Anda di halaman 1dari 11

(Part 1) Ibn Rusyd dalam Kajian

Cendekiawan Muslim Kontemporer


– Dr. Nirwan Syafrin Manurung
Ari Dewiyanti
• Pasca Karya fenomenal Imam al-Ghazali Tahafut al–Falasifah lahir,
ada satu karya bantahan yang hampir tidak pernah terlewatkan untuk
disebut yaitu Tahafut al-Tahafut karya Ibn Rusyd. Dari karya ini
banyak dari cendekiawan yang mengapresiasi Ibn Rusyd lalu
menyebutnya sebagai menghidupkan kembali filsafat dalam tradisi
Islam. Imam al-Ghazali diasumsikan membuat Sains Islam tidak
berkembang dan disimpulkan anti filsafat.
• Banyak cendekiawan Islam saat ini yang berlabuh ke pemikir-pemikir
masa silam.
• Tujuan cendekiawan saat ini adalah bagaimana untuk menggugah
semangat mereka dan pikiran-pikiran mereka sekaligius merespon
permasalahan yang kita hadapi saat ini.
Ideologi Turats
• Sejak tahun 1970-an, dunia Islam mengalami proses yang disebut dengan kebangkitan Islam.
Hal ini terlihat dari maraknya symbol-symbol dan praktik-praktik Keislaman yang merujuk
ke masa Islam.
• Kelompok liberal dan nasionalis merasa mereka terpojokkan, merasa bahwa ide-ide mereka
dibenturkan dengan ide-ide yang berasal dari agama. Disinilah mereka merasa perlunya
justifikasi ide-ide, gagasan-gagasan mereka dan untuk itu mereka kembali ke masa silam lagi.
• Di tahun 1950 - 1900 akhir banyak sekali kajian berbasis turats ini, dan saat ini sudah jarang
sekali yang menggunakan istilah turats ini.
• Adanya penegasan identitas Islam dan ide-ide Islam belakangan ini di dunia Islam tidak
hanya di masyarakat Arab. Kaum Nasionalis mulai merasa bahwa mereka tidak mungkin bisa
berhasil merealisasikan projek modernisasi mereka kecuali mereka berusaha menangani basis
teoritis dari gagasan keagamaan mereka yaitu dengan cara menginterpretasikan warisan Islam
dan menggunakannya untuk mengklaim legitimasi terhadap projek-projek mereka.
Ibn Rusyd

• Disebut sebagai tokoh yang paling berpengaruh dan memberikan kontribusi pada kebangkitan
Barat. Kemajuan bangsa Barat berhubungan dengan pemikiran-pemikiran Ibn Rusyd.
• Sebenarnya bukan hanya Ibn Rusyd, tokoh lain yang berpengaruh yaitu Ibn Sina, Al farabi. Tidak
bisa menafikkan bahwa peradaban Islam memiliki dampak yang luar biasa terhadap
perkembangan Barat.
• Karya-karyanya diterjemahkan sejak abad ke-13. Dan juga berpengaruh di kalangan Yahudi salah
satunya Musabin Maimun (Maiomonen), Samuel Ibn Tibon dan Meses Ibn Tibon. Di kalangan
Kristen tidak terlalu diterima, meskipun Thomas Aquiness yan gterpengaruh tapi juga mengkritik
pemikiran Ibn Rusyd.
• Ibn Rusyd di Barat dikenal sebagai komentator, karena banyak mengomentari pemikiran
Aristoteles. Dia menunjukkan ketakjuban yang luar biasa bahkan kalau ada kecenderungan teks
Agama yang bertentangan dengan Aristoteles, maka dia menyerukan agar supaya teks agama ini
yang perlu diinterpretasi ulang / ditakwilkan. Hal ini menjadi penyebab Ibn Rusyd tidak banyak
diterima, bahkan akryanya pernah dibakar dan diasingkan yang berhubgungan dengan isu politik.
• Ibn Rusyd terkadang dideskripsikan sebagai “Father of free thought and unbelief”
• Atas dasar ini banyak cendekiawan Muslim yang mendorong agar uamt Islam
mengadopsi pemikiran-pemikiran Ibn Rusyd karena diketahui kemajuan yang
terjadi di Barat dipengaruhi oleh pemikiran Ibn Rusyd.
• Kajian yangs secara khusus terkait dengan Ibn Rusyd oleh tokoh atau ilmuwan
Muslim tidak diketahui apakah sudah pernah dilakukan selain oleh Ernest Renan
seorang teolog Kristen.
• Ernest Renan berpendaat Islam tidak memiliki bakat untuk berfilsafat, dan dia
mengecualikan Ibn Rusyd yang dianggapnya tidak dilahirkan dari peradaban Islam.
• Kemudian pandangan ernest di tentang oleh Jamalun al ghani. Renan akhirnya
megakui kehebatan Jamlun al ghani
Farah Antun (1874-1922) : Ibn Rusyd Pioneer
Sekularisme
• Farah Antun termasuk penulis yang pertama kali mengkapitalisasi Ibn
Rusyd untuk membenarkan pikirannya tentang sekularisme.
• Dia menyebutkan bahwa Ibn Rusyd itu filsuf materialis dalam filsafat
Islam.
• Dia juga mendorong penerapan sekularisme sebagai basis mengurus
Negara.
Karya Cendekiawan Muslim Kontemporer
tentang Ibn Rusyd
• Dr. Atif al-Iraqi ingin menunjukkab bahwa Ibn Rusyd itu adalah tokoh
rasionalis tokoh yg mengagungkan akal, tokoh yang berusaha memposisikan
agama dan akal tidak saling berlawanan. Dia menyebutkanna bahwa masa
depan peradaban atau masa depan Arab ada pada Ibn Rusyd. Artinya kalau
bangsa Arab ingin maju maka tokoh yang jadi panutan adalah Ibn Rusyd.
• Disebutkan bahwa kemunduran Islam itu dihubungkan oleh persoalan
rasionalitas, karena lari dari rasionalitas dan cenderung pada persoalan
rukhiah. Itulah kenaapa Al-Ghazali selalu dituduh sebaga orang yang
meruntuhkan tradisi intelektual Islam karena kecenderungan Al-Ghazali
mengarah pada persoalan rukhaniah, dianggap sebagai awal kemunduran
daripada tradisi intelektual dalam peradaban Islam.
Karya Cendekiawan Muslim Kontemporer tentang
Ibn Rusyd
• JABIRI : IBN RUSYD SEBAGAI JALAN KEBANGKITAN
• Dalam pandangan Al-Jabiri dia melihat bahwa antara tradisi intelektual yang berkembang di Barat dan Timur
tidak merupakan kelangsungan apa yang berkembang di Timur sebelumnya. Perkembangan di Barat seolah
terpisah dari yang berkembang di Timur, tidak hanya ilmu filsafatnya, ushul fiqh dan ilmu kalam juga
termasuk. Dia menyebutkan tradisi intelektual Islam, Madrasah Sinawiyah dan Madrasah Rusydiah. Dua-
duanya terpisah meski kita tahhu bahwa banyak dipengaruhi Aristoteles.
• Filsafat di Timur menurutnya memberi cap rasionalitas terhadap sesuatu yang tidak rasional.
• Filsafat Ibn Rusyd adalah filsafat masa depan, pemikiran Ibn Rusyd lebih dekat dengan kebangkitan Eropa
daripada pemikiran Ibn Sina. Apa yang hidup bersama kita untuk menghadapi modernitas adalah pemikiran Ibn
Rusyd.
• Al-Jabiri mengungkapkan “orang yang masih berpegang dengan Ibn sina adalah orang yang menhabiskan
hidupnya di luar sejarah dan seolah-olah berada pada masa lalu meskipun fisiknya berada pada masa sekarang”.
• Menurutnya hanya dengan Rusydiyah ini kita bisa hidup di zaman kita dan sanggup merespon persoalan yang
ada di lingkungan kita saat ini. Hanya ini yang bisa memberikan kehidupan pada budaya kita, apa yang menjadi
kebutuhhannya yaitu kemampuan untuk melakukan perbaikan dan melakukan pembaharuan yaitu dengan
pemikiran Ibn Rusyd (Rusydiyah).
Averoisasi Politik Islam
• Ekstrimisme berawal karena kelompok ini menjauh dari pikiran Ibn
Rusyd
• Sesungguhnya meng-Ibn Rusyd-kan politik Islam dan meminimalisir
ekstrimisme keagamaan sampai batas yang paling tinggi tidak bisa
dilakukan kecuali dengan menanamkan spirit Ibn Rusyd.
• Seluruh dimensi kehidupan ataupun di tengah-tengah budaya,
lembaga-lembaga, harus ditanamkan rukh Ibn Rusyd sehingga
ekstrimisme diminimalisir.
Spirit Ibn Rusyd dan Modernitas
• Hanya spirit rukh Rusydiyah ini yang bisa diterima di masa kita
sekarang ini karena rukh Rusydiyah dapat bertemu dalam beberpa
dimensi pada zaman ini. Dari dimensi rasionalisme, pragmatism,
pandangan aksiomatiknya dan interaksinya yang kritis.
• Mengadopsi Ibn Rusyd ini berarti kit am melakukan pemtutusan rukh
dan spirit Ibn Sina.