Anda di halaman 1dari 13

MODEL PEMBELAJARAN

BERBASIS MASALAH
Kreator : fahma haliatun (22001011187)
sari nur malita (22001011183)
sinta silvia (22001011185)
DEFINISI PROBLEM BASED LEARNING
Menurut Dewey

belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan
hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberikan masukan
kepada peserta didik berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi
menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki,
dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik

Menurut Duch (1995)


Problem Based Learning (PBL) adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk
mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian
masalah-masalah di dunia nyata. Simulasi masalah digunakan untuk mengaktifkan
keingintahuan siswa sebelum mulai mempelajari suatu subyek. PBL menyiapkan siswa
untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mampu untuk mendapatkan dan
menggunakan secara tepat sumber-sumber pembelajaran.
.
DEFINISI PROBLEM BASED LEARNING
Model pembelajaran berdasarkan masalah adalah proses
pembelajaran yang titik awal pembelajaran dimulai berdasarkan masalah
dalam kehidupan nyata siswa dirangsang untuk mempelajari masalah
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman telah mereka miliki
sebelumnya (prior knowledge) untuk membentuk pengetahuan dan
pengalaman baru. 
Suyatno (2009 : 58)
Dutch (1994) menyatakan Problem Based Learning (PBL)
merupakan metode instruksional yang menantang siswa agar “belajar dan
belajar”, bekerja sama dengan kelompok untuk mencari solusi masalah
yang nyata.
”Model pembelajaran berdasarkan masalah) mengacu pada
Pembelajaran Proyek (ProjectBased Learning), Pendidikan Berdasarkan
Pengalaman (Experience Based Education), Belajar Autentik (
Autentic Learning), Pembelajaran Bermakna (Anchored Instruction)”.
Trianto (2007 : 68)
Karakteristik Pembelajaran Berbasis
Masalah (PBL)
a. Pembelajaran bersifat student-centered yang aktif
b. Pembelajaran dilaksanakan melalui diskusi kelompok kecil dan semua
c. anggota kelompok memberikan kontribusinya secara aktif
d. Diskusi dipicu oleh masalah yang bersifat integrasi interdisiplin yang
e. didasarkan pada pengalaman/kehidupan nyata
f. Diskusi secara aktif merangsang mahasiswa untuk menggunakan
g. prior knowledgenya(pengetahuannya)
h. Mahasiswa terlatih untuk belajar mandiri dan diharapkan dapat
i. menjadi dasar bagi pembelajaran seumur hidup
j. Pembelajaran berjalan secara efisien, karena informasi yang
k. dikumpulkan melalui belajar mandiri sesuai dengan apa yang
l. dibutuhkannya (need to know basis)
m. Feedback dapat diberikan sewaktu tutorial, sehingga dapat memacu
n. mahasiswa untuk meningkatkan usaha pembelajarannya
o. Latihan keterampilan diberikan secara paralel.
SINTAKS PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
Orientasi siswa pada  Menjelaskan dan memotivasi
masalah  Menjelaskan tujuan dan perlengkapan

 Mendefinisikan masalah
Mengorganisasi siswa
 Mengorganisasi tugas belajar

Membimbing  Mendorong mengumpulkan informasi,


penyelidikan eksperimen, untuk menjelaskan masalah

Mengembangkan  Membimbing siswa mengembangkan


menyajikan hasil membuat laporan hasil karya

 Evaluasi terhadap penyelidikan


Menganalisis dan mereka dan proses proses yang mereka
evaluasi masalah gunakan
Prinsip Reaksi
Prinsip reaksi menggambarkan bagaimana perilaku guru terhadap siswa
ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pada pembelajaran Problem
Based Learning adalah seorang guru menyajiakan suatu masalah dalam
pembelajaran, kemudian guru membantu siswa untuk mengorganisasikan suatu
masalah, guru membimbing siswa untuk melakukan penyelidikan, guru
membantu siswa merencanakan dan menyiapkan hasil dari pembelajaran yang
telah dilakukan, selanjutnya guru membantu siswa melakukan refleksi atau
evaluasi terhadap penyelidikan dan proses-proses pembelajaran.

Sistem Sosial
Sistem sosial yang terdapat pada model pembelajaran Problem Based Learning
ini adalah kerja sama. Dalam hal ini siswa saling membantu menemukan
pemecahan suatu masalah yang diberikan oleh guru mengenai materi yang
diajarkan. Dalam pembelajaran ini siswa saling membantu utnutk memecahkan
suatu masalah yang dihadapinya, selain itu karena dalam suatu kelompok terdiri
dari beberapa siswa maka dalam menyelasaikan suatu masalah siswa harus
bersikap saling menghargai pendapat dari masing-masing individu.
Daya Dukung
Sistem pendukung yang diperlukan/ dibutuhkan dalam pembelajaran Problem
Based Learning adalah situasi dan kondisi kelas, kenyamanan serta fasilitas yang
ada dikelas seperti meja, kursi, papan tulis, dll. Selain itu guru dalam proses
pembelajaran ini juga harus mempersiapkan bahan ajar dan materi yang lengkap
agar siswa dapat memahami materi dengan benar dan jelas. Pertanyaan-
pertanyaan yang disiapkan sebelum pembelajaran berlangsung untuk memancing
siswa aktif dalam proses pembelajaran. Serta Rancangan Pelaksanaan
Pembelajaran juga harus disiapkan dengan baik agar dalam proses pembelajaran
dapat berlangsung dengan sistematis dan terstruktur.
Dampak Intruksional dan Dampak Pengiring
Dampak intruksional adalah hasil belajar yang harus didapat atau dipahami
oleh siswa berupa pemahaman dan pengetahuan dari siswa setelah menerima /
mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Dampak pengiring pembelajaran IPA
dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning setelah
mengikuti pembelajaran ini siswa diharapkan dapat memahami materi dan
meningkatkan kerjasama dengan duru serta dengan siswa lainnya, siswa belajar
untuk bisa bertoleransi menghargai pendapat orang lain, siswa berani
mengungkapakan pendpatnya didepan umum, siswa dapat berpikir kritis dalam
pembelajaran.
Komponen-Komponen Pembelajaran
Berbasis Masalah
Komponen-komponen pembelajaran berbasisi masalah dikemkakan oleh
Arends, diantaranya adalah :
a. Permasalahan autentik. Model pembelajaran berbasis masalah
mengorganisasikan masalah nyata yang penting secara sosial dan bermanfaat
bagi peserta didik. Permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam dunia nyata
tidak dapat dijawab dengan jawaban yang sederhana.
b. Fokus interdisipliner. Dimaksudkan agar peserta didik belajar berpikir struktural
dan belajar menggunakan berbagai perspektif keilmuan.
c. Pengamatan autentik. Hal ini dinaksudkan untuk menemukan solusi yang nyata.
Peserta didik diwajibkan untuk menganalisis dan menetapkan masalahnya,
mengembangkan hipotesis dan membuat prediksi, mengumpulkan dan
menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen, membuat inferensi, dan
menarik kesimpulan.
d. Produk. Peserta didik dituntut untuk membuat produk hasil pengamatan.produk
bisa berupa kertas yang dideskripsikan dan didemonstrasikan kepada orang lain.
e. Kolaborasi. Dapat mendorong penyelidikan dan dialog bersama untuk
mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan sosial.
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH
Dalam implementasi model pembelajaran berbasis masalah, guru perlu
memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan.
Model pembelajaran berbasis masalah ini dapat diterapkan dalam kelas jika :
a. Guru bertujuan agar peserta didik tidak hanya mengetahui dan hafal materi
pelajaran saja, tetapi juga mengerti dan memahaminya.
b. Guru mengiginkan agar peserta didik memecahkan masalah dan membuat
kemampuan intelektual siswa bertambah.
c. Guru menginginkan agar peserta didik dapat bertanggung jawab dalam
belajarnya.
d. Guru menginginkan agar peserta didik dapat menghubungkan antara teori
yang dipelajari di dalam kelas dan kenyataan yang dihadapinya di luar kelas.
e. Guru bermaksud mengembangkan kemampuan peserta didik dalam
menganalisis situasi, menerapkan pengetahuan, mengenal antara fakta dan
pendapat, serta mengembangkan kemampuan dalam membuat tugas secara
objektif.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH
Mengorientasikan peserta didik terhadap
TAHAP 1
masalah

Mengorganisasikan peserta didik untuk


TAHAP 2
belajar

Membimbing penyelidikan individual maupun


TAHAP 3
kelompok

TAHAP 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Menganalisis dan mengevaluasi proses


TAHAP 5
pemecahan masalah
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
KEUNGGULAN
Sebagai suatu model pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
1. Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih
memahami isi pelajaran.
2. Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan peserta didik serta
memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi peserta didik.
3. Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta didik.
4. Pemecahan masalah dapat membantu peserta didik bagaimana mentrasfer
pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
5. Pemecahan masalah dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan
pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka
lakukan.
6. Melalui pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai peserta
didik.
7. Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan
dengan pengetahuan baru.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
KELEMAHAN
Disamping keunggulannya, model ini juga mempunyai kelemahan,
yaitu :
1. Manakala peserta didik tidak memiliki minat atau tidak mempunyai
kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,
maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
2. Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving
membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan
masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar
apa yang mereka ingin pelajari.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai