Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN

LANSIA

Amira Permata Sari Tarigan, S.Kep.Ns, M.Kes


PENGKAJIAN

• Data Biografi
• Riwayat rekreasi
• Riwayat Pekerjaan • Deskripsi kekhususan
1
4 5
3 6
2 7
• Riwayat Lingkungan
• Hidup
• Riwayat Keluarga • Sistem Pendukung
PENGKAJIAN

• Status kesehatan
• Pemeriksaan fisik
• Pemeriksaan penunjang
8
11
10
9 12
• Pemeriksaan
Status kognitif/
• Aktivitas sehari-hari Afektif/
Sosial
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Fisik/Biologis
- Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
- Gangguan rasa nyaman nyeri
- Intoleransi aktivitas.
- Inefektif koping individu
- Resiko tinggi terhadap cedera

Psikologis
- Isolasi sosial
- Harga diri rendah

• Spiritual
- Reaksi berkabung atau berduka sehubungan dg ditinggal
pasangan
INTERVENSI KEPERAWATAN
Melibatkan klien

Bekerjasama dg profesi kesehatan lain

Tentukan prioritas

Cegah timbulnya masalah

Sediakan cukup waktu untuk memahami masukan

Tulis semua rencana & jadwal


Tujuan intervensi keperawatan, lebih diarahkan pada
pemenuhan kebutuhan dasar, antara lain:

Pemenuhan kebutuhan nutrisi

Peningkatan keamanan & keselamatan

Memelihara kebersihan diri

Memelihara keseimbangan istirahat/tidur

Meningkatkan hub interpersonal


IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
 Bina trust

 Sediakan cukup penerangan


 Hindarkan cahaya yg menyilaukan
 t.u penerangan malam hari

 Tingkatkan rangsangan panca indera, melalui


 Buku-buku yg dicetak besar
 Berikan warna-warna yg dapat dilihat klien

 Pertahankan & latih daya orientasi nyata


 Kalender, Jam, atau Saling mengunjungi
Lanjutan..

 Berikan perawatan sirkulasi


 Hindarkan pakaian yg menekan, mengikat, sempit
 Ubah posisi, dll

 Berikan perawatan pernafasan


 Bersihkan kotoran hidung
 Tingkatkan aktivitas pernafasan dg (nafas dalam, latihan batuk
efektif, dll)

 Berikan perawatan pada alat pencernaan


 Rangsang nafsu makan
 Cegah terjadinya gangguan pencernaan
 Cegah konstipasi
Lanjutan..

 Berikan perawatan genitourinaria


 Cukup intake cairan
 Cegah inkontenensia

 Berikan perawatan kulit


 Mandi, potong kuku, dll

 Berikan perawatan musukuluskeletal


 Bergerak dengan keterbatasan
 Ganti posiis setiap 2 jam
 Hati-hati
Lanjutan..

 Berikan perawatan psikososial


 Bantu dalam memilih & melakukan aktivitas
 Fasilitasi pembicaraan
 Berikan penghargaan, dll

 Pelihara keselamatan
 Usahakan agar pengaman tempat tidur sudah
terpasang
 Tempat tidur dalam posisi lebih rendah
 Pegangan di kamar mandi/ruangan
 Cukup penerangan, dll
Asuhan Keperawatan Lansia
Pada Penderita Hipertensi
1 PENGKAJIAN

A. Anamnesis

Nutrisi Pernafasan Kenyamanan


Aktivitas
Integritas

Neurosensori
Identitas Nyeri
Sirkulasi Eliminasi
B. Pemeriksaan Diagnostik

Kolestrol Foto Thorax EKG


BUN
Kalsium

CT Scan
HB Urin
Glukosa Kalium
2 DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan rasa nyaman nyeri (sakit kepala) b/d peningkatan


tekanan vaskuler serebral
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake nutrisi
inadekuat

3. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum, ketidakseimbangan


antara suplai dan kebutuhan O2

4. Inefektif koping individu b/d mekanisme koping tidak efektif,


harapan yang tidak terpenuhi, persepsi tidak realistiS
Lanjutan..

5. Kurang pengetahuan mengenai kondisi penyakitnya b/d kurangnya


keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber
informasi.

6. Resiko tinggi penurunan curah jantung b/d vasokontriksi pembuluh


darah

7. Resiko tinggi terhadap cedera yang b/d defisit lapang pandang,


motorik atau persepsi
3 INTERVENSI
A DIAGNOSA INTERVENSI
Gangguan rasa nyaman nyeri (sakit 1) Pertahankan tirah baring selama fase akut
kepala) b.d peningkatan tekanan 2) Berikan tindakan nonfarmakologi untuk
vaskuler serebral menghilangkan sakit kepala, misalnya
kompres dingin pada dahi, pijat punggung
Tujuan : Menghilangkan rasa nyeri dan leher
Kriteria hasil : 3) Hilangkan/minimalkan aktifitas
1) Melaporkan ketidanyamanan vasokontriksi yang dapat meningkatkan sakit
hilang atau terkontrol. kepala, misalnya batuk panjang, mengejan
2) Mengikuti regimen farmakologi saat BAB.
yang diresepkan. 4) Bantu pasien dalam ambulasi sesuai
kebutuhan.
5) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
obat analgetik, anti ansietas, diazepam dll.
Lanjutan..

B DIAGNOSA INTERVENSI
Gangguan pemenuhan kebutuhan 1) Bicarakan pentingnya menurunkan masukan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh lemak, garam dan gula sesuai indikasi.
b.d intake nutrisi inadekuat 2) Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan
diet.
Tujuan : kebutuhan nutrisi 3) Dorong klien untuk mempertahankan
terpenuhi masukan makanan harian termasuk kapan
Kriteria Hasil : dan dimana makan dilakukan, lingkungan
1) Klien menunjukkan peningkatan dan perasaan sekitar saat makanan dimakan
berat badan 4) Intruksikan dan bantu memilih makanan
2) Menunjukkan perilaku yang tepat, hindari makanan dengan
meningkatkan atau kejenuhan lemak tinggi (mentega, keju, telur,
mempertahankan berat badan ideal es krim, daging dll) dan kolesterol (daging
berlemak, kuning telur, produk kalengan,
jeroan)
Lanjutan..

C DIAGNOSA INTERVENSI
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan 1) Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas
umum, ketidakseimbangan antara dengan menggunkan parameter
suplai dan kebutuhan O2. 2) Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas
3) Dorong memajukan aktivitas/toleransi
Tujuan : tidak terjadi intoleransi perawatan diri
aktivitas 4) Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan
Kriteria Hasil : anjurkan penggunaan kursi mandi, menyikat
1) Klien dapat berpartisipasi dalam gigi/rambut dengan duduk dan sebagainya
aktivitas yang di inginkan atau 5) Dorong pasien untuk berpartisipasi dalam
diperlukan memilih periode aktivitas
2) Melaporkan peningkatan dalam
toleransi aktivitas yang dapat
diukur.
Lanjutan..

D DIAGNOSA INTERVENSI
Inefektif koping individu b.d 1) Kaji keefektifan strategi koping dengan
mekanisme koping tidak efektif, mengobservasi perilaku
harapan yang tidak terpenuhi, 2) Catat laporan gangguan tidur, peningkatan
persepsi tidak realistik. keletihan, kerusakan konsentrasi, peka
rangsangan, penurunan toleransi sakit kepala,
Tujuan : klien menunjukkan tidak ketidak mampuan untuk mengatasi/
ada tanda-tanda inefektif koping menyelesaikan masalah
Kriteria Hasil : 3) Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor
1) Mengidentifikasi perilaku koping spesifik dan kemungkinan strategi untuk
efektif dan konsekuensinya mengatasinya
2) menyatakan kesadaran 4) Libatkan klien dalam perencanaan perawatan
kemampuan koping / kekuatan dan beri dorongan partisipasi maksimum
pribadi dalam rencana pengobatan
Lanjutan..
DIAGNOSA INTERVENSI
E Kurang pengetahuan mengenai 1) Kaji tingkat pemahaman klien tentang
kondisi penyakitnya berhubungan pengertian, penyebab, tanda dan gejala,
dengan kurangnya pencegahan, pengobatan, dan akibat lanjut
informasi mengenai penyakitnya. 2) Bantu klien dalam mengidentifikasi faktor-
faktor resiko kardivaskuler yang dapat
Tujuan : Klien menunjukkan diubah
peningkatan pengetahuan mengenai 3) Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar
penyakitnya termasuk orang terdekat
Kriteria hasil : 4) Jelaskan pada klien tentang proses penyakit
Mengidentifikasi efek samping obat hipertensi
dan kemungkinan komplikasi yang
perlu diperhatikan &
Mempertahankan TD dalam
parameter normal
Lanjutan..

F DIAGNOSA INTERVENSI
Resiko tinggi penurunan curah 1) Observasi tekanan darah
jantung berhubungan dengan 2) Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral
vasokontriksi pembuluh darah. dan perifer
3) Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas
Tujuan : Tidak terjadi penurunan 4) Amati warna kulit, kelembaban, suhu, dan
curah jantung masa pengisian kapiler
Kriteria Hasil : 5) Berikan lingkungan yang nyaman, tenang,
1) Klien berpartisipasi dalam kurangi aktivitas atau keributan ligkungan,
aktivitas yang menurunkan tekanan batasi jumlah pengunjung dan lamanya
darah/beban kerja jantung tinggal
2) Mempertahankan TD dalam 6) Kolaborasi dengan dokter dalam pembrian
rentang individu yang dapat terapi anti hipertensi dan diuretik
diterima.
Lanjutan..

G DIAGNOSA INTERVENSI
Resiko tinggi terhadap cedera yang 1) Lakukan tindakan untuk mengurangi bahaya
berhubungan dengan defisit lapang lingkungan
pandang, motorik atau persepsi. 2) Lakukan tindakan untuk mengurangi resiko
yang berkenaan dengan pengunaan alat bantu
Tujuan : Tidak terjadi cidera 3) Bila penurunan sensitifitas taktil menjadi
Kriteria hasil: masalah ajarkan klien untuk melakukan:
1) Mengidentifikasi faktor yang - Kaji suhu air mandi dan bantalan pemanas
meningkatkan resiko terhadap sebelum digunakan.
cedera. - Kaji ekstremitas setiap hari terhadap cedera
2) Memperagakan tindakan yang tak terdeteksi.
keamanan untuk mencegah cedera
4 EVALUASI

Apakah rasa nyeri pasien / sakit kepala berkurang

Apakah pasien sudah bisa beraktifitas sendiri / mandiri

Apakah pola nutrisi pasien seimbang atau normal


TERIMA
KASIH