Anda di halaman 1dari 15

MAJU SIDANG PROPOSAL

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN


PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA
REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS SUKARAMAI
PAKPAK BARAT TAHUN 2022
 

OLEH :

NURMELLY NATANA KARO-KARO


NIM : 2115201284

PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) SENIOR MEDAN
TAHUN 2022
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


 Hampir semua perempuan pernah mengalami
keputihan.Pada umumnya, orang menganggap
keputihan pada wanita sebagai hal yang
normal.Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena
ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan
keputihan.Keputihan yang normal (fisiologis)
memang merupakan hal yang wajar.Namun,
keputihan yang tidak normal (patologis) dapat
menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati
(Djuanda, 2018).
 Pemahaman remaja akan kesehatan reproduksi
menjadi bekal remaja dalam berperilaku sehat dan
bertanggung jawab, namun tidak semua remaja
memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang
kesehatan reproduksi. Keterbatasan pengetahuan dan
pemahaman ini dapat membawa remaja ke arah
perilaku berisiko (Kumalasari dan Andhyantoro,
2018).
 Penelitian Kursani (2018) di SMA PGRI Pekanbaru
bahwa dari uji statistik diperoleh p-value semua
variabel <ɑ (0,05), berarti terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan, sikap, personal hygiene
dan douching dengan pencegahan flour albus.
Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai OR yang
paling tinggi diantara variabel yang lain adalah
variabel pengetahuan dengan nilai OR (95% CI) =
9,900 (1,696-57,778), artinya responden yang memiliki
tingkat pengetahuan rendah berpeluang 9,900 kali
melakukan pencegahan flour albus dibandingkan
responden yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi.
1.2. Rumusan Masalah
 Dari uraian diatas yang menjadi rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah apa sajakah Faktor Yang
Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan
Keputihan Pada Remaja Putri Di Puskesmas Suka
ramai Pakpak Barat Tahun 2022.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
 Untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku
Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri Di Puskesmas Suka
ramai Pakpak Barat Tahun 2022.
Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pencegahan
keputihan pada remaja putri di Puskesmas Suka ramai Pakpak Barat
Tahun 2022.
2. Untuk mengetahui hubungan sikap dengan pencegahan keputihan
pada remaja putri SMP di Puskesmas Suka ramai Pakpak Barat
Tahun 2022.
3. Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
pencegahan keputihan pada remaja putri di Puskesmas Suka ramai
Pakpak Barat Tahun 2022.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 Menstruasi adalah peristiwa luruhnya lapisan dinding dalam


rahim yang banyak mengandung pembuluh
darahcendomentrium.Menstruasi umumnya mulai pada usia 8-13
tahun. Siklus haid pada setiap wanita tidak sama biasanya
berlangsung kurang lebih 28 hari. Siklus menstruasi dapat
dipengaruhi oleh kondisi tertentu, seperti stres, pengobatan dan
latihan olah raga.Pada remaja pria salah satu tanda yang
menunjukkan bahwa organ reproduksi sudah mulai berfungsi
adalah mimpi basah.Mimpi basah adalah pengeluaran cairan
sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. Mimpi basah
pertama kali terjadi pada remaja sekitar usia 9-17 tahun
(Wahyudi, 2018).
Keputihan (fluor albus) adalah nama gejala yang
diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat
genetalia yang tidak berupa darah. Keputihan yang
berbahaya adalah keputihan yang tidak normal.Ini
terjadi akibat infeksi yang disebabkan bakteri, bakteri,
jamur atau infeksi campuran.Keputihan dapat juga
disebabkan adanya rangsangan mekanis oleh alat-alat
kontrasepsi sehingga menimbulkan cairan yang
berlebihan.Pada tipe keputihan ini, cairan yang keluar
berwarna kuning kehijauan dan biasanya diiringi rasa
gatal dan bau yang tak sedap (Iswati, 2018).
Kerangka Konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Pengetahuan Pencegahan
Sikap keputihan pada
Dukungan keluarga remaja putri

Gambar1. Kerangka Konsep


Hipotesis
1. Ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan
keputihan pada remaja putri di Puskesmas Suka ramai
Pakpak Barat Tahun 2022.
2. Ada hubungan sikap dengan pencegahan keputihan
pada remaja putri SMP di Puskesmas Suka ramai
Pakpak Barat Tahun 2022.
3. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan
keputihan pada remaja putri SMP di Puskesmas Suka
ramai Pakpak Barat Tahun 2022.
BAB III
METODE PENELITIAN
 Jenis Dan Desain Penelitian
 Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan
metode kuantitatif dalam bentuk survei analitik dengan
desain cross sectional
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
 3.2.1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Suka ramai
Pakpak Barat
3.2.2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan mulai bulan Februari –
Juni 2022
Populasi dan Sampel Penelitian
3.3 POPULASI DAN SAMPEL
3.3.1 Populasi Penelitian
 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa
remaja putri yang ada di Puskesmas Suka ramai
Pakpak Barat. Yaitu sebantak 156 orang
3.3.2. Sampel Penelitian
 Dalam pengambilan sampel pada penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin ,
Dengan demikian sampel yang ditetapkan dalam
penelitian ini adalah 61 ibu hamil
Defenisi Operasional
No Variabel Defenisi variabel Alat ukur Skala ukur Hasil ukur

1 Pengetahuan segala sesuatu atau segala hal yang Kuesioner Ordinal 1. Baik : score 76%-100%
diketahui remaja putri tentang 2. Cukup : score 57%-75%
keputihan dan cara pencegahannya 3. Kurang : score <57%
2 Sikap respon atau tanggapan remaja putri Kuesioner Ordinal a. Positif : jika score >
tentang keputihan dan cara mean
pencegahannya b. Negatif : jika score < mean
.
3 Dukungan dukungan yang diberikan keluarga Kuesioner Ordinal a. Baik : jika score nilai 6-
keluarga terutama ibu dalam hal informasi, 10
anjuran atau larangan untuk b. Kurang baik : jika score
menghindari terjadinya keputihan <6
4 Pencegahan cara-cara yang dilakukan remaja Kuesioner Ordinal a. Baik : jika score 6-10
keputihan putri dalam mencegah terjadinya b. Tidak baik : jika score <6
keputihan seperti mengeringkan kulit
dengan handuk atau tisu bila
berkeringat atau setelah buang air,
cara membersihkan vagina,
penggunaan air bersih untuk mencuci
alat kelamin dll
Analisa Data
Analisis univariat
 Analisis univariat yaitu analisis deskriptif untuk mendapatkan
gambaran tentang masing-masing variabel independen maupun
variabel dependen yang dimasukkan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi
 Analisis bivariat
 Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan masing–
masing variabel bebas yaitu pengetahuan, sikap, dukungan
keluarga (ibu), dengan variabel terikat yaitu pencegahan
keputihan (fluor albus) pada remaja putri. Untuk membuktikan
adanya hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan
variabel terikat digunakan analisis Chi-square, pada batas
kemaknaan perhitungan statistik p- value (0,05).
.

TERIMAKASIH