Anda di halaman 1dari 22

KONSEP

LANSIA
Amira Permata Sari Tarigan, S.Kep.Ns, M.kes
DEFENISI LANSIA

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.


Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang
berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan
proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari
dalam dan luar tubuh.
DEFENISI LANSIA

Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaaan yang terjadi di dalam
kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup,
tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak
permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah yang
berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan, yaitu anak-anak,
dewasa dan tua .
BATASAN LANSIA

WHO (1999), batasan lansia adalah sebagai berikut :

1. Usia lanjut (elderly) antara usia 60-74 tahun


2. Usia tua (old) :75-90 tahun, dan
3. Usia sangat tua (very old) adalah usia > 90 tahun.
BATASAN LANSIA

Depkes RI (2005), batasan lansia dibagi menjadi tiga katagori,


yaitu:

1. Usia lanjut presenilis yaitu antara usia 45-59 tahun


2. Usia lanjut yaitu usia 60 tahun ke atas
3. Usia lanjut beresiko yaitu usia 70 tahun ke atas atau usia 60
tahun ke atas dengan masalah kesehatan.
KARAKTERISTIK LANSIA

STATUS LIVING
JENIS KELAMIN ARRANGEMENT
PERKAWINAN

Terdapat perbedaan Pasangan lengkap atau Keadaan pasangan,


kebutuhan dan masalah sudah hidup tinggal sendiri atau
kesehatan yang janda/duda akan bersama istri, anak
berbeda antara lansia mempengaruhi atau kekuarga lainnya
laki-laki dan keadaan kesehatan
perempuan lansia baik fisik
maupun psikologis.
KONDISI KESEHATAN

1. Kondisi umum: Kemampuan umum untuk tidak tergantung kepada


orang lain dalam kegiatan sehari-hari seperti mandi, buang air
besar dan kecil.

2. Frekuensi sakit: Frekuensi sakit yang tinggi menyebabkan menjadi


tidak produktif lagi bahkan mulai tergantung kepada orang lain.
Geriatri adalah cabang ilmu yang
berfokus pada penyakit yang
timbul pada lansia
TUJUAN GERIATRI

1. Mempertahankan derajat kesehatan setinggi-tingginya agar terhindar


dari penyakit atau gangguan kesehatan
2. Memelihara kondisi kesehatan dgn aktivitas fisik yang sesuai mental
yang mendukung
3. Melakukan diagnosis dini
4. Melakukan pengobatan yang tepat
5. Tepat memberikan bantuan moril dan perhatian sampai akhir
hayatnya
TUGAS PERKEMBANGAN LANSIA

Menyesuaikan diri
dengan menurunnya
kekuatan fisik dan
kesehatan

Membentuk hubungan Menyesuaikan diri dengan


dengan orang yang seusia & masa pensiun dan
Menyesuaikan diri dengan berkurangnya penghasilan
peran sosial yang luas keluarga

Membentuk pengaturan fisik Menyesuaikan diri dengan


yang memuaskan kematian pasangan hidup
TIPOLOGI LANSIA

1. TIPE ARIF BIJAKSANA

Kaya dengan hikmah pengalaman, menyesuaikan diri dengan


perubahan jaman, mempunyai kesibukan, bersikap ramah, rendah hati,
sederhana, dermawan, dan menjadi panutan

2. TIPE MANDIRI

Mengganti kegiatan-kegatan yang hilang dengan kegiatan baru,


selektif dalam mencari pekerjaan, teman pergaulan, serta
memenuhi undangan
TIPOLOGI LANSIA

3. TIPE TIDAK PUAS

Konflik lahir batin menentang proses menua, yang menyebabkan


kehilangan daya tarik jasmaniah, pemarah, tidak sabar, mudah
tersinggung, menuntut, sulit dilayani, dan pengritik

4. TIPE PASRAH

Menerima dan menunggu nasib baik, mengikuti kegiatan


beribadah, ringan kaki, pekerjaan apa saja dilakukan
TIPOLOGI LANSIA
5. TIPE BINGUNG

Kaget, kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, merasa minder,


menyesal, pasif, mental, sosial dan ekonominya.

Tipe ini antara lain:

 Tipe optimis  Tipe marah / frustasi (the angry


 Tipe konstruktif man)
 Tipe ketergantungan  Tipe putus asa (benci pada diri
 Tipe defensive sendiri) / self heating man
 Tipe militant dan serius
TIPE KEPRIBADIAN LANSIA

1. TIPE KEPRIBADIAN KONSTRUKTIF (CONSTRUCTION


PERSONALITY)

Lansia bisa menerima fakta proses menua, memiliki integritas baik


menikmati hidupnya, toleransi tinggi , dan fleksibel. Biasanya tidak
bergejolak, tenang dan mantap sampai sangat tua. Tipe kepribadian ini
biasanya dimulai dari masa mudanya
TIPE KEPRIBADIAN LANSIA
2. TIPE KEPRIBADIAN MANDIRI (INDEPENDENT
PERSONALITY)

Cenderungan mengalami post power syndrome, apalagi jika pada


masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan
otonomi

3. TIPE KEPRIBADIAN TERGANTUNG (DEPENDENT


PERSONALITY)

Sangat dipengaruhi kehidupan keluarga, apabila kehidupan keluarga selalu


harmonis maka lansia tidak bergejolak, tetapi jika pasangan meninggal
maka pasangan yang ditinggalkan akan sedih yang mendalam.
TIPE KEPRIBADIAN LANSIA

4. TIPE KEPRIBADIAN BERMUSUHAN (HOSTILE


PERSONALITY)

Merasa tidak puas dengan kehidupannya banyak perhitungan yang tidak


diperhitungkan sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menurun,
menganggap orang lain yang menyebabkan kegagalan, selalu mengeluh dan
curiga.

5. TIPE KEPRIBADIAN DEFENSIVE

Menolak bantuan, emosi tidak terkontrol, bersifat kompulsif aktif, dan


takut menjadi tua
TIPE KEPRIBADIAN LANSIA

6. TIPE KEPRIBADIAN KRITIK DIRI (SELF HATE


PERSONALITY)

Umumnya terlihat sengsara, karena perilakunya sendiri sulit


dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya, selalu
menyalahkan diri, tidak memiliki ambisi dan merasa korban
keadaan
MITOS SEPUTAR LANSIA

1. MITOS KEDAMAIAN DAN KETENTRAMAN

Adanya anggapan bahwa para lansia dapat santai menikmati hidup,


hasil kerja, dan jerih payah dimasa muda. Berbagai guncangan
kehidupan seakan-akan sudah berhasil dilewati.

Kenyataannya, sering ditemui lansia yang mengalami stres karena


kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit.
MITOS SEPUTAR LANSIA

2. MITOS KONSERVATIF DAN KEMUNDURAN

Konservatif : kolot,
bersikap mempertahankan kebiasaan, tradisi, dan keadaan yang
berlaku. Adanya anggapan bahwa lansia itu tidak kreatif, menolak
inovasi, berorientasi ke masa silam, keras kepala dan cerewat.

Kenyataannya tidak semua lansia bersikap & mempunyai pikiran


demikian.
MITOS SEPUTAR LANSIA

3. MITOS BERPENYAKITAN

Adanya anggapan bahwa masa tua dipandang sebagai masa degenerasi


biologis yang disertai beberapa penyakit dan sakit-sakitan.

Kenyataannya tidak semua lansia berpenyakitan. Saat ini sudah banyak


jenis pengobatan & lansia yang rajin melakukan pemeriksaan berkala
sehingga lansia tetap sehat dan bugar
MITOS SEPUTAR LANSIA

4. MITOS KETIDAKPRODUKTIFAN

Adanya anggapan bahwa para lansia tidak produktif lagi.

Kenyataannya banyak para lansia yang mencapai kematangan,


kemantapan dan produktivitas mental maupun material dan sebagian
lagi tidak mengalaminya
TERIMA
KASIH