Anda di halaman 1dari 14

PENANGANAN KASUS

NEONATUS YANG
BERESIKO PADA
KEGAWATDARURATAN

MIFTAHUL JANNAH
NITRA YANTI
IRNA SEPTIANA
JIJAN
Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0-
28 hari. kehidupan pada masa neonatus ini
sangat rawan, karena memerlukan
penyesuaian fisiologik agar bayi diluar
kandungan dapat hidup sebaik-baiknya.

Bayi resiko tinggi adalah bayi yang mempunyai


kemungkinan lebih besar untuk menderita
sakit atau kematian dari pada bayi lain.
KEJANG
kejang pada neonatus di definisikan sebagai
suatu gangguan terhadap fungsi neurilogis
seperti tingkah laku, motorik,atau fungsi
otonom. kebanyakan kejang pada BBL timbul
selama beberapa hari. Sebagian kecil dari
bayi tersebut akan mengalami kejang
lanjutan dalam kehidupan kelak. Kejang
pada neonatus relatif sering dijumpai dengan
manifestasi klinis yang bervariasi. Timbulnya
sering merupakan gejala awal dari gangguan
neurologi dan dapat terjadi gangguan pada
kognitif dan perkembangan jangka panjang.
PENYEBAB KEJANG

Pendarahan otak, dapat


timbul sebagai akibat dari
bayi tidak menangis pada
kekurangan oksigen atau
waktu lahir adalah penyebab
trauma pada kepala.
yang paling sering. Timbul
Pendarahan subdural yang
dalam 24 jam kehidupan
biasanya diakibatkan oleh
pada kebanyakan kasus.
trauma dapat menimbulkan
kejang.
PENATALAKSANAAN KEJANG

Memasukkan tong spatel atau sudip lidah yang telah


dibungkus dengan kassa steril pada saat bayi kejang
agar jalan napas tidak tertutup oleh lidah

Mengurangi rangsangan pada bayi seperti cahaya.

Memberikan pengobatan anti kunvulsan.

Untuk menghindari infeksi dapat diberikan antibiotik


serta perawatan tali pusat dengan menggunakan
teknik septik
HIPOTERMI

Hipotermi adalah suatu kondisi ketika suhu


tubuh turun menjadi sangat rendah.
Normalnya, suhu tubuh normal berada di
sekitar angka 37°C. Ketika terkena
hipotermia, suhu tubuh mencapai angka di
bawah 35°C.
PENATALAKSANAAN HIPOTERMIA

segera menghangatkan bayi di dalam inkubator atau


melalui penyinaran lampu.

Metode kangguru kontak kulit antara ibu dan bayi yang


berlangsung sejak dini secara terus menerus dan
berkesinambungan kalau mungkin selama 24 jam.

Bila tubuh bayi masih dingin, gunakan selimut atau


kain hangat yang disetrika terlebih dahulu

Biasanya bayi hipotermia menderita hipoglikemia,


sehingga bayiharus diberi ASI sedikit-sedikit sesering
mungkin.

Menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu


tubuh bayi stabil.
HIPERTERMIA
Hipertermi adalah peningkatan suhu tubuh
dapat disebabkan suhu lingkungan yang
berlebihan, infeksi, dehidrasi atau perubahan
mekanisme penganturan suhu sentral yang
berhubungan dengan trauma lahir pada otak
atau malformasi dan obat-obatan (buku
acuan nasional pelayanan kesehatan
maternal neonatal) . singkungan yang terlalu
panas juga berbahaya bagi bayi. Keadaan ini
terjadi bila bayi diletakkan di dekat api atau
dalam ruangan yang berudara panas.
PENATALAKSANAAN HIPERTERMI

Letakkan bayi dalam ruangan sejuk dengan suhu


25-28°C.

Jauhkan dari sumber panas seperti cahaya


matahari misalnya.

Lepaskan sebagian atau seluruh pakaian bayi


sesuai kebutuhan.

Terus berikan ASI sesering mungkin agar tidak


kekurangan cairan dan energi.

Bila suhu tubuh bayi lebih dari 39°C, berikan


kompres dengan air biasa, jangan gunakan air
dingin atau es batu.
HIPOGLIKEMI
Hipoglekemia adalah glukosa darah 60mg/dl atau kurang
. hipoglekemia yang dapat muncul segera setelah
kelahiran dan pada IDM berhubungan dengan
meningkatnya insulin dalam darah. Oleh karena itu,
direkomendasikan bahwa terapi segera untuk kadar
glukosa serum dibawah 47mg/dl sampai 50mg/dl .
dimplementasikan pada bayi.
Ketika glukosa nenonatus hilang mendadak saat
kelahiran maka, produksi insulin yang terus-menerus
segera memecah glukosa yang beredar dalam
hipoglekemia dalam 1 ½ sampai 4 jam terutama pada
bayi yang ibunya menderita diabetes. Penurunan
mendadak kadar glukosa darah dapat menyebabkan
kerusakan neologis serius atau kematian.
PENATALAKSANAAN HIPOGLIKEMI

Bolus glukosa 10% 2 ml/kg pelan-pelan


dengan kecepatan 1 ml/menit

Pasang jalur iv D10 sesuai kebutuhan

Meneruskan asupan asi setiap 1-2 jam atau


3-10 ml/kg
TETANUS NEONATORIUM
Tetanus neonatorium adalah penyakit tetanus yang
diderita oleh bayi baru lahir yang disebabkan karena
hasil klostarium tetani. Tetanus neonatorium
menyebabkan kematian pada bayi yang tinggi di
segara berkembang karena pemotongan tali pusat
yang masih banyak menggunakan alat-alat
tradisional. Masuknya kuman tetanus klostriudium
tetani sebagian besar melalui tali pusat. Masa
inkubasinya sekitar 3 hari sampai 10 hari, dan
makin pendek masa inkubasinya penyakit makin
fatal. Tetanus neonatorium menyebabkan kerusakan
pada pusat motorik, jaringan otak, pusat pernafasan
dan jantung.
PENATALAKSANAAN TETANUS NEONATORIUM

Membersihkan jalan nafas.

Melonggarkan pakaian bayi.

Memasukkan tong spatel yang


dibungkus kasa dalam mulut
bayi

Menciptakan lingkungan yang


tenang

Memberikan asi sedikit demi


sedikit saat bayi tidak
kejang.
TERIMA KASIH