Anda di halaman 1dari 40

POSYANDU REMAJA

Apa dan bagaimana

pembentukannya
PENDIDIKAN
KETERAMPILAN
HIDUP SEHAT
(P K H S)
Keterampilan Hidup Sehat

Remaja

• Individu yang berusia 10 – 19


tahun
• Jumlah Remaja Jawa Barat
7.995.581 jiwa atau 19,63% dari
jumlah penduduk
PERMASALAHAN UMUM PADA
REMAJA

• DO/Tidak sekolah pada remaja


usia 15 – 19 tahun
• Anemia
• Perilaku Seksual Beresiko seperti :
• Napza, Seksual Pra Nikah (SPN),
HIV/AIDS, Kehamilan & Aborsi
STATUS
KESEHATAN REMAJA
PKHS

PERILAKU

YG DIPENGARUHI
OLEH

PEER PRESURE
KELUARGA
MASYARAKAT
LANGKAH-LANGKAH MENCAPAI
TUJUAN :

 Memprioritaskan tujuan berdasarkan


kepentingannya. Mana yang terpenting? Apakah
tujuannya realistis? Berapa yang dapat dicapai ?

 Metode-metode manakah yang dapat


digunakan untuk mencapai tujuan.

 Memilih metode terbaik

 Meninjau perbuatan pada tahap pertengahan


- merubah perbuatan bila tujuan kita tidak
terpenuhi
Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) atau
Skill Based Health Education

Kemampuan yang memungkinkan orang-orang untuk


mengatasi tuntutan dan tantangan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari (definisi WHO, 1993)

 Pendekatan pendidikan secara interaktif yang


memfokuskan tidak hanya pada informasi saja akan
tetapi pada perubahan perilaku
PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT
MEMILIKI TUJUAN PENTING YAITU :
 Intinya pendidikan keterampilan hidup adalah mempelajari
keterampilan hidup.

 Pendidikan keterampilan hidup sehat memungkinkan untuk


mempelajari dan mempraktekan keterampilan berhubungan
dengan keterampilan utama sosial (kekerasan seksual,
HIV/AIDS, penyelesaian konflik, dll)

 Pendidikan keterampilan hidup harus dilandasi pemikiran


bahwa pemberdayaan kaum muda akan menimbulkan
perilaku yang lebih bertanggungjawab.

 Pendidikan keterampilan hidup merupakan upaya peningkatan


pengetahuan dan pengembangan sikap dan keterampilan dalam
mengambil keputusan dan mengambil tindakan positif untuk
mendukung penerapan perilaku sehat.
≈ INFORMASI +
KOMPETENSI
≈ KETERAMPILAN PSIKOSOSIAL
PSIKOSOSIAL
KONSEP DASAR KOMPETENSI

Apakah KOMPETENSI itu ?


KOMPETENSI adalah PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, dan KUALITAS PRIBADI/SIKAP/
PERILAKU yang dibutuhkan oleh setiap INDIVIDU untuk dapat menyelesaikan sebuah atau
beberapa aktivitas yang berkaitan dengan tujuan HIDUP agar menjadi lebih baik

Head = Pengetahuan

Hand = Keterampilan

Heart = Kualitas
pribadi/Perilaku
KOMPETENSI PSIKOSOSIAL

KEMAMPUAN YANG BERORIENTASI


PADA ASPEK KEJIWAAN
SESEORANG TERHADAP DIRINYA
SENDIRI (INTRAPERSONAL) DAN
INTERAKSI DENGAN ORANG LAIN
SERTA LINGKUNGAN
(INTERPERSONAL) DALAM KONTEKS
KESEHATAN
10 ASPEK KOMPETENSI
PSIKOSOSIAL
Kemampuan utk memposisikan perasaan org lain
pd diri sendiri

Kemampuan utk mengenal diri sendiri ttg karakter,


kekuatan, kelemahan, keinginan, ketidakinginan

Kemampuan yg dapat membantu kita utk mengambil


keputusan secara konstruktif dgn membandingkan
pilihan alternatif & efek samping yg menyertainya
Kemampuan utk memungkinkan kita dpt
menyelesaikan masalah secara konstruktif

Kemampuan utk menggali alternatif yg ada &


berbagai konsekwensinya dr apa yg kita lakukan/
tidak dalam membuat keputusan

Kemampuan utk menganalisa informasi &


pengalaman-pengalaman secara obyektif
Kemampuan utk mengekspresikan diri secara
verbal maupun nonverbal yg mengikuti budaya
dan situasi

Kemampuan yg dapat menolong kita berinteraksi d


sesama secara positif/harmonis
Kemampuan keterlibatan pengenalan emosi dlm diri
sendiri dan orang lain

Kemampuan pengenalan sumber-sumber yg


menyebabkan stres dlm kehidupan, bagaimana
efeknya, & cara mengontrol terhadap derajat stres
Petugas (PS/KS/Tenaga lain):
• Terlatih
• Menghormati remaja Method Pelayanan yg dilakukan:
• Privasi/kerahasiaan terjaga • Melibatkan remaja dlm perencanaan
• Waktu yang cukup utk kegiatan dan umpan balik
berinteraksi dg petugas • Menerima setiap remaja yg datang,
meskipun tanpa perjanjian
Fasilitas/Sarana: • Tidak berdesak-desakan & waktu
• Ruangan terpisah tunggu singkat
• Jam buka yg sesuai • Biaya terjangkau atau gratis
• Lokasi mudah dijangkau • Promosi/publikasi yg tdk membuat
• Ruangan cukup luas dan ragu/takut remaja
privasi yg memadai • Pelayanan diberikan kepada remaja
• Lingkungan yang nyaman laki-laki dan perempuan
• Menyediakan pelayanan/ kegiatan lebih
Pendukung: luas
• Tersedia berbagai materi • Ada pelayanan rujukan (PKPR)
yang mendidik
• Ada diskusi kelompok
• Ada alternatif cara
mengakses informasi,
konseling & pelayanan medis
STRATEGI APLIKASI PKHS
• PERMAINAN DRAMA/SANDIWARA
• ROLE PLAY
• DISKUSI
• SIMULASI
• DLL
Contoh Mengatasi Konflik
Simpan dikotak
• Buat Sebab Dasas
• Sebab Penunjang
• Alternatif Pokok
• Alternatif Penunjang
• Sampah
• Bagi Grup
• Dilombakan
Gaya Hidup
• Bagi Kelompok
• Perhatikan barang yang dipakai
teman kelompok
• Tulis Di F Chat
• Jelaskan penampilan tidak usah yang
mahal.
Bermain peran
• Buat permainan tiap kelompok
• Libatkan remaja untuk emndesign
ruang PKPR, Ruang UKS, Rumah
Sehat,
• Bermain yang sehat.