Anda di halaman 1dari 13

Prosedur pemberian Medikasi

Parenteral
&
Proedur pemberian Medikasi
Topikal
Kelompok 2
Febriyanti Nalole
Fitrananda Napu
Fitryani Oktaviani
Laras Siswati Aliwu
Manus Yikwa
Prinsip-prinsip Pemberian Obat
1. Benar obat
2. Benar pasien
3. Benar dosis
4. Benar cara pemberian
5. benar waktu
6. Benar dokumentasi
7. Benar Pendidikan Kesehatan perihal medikasi klien
8. Hak klien untuk menolak
9. Benar pengkajian
10.Benar evaluasi
11.Benar reaksi terhadap makanan
12.Benar reaksi terhadap obat lain
“Pemberian Obat secara Parenteral”
Pemberian obat parenteral merupakan pemberian obat yang dilakukan
dengan menyuntikkan obat tersebut ke jaringan tubuh.
Bisa dilakukan dengan cara :

 Subcutaneous (SC) yaitu menyuntikkan obat ke dalam jaringan yang berada dibawah
lapisan dermis.
 Intradermal (ID) yaitu menyuntikkan obat ke dalam lapisan dermis, dibawah epidermis
 Intramuscular (IM) yaitu muenyontikkan obat ke dalam lapisan otot tubuh
 Intravenous (IV) yaitu menyuntikkan obat ke dalam vena
Beberapa hal yang harus
diperhatikan saat menyiapkan
obat:
Saat mengambil pil dan botol, tuangkan
pil tersebut pada tutupnya kemudian
Saat menyiapkan beberapa obat seperti letakkan pada tempat obat.
heparin, insulin, digoxin lakukan
pemeriksaan ulang.
Tuangkan obat cair tidak pada bagian
labelnya. Baca jumlah obat yang
jangan membuka bungkus obat jika dituang pada dasar meniscus.
dosis obat belum pasti. Buka
sebelum diberikan pada klien.

Ketika menyiapkan obat topikal, nasal, Pisahkan obat-obat yang memerlukan


opthalmic dan obat-obat dan kardus data pengkajian awal, seperti
obat, ambil obat dari kotaknya dan tanda vital. Periksa tanggal
periksa label untuk memastikan isinya kadaluarsa obat saat
sesuai. menyiapkannya.
Keuntungan pemberian
Obat Perenteral
Keuntungan pemberian obat melalui parenteral adalah obat
dapat diabsorbsi dengan cepat melalui pembuluh darah.
Cara parenteral ini dapat dilakukan jika obat tidak dapat
diabsorbsi melalui sistem gastrointestinal atau malah
akan dihancurkan olehnya.

Obat yang disuntikkan ke dalam tubuh


dapat berupa larutan cair atau suspensi.
Larutan cair disiapkan dalam tiga bentuk :
ampul, vial dan unit disposible.
Indikasi Kontraindikas
i
● Antipiretik Gangguan fungsi ginjal dan
● Analgetik hati, Hipersensitif, Alergi.
● Antiinflamasi
● Antibakteri
● Antiepilepsi
● Antialergi
● Vitamin dan mineral, dll
Produr
1. Pemberian
Cuci tangan
2. Siapkan alat-alat
3. Periksa label obat dengan catatan pemberian obat atau
kartu obaf sesuai prinsip 12 benar
4. Lakukan perhitungan dosis sesuai yang diperlukan
5. Pegang ampul dan turunkan cairan di atas leher
ampul dengan menjentikkan leher ampul atau
putarkan dengan cara merotasjikan pergelangan
tangan
6. Usapkan kapas alkohol di sekeliling leher ampul dengan
tangan dominan, tempatkan jari tangan non dominan di
sekeiiling bagian bawah ampul dengan ibu jari melawan
sudut
7. Patahkan tutup ampul dengan menjauhi diri dan orang
yang ada di dekat anda
8. Tempatkan tutup ampul pada kertas atau buang di tempat
khusus
9. Buka tutup jarum
10. Tekan plunger hingga habis, jangan aspirasi udara ke dalam
spuit
“Pemberian Obat Secara Topical.”
Tujuan
Pengertian • Memperoleh reaksi local dari
obat tersebut
Pemberian obat secara topical
• Mempertahankan hidrasi
adalah memberikan obat secara
lapisan kulit
local pada kulit atau pada
• Melindungi permukaan kulit
membrane area mata, hidung, dan
• Mengurangi iritasi kulit local
lubang telinga.
• Mengatasi infeksi atau iritasi

—Christine Juliana, 2007) —Jean Smith & Joyce Young, 2010


Indikasi Kontraindikasi
• Pada pasien dengan mata • Pada penderitas glukoma
berah akibat iritasi atau penyakit mata lainnya
• Pada pasien radang mata yang hebat, bayi dan anak-
atau allergy mata anak. Kecuali dalam
• Otitis media (radang rongga pengawasan dan nasehat
gendang telinga) dokter
• Infeksi kulit • Hipersensivitas
• Diare, gangguan fungsi hati
dan ginjal
(Moh.Arief, 1995) • Pada pasien dengan ulkul
denritik
• Individu yang atopi

(Moh. Arief, 1995)


Klasifikasi Obat Topical
Gel

Cairan Lotion
Salep Krim
Prosedur Pemberian Obat Topical
Pada kulit (Ganda Sigalingging, 2013)

1. Tujuan
Melindungi permukaan kulit, mempertahankan kecantikan lapisan kulit, memperoleh reasi obat secara local.
2. Teknik Pemberian
Alat dan Bahan
3. Persiapan Pasien
Jelaskan kepada pasien mengenai tujuan dan Tindakan yang akan dilakukan
4. Prosedur kerja
 Periksa Kembali order obat(nama pasien, nama obat, dosis, rute pemberian, dan waktu pemberian )
 Letakan obat dan peralatan didekat pasien
 Cuci tangan dan pasang pengalas juga pasang handscoon
 Posisikan pasien senyaman mungkin
 Bersihkan daerah yang akan diberi obat dengan air hangat sesuai kondisi kulit kemudian keringkan
 Berikan obat sesuai indikasi dan perhatikan cara penggunaan missal, dioles, tabur atau dikompres
 Tutup area kulit sesuai metode pengobatan
 Rapikan pasien dan bersihkan alat
 Cuci tangan
 Dokumentasi
Pada mata (Ganda Sigalingging, 2013)
 Buka mata bagian bawah dan anjurkan pasien melihat
1. Tujuan keatas
Mengobatai penyakit pada mata, membersihkan mata  Tetaskan obat sesuai indikasi dan anjurkan pasien
dari kotoran, mencegah kekeringan pada mata, menutup mata. Apabila obat berbentuk salep, pegang
Tindakan pemeriksaan. tube, tekan hingga obat keluar sesuai kebutuhan.
2. Teknik pemberian  Tutup area mata dengan kain kasa sesuai metode
Alat dan Bahan pengobatan
3. Persiapan pasien  Rapikan pasien dan bersihkan alat
Jelaskan kepada pasien menganai tujuan dan Tindakan  Cici tangan
yang akan dilakukan  dokumentasi
4. Prosedur kerja
 Periksa kembaali order obat ( nama pasien, nama
obta, cara pemberian, waktu pemberian dan
waspada efek obat
lagi
 Siapkan obat dan bawa alat dan obat kedekat pasien
m a s ih banyak
D an ba t
 Cuci tangan dan gunakan handscoon
r a p em berian o
 Posisikan pasien senyaman mungkin ca innya…
 Bersihkan daerah kelopak mata dari dalam keluar topical la
dengan air hangat sesuai kondisi mata kemudian
keringkan
Terima
Kasih