Anda di halaman 1dari 6

DINDING PENAHAN TANAH

PENDAHULUAN
Bangunan penahan tanah berguna untuk menahan tekanan tanah lateral yang timbul oleh tanah timbunan atau tanah asli yang labil. Bangunan ini banyak digunakan pada proyek irigasi, jalan raya, pelabuhan, basement, abutment, selain sebagai bangunan bawah juga sebagai penahan tanah sekitarnya. Kestabilan dinding penahan tanah diperoleh terutama dari berat sendiri struktur dan berat tanah yang berada diatas pelat fondasi. Besar dan distribusi tekanan tanah pada dinding penahan tanah sangat bergantung pada gerakan ke arah lateral tanah relatif terhadap dinding.

Tipe dinding penahan tanah


Dinding grafitasi, Dinding semi Grafitasi, Dinding kantilever, Dinding counterfort, Dinding krib, Dinding tanah diperkuat (reinforced earth Wall),

Dinding grafitasi biasanya dibuat dari beton tak bertulang atau pasangan batu. Sedikit tulangan beton kadang-kadang diberikan pada permukaan dinding untuk mencegah retakan permukaan oleh perubahan temperatur. Dinding semi grafitasi adalah dinding grafitasi yang biasanya berbentuk ramping. Karena rampingnya ini, pada strukturnya dibutuhkan penulangan beton,namun hanya pada bagian dinding saja, dan tulangan untuk menghubungkan dinding dan pondasi. Dinding counterfort terdiri dari dinding beton bertulang tipis. Pada bagian dalam dinding pada jarak tertentu didukung oleh pelat/dinding vertikal yang disebut counterfort (dinding penguat). Ruang diantara pelat vertikal diisi tanah timbunan. Dinding krib terdiri dari balok-balok beton yang disusun menjadi dinding penahan. Dinding tanah diperkuat (reinforced eart Wall) terdiri dari dinding yang berupa timbunan tanah yang diperkuat dengan bahan-bahan tertentu yang terbuat dari geosintetik maupun metal.

Teori Tekanan tanah Lateral


Untuk merancang dinding penahan tanah diperlukan pengetahuan mengenai tekanan tanah lateral. Besar dan distribusi tekanan tanah pada dinding penahan sangat bergantung pada regangan lateral tanah relatif terhadap dinding. Analisis hitungan tekanan tanah lateral didasarkan pada kondisi regangannya. Jika analisis regangan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, maka dapat mengakibatkan kesalahan analisis.

Tekanan Tanah Diam, Tekanan Tanah Aktif, dan Tekanan Tanah Pasif
Ditinjau suatu dinding penahan tanah seperti gambar, mula-mula dinding dan tanah timbunan dibelakang dalam kondisi diam (at rest), sehingga tanah dalam kondisi keseimbangan elastik. Pada posisi ini tekanan tanah urug pada dinding akan berupa tekan tanah saat diam (earth pressure at rest) dan tekanan tanah lateral (horisontal) pada dinding pada keadaan tertentu (z) dapat dinyatakan oleh persamaan h=ko v=kozK............................................................................ ...........1 Dengan, Ko=koefisien tekanan tanah lateral saat diam, K= berat volume tanah