perusahaan PP Masalah

5 Radiasi Pada proses Dapat menyebabkan Pekerja Permenak 1. Rotasi dan


pengelasan terdapat kelelahan mata dan diwajibkan er No. 5 pembagian
cahaya dengan ketidaknyamanan menggunakan tahun jam kerja
intensitas tinggi yg pada mata akut APD kacamata 2018 2. Mewajibkan
mengandung radiasi (photokeratitis, hitam penggunana
uv dan infra merah conjunctivitis, sun APD kaca
burn) mata hitam

Pajanan jangka
panjang dapat
bmenyebabkan
katarak, keratosis,
skin cancer
Analisis Kasus (Faktor Kimia)
Unit kerja
No Hasil pengamatan Penyakit Akibat Kerja
Faktor kimia
1. Gas Asap Uap Pada proses welding PAK yang terjadi tergantung dari jenis zat
(pengelasan) para pekerja kimia
terpapar berbagai macam
zat kimia Akut : iritasi pada mata dan gangguan
pada traktus respiratorius  batuk, sesak,
Standar/pp: pulmonary edem
Permenaker no. 5 tahun
2018 Kronik : kerusakan paru, cancer, dan
kerusakan target organ lainnya
(tergantung jenis zat kimia)

2. Vanadium Pekerja terpapar saat Akut : Menyebabkan iritasi pada mata,


proses welding steinless kulit, radang saluran pernapasan
steal
Kronik : Radang mata kronik, edema paru,
keracunan sistemik, kelumpuhan.
Unit kerja
No Hasil pengamatan Penyakit Akibat Kerja
Faktor kimia
3 Hexavalen Pekerja terpapar saat Akut : Iritasi mukosa membran dan
Chrome proses coating dan painting traktus respiratorius bagian atas,
perdarahan saluran cerna, dermatitis
kontak

Kronik : Karsinogen dan teratogen (Ca


paru dan Ca mulut), haemolisis

4 Nickel Pekerja terpapar saat Akut : Chepalgia, Metallic fume fever (flu-
proses welding steinless like fever with metallic taste), Dermatitis
steal Kontak Alergi, mual- mual, lelah berlebih

Kronik : Karsinogen terutama untuk


saluran nafas, delirium, kejang, koma,
sampai kematian.
Unit kerja
No Hasil pengamatan Penyakit Akibat Kerja
Faktor kimia
5 Cadmium oxide Pekerja terpapar saat Akut : Radang tenggorokan, chepalgia,
proses welding steinless mialgia, mual, radang paru dan gangguan
steal ginjal

Kronik : Sindrom fancony, nefrolitiasis,


nefropati, anemia, hipertrofi jantung,
karsinogenik

6 Timbal Pekerja terpapar saat Akut : Kolik Abdomen, Konstipasi,


proses welding steinless Hepatitis, Pankreatitis, Anemia Hemolitik,
steal / proses komposit Encefalopati

Kronis : Hematologik Anemia, Gangguan


GI, Nefropati, Kelumpuhan saraf renal,
Gangguan Paru pekerja
PEMECAHAN MASALAH

• masker khusus
(welding Mask)
• Apron berbahan Substitusi alat Brainstorming
khusus • Dibuat sesuai
• helm/topeng dengan ukuran
• alat yang ruangan • Brainstorming
Las/welding menghasilkan
goggles. kepada pekerja
debu lebih terkait bahaya
• welding Gloves rendah.
• safety shoes dan resiko
ventilasi pekerjaan.
/exhaust van
APD
PEMECAHAN MASALAH
Rotasi
• minimal 1 kali per tahun
• meliputi
• anamnesis • Memberikan label/lembar
data keselamatan pada
• PF • rolling berkala antar pekerja bahan kimia yang
• Lab lengkap mengurangi/ berbahaya.
• spirometri mempersingkat pajanan
• rontgen pekerja terhadap bahaya
• PF khusus mata faktor kimia..

Pemeriksaan Tanda Bahaya


kesehatan
Unit Kerja Hasil Dampak Yang Upaya Standar PP Pemecahan
Pengamatan akan Terjadi Perusahaan Masalah

Virus dan BAkteri Pada proses hydrostatic Genangan air dapat Kemungkinan dilakukan Permenaker 5 Tahun Air harus diganti dan
dan leak test menimbulkan penyakit penggantian air. 2018 wadah dibersihkan
menggunakan bak air seperti DBD, malaria. Namun tidak ada secara rutin setiap hari
yang dapat menjadi Akibatnya berdampak informasi kapan untuk mencegah
media sumber pada kesehatan dan penggantian dilakukan. perkembangan vector.
penularan vector. produktivitas.
Tidak seluruh pekerja  Dapat  Kemungkinan Pemenaker 5 Tahun Seluruh pekerja wajib
menggunakan masker meningkatkan masker sudah 2018, Permenaker 7 menggunakan APD
kasus penyakit diberikan, namun Tahun 2019 (masker, sarung
paru (bronchitis, kesadaran pekerja tangan, faceshield)
pneumonia, TB, belum baik sesuai SOP untuk
dll)  Diberlakukannya mencegah penularan
 Pada masa SOP protocol penyakit dan upaya
pandemic COVID- kesehatan yang pencegahan COVID-19.
19 dapat menjadi ketat agar dapat  
penularan COVID- dipatuhi oleh Dilakukan edukasi
19 pada antar seluruh untuk meningkatkan
pekerjanya. pekerjanya, kesadaran pekerja
terutama pada tentang pentingnya
kondisi seperti penggunaan APD saat
sekarang yaitu sedang bekerja dan
pandemic COVID- saat kondisi pandemic
19. COVID-19.

ANALISIS KASUS  
Selain itu juga para

(FAKTOR BIOLOGI) pekerja wajib cuci


tangan sebelum dan
setelah melakukan
pekerjaan.
Unit Kerja Hasil Pengamatan Dampak Yang akan Upaya Perusahaan Standar PP Pemecahan Masalah
Terjadi
Virus dan BAkteri Ruang sempit dan banyak Ruang sempit dan gelap,  kemungkinan sudah Permenaker 5 Tahun 2018,  kebersihan ruangan
barang bertumpuk barang bertumpuk dapat dilakukan Permenaker 7 Tahun 2019 dilakukan secara rutin
menimbulkan adanya pembersihan oleh ventilasi diperbaiki
sarang hewan seperti tikus, perusahaan namun 
agar terdapat
kecoa, belum optimal pertukaran udara yang
 membuat gudang baik
penyimpanan barang-
barang yang sedang  edukasi mengenai
tidak terpakai dan kebersihan lingkungan
menyusun barang kerja
secara rapi.  menyediakan tempat
  cuci tangan dengan
  sabun cuci tangan
 merapikan dan
memilah barang mana
yang masih diperlukan
dan mana yang tidak
diperlukan
 

Pada saat proses flanching, Pada masa pandemic Sudah dilakukan Pemenaker 5 Tahun 2018, Sarung tangan pekerja
pekerja mengoperasikan COVID-19 seperti ini, hal penggunaan sarung tangan harus rutin dicuci (2 hari
mesin. Jika dilakukan secara tersebut dapat menjadi pada pekerja. sekali?) atau lebih baik jika
bergantian maka bakteri salah satu penularan virus setelah selesai bekerja,
yang ada di tangan pekerja COVID 19. sarung tangan langsung
akan berpindah ke mesin dicuci sampai bersih.
dan dapat berpindah ke
tangan pekerja lain.
PENGELOLAAN KEBERSIHAN
BANGUNAN

Upaya Perusahaan Standar/PP Pemecahan Masalah


Permenkes No. 70 Th. Menyediakan tempat Bekerjasama dengan
2016 sampah induk dan perusahaan bangunan
melengkapi tempat untuk memperbaiki
yang belum memiliki kondisi fisik bangunan
tempat sampah dan kerja sama
dengan instalasi listrik
KETERSEDIAAN FASILITAS KEBERSIHAN

Unit Kerja Hasil Dampak Upaya Standar/PP Pemecahan


Pengamatan yang Perusahaan Masalah
Terjadi
Penyediaan Tidak tersedia Resiko Perusahaan Permenkes Perlu
fasilitas wastafel Penurunan terlihat No. 70 Th. disediakan
kebersihan untuk cuci Produksi dari belum 2016 wastafel dan
tangan dan faktor fisika berupaya tempat
tempat dan psikis menyediakan sampah
sampah petugas
hygiene
industri
Unit Hasil Dampa Upaya Perusahaan Standar Pemecahan Masalah
Kerja Penga k yang / PP
matan Terjadi

Sanitasi
•Kebersi Kebersi Lingku Tidak bisa Permen •Meningkatkan kesadaran masing-
han han ngan dievaluasi karena ker No. masing pegawai mengenai kebersihan
umum kurang kerja tidak dilakukan 5 tahun melalui penyuluhan, sosialiasi
terjaga menjad wawancara 2018 kebersihan
i kotor langsung terhadap •Menambah jumlah cleaning service
Your
pihak Picture
perusahaanHere and send tomenjaga
untuk back dan merawat fasilitas
industri
•Memperbanyak dan mendistribusikan
secara merata tempat pembuangan
sampah di lingkungan kerja agar lebih
mudah terjangkau oleh para pekerja
•Kebersi Tidak Lingku Tidak bisa Permen •Rutin melakukan pembersihan pada
han dapat ngan dievaluasi karena ker No. toilet
Toilet dinilai kerja tidak dilakukan 5 tahun •Memastikan saluran pembuangan air
menjad wawancara 2018 dapat mengalir dengan baik
i kotor langsung terhadap •Membuat sirkulasi udara yang baik
pihak perusahaan
Unit Hasil Dampak Upaya Standa Pemecahan Masalah
Kerja Pengamata yang Perusahaa r/ PP
n Terjadi n
•Loker Tidak dapat Lingkungan Tidak bisa Permena •Rutin membersihkan ruang ganti pakaian
dan dinilai kerja dievaluasi ker No 5 •Membuat ruang ganti yang terpisah antara
ruang menjadi karena tidak tahun laki-laki dan perempuan
ganti kotor dilakukan 2018 •Tidak berdesakan ketika mengganti pakaian 
pakaian wawancara •Selalu menjaga keamanan
langsung
terhadap
pihak
Your Picture Here and send to back
perusahaan

•Sirkulasi ventilasi Pertukaran Tidak bisa Permenk •Penambahan kipas pada ruangan atau
udara tampak udara yang dievaluasi, es no.70 pendingin ruangan.
dipabrik terbatas idak baik jika hanya thn 2016
akan dari
meningkatk pengamatan
an suhu video tidak
ruangan tampak
sehingga kipas
meningkatk diruangan
an tingkat atau
kelelahan pendingin
pekerja ruangan.
PETUGAS HIGIENE INDUSTRI

Unit kerja Pengamatan Saran

• Petugas hygiene • Tidak diketahui jumlah • Protokol kesehatan


pekerja • Protokol kebersihan
• Tidak diperlihatkan • Penyediaan tempat
pembersihan plastik sampah khusus
setelah pressing • Pembagian jobdesk
• Tidak ada penggunaan • Penggunaan APD sesuai
APD saat pembersihan standar
tabung
• Penggunaan masker untuk
tiap personil
Petugas Higiene Industri
Kepmenaker No. 209
th 2019, penerapan
UU No. 11 th 1962
SKKNI di bidang UU No. 14 th 1969 Pasal 5
Hygiene perusahaan Pasal 10
 Mempunyai  Penerangan dan pendidikan
 Pemberian pengobatan
pengetahuan dan  Perawatan tenaga kerja mengenai hygiene.
keterampilan dalam  Bimbingan bidang Hygiene.
yang sakit.
hygiene industri  Pengawasan dan pemeriksaan
 Mengatur persediaan
berdasarkan prosedur hygiene lingkungan.
tempat, cara dan syarat
kerja di bawah  Pengawasan dan pemeriksaan
kerja sesuai aturan
pengawasan atasan proses dan hasil produksi air,
hygiene perusahaan.
langsung. makanan & minuman.
 Mampu melaksanakan  Pengawasan dan pemeriksaan
tugas mandiri untuk benda, alat yang dapat
proses analisa, membahayakan kesehatan.
memecahkan persoalan
dan mengajukan
gagasan.
Pengelolaan Limbah
A. Limbah Padat
PROSES PRODUKSI
1. Pressing 2. Welding 3. Pengecatan
Pembungkus plat logam yang Terdapat sisa potongan plat
Pengamatan akan dipress adalah kantong logam yang tidak terpakai saat Terdapat sisa wadah cat
plastik tipis proses produksi
a. Menambah limbah plastik &
a. Menambah limbah sulit terurai jika berbahan
Pencemaran Lingkungan
plastik & sulit terurai plastik
Dampak b. Pencemaran Dapat mencederai pekerja jika
b. Pencemaran Lingkungan
Lingkungan ada sisa logam yang tajam dan
tidak terurus
Permenaker no. 5 tahun Permenaker no. 5 tahun 2018
Standard/PP 2018 UU no. 1 tahun 1970
Recycle (daur ulang) dengan
-Reuse (penggunaan ulang) Recycle (daur ulang)
cara bekerjasama dengan
perusahaan yang dapat
Rekomendasi
mendaur ulang limbah
/ Saran plastik sehingga bia kembali -Recycle (daur ulang)
dipakai lagi untuk proses
produksi
B. Limbah Cair
PROSES PRODUKSI
4. Hidrostatic test 5. Pengecatan 6. Leak test
Air yang dipakai tercampur
Pengamatan Air tercampur dengan bahan Terdapat potensi limbah dari pelarut dan
dengan bahan sisa proses
sisa proses welding partikel cat
produksi
a. Paparan dari zat kimia cat secara Kulit yang terpapar terus
Dampak Kulit yang terpapar terus terus menerus menyebabkan menerus terhadap cairan
menerus terhadap cairan yang dermatitis kontak iritan, alergi, iritasi yang terkontaminasi dapat
terkontaminasi dapat mata, kerusakan mukosa, mual, menyebabkan berbagai
menyebabkan berbagai macam sesak napas, kerusakan paru, kanker, macam penyakit seperti
penyakit seperti dermatitis, kerusakan SSP dermatitis, dsb
penyakit jamur dsb
b. Pencemaran lingkungan
Standard/ Permenaker No. 5 tahun
Permenaker No. 5 tahun 2018 Permenaker No. 5 tahun 2018, pasal 20
PP 2018
a. Primary treatment pada a. Primary treatment pada limbah cair a. Primary treatment pada
limbah cair - Filter limbah cair
• Filter - Ditambahkan tangki sedimentasi - Filter
• Penambahan tangki - Koagulator - Penambahan tangki
Rekomendasi
sedimentasi b. Penggunaan alat pengecatan yang sedimentasi
/ Saran
• Koagulator lebih hemat bahan cat - Koagulator
b. Penggunaan alat pelindung c. Penggunaan alat pelindung diri seperti b. Penggunaan alat
diri seperti sarung tangan sarung tangan, kacamata google pelindung diri seperti
karet antiair sarung tangan
C. Limbah Gas dan Partikel
PROSES PRODUKSI
7. Flanching 8. Welding 9. Shotblasting
Menghasilkan debu silika Menghasilkan debu logam,
dari sisa perataan dan Menghasilkan gas karbon
Pengamatan silika dan partikel-partikel
pengkilapan logam monoksida (CO)
zat kimia dari cat
Dapat menimbulkan
Dapat menimbulkan
Paparan terhadap partikel
gangguan pernapasan
gangguan pernapasan jika seperti debu dapat
sering terhirup oleh jika sering terhirup
Dampak menyebabkan masalah
pekerja, alergi, secara langsung secara
konjungtivitis gangguan penafasan,
terus menerus dapat
alergi, konjungtivitis
menyebabkan hipoksia
Permenaker No. 5 tahun Permenaker No. 5 tahun Permenaker No. 5 tahun
Standard
2018 2018, pasal 20 2018
• Wajib menggunakan masker dengan benar
• Disarankan pekerja menggunakan kacamata safety
Rekomendasi/ • Untuk proses Welding disarankan menggunakan helm khusus untuk
Saran pengelasan / faceshiel
• Menambahkan Ventilasi udara di dalam ruangan pabrik atau memasang
exhause fan
TABEL IDENTIFIKASI BAHAYA
Psikologi Kemungkinan PAK Kemungkinan KK
No Proses Fisika Kimia Biologi Ergono
Kerja mi
Pressing/ Bising, - jamur Berdiri lama, NIHL, heat syncope, Tertindih alat berat,
pembuatan panas, gerakan tinitus , neuropati, LBP, vulnus
1 tabung vibrasi repetitif penutunan konsentrasi,
stress kerja

Hidrostatik Bising, Gas , uap, Bakteri, Posisi Pneumoconiosi; asbestosis, Tangan terjepit ,
panas, aerosol virus, berdiri, metal fume fever, H2S CO tertimpa produk,
(debu,asap protozoa, ruangan gas anestesi, terjadi kebakaran
2 ), kabut, jamur terbatas/
Target amalgam(mercuri), eye
produksi strain, dermatitis, tinea
logam sempit

Welding Bising, Choren, Jamur Repetitif Ca, NIHL, Heat cramps, Trauma suhu,
vibrasi, pb, fume, awkward, heat sycope, heat trauma mata ec
panas, nikel, gas position: exhaustion, heat stroke, corpal/cahaya,
3 radiasi (CO, NO, twisting, dehidrasi, GGK, stress keracunan gas,
NO2) over kerja dehidrasi
reaching
No Proses Fisika Kimia Biologi Ergonomi Psikologi Kemungkinan PAK Kemungkinan KK
Kerja
Numerator Bising - Jamur Gerakan sama CTS Tertimpa produk
4 dan berulang

Leak test/ Bising - Jamur, - Dermatitis akibat -


pencelu- bakteri kerja
5
pan

Pasang Bising - jamur Gerakan sama Trauma injury Terjepit alat


valve dan berulang, Target
6
posisi berdiri Produksi

Shot- Bising, - Jamur Mengangkat LBP Cedera tangan


blasting panas barang, posisi
berdiri dan
membungkuk
7
saat
mengambil
tabung gas
TERIMA KASIH