Anda di halaman 1dari 35

Undang-Undang Pelayaran dan

Konvensi Internasioanal
NAUTIKA VIII

PERTEMUAN V

Responsibilities Under International Convention for the Safety of Life at Sea


II
OLEH
AN. PRAMONO, SH, MM
ISM CODE
DASAR HUKM I S M CODE
Chapter IX. SOLAS 1974 “Management for the safe operation of ships”

IMO Resolution A 741 (18) adopted on 4 November 1993. amandemen


dengan dg resolusi MSC 99(73) 1 Januari 2002 dan berlaku 2002

R 1 SOLAS CHAPTER IX.(1)


ISM Code adalah kodifikasi standar Internasional tentang manajemen
keselamatan pengoperasian kapal dan pencegahan pencemaran laut yang
disyahkan dengan Resolusi IMO no. A 741 (18) dalam sidang umum pada
tanggal 4 Nopember 1993

R 1(2) SOLAS 74 Chp IX.


Perusahaan adalah pemilik kapal atau kalau bukan pemilik adalah organisasi
lain atau manajer atau pencharter dalam Bare Boat Charter yang menerima
dan menyetujui semua tanggung jawab pengoperasian kapal dari pemilik yang
disyaratkan oleh ISM code.
PEMBERLAKUAN ISM CODE.
(Regulasi 2 SOLAS 74)
1 Juli 1998
 Kapal penumpang dan kapal penumpang kecepatan tinggi segala ukuran
 Kapal Gas Carier, Oil Tanker, Chemical Tanker, Bulk Carrier dan kapal
kargo
lainnya ukuran ≥ 500 GT

1 Juli 2002.
 Kapal barang lainnya termasuk MODU ≥ 500 GT
 Kapal ukuran < , diatur oleh negara bendera kapal
 Kapal Indonesia diatur dalam SK Dirjen Perla no.PY /67/1/6-96 tanggal 12
Juli 1996

Regulasi 3- Persyaratan Manajemen Keselamatan


1.Perusahaan dan kapal harus memenuhi persyaratan ISM Code, berdasarkan
peraturan ini persyaratan ISM Code wajib diterapkan
2.Kapal harus dioperasikan oleh perusahaan yang mempunyai DOCUMENT
OF COMPLIANCE sesuai regulasi 4
REGULASI – 4 SERTIFIKASI
1.DOC akan diterbitkan kepada setiap perusahaan yang
memenuhi persyaratan ISM Code. DOC diterbitkan oleh
pemerintah atau organisasi yang diakui oleh pemerintah.

1.Copy DOC harus ada diatas kapal, sehingga Nakoda dapat


dapat menunjukan bila dilakukan verifikasi

2.Safety Management Certificate ( SMC ) diterbitkan untuk setiap


kapal oleh pemerintah atau organisasi yang diakui oleh
pemerintah

Pemerintah / organisasi, sebelum menerbitkan SMC harus


melakukan verifikasi, bahwa manajemen perusahaan dan kapal
dioperasikan sesuai dengan Safety Management System yang
diakui
REGULASI 5- PERAWATAN KONDISI.
Safety Manajemen System harus dijaga sesuai dengan persyaratan/ketentuan
ISM Code.

REGULASI 6- VERIFIKASI DAN PENGAWASAN.


1.Pemerintah(administrasi), negara penanda tangan konvensi atas permintaan
negara lain atau organisasi lain yang ditunjuk pemerintah, akan melakukan
verifikasi berkala terhadap berfungsinya “Safety Management System “ kapal

2.Mengacu pada ketentuan paragraf 3 peraturan ini, sebuah kapal disyaratkan


untuk memenuhi sertifikat menurut ketentuan dalam R 4/3 dan harus dilakukan
pemeriksaan sesuai ketentuan dalam peraturan XI/4. untuk itu sertifikat
dimaksud akan diperlakukan sebagai sertifikat yang dikeluarkan berdasarkan
aturan I/12 atua R I/13.

3.Dalam hal adanya perubahan negara bendera kapal atau perusahaan,


pengaturan khusus akan dibuat sesuai dengan petunjuk (guideline ) yang
dikembangkan oleh organisasi.
. The ISM Code

The International Management Code for the


Safe Operation of Ships and for Pollution
Prevention
or
The International Safety Management Code
or
The ISM Code
SIAPA SAJA YANG WAJIB MEMAHAMI ISM CODE
Yang wajib memahami adalah siapa saja yang sedang atau akan bekerja pada
bidang pengoperassian kapal, baik personil di darat maupun personil di kapal.

To whom does it apply?


 Company management
from the very top
level; to
 All shore staff;
 The Master;
 Officers; and
 Ratings onboard ships.

7
ISM CODE REQUIREMENTS
• The ISM Code is
divided into 16
sections (element)
16 ELEMEN ISM CODE.
PART A: IMPLEMENTATION.

1.Umum (General)

2.Kebijakan Keselamatan dan Perlindungan Lingkungan ( Safety and


Environmental Protection Policy)

3.Tanggung jawab dan Wewenang Perusahaan ( Company Responsibilities


and Authority)

4.Designated Person (s)

5.Tanggung Jawab dan Wewenang Nakoda ( Master’s Responsiblities and


Authority )

6.Sumber Daya dan Tenaga ( Resources and Personils)

7.Pengembangan Rencana Operasi Kapal ( Development of plans for


shipboard Operation)
8. Kesiapan Menghadapi Keadaan Darurat ( Emergency Preparedness)

9. Pelaporan dan Analisa N C Kecelakaan dan Bahaya yang terjadi. ( Report


and Analysis of Non Conformities, Accident and Hazardous Accurances)

10. Perawatan kapal dan Perlengkapannya ( Maintenace of the Ship and


Equipment)

11. Dokumentasi ( Documentation)

12. Verifikasi, Tinjauan ulang dan evaluasi Perusahaan ( Company Verification,


review and Evaluation)

13. Sertifikasi, Verifikasi berkala (CERTIFICATION AND PERIODICAL


VERIFICATION)

14. Sertifikat Sementara (INTERIM CERTIFCATION )

15. Verifikasi

16. Bentuk Sertifikat


SECTION 1 :
“GENERAL”
• An introduction to the general purpose of the code and its objectives

1.1.2 Perusahaan adalah pemilik kapal atau organisasi


lainnya yaitu:

Seseorang misalnya Manajer dan atau Yang menerima


tanggung jawab terhadap operasi kapal dari pemilik kapal
dibuktikan dengan bentuk perjanjian tertulis berupa
management agreement

Bareboat Charterer
Oragng /badan hukum yang setuju menerima tanggung
mawab yang dipersyaratkan dalam code ini ( dibuktikan
dengan bentuk perjanjian
tertulis berupa kontrak charter

1.1.3 Administrasi adalah Pemerintah Negara Bendera


Kapal
1.1.4 SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (SMS)
Adalah suatu sistim yang disusun secara struktural dan terdokumentasi untuk
memungkinkan personil perusahaan secara efektif dapat menerapkan
kebijakan perusahaan terhadap keselamatan dan perlindungan lingkungan

1.1.5 Document of Complience adalah dokumen yang dterbitkan kepada


perusahaan yang teleh memenuhi persyaratan Code ini

1.1.6 Safety Management Certificate adalah sertifikat yang diberikan kepada


kapal yang menandakan bahwa manajemen perusahaan dan kapalnya sesuai
dengan sistim manajemen keselamatan yang telah diakui.

1.1.7 Objective evidence ( Bukti objektif ) adalah catatan informasi kuantitatif


atau kualitatif , atau berita acara (statement of fact) tentang keselamatan atau
kesadaran dan implementasi atas elemen dari sistim manajemen keselamatan,
yang didasarkan atas observasi (pengamatan), pengukuran atau test yang
dapat diverivikasi

1.1.8 OBSERVASI Adalah berita acara (statement of fact ) yang dibuat selama
dilakukan audit manajemen keselamatan dan dibuktikan dengan bukti objectif.
1.1.9 NON-CONFORMITY (NC)
Adalah suatu keadaan dimana bukti objektif menunjukan tidak dipenuhi suatu
persyaratan yang ditetapkan atau ditentukan dalam ISM Code

1.1.10 MAJOR NON-CONFORMITY


Adalah suatu keadaan atau penyimpangan yg dapat menimbulkan ancaman
yang serius terhadap keselamatan personil dan kapal, atau resiko yang serius
terhadap lingkungan dan menuntut segera dilakukan tindakan perbaikan (CA).

. 1.2 OBJECTIVE
SASARAN ISM CODE (Tujuan ISM code)

1.2.1 Tujuan dari code ini Menjamin keselamatan di laut yaitu:


 Mencegah kehilangan atau kecelakaan jiwa manusia
 Menghidarkan kerusakan lingkungan laut dan
 kehilangan dan kerusakan harta benda
1.2.2 TUJUAN / SASARAN SAFETY MANAGEMENT SASTEM PERUSAHAAN
Antara lain
1.Memberikan petunjuk praktis atau latihan2 tentang keselamatan operasi kapal dan
lingkungan kerja
2.Menetapkan pencegahan terhadap semua resiko yang telah teridentifikasi
3.Meningkatkan secara terus menerus ketrampilan karyawan darat dan laut tentang
manajemen keselamatan , termasuk persiapan menghadapi keadaan darurat yang
menyangkut keselamatan dan pencegahan pencemaran,

1.2.3 Sistem Manajemen Keselamatan harus memastikan.


1.Memenuhi persyaratan /peraturan yang diwajibkan.
2.Bahwa kodifikasi, panduan2 dan standar rekomendasi yang dibuat
Organisasi, pemerintah , Biro klasifikasi serta lembaga /organisasi industri
maritim harus diperhatikan
1.3 . Aplikasi (pemberlakuan)
Persyaratan2 dari kodifikasi ini dapat diterapkan pada semua kapal

1.4 Persysaratan fungsional untuk sistim manajemenkeselamatan


Setiap perusahaan harus mengembangkan, menerapkan dan
menjaga Sistim Manajemen Keselamatan mencakup
persyaratan fungsional berikut:
1.4.1 Kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan
1.4.2 Prosedur dan instruksi2 untuk menjamin keselamatan operasi kapal
dan perlindungan lingkungan personil darat dan kapal
1.4.3 prosedur untuk melaporkan kecelakaan dan ketidak kesesuaian
dengan code
1.4.4 Prosedur untuk menyiapkan dan merespon keadaan darurat
1.4.5 Prosedur untuk internal audit dan manajemen review
ELEMEN 2 : SAFETY AND ENVIRONMENTAL PROTECTION POLICY
Kebijakan tentang keselamatan dan Perlindungan Lingkungan

2.1 Perusahaan menetapkan kebijakan tentang keselamatan dan perlindungan


lingkungan yang menggambarkan bagaimana tujuan yang diuraikan dalam
elemen 1.2 dapat dicapai ( Sasaran ISM Code dan SMS perusahaan) Yaitu;
Mencegah kehilangan atau kecelakaan jiwa manusia
 Menghidarkan kerusakan lingkungan laut dan
 kehilangan dan kerusakan harta benda

2.2 Perusahaan harus menjamin bahwa kebijakan tersebut dilaksanakan dan


dijaga pada semua level organisasi baik dikapal maupun di darat

Oleh sebab itu: Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat
POLICY (KEBIJAKAN)
adalah:
 Sederhana dan jelas
 Tujuan SMS dan strategi pelaksanaan, rencana pencapaian
 Selalu secara terus menerus melakukan perbaikan berkaitan dengan
kesadaran atas keselamatan
 Ditinjau ulang secara berkala agar selalu relevan
ELEMEN 3.- COMPANY RESPONSIBILITY AND AUTHORITY.
Tanggung Jawab dan Wewenang Perusahaan
3.1 Jika pihak yang bertanggung jawab untuk pengoperasian kapal adalah
orang lain selain dari pada pemilik, maka pemilik harus melaporkan nama
lengkap dan rincian data organisasi kepada negara bendera kapal. Yaitu
berupa:
Apakah ada Surat penunjukan dari ship owner kepada Ship manager?
3.2 Perusahaan harus menetapkan dan mendokumentasikan tanggung jawab,
kewenangan dan hubungan antara personil yang mengelola, menjalankan dan
memeriksa pekerjaan yang berkaitann dengan keselamtan dan pencegahan
pencemaro
Apakah ada Structur organisasi darat/ laut , dg Job Description, dan Job
qualification ?

3.3 Perusahaan bertanggung jawab untuk menjamin sumber daya yang


mencukupi dan dukungan dari darat sehingga D Ps (personil yg ditunjuk atau
personal lain dapat menjalankan tugasnya
ELEMEN 4. DESIGNATED
Personil yang ditunjuk

Untuk menjamin keselamatan operasi kapal dan tersedianya suatu hubungan


antara perusahaan dengan mereka yang berada diatas kapal setiap
perusahaan sebagaimana disyaratkan, harus menunjuk seseorang atau
orang-orang di darat yang mempunyai kemudahan untuk berhubungan
langsung dengan manajemen puncak.
Tanggung jawab dan kewenangan orang dan orang-orang yang ditunjuk
tersebut , harus termasuk memonitor aspek keselamatan dan pencegahan
pencemaran dari pengoperasian setiap kapal dan menjamin bahwa sumber
yang memadai dan dukungan darat dilksanakan sebagimana diperlukan

Designated Persons harus:


1.Mempunyai akses langsung ke managemen puncak di perusahaan
2.Mempunyai hubungan lansung dengan awak kapal
3.Mempunyai wewenang dan bertanggung jawab untuk monitor aspek keselamatan dan
pencegahan pencemaran dari operasi kapal dan menjamin tersedianya sumber-sumber
yang cukup dan tersedianya dukungan dari darat ke kapal.
Elemen 5 : MASTER RESPONSIBILITY AND AUTHORITY
TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG NAKODA.

5.1 Perusahaan harus menjabarkan dengan jelas tentang lima tanggung jawab
Nakoda dan mendokumentasikan (dlm SMS) sehubungan dengan:
1. Mengimplementasikan kebijakan perusahaan tentang keselamatan dan
perlindungan lingkungan
2. Memotivasi awak kapal dalam observasi kebijakan tersebut
3. Mengeluarkan perintah-perintah yang jelas, sederhana dan tepat
4. Melakukan verifikasi apakah semua persyaratan telah terpenuhi.
5. Melakukan tinjau ulang (reviewing) atas SMS dan melaporkan adanya
defisiensi / kekurangan kepada manajemen darat
5.2 Perusahaan harus menjamin bahwa didalam SMS berisi pernyataan yang jelas
tentang tanggung jawab Nakoda.
Perusahaan harus menetapkan dalam SMS bahwa Nakoda mempunyai Overriding
Authority(kewenangan lebih) untu membuat keputusan yang menyangkut
keselamatan dan pencegahan pencemaran dan meminta bantuan perusahaan
apabila diperlukan.

. Berdasar konsep ini Nakoda mempunyai kewenangan penuh untuk terjaminnya


keselamatan dan perlindungan lingkungan Guna menyelaraskan kepentingan
perusahaan dan kemudahan Nakoda dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya, Nakoda harus secara intensif berkomunikasi
dengan kantor.
ELEMEN 6 : RESORCES AND PERSONNEL
SUMBER DAYA DAN PERSONIL

6.1 Perusahaan harus menjamin bahwa Nakoda adalah:


1. Benar –benar mampu untuk memegang jabatan komando Perusahaan
menetapkan menetapkan tingkat kualifikasi yang dibutuhkan sebagai
pemimpin. Untuk mengetahui hal itu perlu ditanyakan hal berikut.
Apakah sertifikat NKD sesuai dengan daerah pelayaran?
Apakah NKD mempunyai pengalaman di kapal sejenis?
2. Benar-benar memahami SMS perusahaan
untuk itu NKD hrs mengenal dengan baik persyaratan yg berkaitan dengan
keselamatan dan perlindungan lingkungan melalui
-periode timbang terima
-petunjuk armada
-tanggung jawab kerja
3.Diberikan dukungan yang diperlukan untuk menjalankan tugas di kapal

6.2 Mensyaratkan agar perusahaan menjamin setiap kapalnya


diawaki dengan pelaut yang:
a. Berkualifikasi ( berkemampuan )
b. Memiliki sertifikat sesuai ketentuan Internasional dan
c. Sehat sesuai standar yang berlaku
6.3 Famliarization.
Perusahaan hrs menetapkan prosedur bahwa personil yg baru dan personil yang
dipindahkan untuk tugas-tugas yang baru sehubungan keselamatan dan perlindungan
lingkungan diberikan pengenalan / familiarisasi.
6.4. Perusahaan harus menjamin bahwa semua personil yang terlibat dalam SMS memiliki
pemahaman yang memadai atas aturan2 yang relevan, code dan guideline dengan jalan:
1.Menyebutkan dalam SMS
2.Menyebutkan dalam Job description
3.Memonitor dan membuat daftar ketentuan dan aturan terbaru dikantor dan di kapal
4.Bekerja sama dengan Biro Klasifikasi
5.Menyebarkan sirkuler aturan terbaru ke kapal.
6.5 TRAINING
Perusahaan harus meng-identifikasi kebutuhan pelatihan dan memberikan pelatihan
kepada karyawan darat dan kapal, dan harus menunjuk seseorang yang bertanggung jawab
masalah training.
6.6 Informasi dalam SMS
Perusahaan hrs menetapkan prosedur dimana personil di kapal menerima informasi yg
relevan tentang SMS dalam bahasa yg dimengerti oleh awak kapal
6.7 Komunikasi
Perusahaan harus menjamin bahwa personil di kapal dapat berkomunikasi secara
efektif dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehubungan dengan SMS (dpat
berbahsa Inggris)

ELEMEN 7: DEVELOPMENT OF PLAN FOR SHIPBOARD OPERATIONS


: PENGEBANGAN RENCANA OPERASI KAPAL
Perusahaan harus menetapkan prosedur untuk persiapan perencanaan dan instruksi –instruksi
termasuk check list yang sesuai dengan operasi dengan mempertimbangkan keselamatan
kapal dan pencegahan pencemaran
Elemen 8 : Emergency Preparedness Kesiapan Keadaan Darurat.
8.1 Perusahaan harus menetapkan prosedur untuk mengidentifikasi,menjelaskan dan
merespon terhadap potensi keadaan darurat di kapal
8.2 Perusahaan harus menetapkan dan melaksanakan programlatihan untuk
menghadapi tindakan darurat.
8.3 SMS harus dilengkapi dengan langkah-langkah untuk memastikan bahwa
perusahaan setiap saat merespon bahaya, kecelakaan dan keadaan darurat di kapal

ELEMEN 9 – REPORT AND ANALYSIS OF NON-CONFORMNITY,


ACCUDENTS AND HAZARDOUS OCCURRENCES
Pelaporan dan analisa ketidak sesuaian, kecelakaan
dan kejadaian berbahaya.
9.1 SMS hrs termasuk prosedur untuk menjamin bahwa non-conformnity (ketidak
sesuaian), kecelakaan dan keadaan bahaya dilaporkan kepada perusahaan, diselidiki
dan dianalisa dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan dan pencegahan
pencemaran
9.2 Perusahaan harus menetapkan prosedur untuk melaksanakan tindakan perbaikan
Elemen 10.: MAINTENANCE OF SHIP AND EQUIPMENT Pemeliharaan kapal dan
perlengkapannya

10.1 Pemeliharaan
perusahaan harus menetapkan prosedur untuk menjamin bahwa kapal dirawat
dengan baik sehingga operasi kapal aman dan bebas dari polusi
10.2 Dalam rangka memenuhi persyaratan tersebut perusahaan harus menjamin
bahwa: Pemeriksaan dilaksanakan secara berkala yg sesuai
10.3 Perusahaan harus membuat prosedur didalam SMS untk identifikasi
peralatan dan sistem tehnis yang tiba2 mengalami kegagalan dalam
operasional yang mungkin terjadi dalam situasi bahaya.
10.4 Pemeriksaan2 sebagaimana tertuang dalam 10.2 dan juga tindakan
sebagaimana dalam paragrap 10.3 harus terintegrasi dalam perawatan
routin
ELEMEN 11. DOKUMENTASI

11.1 Perusahaan harus menetapkan prosedur untuk mengontrol dokumen


dan data yang relevan sesuai denga SMS

11.2 Perusahaan harus menjamin bahwa:


1. Dokumen yang berlaku tersedia pada semua tempat yang relevan.
2. Perubahan dokumen ditinjau ulang dan disyahkan oleh pejabat yang
berwenang
3. dokumen yang sudah kadaluarsa harus segera disingkirkan.

11.3 Safety Management Manual.


1. Dokumen SMS terdiri dari dokumen darat dan kapal
2. Dokumen SMS harus diatur sehingga semua personil yang terlibat
dalam SMS dapat meng-akses terhadap dokumen tersebut.
3. Dokumen SMS disusun sedemikian rupa shingga personil dapat
dengan mudah mengenali bab dan bagian yang diinginkan.
ELEMEN 12 : Verivikasi, Review dan Evaluasi Perusahaan

12.1.Perusahaan harus melaksanakan Internal Safety Audit untuk meverifikasi apakah\


kegiatan keselamatan dan pencegahan pencemaran memenuhi SMS.
Safety audit akan mengidentifikasikan NON CONFORMITY dan Tindakan
perbaikan ( Corrective Action)
Corrective action menyangkut :
Tambahan Training.
Motivasi
Perubahan prosedur

12.2 Perusahaan secara periodik harus mengevaluasi efisiensi dari dan bila
diperlukan meninjau ulang SMS sesuai prosedur yang ditetapkan Perusahaan.

12.3 Perusahaan harus mendokumentasikan audit dan Corrective action

12.4 Personil yang melakukan audit harus idependen dan objective

12.5 Hasil audit dan review menjadi perhatian semua yang bertanggung jawab
terhadap efektifitas yang diaudit.
12.6 Personil yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang diaudit
melakukan tindakan perbaikan terhadap non conformnity yang di
temukan.
Elemen 13. Sertifikasi dan Verifikasi Berkala
Certifcation and Periodical Verification
13.1 Kapal harus dioperasikan oleh Perusahaan yang telah mempunyai DOC
atau DOC sementara sesuai dengan 14.1
13.2 DOC berlaku 5 tahun dan diterbitkan oleh pemerintah atau organisasi
yang diakui oleh pemerintah..
13.3 DOC hanya berlaku untuk type kapl yg secara ekplisit ditentukan dalam
DOC yang sesuai pada tipe kapal dimana verifikasi awal dilakukan. Tipe
kapal lain boleh ditambahkan setelah verifikasi terhadap kemampuan
perusahaan.
13.4 Selama berlakunya DOC harus dilakukan verifikasi setiap tahun oleh
pemerintah atau badan yang diakui oleh pemerintah’
13.5 DOC harus dicabut oleh administrasi atas permintaan negara peserta
konvensi jika verifikasi tahunan tersebu 13.4 terbukti terdapat Major non
conformitess. ( Semua sertifikat manajemen keselamatan baik yang tetap
maupun yang sementara termasuk DOC)
13.6 COPY DOC harus ada dikapal agar Nakoda jika diminta dapat
menunjukan pada saat diverifikasi oleh administrasi atau badan yang diakui
13.7 Sertifikat Manajemen Keselamatan harus diterbitkan untuk kapal dengan masa
berlaku 5 tahun oleh administrasi atau badan yang diakui oleh administrasi dan atau
oleh Negara peserta konvensi lainnya setelah dilakukan verifikasi bahwa perusahaan
dan manajemen keselamatan kapalnya beroperasi sessuai dengan sistim menajemen
keselamatan yang disetujui. Sertifikat tersebut merupkan bukti bahwa kapal telah
memenuhi ISM code

13.8 Selama berlakunya Safety Management Certificate paling sedikit dilakukan satu
kali verifikasi antara (intermediate verivication ) oleh administrasi atau organisasi yang
diakui.Bila verifikasi antara hanya dilakukan satu kali selama masa berlakunya sertifikat
5 tahun, maka verifikasi tersebut harus dilakukan antar ulang kedua dan ketiga dari
sertifikat manajemen keselamatan
.
13.9 Sertifikat Manajemen Keselamatan harus dicabut oleh administrasi bila verifiaksi
antara terdapat bukti ketidak kesesuaian utama Major Non Conformitees.

13.10 Terlepas dari ketentuan 13.2 dan 13.7, bila verifikasi pembaharuan dilakukan 3
bulan sebelum berakhirnya DOC atau SMC yang ada. DOC dan SMC yang baru
berlakunya terhitung mulai tanggal selesainya verifikasi pembaharuan

13.11 Bila verifikasi pembaharuan ( Renewal Verification) selesai lebih dari 3 bulan
sebelum berakhirnya tanggal berlakunya DOC atau SMC, maka DOC dan SMC baru
harus berlaku terhitung mulai tanggal seleasinya verifikasi pembaharuan untuk jangka
waktu tidak lebih dari lima tahun
TIME TABLE verifikasi ISM Code

Tahun 0 1 2 3 4 5
Bulan 0 9 -12-15 21-24-27 33-36-39 45-48-53 57-60

Verifikasi IN A A–I I–A A R

IN = Initial survey  survey ship before used


A = Annual servey
I = Intermidiate Survey
R = Renewal Survey

SAFETY MANAGEMENT CERTIFICATE BERLAKU 5 TAHUN


14. Sertifikat Sementara (INTERIM CERTIFCATION )
14.1 DOC sementara dapat diberikan untuk:
1.perusahaan Baru didirikan
2 Tambah armada kapal type baru dalam perusahaan
14.2 SMC sementara (Berllaku tidak lebih dari 6 Bulan)diberikan untuk:
1. Kapal baru pada saat penyerahan.
2. Mengaambli tanggung jawab untuk mengopersikan suatu kapal baru
3.Kapal ganti bendera
14.3 Administrasi dapat memperpanjang masa berlakunya SMC sementara
selama 6 bulan
15.. Verifikasi
15.1 Semua persyaratan verifikasi dalam ketentuan code harus dilaksanakan
sesuai dengan prosedur yang disetujui oleh administrasi dengan
memperhatikan pedoman yang dibuat organisasi
16. Bentuk Sertifikat
16.1 DOC dan SMC, DOC sementara dan SMC sementara harus dibuat dalam
bentuk
yang sama sesuai dengan lampiran . Kalau bahasa yang digunakan bukan
bahasa Inggris atau Perancis maka harus diberi terjemahan dengan salah satu
dari bahasa tersebut
16.2 Sebagai tambahan pada paragraf 13.3 Jenis kapal yang tercantum pada DOC
tetap atau sementara bisa dikukuhkan untuk menunjukan adanya batasan dalam
pengoperasian kapal yg dijelaskan dlm sistim manajemen keselamatan

Soal berikut kerjain

an.pramono221@yahoo.com
1.Under the ISM Code, what is understood by Shipping Company or The Company ?
A.The Bareboat Charterer
B.The manager
C.Could be any of these
D.The Owner

2. Under the ISM Code, what is meant by a non-conformity ?


A.A situation which indicates the non fulfillment of a specific requirement
B.Lack of comfort leading the health risks
C.A situation where safety awareness or safety equipment is lacking
D.Non conforming with safe working practices which may end to accidents

3. What is meant by a “ Safety Management System “ ?


A.A documented shipboard system which lists each every know shipboard hazard to safety,
health and environment.
B.The implementation on board ship of emergency response training by documented training
methods
C.A system which eliminates all causes for accidents or near misses on board ship
D.A structured and documented system enabling personnel on board to implement the company
safety and environment protection policy

4. What is meant by a major non-conformity under ISM Code ?


A.A fire or explosion hazard or any hazard which poses a threat to life
B.A serious threat to the environment due to the discharge oil, chemicals or toxic substances
from ship
C.A total lack od discipline on board whereby the authority of the master is diminshed
D.A deviation from ISM code which poses a serious threat to safety of ship or personnell or to
environment
5, The safety management objectives of the Company should among other things provide
for………
A.Supply all safety equipment within one month of requisition date
B.Safe practices in ship operation and safe working environment
C.Shipboiard trainers hired from outside the Company who have the required qulifications
D.Safety working shoes, winter underwear, safety torches and parkas

6, Safety management objectives of the Company should among other things establish………….
A.Sources of information concerning operational pollution prevention for joint departmental used
and consoltation in the of emergency
B.A cooperative and informative atmosphere on board
C.Safe guard against all identified risks
D.A directorial regime on board

7. The SMS should ensure, among other things, that applicable code, guidelines and standards
recommended by……………..are tken into acount.
A.Classification societies
B.Maritime industry regulations
C.The IMO and flag-state administrations
D.All of these.

8. The safety Management Systems should ensure in the first place………………..


A.That the life saving appliances are well maintain on board
B.Complience with mandatory Rules and Regulations
C.That all Narpol requirements are complied with
D.That Boat and emergency Station Bill are Posted
9. Under ISM, the Company should establish……………..to describe how the objectives of the
ISM code will be achieved.
A.Circulation of informative guidelines
B.Company regulations
C.A safety and environmental policy
D.Company newsletters

10. Under ISM, what qualifications are required by the Designated Person ?
A.A Master certificate
B.Twenty years sea going experience
C.Appropriate knowledge and experience associated with verification and control of safety and
pollution prevention requirements of ISM code
D.A university degree

Ok kerjakan lapor ke
An.pramono221@yahoo.com

Anda mungkin juga menyukai