Anda di halaman 1dari 14

PERKEMBANGAN AGAMA DARI WAKTU KE WAKTU

KELOMPOK 9

NADIAH GARDILLAH (A1C219123)

SILVA RUSLI PUTRI (A1C219134)

DOSEN : Drs. ABD. RAHMAN, S.Pd., M.Si., M.Pd MATA KULIAH : AGAMA
Agama memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Hal
ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila, dalam sila
pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Pada tahun 2000, penduduk Indonesia berjumlah 240.271.522 dan
jumlah pemeluk agama di Indonesia saat itu kira-kira :

8,7% 1,8%
86,1%
0,4%
Protestan 3% Hindu
Islam
Kepercayaan Lainnya
Katolik
1 Perkembangan Agama Islam

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia.


Sejarah Islam di Indonesia sangatlah kompleks dan mencerminkan
keanekaragaman. Pada abad ke-12, sebagian besar pedagang Islam dari
India tiba di Pulau Sumatera,Jawa dan Kalimantan.

Dominasi Hindu beserta kerajaan Buddha, seperti Majapahit


dan Sriwijaya, Mengalami kemunduran. Banyak pengikutnya
berpindah agama ke Islam. Dalam jumlah yang lebih kecil,
banyak penganut Hindu yang berpindah ke Bali, sebagian
Jawa dan Sumatera.
Pada waktu kerajaan, Sriwijaya mengembangkan kekuasaannya pada
sekitar abad ke-7 dan ke-8, Selat Malaka sudah mulai dilalui oleh para
pedagang muslim dalam pelayarannya ke negeri-negeri di Asia Tenggara dan
Asia Timur.

Adapula sekelompok pemeluk Ahmadiyah yang kehadirannya belakangan


ini sering dipertanyakan. Aliran ini telah hadir diIndonesia sejak 1925.

Pada 9 Juni 2008, pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah surat


keputusan yang praktis melarang Ahmadiyah melakukan aktivitasnya ke
luar. Dalam surat keputusan itu, dinyatakan bahwa Ahamdiyah dilarang
menyebarkan ajarannya.
Penyebaran Islam yang nyata terjadi pada abad ke-16. Dari Malaka,
daerah Kampar, Indragiri, dan Riau menjadi Islam. Dari Aceh, Islam meluas
sampai ke Minangkabau, Bengkulu, dan Jambi. Dimulai sejak dari Demak,
maka sebagian besar Pulau Jawa telah menganut agama Islam.

Di Kalimantan, kerajaan Brunai yang pada abad ke-16 menjadi Islam,


meluaskan penyebaran Islam di bagian barat Kalimantan dan Filipina.
Sedangkan Kalimantan Selatan mendapatkan pengaruh Islam dari daratan
Jawa. Dari Ternate semakin meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku
serta daerah pantai timur Sulawesi.

Pada abad ke-16 di Sulawesi Selatan berdiri kerajaan Goa. Demikianlah


pada akhir abad ke-16 dapat dikatakan bahwa Islam telah tersebar dan mulai
meresapkan akar-akarnya di seluruh Nusantara.
2 Perkembangan Agama Protestan

Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada


sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengansukses berhasil
meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia.

Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai
oleh kedatangan paramisionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia,
seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda.

Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan,orang-orang tidak


beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan,
dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh
sebagai warga negara.
Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa
wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 97% penduduknya adalah
Protestan, terutama di Tana Toraja, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Di
Tana Toraja, sekitar 75% penduduknya adalah Protestan.

Di beberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan


berbeda terhadap aliran Protestan ini, seperti Adventist atau Bala
Keselamatan, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.

Di Indonesia, terdapat 3 propinsi yang mayoritas penduduknya adalah


Protestan, yaitu Papua, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara (Batak) dengan
90% dan 94% dari jumlah penduduk.
Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk
asli. DiSulawesi Utara, kaum Minahasa yang berpusat di sekeliling Manado,
berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-19.

Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli SulawesiUtara menjalankan


beberapa aliran Protestan.

Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama
Islam juga mulai berdatangan. Pada tahun 2006, lima persen dari jumlah
penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.
3 Perkembangan Agama Katolik
Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama
abad ketujuh di Sumatera Utara.
Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr.Sucipto Wirjosuprapto. Untuk
mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan beritadan kesaksian yang tersebar
dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas.

Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang


ahli sejarah Shaykh AbuSalih al-Armini yang menulis buku "Daftar
berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari propinsi Mesir
dan tanah-tanah di luarnya".
Buku ini memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani
yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol,
Arabia, India dan Indonesia.
Kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan
Sibolga di Sumatera Utara, adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia.
Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni
Maria (Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI). 

Selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di Barus atau
bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di
Sumatera Selatan. Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa
Portugis,yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah.

Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama


Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara
tahun 1546  dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, mengunjungi
pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat.
Pada abad ke-16, Portugis dan Spanyol mulai memperluas pengaruhnya di
Manado & Minahasa, salah satunya adalah menyebarkan agama Kristen
Katolik namun hal tersebut tidak bertahan lama sejak VOC berhasil
mengusir Spanyol & Portugis dariSulawesi Utara.

VOC pun mulai menguasai Sulawesi Utara, untuk melindungi


kedudukannya di Maluku.Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik
Roma yang jatuh, dalam hal kaitan kebijakan VOC yang mengutuk agama
itu. Yang paling tampak adalah di Sulawesi Utara, Flores dan Timor Timur.

Lebih dari itu, para imam Katolik Roma telah di kirim ke penjara atau di
hukum dan di gantikan oleh para imam Protestan dari Belanda.
Seorang imam Katolik Roma telah dieksekusi karena merayakan misa
kudus di suatu penjara semasa Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai
gubernur Hindia Belanda.

Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil
dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua
dan Flores.
Silva Rusli Putri Nadiah Gardillah

(A1C219134) (A1C219123)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. ~