Anda di halaman 1dari 16

INTRODUCTION TO CAPITAL MARKET

APA BEDANYA PASAR UANG DAN PASAR MODAL ?

PASAR MODAL VS PASAR UANG


Financial Market -Pasar modal & Pasar uang

Pasar modal (capital market)


Memperdagangkan instrumen keuangan jangka panjang (> 1 tahun). Saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertibel, dan derivatif

Pasar uang (money market)


Pasar surat berharga jangka pendek (< 1 tahun) Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Commercial Paper, Repurchase Agreement, Banker's Acceptence, Treasury Bills dan lain-lain.

PASAR MODAL
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 Pasar Modal : "kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek". Fungsi ekonomi mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Fungsi keuangan memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.

MANFAAT PASAR MODAL


Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha Memberikan wahana investasi bagi investor dan upaya diversifikasi. Menyediakan leading indicator bagi trend ekonomi negara. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim berusaha yang sehat. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi investasi. Sumber pembiayaan dana jangka panjang bagi emiten.

HISTORY OF INDONESIAN CAPITAL MARKET

HISTORY OF INDONESIAN CAPITAL MARKET Jual beli efek telah berlangsung sejak 1880.

Zaman Penjajahan
14 Desember 1912 dibuka Bursa Efek Vereniging voor de Effectenhandel dan langsung memulai perdagangan. Saham dan obligasi perusahaan/perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan Pemerintah (propinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaanperusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda serta efek perusahaan Belanda lainnya.

HISTORY OF INDONESIAN CAPITAL MARKET di kota Surabaya dan 11 Januari 1925


1 Agustus 1925 di Semarang resmi didirikan bursa. Perang Dunia II (1939 1945) perdagangan Efek di Batavia, Surabaya dan di Semarang, ditutup pemerintahan Belanda. Pecahnya Perang Dunia II menandai berakhirnya aktivitas pasar modal pada zaman penjajahan Belanda.

HISTORY OF INDONESIAN CAPITAL Orde Lama MARKET


Aktif Kembali 1950, obligasi Republik Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah. Peristiwa ini menandai mulai aktifnya kembali Pasar Modal Indonesia. Penyelenggaraan Perdagangan diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE) yang terdiri dari 3 bank negara dan beberapa makelar Efek lainnya dengan Bank Indonesia sebagai penasihat.

HISTORY OF INDONESIAN CAPITAL MARKET Masa Konfrontasi


Instruksi dari Badan Nasionalisasi Perusahaan Belanda (BANAS) pada tahun 1960, yaitu larangan bagi Bursa Efek Indonesia untuk memperdagangkan semua Efek dari perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia, termasuk semua Efek yang bernominasi mata uang Belanda, makin memperparah perdagangan Efek di Indonesia. Penurunan ini mengakibatkan nilai nominal saham dan obligasi menjadi rendah, sehingga tidak menarik lagi bagi investor. Hal ini merupakan pasang surut Pasar Modal

HISTORY OF INDONESIAN CAPITAL MARKET


Orde Baru
Dengan surat keputusan direksi BI No. 4/16 Kep-Dir tanggal 26 Juli 1968, di BI di bentuk tim persiapan (PU) Pasar Uang dan (PM) Pasar Modal. Pada tahun 1976 dibentuk Bapepam (Badan Pembina Pasar Modal) dan PT Danareksa. Bapepam bertugas membantu Menteri Keuangan yang diketuai oleh Gubernur Bank Sentral. Pada tanggal 10 Agustus 1977 berdasarkan kepres RI No. 52 tahun 1976 pasar modal diaktifkan kembali dan go public-nya beberapa perusahaan.

HISTORY OF JAKARTA STOCK EXCHANGE


Pada tahun 1991, bursa saham diswastanisasi menjadi PT Bursa Efek Jakarta Bapepam menjadi Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Pada 22 Mei 1995, BEJ meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah sistem perdagangan otomasi yang menggantikan sistem perdagangan manual.