Anda di halaman 1dari 16

SEMINAR PROPOSAL

OLEH:
KALSUM S. MALE
2320192090

PEMBIMBING
1. Srikit Nurkamiden, S.KM.,
M.Kes
2. Dede Sutriono, S.Si., M.Si
GAMBARAN KADAR HDL (HIGH DENSITY LIPOPROTEIN) PADA
PEROKOK AKTIF DI WILAYAH PUSKESMAS TELAGA JAYA TAHUN
2020
 
PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

OLEH:
KALSUM S. MALE
2320192090

PROGRAM STUDI D-III ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS SAINS, TEKNOLOGI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
2020
BAB I
Pendahuluan

World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menyatakan bahwa


penggunaan tembakau merupakan salah satu faktor utama untuk risiko
L penyakit kardiovaskular, kanker, dll. Hampir 1 miliar pria di dunia merokok
A sekitar 35% laki-laki di negara sumber daya tinggi, dan 50% laki-laki di
negara sumber daya rendah (WHO, 2017).
T
A
R

B
Berdasarkan survei dari WHO, Indonesia saat ini menempati posisi ketiga
E untuk perokok terbanyak setelah China dan India.
L
A
K
A
Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi merokok pada remaja usia 10-
N 18 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2013 (7,20%) ke tahun 2018 (9,10%).
G Sedangkan perokok laki-laki usia >15 tahun pada tahun 2018 masih berada pada
angka yang tinggi (62,9 %) dan masih menjadi prevalensi perokok laki-laki
tertinggi di dunia (Tobacco Control Support Center- Ikatan Ahli Kesehatan
Masyarakat Indonesia, 2019).
BAB I
Pendahuluan
Menurut data Riskesdas tahun 2018 pada proporsi penduduk umur ≥10 tahun provinsi
gorontalo (27,4%) menempati posisi ketiga yang memiliki kebiasaan merokok setelah
Provinsi Lampung (28,1%) dan Provinsi Bengkulu (27,8%). Menurut data Riskedas
L Gorontalo tahun 2018, Kabupaten Gorontalo (27,86%) menempati posisi ketiga
A terbanyak untuk prevalensi merokok pada penduduk umur ≥10 setelah kabupaten
T Gorut (30,43%) dan kabupaten Pohuwato (29,53%).

A
R
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo prevalensi jumlah
B penduduk yang merokok dari 21 Puskesmas yang terdata terdapat sebanyak 7.619
orang, dan Puskesmas terbanyak pertama yang memiliki jumlah penduduk yang
E merokok terdapat pada Puskesmas Pulubala yaitu sebanyak 1.286 orang, kemudian
L Puskesmas kedua yaitu Puskesmas Buhu sebanyak 1.164 orang dan Puskesmas
terbanyak ketiga yaitu Puskesmas Telaga Jaya sebanyak 1.064 orang.
A
K
A
N Menurut Fikri (2017) seorang perokok bisa menurunkan kadar kolesterol
HDL sedangkan kadar kolesterol merupakan indikator kesehatan jantung.
G Karena semakin tinggi kadar kolesterol HDL maka semakin baik kesehatan
kita begitupun sebaliknya semakin rendah kadar kolesterol HDL maka
semakin buruk kesehatan kita.
BAB I
Pendahuluan
Rumusan Masalah
Dan Tujuan Penelitian

1 2
Rumusan Masalah Tujuan Penelitian

• Untuk mengetahui
• Bagaimanakah kadar
gambaran kadar HDL
HDL (High Density
(High Density
Lipoprotein) pada
Lipoprotein) pada
perokok aktif di
perokok aktif di
Wilayah Puskesmas
wilayah Puskesmas
Telaga Jaya tahun
Telaga Jaya tahun
2020?
2020.
BAB I
Pendahuluan Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

• Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber bertambahnya ilmu
pengetahuan serta pengembangan teori bagi peneliti dan dapat dijadikan
panduan bagi peneliti selanjutnya.

Manfaat Praktis

• Sebagai bahan bacaan dan acuan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bagi calon pranata laboratorium
• Diharapkan bisa memberikan informasi kepada pihak terkait atau masyarakat yang belum mengetahui kesehatan tentang kadar HDL
pada perokok aktif.
• Diharapkan bisa menjadi sumber informasi maupun sumber pengetahuan tentang bahaya rokok serta dampak untuk kesehatan bagi
perokok aktif
Rokok
BAB II
Kerangka
Tinjauan Pustaka
Teori
Zat kimia dalam
rokok

Nikotin Karbon monoksida

Hormon adrenalin Kadar lemak


Mengikat Hb
sehingga O2 pada dinding
pembuluh darah
Jantung berdebar Jantung
membutuhkan
banyak oksigen Membuat plak

Pembukuan darah

Rusak lapisan
Kadar HDL pembuluh darah

Faktor yang mempengaruhi :


Melakukan •Merokok
pemeriksaan HDL •Kurang mengkonsumsi buah
dan sayur
•Obesitas
•Konsumsi kopi berlebihan
BAB II
Tinjauan Pustaka Kerangka
Input Proses Output Konsep
Perokok aktif maupun
perokok pasif dapat
mengalami dampak dari
zat atau bahan yang
terkandung dalam rokok
tersebut. Pengambilan darah vena
responden

Rokok mengandung bahan


kimia sebagai berikut:
•Nikotin Dapat mengetahui
•Karbon monoksida kadar HDL dalam
•Tar darah:
•Amonia Pemeriksaan HDL di
•Yang diinginkan =
instalasi laboratorium
> 45mg/dl
Dr. RSUD MM.
•Ambang batas
Dunda Limboto.
rendah = 35-45 mg/dl
Rokok dapat menyebabkan •Terlalu rendah = <
penyakit, antara lain: 35 mg/dl
•Jantung
•Kanker
•Atherosklerosis
•Dll.

Menurunkan kadar HDL


dalam tubuh
BAB III
Jenis dan Rancangan
Metode Penelitian Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian


deskriptif. Dimana penelitian ini
menggambarkan kadar HDL pada perokok aktif
di wilayah Puskesmas Telaga Jaya. Rancangan
penelitian ini menggunakan rancangan
pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif.
BAB III
Metode Penelitian Variabel Penelitian

Variabel Bebas (Independen)


• Adapun dalam penelitian ini variabel
bebasnya adalah responden yang perokok
aktif.

Variabel Terikat (Dependen)


• Adapun dalam penelitian ini variabel
terikatnya adalah kadar HDL.
BAB III
Definisi Operasional dan
Metode Penelitian Kriteria Objektif

No. Variabel Definisi Kriteria Objektif

1. Perokok Aktif : Orang yang

mengkonsumsi rokok
Perokok aktif adalah orang yang secara
walaupun itu hanya satu
rutin mengkonsumsi rokok dengan
1. Perokok aktif batang/perhari
sekecil apapun walaupun itu cuma satu
2. Perokok Pasif : Orang yang
batang per hari (Kemenkes, 2019). tidak merokok tetapi

menghirup asap rokok

HDL (High Density Lipoprotein)

adalah Kolesterol baik berfungsi untuk 1. Tinggi: jika hasil HDL ≥ 45


HDL (High
mencegah terjadinya penyempitan mg/dl
2. Densitty
pembuluh darah akibat lemak yang 2. Rendah: jika hasil HDL ≤ 35
Lipoprotein)
mg/dl
disebabkan oleh LDL (Kemenkes,

2018).
BAB III
Lokasi dan Waktu
Metode Penelitian Penelitian

• Lokasi pengambilan sampel darah dilakukan


Lokasi di wilayah Puskesmas Telaga Jaya, Desa
Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya dan tempat
Penelitian pemeriksaan sampel darah dilakukan di
Laboratorium Dr. RSUD Dunda Limboto.

Waktu • Waktu penelitian dilaksanakan dari


bulan Juli sampai bulan Agustus
Penelitian 2020.
BAB III
Metode Penelitian Populasi dan Sampel

• Populasi penelitian adalah semua perokok


Populasi
1
aktif yang terdata di Puskesmas Telaga Jaya
di Desa Hutadaa yaitu sebanyak 576 orang.

Sampel
•Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian perokok yang ada di Desa Hutadaa.
•Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode accidental sampling. Dimana accidental merupakan teknik
pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang bertemu dengan peneliti dapat digunakan sampel. Dan adapula
beberapa kriteria untuk pemilihan sampel.
BAB III
Teknik
Metode Penelitian Pengumpulan Data

1 Kuesioner

2 Prosedur Kerja
BAB III
Teknik Analisis
Metode Penelitian Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam


penelitian ini yaitu secara deskriptif dengan hasil
yang diperoleh dari uji laboratorium kemudian
akan dioleh dengan cara manual dan disajikan
dalam bentuk tabel serta dijelaskan dalam bentuk
narasi.