Anda di halaman 1dari 10

KONTROL

PENGEREMAN MOTOR

PLUGGING
Plugging didefinisikan oleh NEMA sebagai suatu sistem pengereman dimana hubungan motor dibalik sehingga motor menghasilkan suatu torsi balik yang bertindak sebagai suatu gaya perlambatan

REM ELEKTRIK
Rem elektrik atau yang biasa disebut rem magnetik, rem gesekan dan rem mekanis, telah digunakan sejak awal tahun 1900. suatu rem elektrik biasanya terdiri dari dua permukaan atau bantalan gesek, yang dapat dibuat melekat pada suatu roda pada batang motor

REM CAKRAM MAGNETIK


Secara umum, rem cakram dapat dipasang dimana rem bantalan digunakan. Sebagai tambahan, rem cakram dapat dipasang dimana pertimbangan penampilan dan ruang melarang penggunaan rem bantalan. Rem cakram magnetik digunakan pada peralatan mesin, pengungkit, konveyor, gergaji, pintu, dan instalasi lainnya. Kontrol torsi dan pemakaian rem cakram hampir sama dengan yang berlaku bagi rem bantalan padapengaturannya yang serupa. Suatu rem cakram adalah suatu unit yang ada dan terpasang pada ujung sabuk dari motor. (Bagian ujung sabuk ini bekerja pada batang motor.) Aksi pengereman terdiri dari tekanan yang dilepaskan oleh suatu solenoida dan diterapkan oleh suatu pegas pada sisi sisi suatu cakram atau cakram cakram

REM MEGNETIK DC
Rem megnetik dc dirancang serupa dengan rem bantalan ac. Bagaimanapun juga, untuk rem magnetik dc, koil pengoperasiannya dibelit shunt untuk pengkawatan DOL dan dibelit seri untuk dihubungkan seri dengan jangkar motor dc. Rem belitan dc pick up pada sekitar 80 % tegangan nominalnya. Rem belitan seri pick up pada sekitar 40% arus beban penuh dari motor dan drop out (diset) pada saat arus mencapai 10 % dari nilai beban penuh. Beberapa kelebihan rem magnetik dc dibanding rem ac pada pemakaian dengan belitan shunt : Tidak digunakannya magnet magnet yang berlaminasi Jangkar dn magnet yang terbentuk dari baja. Tidak ada hantaman yang merusak. Pengaturan dan pelepasan yang cepat. Tidak adanya chatter ac. Pergerakan jangkar yang singkat. Tak ada koil yang terbakar akibat bantalan yang mana bisa mempengaruhi celah udara.

PENGEREMAN DINAMIS
Ketika motor dihubung ulang sehingga medan dieksitasi dan terdapat jalur tahanan yang rendah pada jangkar, aksi generator mengubah sebagian energi mekanis putaran menjadi energi listrik (sebagai panas dalam resistor). Hasilnya adalah motor melambat lebih cepat. Namun, seiring motor melambat, aksi generator berkurang, arus berkurang, dan pengereman juga berkurang

PENGEREMAN DINAMIS UNTUK SUATU MOTOR SINKRON

PENGEREMAN ELEKTRIK

Anda mungkin juga menyukai