Anda di halaman 1dari 42

REGISTRASI DAN PERIZINAN TENAGA KESEHATAN

Kamis, 19 OKTOBER 2017


MEWUJUDKAN JAWA TIMUR SEHAT
Masalah Kesehatan :
AKI, AKB, Gizi buruk, HIV, TBC,
Kusta, Diare, Ispa,
Pasung, Diabet, Hipertensi,
Kanker,
Fanyankes terstandar, Regulasi
belum sepenuhnya mendukung
 Jumlah Penduduk :
38.368.301  TER banyak
ke-2 se Indonesia (15,78 %)
Jenis  Luas Wilayah : 47.154 km2 
-jumlah TER luas di Pulau Jawa
SDM ?? -Kompetensi  Wilayah Administrasi : 38
-Standar Kab/Kota  TER banyak se
-distribusi Indonesia
SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN)
PERPRES 72/ 2012
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
SEDIAAN
FARMASI ALKES &
MAKANAN

PEMBIAYAAN UPAYA KESEHATAN JATIM


KESH -Perda No 02 th 2016
-Pergub Sistem rujukan. SEHAT
-Pergub Akreditasi FKTP
PENELITIAN &
PENGEMBANGAN
KESH

MANJ INFORMASI SDM KESEHATAN


& REGULASI KESH Perda No 7 th 2014
Pergub No 74 th 2015

SISTEM KESEHATAN PROVINSI ( SKP)


PERDA No 01 TH 2016
UNDANG UNDANG NO. 36 TAHUN
2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN
• Tenaga kesehatan memiliki
peranan penting.
• Kesehatan sebagai hak asasi
manusia.
• Penyelenggaraan upaya Perlu
kesehatan harus dilakukan
FILOSOFI,
oleh tenaga kesehatan yang
Pengaturan
SOSIOLOGI, DAN
YURIDIS bertanggung jawab, Mengenai
• ketentuan mengenai tenaga Tenaga
kesehatan masih belum Kesehatan
menampung kebutuhan
hukum
PENGATURAN
TENAGA KESEHATAN
• memenuhi kebutuhan masyarakat akan Tenaga
Kesehatan;
• mendayagunakan Tenaga Kesehatan sesuai dengan
T kebutuhan masyarakat;
U • memberikan pelindungan kepada masyarakat dalam
J menerima penyelenggaraan Upaya Kesehatan;

U • mempertahankan dan meningkatkan mutu


penyelenggaraan Upaya Kesehatan yang diberikan oleh
A Tenaga Kesehatan; dan

N • memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan


Tenaga Kesehatan.
KUALIFIKASI

TENAGA DI BIDANG KESEHATAN

TENAGA KESEHATAN

• kualifikasi minimum
• Kualifikasi minimum pendidikan menengah di
bidang kesehatan
diploma tiga
• hanya dapat bekerja di
• Kecuali tenaga medis.
bawah supervisi Tenaga
Kesehatan.
PENGELOMPOKAN
TENAGA KESEHATAN

1. Tenaga medis 8. Tenaga Gizi


2. Tenaga Psikologi 9. Tenaga Keterapian
Klinis Fisik
3. Tenaga Keperawatan 10. Tenaga
4. Tenaga Kebidanan Keteknisian Medis
5. Tenaga Kefarmasian 11. Tenaga Teknik
6. Tenaga Kesehatan Biomedika
Masyarakat 12. Tenaga Kesehatan
7. Tenaga Kesehatan
Tradisional
Lingkungan 13. Tenaga Kesehatan
Lainnya
BIDAN adalah ...
seorang perempuan yang lulus dari
pendidikan bidan yang telah
teregistrasi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan

(PMK No. 28 tahun 2017 tentang IZIN


DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK
BIDAN pasal 1 ayat (1) )
SERTIFIKASI, REGISTRASI
DAN LISENSI

INSTITUSI
PENDIDIKAN

SERTIFIKASI KTKI
KAB/KOTA
Lulus Pendidikan
REGISTRASI
Uji LISENSI
Kompetensi

Sertifikat STR  SIP


Kompetensi
SERTIFIKASI TENAGA KESEHATAN
PENDIDIKAN
TENAGA KESEHATAN

Pasal 21 UU No. 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan :


•Mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan vokasi
dan profesi harus mengikuti Uji Kompetensi secara nasional.
•Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan
SERTIFIKASI

Organisasi Profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang


terakreditasi.
•Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditujukan
untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi
standar kompetensi kerja.
•Standar kompetensi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
disusun oleh Organisasi Profesi dan konsil masing-masing Tenaga
Kesehatan dan ditetapkan oleh Menteri.
UJI KOMPETENSI EXIT EXAM
SERTIFIKAT KOMPETENSI

Surat tanda pengakuan terhadap kompetensi


seseorang tenaga kesehatan untuk dapat
menjalankan praktik dan/atau pekerjaan
profesinya di seluruh Indonesia setelah
lulus uji kompetensi
UU NO 12/2012 TENTANG
PENDIDIKAN TINGGI
• Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan
kompetensi atas prestasi lulusan yang sesuai
dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau
memiliki prestasi di luar program studinya
• Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh Perguruan
Tinggi bekerja sama dengan OP, lembaga
pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang
terakreditasi kepada lulusan yang lulus uji
kompetensi
REGISTRASI TENAGA KESEHATAN
PERATURAN REGISTRASI DAN
IZIN NAKES ADA 3 KELOMPOK

• KELOMPOK TENAGA MEDIS DIATUR MELALUI


UU NO 29 TAHUN 2004
• KELOMPOK TENAGA KEFARMASIAN DIATUR
MELALUI PP 51 TAHUN 2009
• KELOMPOK NAKES LAIN DIATUR MELALUI
PERMENKES NO 046 TAHUN 2013
PENGERTIAN (UU 36/2014)
• Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap
tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat
kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi
tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk
menjalankan praktik dan/atau pekerjaan
profesinya.

• STR adalah adalah bukti tertulis yang diberikan


oleh konsil masing-masing Tenaga Kesehatan
kepada Tenaga Kesehatan yang telah
diregistrasi.
UU 36/2014 TTG NAKES
Pasal 44

(1) Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki


STR.
(2) STR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh konsil
masing-masing Tenaga Kesehatan setelah memenuhi persyaratan.

Pasal 45
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Registrasi dan Registrasi
ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal
44 diatur dengan Peraturan Konsil masing-masing Tenaga Kesehatan
PMK 28 tahun 2017
• Surat Tanda Registrasi Bidan yang selanjutnya disingkat STRB
adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah kepada
Bidan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

• Tentang STRB (pasal 3 ayat 1,2 dan 3) :


1. Setiap Bidan harus memiliki STRB untuk dapat melakukan
praktik keprofesiannya.
2. STRB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh setelah
Bidan memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
3. STRB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku selama 5
(lima) tahun.
REGISTRASI
Tata cara pengurusan STR
• Dapat dilakukan secara online
• MTKI melalui mtki.kemkes.go.id
• P2T melalui p2t.jatimprov.go.id
• STR MTKI  PMK No. 046 tahun 2013 tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan
• STR P2T  Perda no. 7 tahun 2014 tentang
Tenaga Kesehatan dan Pergub no. 74 tentang
petunjuk Pelaksanaan Perda No. 7 th 2015 tahun
2014 tentang Tenaga Kesehatan
REGISTRASI ULANG
Pepres No. 90 TH 2017 tentang KTKI
• Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) adalah lembaga yg
melaksanakan tugas secara independen yang terdiri atas
konsil masing-masing tenaga kesehatan
• KTKI bertanggungjwb kepada Preseiden melalui Menteri
Kesehatan
• KTKI teridiri atas :
• KONSIL KEPERAWATAN,
• KONSIL KEFARMASIAN,
• KONSIL GABUNGAN TENAGA KESEHATAN
• Tugas masing-masing Konsil :
a. melakukan registrasi Tenaga Kesehatan sesuai dengan bidang tugasnya;
b. melakukan pembinaan Tenaga Kesehatan dalam menjalankan praktik
Tenaga Kesehatan;
c. menyusun Standar Nasional Pendidikan Tenaga Kesehatan;
d. menyusun standar praktik dan standar kompetensi Tenaga Kesehatan;
e. menegakkan disiplin praktik Tenaga Kesehatan.
PERIZINAN DAN PRAKTIK
TENAGA KESEHATAN
POKOK PENGATURAN PERIZINAN

• KUALIFIKASI PENDIDIKAN
• SERTIFIKAT KOMPETENSI DAN STR
• PERSYARATAN MEMPEROLEH IZIN (SIP/SIK)
• JUMLAH TEMPAT PRAKTIK/KERJA
• PEJABAT YG BERWENANG MENGELUARKAN IZIN
= PEJABAT KESEHATAN PEMDA KAB/KOTA
• KEBERLAKUAN MENGIKUTI STR
• KETIDAKBERLAKUAN SURAT IZIN
POKOK PENGATURAN
PENYELENGGARAAN
PEKERJAAN/PRAKTIK
• TEMPAT PENYELENGGARAAN
PEKERJAAN/PRAKTIK
• KEWENANGAN SESUAI STANDAR
KOMPETENSI
• PERSYARATAN TEMPAT PRAKTIK
• HAK DAN KEWAJIBAN
• LARANGAN
UU 36/2009 TTG
KESEHATAN
• Tenaga kesehatan harus memiliki kualifikasi
minimum. (Pasal 22)
• Tenaga kesehatan berwenang untuk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang
dimiliki, dan wajib memiliki izin dari pemerintah.
(Pasal 23)
PERIZINAN
• PROSES PEMBERIAN KEWENANGAN
OLEH PEMERINTAH KEPADA NAKES
UNTUK MENJALANKAN PROFESINYA
(PRAKTIK/KERJA) = MELAKUKAN
PELAYANAN KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
PEKERJAAN/PRAKTIK

• SEGALA SESUATU YANG BERKAITAN


DENGAN TINDAKAN YANG HARUS
DILAKSANAKAN OLEH TENAGA
KESEHATAN DALAM
PENYELENGGARAAN
PEKERJAAN/PRAKTIK
PMK 28 tahun 2017

• Pasal 2  Dalam menjalankan Praktik


Kebidanan, Bidan paling rendah
memiliki kualifikasi jenjang
pendidikan diploma tiga kebidanan.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 5 
(1)Bidan yang menjalankan praktik keprofesiannya wajib memiliki
SIPB.
(2)SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada
Bidan yang telah memiliki STRB.
(3)SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku untuk 1
(satu) Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
(4)SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku selama STR
Bidan masih berlaku, dan dapat diperpanjang selama
memenuhi persyaratan.

• Pasal 6  Bidan hanya dapat memiliki paling banyak 2 (dua)


SIPB.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 7 :
(1) SIPB diterbitkan oleh Instansi Pemberi Izin
yang ditunjuk pada Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota.
(2) Penerbitan SIPB sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) harus ditembuskan kepada dinas
kesehatan kabupaten/kota.
(3) Dalam hal Instansi Pemberi Izin merupakan
dinas kesehatan kabupaten/kota,
Penerbitan SIPB sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tidak ditembuskan.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 8 ayat (1)
Untuk memperoleh SIPB, Bidan harus mengajukan permohonan
kepada Instansi Pemberi Izin dengan melampirkan:
a. fotokopi STRB yang masih berlaku dan dilegalisasi asli;
b. surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki surat izin
praktik;
c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;
d. surat keterangan dari pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
tempat Bidan akan berpraktik;
e. pas foto terbaru dan berwarna dengan ukuran 4X6 cm sebanyak 3
(tiga) lembar;
f. rekomendasi dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota
setempat; dan
g. rekomendasi dari Organisasi Profesi.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 8 ayat (3)  Dalam hal Instansi Pemberi
Izin merupakan dinas kesehatan
kabupaten/kota, persyaratan rekomendasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f
tidak diperlukan.

• Pasal 8 ayat (4)  Untuk Praktik Mandiri Bidan


dan Bidan desa, Rekomendasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf f dikeluarkan oleh
dinas kesehatan kabupaten/kota setelah
dilakukan visitasi penilaian pemenuhan
persyaratan tempat praktik Bidan.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 9 Dalam jangka waktu paling lama 14
(empat belas) hari kerja sejak berkas
permohonan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 8 ayat (1) diterima dan dinyatakan lengkap,
Instansi Pemberi Izin harus mengeluarkan SIPB
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 10  SIPB dinyatakan tidak berlaku dalam hal:
a. tempat praktik tidak sesuai lagi dengan SIPB;
b. masa berlaku STRB telah habis dan tidak diperpanjang;
c. dicabut oleh pejabat yang berwenang memberikan izin; atau
d. Bidan meninggal dunia.
• Pasal 14 :
a. Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dilarang
mempekerjakan Bidan yang tidak memiliki SIPB.
b. Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus melaporkan Bidan yang bekerja
dan berhenti bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatannya
pada tiap triwulan kepada kepala dinas kesehatan
kabupaten/kota dengan tembusan kepada Organisasi
Profesi.
PMK 28 tahun 2017
• Pasal 46 :
(4) Dalam rangka pelaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Menteri, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dapat memberikan tindakan administratif kepada
bidan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan
penyelenggaraan praktik.

(5) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


dilakukan melalui :
a. teguran lisan;
b. teguran tertulis;
c. pencabutan SIP untuk sementara paling lama 1 (satu) tahun;
atau
d. pencabutan SIPB selamanya.
KESIMPULAN
• SEMUA NAKES YANG PRAKTIK MANDIRI HARUS BERIZIN
• SEMUA NAKES YG BEKERJA DI FASILITAS KESEHATAN HARUS
BERIZIN
• SEMUA IZIN NAKES DIKELUARKAN OLEH PEMKAB/PEMKOTA
(DINKES KAB/KOTA)
• STR DIKELUARKAN OLEH KKI (Dr/Drg), KFN (Apt), MTKI/P2T (NAKES
LAIN)
• SERKOM DIKELUARKAN OLEH KOLEGIUM (Dr/Drg), OP (Apt), PERTI
(NAKES LAIN)
• PIMPINAN FASILITAS KES DILARANG MEMPERKERJAKAN NAKES YG
TIDAK MEMPUNYAI IZIN
42