Anda di halaman 1dari 20

Analisis Interferensi Pada Jaringan WCDMA

Devi Irawan 111070036

Latar Belakang
Interferensi adalah gangguan antar sinyal. Hal ini menimbulkan noise pada sinyal yang ditransmisikan. Noise tersebut mempengaruhi kualitas penerimaan sinyal menjadi kurang baik Teknologi Wide Code Division Multiple Access (WCDMA) adalah sistem yang digunakan untuk layanan Generasi ketiga (3G) yang merupakan pengembangan dari CDMA. Keterbatasan kapasitas sel akibat interferensi merupakan salah satu karakteristik penting dari WCDMA. WCDMA mempunyai kapasitas yang tidak tetap yang tergantung dari kualitas suara yang diinginkan.

Tujuan
Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pengaruh tingkat interferensi sel pada WCDMA karena penggunaan frekuensi carrier yang sama. Selain itu untuk mengetahui kualitas sel pada jaringan WCDMA.

Batasan Masalah
Batasan masalah pada Tugas Akhir ini adalah:
1. Analisa Link Budget dengan menggunakan model Okumura Hatta pada daerah suburban dan urban. 2. Sistem WCDMA menggunakan teknik Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS). 3. Data diambil pada bulan Juni di PT. Telkomsel.

Interferensi
Interferensi adalah gangguan antar sinyal sehingga sinyal yang ditransmisikan terganggu.
Tipe Interferensi 1. Interferensi Antar kanal (Cochannel) 2. Interferensi Kanal Bersebelahan (Adjacent) 3. Interferensi Intermodulasi 4. Interferensi Intersimbol 5. Interferensi Near End to Far End Ratio

Interferensi Antar Kanal


Crosstalk

Interferensi Antar Kanal dan Kanal Bersebelahan

Interferensi Intermodulasi dan Intersimbol


Intermodulasi Intersimbol

Interferensi Near End to Far End Ratio

Sistem WCDMA

Alokasi Frekuensi WCDMA

Kode Pengkanalan dan Scrambling

Soft Handover

Intereferensi WCDMA
Interferensi Uplink Interferensi Downlink

Link Budget
Perhitungan link budget dimaksudkan untuk menghitung atau merencanakan kebutuhan daya sistem seluler sedemikian rupa, sehingga kualitas sinyal dipenerima memenuhi standar yang diinginkan. Salah satu hasil yang diperoleh dari perhitungan link budget adalah MAPL (Maximum Allowable Path Loss) yang sangat menentukan untuk hasil perhitungan jarak atau radius sel dalam menentukan coverage area.

Model Okumura Hatta


Daerah Urban L [dB] = 69,55 + 26.16 x log (f) + [ 44,9 6,55 x log (hb) ] x log (d) 13,82 x log (hb) [1,1 x log (f) 0,7] x hm [ 1,56 x log (f) 0,8] Daerah suburban LdB = 69,55 + 26,16 log f 13,82 log hb + (44,9 6,55 log hb) d [2 (Log (f/28))2 +5,4] Daerah Terbuka LdB = 69,55 + 26,16 log f 13,82 log hb + (44,9 6,55 log hb) d [4,78(log f)2 + 18,33 log f + 40,94]

Radius Sel
Radius Sel yang bisa dicover Node B dimodelkan dengan Rkm = Log-1
MAPL 46,3-33,9 logf+13,83log hb+ 1,1 x log (f) 0,7] x hm [ 1,56 x log (f) 0,8 44,9 6,55 log hb

Diagram Level Link Budget

Metodologi

Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada empat sel yang ditinjau pada daerah urban dan suburban, dengan menggunakan link budget didapat : 1. Nilai Received Signal Code Power (RSCP). 2. Radius cakupan sel. 3. Perbandingan daya yang diterima dengan daya Interferensi (C/I). Dari data tersebut besaran interferensi dapat diketahui dengan tambahan data sebagai berikut: 1. Jarak antar sel. 2. Parameter saluran trafik (N) 3. Faktor aktivitas suara ( ).