Anda di halaman 1dari 19

Persentation Of Group Modul 1 Kelainan Tiroid

Tutor: dr. Mulyati Sri Rahayu

th 4

Nurhayati Rossy monisa Ahmad Riski Hayatur ridha Ayu ersya windiira Suci siti nurjanah Saddam Herlina PB Mahfudh Elvi juwita

Kelainan Tyroid
Bu Rahmah, 57 tahun, tinggal di ujong Blang, datang ke puskesmas Banda Sakti dengan keluhan benjolan di leher sejak 1 tahun yang lalu disertai suara serak dan susah menelan. Bu Rahmah merasa heran kenapa dia menderita gondok sementara ia tinggal di tepi pantai dan sering mendapatkan suntikan lipiodol, garam beryodium, dan kapsul yodiol dari puskesmas. Ia juga sudah diberi obat untuk mengecilkan gondoknya oleh dokter puskesmas, namun belum ada hasilnya. Dokter puskesmas kemudian merujuk Bu Rahmah ke RSUD Cut Meutia melakukan pemeriksaan lab.darah dan menganjurkan pemeriksaan aspirasi biopsy untuk memastikan diagnosanya sehingga pemeriksaan lebih tepat. Bu Rahmah bertanya kepada dokter enyakit apa yang dideritanya ? Jelaskan apa yang terjadi pada Bu Rahmah !!!

Jump 1 : Terminology
Tyroid : salah satu dari kelenjar endokrin terbesar yang berbentuk kupu2 dan terletak dipertengahan leher Gondok : pembesaran kelenjar tyroid yang menyebabkan pembengkakan didepan leher Lipiodol : larutan yodium dalam minyak dengan kadar 40% yang diberikan dalam bentuk suntikan Yodiol : obat untuk mencegah gondok Yodium : jenis mineral untuk produksi hormon tyroid

Jump II : Find the Problems


1. Mengapa Bu Rahmah mengalami suara serak dan susah menelan ? 2. Apakah ada hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan Bu Rahmah ? 3. Mengapa dokter melakukan pemeriksaan lab.darah dan menganjurkan biopsi aspirasi ? 4. Apakah fungsi dari dari suntikan lipiodol dan kapsul yodiol ? 5. Apakah fungsi dari pemberian garam beryodium ? 6. Apakah pengaruh lingkungan tempat tinggal dengan keluhan Bu Rahmah ? 7. Mengapa kasus Bu Rahmah yang sudah mendapat penanganan dari puskesmas harus dirujuk ?

Jump III : Hipothesa


1. Suara serak dan susah menelan dikarenakan penekanan kelenjar tyroid pada trakea serta merupakan suatu pertanda tumor ganas kelenjar tyroid. 2. Ada kaitan antara usia dan jenis kelamin dengan keluhan Bu Rahmah. 3. Dokter melakukan pemeriksaan tersebut untuk diagnostik. 4. Merupakan suatu penatalaksanaan primer dari segi farmakologi untuk suatu kelainan tyroid. 5. Merupakan program penatalaksanaan untuk menanggulangi GAKY. 6. Lingkungan merupakan suatu faktor resiko untuk kelainan tyroid. 7. Karena pemeriksaan penunjang untuk kelainan tyroid belum ada di puskesmas serta kelainan tyroid yang dialami Bu Rahmah sudah mengarah ke struma toksik.

Jump IV : Sceme
Epidemiologi Kelainan Tyroid Faktor resiko

Pencegahan

Neoplasma Ganas Jinak

Non neoplasma Toksik Non toksik

Manifestasi Klinis

Pemeriksaan

Penatalaksanaan

Jump V : Learning Objective


1. Kelainan tumor tyroid jinak dan ganas 2. Kelainan struma toksik dan non toksik 3. Pemeriksaan penunjang pada struma dan tumor 4. Penatalaksanaan kelainan tyroid 5. Pencegahan GAKY

Jump 6

LO 1

LO 1.

LO 2 : Kelainan struma toksik dan non toksik


1. Struma Toksik Struma toksik dapat dibedakan atas dua yaitu: a. struma diffusa toksik merupakan hipermetabolisme karena hormon tiroid yang berlebihan dalam darah. Penyebab tersering adalah penyakit Grave (gondok eksoftalmik/ exophtalmic goiter), paling banyak ditemukan diantara hipertiroidisme lainnya. b. struma nodusa toksik akan memperlihatkan benjolan yang secara klinik teraba satu atau lebih benjolan (struma multinoduler toksik). Antibodi yang berbentuk reseptor TSH beredar dalam sirkulasi darah, mengaktifkan reseptor tersebut dan menyebabkan kelenjar tiroid hiperaktif. Apabila gejala gejala hipertiroidisme bertambah berat dan mengancam jiwa penderita maka akan terjadi krisis tirotoksik. Gejala klinik adanya rasa khawatir yang berat, mual, muntah, kulit dingin, pucat, sulit berbicara dan menelan, koma dan dapat meninggal.20

2. Struma Non Toksik Struma non toksik dibagi menjadi 2, yaitu: a. struma diffusa non toksik b. struma nodusa non toksik Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. Struma ini disebut sebagai simple goiter, struma endemik, atau goiter koloid. Biasanya tiroid sudah mulai membesar pada usia muda dan berkembang menjadi multinodular pada saat dewasa. Kebanyakan penderita tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipotiroidisme atau hipertiroidisme, penderita datang berobat karena keluhan kosmetik atau ketakutan akan keganasan. Namun sebagian pasien mengeluh adanya gejala mekanis yaitu penekanan pada esofagus (disfagia) atau trakea (sesak napas), biasanya tidak disertai rasa nyeri kecuali bila timbul perdarahan di dalam nodul. Dalam keadaan seimbang maka yodium yang masuk ke dalam tubuh hampir sama dengan yang diekskresi lewat urin.

A. Keganasan Tiroid ( kanker tiroid ) 1. Pemeriksaan Triglobulin sebagai tumor marker, gunanya sebagai alat diagnosis dan untuk skrining tidak dianjurkan 2. Pemeriksaan fungsi tiroid seperti : FT3, FT4 dan TSH harus rutin dilakukan, walaupun tidak spesifik untuk kanker tiroid. 3. Pemeriksaan kadar kalsitonin mendiagnosis kanker tiroid tipe medulare 4. Pemeriksaan foto polos leher dengan teknik jaringan lunak, dapat melihat adanya mikrokalsifikasi ,infiltrasi jaringan sekitar 5. Scintigraphy , menggunakan radio-isotop ,dapat melihat apakah nodul yang ada fungsional atau tidak . 6. Pemeriksaan Imaging lainnya 7. Pemeriksaan dengan biopsi jarum halus (FNAB ) 8. Pemeriksaan histopatologi

LO. 3 Pemeriksaan Penunjang Pada Kelainan Tiroid

B. Hipertiroid maupun hipotiroid - Pemeriksaan kadar T3 dan T4 ( terikat/bebas) - Pemeriksaan kadar TSH - Pemeriksaan dengan yodium radioaktif - Pemeriksaan kadar TPO- Ab.

LO 4. PENATALAKSANAAN KELAINAN KELENJAR TIROID 1.HIPERTIROIDISME Pengobatan jangka panjang dengan obat2an antitiroid seperti propiltiourasil/metimazol. penyekat beta seperti propanolol yang diberikan bersamaan dengan obat2an antitiroid. tiroidektomi

2.HIPOTIROIDISME  pemberian tiroksin, dimulai dari dosis yang rendah ke tinggi. 3.GOITER NONTOKSIK penekanan TSH oleh tiroksin pembedahan pemberian yodium

4.NEOPLASMA TIROID >jinak


 terapi supresi dengan hormon levotiroksin  bedah  RAI  suntikan ethanol  terapi leser  observasi

>ganas
Pembedahan terapi ablasi iodium radioaktif terapi supresi L-tiroksin

LO 4: Penatalaksanaan kelainan tyroid

LO 5. Pencegahan GAKI
 Memberikan edukasi kepada masyarakat  Mengkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium  Iodisai air minum untuk wilayah tertentu dengan resiko tinggi atau dengan garam beryodium.  Memberikan kapsul minyak beryodium (lipiodol) pada penduduk di daerah endemik berat dan endemik sedang.  Memberikan suntikan yodium dalam minyak (lipiodol 40%) diberikan 3 tahun.

Arigat ...... ^_*,