Anda di halaman 1dari 19

INTEGRASI KOMPLEKS

Indah Soesanti, ST, MT Jurusan Teknik Elektro FT UGM

5.1. Integral Garis pada Bidang Kompleks


Dalam integral tentu atau integral garis, kita mengintegralkan sepanjang kurva C pada bidang kompleks, yang disebut lintasan integrasi. Suatu kurva C pada bidang kompleks dapat direpresentasikan dalam bentuk (1) z(t) = x(t) + iy(t), t : parameter nyata. C dikatakan suatu kurva mulus jika C mempunyai turunan pada setiap titiknya yang kontinu dan tidak pernah nol
y y dz z (t ) ! ! x (t )  i y (t ) dt y

Secara geometris, berarti bahwa C mempunyai tangen yang terus membelok secara kontinu. Ini merupakan akibat langsung dari definisinya.

z (t  (t )  z (t ) z (t ) ! lim (t p 0 (t
y

Gambar 1. Vektor tangen z(t) dari suatu kurva C pada bidang kompleks yang direpresentasikan oleh z(t). Tanda panah pada kurva menunjukkan arah positif (arah naiknya t).

Definisi integral garis kompleks


Misalkan C adalah suatu kurva mulus pada bidang z. Misalkan f(z) adalah suatu fungsi kontinu yang didefinisikan pada setiap titik kurva C. Selanjutnya a t b kita sekat dengan titik-titik t0(=a), t1, ,tn-1, tn(=b) dengan t0 < t1 < < tn.

Sekatan ini berpadan dengan sekatan kurva C oleh titik-titik z0, z1, , zn-1, zn (=Z) Pada tiap bagian sekatan kurva C ini diambil sembarang titik, katakan 1 antara z0 dan z1 (artinya 1 = z(t) dengan t memenuhi t0 t t1), 2 antara z1 dan z2, dst.

Selanjutnya kita bentuk jumlah (2)

Sn !

f (\ m ) ( z m

m !1

dengan zm =zm zm-1 Ini dilakukan untuk n = 2,3,dengan cara bebas satu sama lain, namun sedemikian rupa shg |zm| terbesar mendekati nol bila n mendekati tak hingga. Ini menghasilkan barisan bilangan kompleks S2, S3, Limit barisan ini dinamakan integral garis (singkatnya integral) fungsi f(z) sepanjang kurva terarah C dan dilambangkan dengan
(3)

f ( z ) dz

Kurva C ini dinamakan lintasan integrasi Kurva C dinamakan lintasan tertutup jika Z=z0, dengan kata lain jika titik ujungnya berimpit dengan titik awalnya. Dalam hal ini kita juga menuliskan

Asumsi Umum Semua lintasan integrasi untuk integral garis kompleks akan diasumsikan bersifat mulus sepotong-potong (piecewise smooth), artinya terdiri atas terhingga banyaknya kurva mulus yang dihubungkan satu sama lainnya.

Keberadaan Integral Garis Kompleks


(4)

Sn ! (u  iv)((xm  i(ym )

u = u ( m, m), v = v( m, m) dan kita jumlahkan untuk m dari 1 sampai n. Sekarang Sn kita pecah menjadi 4 jumlah

Sn ! u(xm  v(ym  i u(ym  v(xm

Jumlah itu adalah bilangan nyata. Karena f kontinu, maka u dan v juga kontinu.

Akibatnya, jika n mendekati tak hingga, maka xm dan ym yang terbesar akan mendekati nol dan setiap jumlah di ruas kanan di atas menjadi integral garis nyata:

lim S n ! f ( z)dz ! udx  vdy  i udy  vdx


npg C C C C C

Sifat Dasar Integral Garis Kompleks


Integrasi merupakan suatu operasi linear, artinya jumlah dua atau lebih fungsi dapat diintegralkan suku demi suku:

[k
C

1 1

f ( z)  k 2 f 2 ( z)]dz ! k1 f1 ( z)  k 2 f 2 ( z)dz
C C

Gambar 3. Penyekatan lintasan

Dengan memecah C menjadi 2 bagian C1 dan C2, maka kita memperoleh

f ( z)dz ! f ( z)  f ( z)dz
C1 C2

Dengan membalik arah integrasinya, kita memperoleh negatif dari nilai asalnya :

z0

f ( z ) dz ! 

z0

f ( z ) dz

2.

Dua Metode Integrasi

Metode I :Penggunaan Representasi Lintasan Metode ini berlaku pada sembarang fungsi kompleks yang kontinu. Teorema 1 (Integrasi menggunakan lintasan) Misalkan C adalah sebuah lintasan yang mulus sepotongsepotong-sepotong, yang direpresentasikan oleh z=z(t), dengan a t b. Jika f(z) kontinu pada C, maka

f ( z)dz ! f [ z(t )] z(t )dt


a

dz z! dt
y

Langkah-langkah dalam Menerapkan LangkahTeorema 1 1. Representasikan lintasan C dalam bentuk z(t) (a t b) 2. Tentukan turunan z(t) = dz/dt 3. Substitusikan z(t) untuk setiap z di dalam f(z), sehingga x(t) untuk x f(z), dan y(t) untuk y 4. Integralkan f[z(t)] z(t) untuk t dari a sampai b.

Metode Kedua
Untuk f(x) yang diketahui, kita mempunyai F(x) sedemikian rupa sehingga F(x) = f(x), maka kita dapat f(x), menerapkan rumus

f ( x)dx ! F (b)  F (a)

[F(x) = f(x)] f(x)]

Metode ini berlaku juga pada fungsi kompleks.

Pemecahan untuk sebuah integral tak tentu f(z) di dalam domain D, sedemikian rupa sehingga F (z) = f(z) di dalam D, dan untuk semua lintasan di dalam D yang terdiri dari titik z0 dan z1 di dalam D, kita mendapatkan

z1

z0

f ( z)dz ! F ( z1 )  F ( z0 )
[F (z) = f(z)]

Representasi Lingkaran
Representasi lingkaran dengan pusat z0 dan jari-jari r adalah jari-

z(t) = z0+r cos t +r i sin t

Contoh Soal
Hitung integral jika f(z)=1/z sepanjang lingkaran satuan, berlawanan arah jarum jam. Representasi lingkaran satuan: z(t) = cos t + i sin t

Jawab
Kita cari turunan z(t)
y

z (t ) !  sin t  i cos t
sehingga
2T

1 ( sin t  i cos t )dt cos t  i sin t


0

2T

! i dt ! 2T i
0