Anda di halaman 1dari 9

Manajemen Bencana Pada

Kelompok Disabilitas
By : Amira Permata Sari Tarigan
Pengertian Bencana
• UU No. 24 tahun 2007 : ISDR tahun 2004 (International Strategy
Bencana merupakan peristiwa atau for Disaster Reduction) :
rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu Bencana adalah suatu gangguan serius
kehidupan dan penghidupan terhadap keberfungsian suatu masyarakat
masyarakat yang disebabkan, baik sehingga menyebabkan kerugian yang
oleh faktor alam dan/atau faktor meluas pada kehidupan manusia dari segi
non alam maupun faktor manusia materi, ekonomi atau lingkungan dan yang
sehingga mengakibatkan timbulnya
korban jiwa manusia, kerusakan melampaui kemampuan masyarakat yang
lingkungan, kerugian harta benda, bersangkutan untuk mengatasi dengan
dan dampak psikologis. menggunakan sumberdaya mereka
sendiri.
Manajemen Bencana
Manajemen Bencana : Tujuan Manajemen Bencana :
• Kegiatan-kegiatan yang dilakukan 1. Mengurangi atau menghindari kerugian
untuk mengendalikan bencana secara fisik, ekonomi maupun jiwa yang
dan keadaan darurat, sekaligus dialami oleh perorangan, masyarakat
memberikan kerangka kerja negara.
untuk menolong masyarakat 2. Mengurangi penderitaan korban
dalam keadaan beresiko tinggi bencana
agar dapat menghindari ataupun
pulih dari dampak bencana. 3. Mempercepat pemulihan
4. Memberikan perlindungan kepada
pengungsi atau masyarakat yang
kehilangan tempat ketika kehidupannya
terancam.
Manajemen Bencana Pada Penyandang Disabilitas
• Penyandang Disabilitas adalah orang yang memiliki
PERATURAN KEPALA BPBN keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam
NO 14 TAHUN 2014
jangka waktu tertentu atau permanen, yang dalam berinteraksi
TENTANG
PENANGANAN, dengan lingkungan dan masyarakat dapatmemenuhi
PERLINDUNGAN DAN hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi secara penuh
PARTISIPASI PENYANDANG
dan efektif berdasarkan kesamaan hak.
DISABILITAS DALAM
PENANGGULANGAN
BENCANA • Penyandang Disabilitas ganda atau tuna ganda adalah orang
perka-no-14-tahun-2014-pen
anganan,-perlindungan-dan- yang memiliki lebih dari satu jenis keterbatasan fisik, mental,
partisipasi--2139.pdf intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu tertentu atau
permanen, yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan
masyarakat dapat menemui hambatan yang menyulitkan
untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif berdasarkan
kesamaan hak.
Tindakan yang sesuai untuk kelompok berisiko pada orang
dengan kecacatan/disabilitas

Pra Bencana
Sediakan informasi bencana yang bisa diakses oleh orang-
orang dengan keterbatasan fisik seperti: tunarungu, tuna netra,
dll
Perlunya diadakan pelatihan-pelatihan penanganan
kegawatdaruratan bencana bagi petugas kesehatan khusus
untuk menanganni korban dengan kebutuhan khusus (cacat)
Saat Bencana
Sediakan alat-alat emergency dan evakuasi yang khusus
untuk orang cacat, alat bantu berjalan untuk korban
dengan kecacatan, alat-alat BHD sekali pakai, dll

Tetap menjaga dan meningkatkan kewaspadaan


universal (universal precaution) untuk petugas dalam
melakukan tindakan kegawatdaruratan.
Pasca Bencana
Sedapat mungkin, sediakan fasilitas yang dapat
mengembalikan kemandirian individu dengan
keterbatasan fisik di lokasi evakuasi sementara.
Contohnya: kursi roda, tongkat, dll

Libatkan agensi-agensi yang berfokus pada


perlindungan individu-individu dengan
keterbatasan fisik
THANK YOU