Anda di halaman 1dari 11

MAGH (DYSPEPSIA)

PROLANIS
PUSKESMAS SIANTAR CA
• Sindrom dispepsia adalah sekumpulan gejala dengan rasa
tidak nyaman pada perut, seperti perut terasa penuh,
kembung, sakit perut, dan nyeri ulu hati.
• Sindrom dispepsia dapat terjadi ketika jumlah asam
lambung meningkat dan menyebabkan iritasi pada dinding
lambung. I
• ritasi ini menyebabkan munculnya berbagai keluhan di
lambung yang dapat terasa hingga kerongkongan.
• Keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat
dispepsia dikenal juga sebagai keluhan nyeri lambung
atau sakit maag.
• Berlangsung dalam hitungan menit hingga jam
• Hilang timbul selama beberapa hari, minggu, atau bulan
• Memburuk di antara waktu makan, saat malam hari, atau
pagi-pagi sekali
• Makin parah ketika perut kosong atau tidak terisi makanan
• Reda bila perut diisi makanan atau setelah minum obat sakit
maag, tetapi kemudian akan muncul kembali
PENGOBATAN
1. Obat PPI digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung
dan meredakan gejala. Contoh obat ini
adalah esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, 
pantoprazole, dan rabeprazole.
2. Antagonis H2 juga merupakan obat penurun produksi asam
lambung. Contoh obat ini adalah cimetidine, famotidine,
dan ranitidin.
3. Antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri H. pylori.
Contoh antibiotik yang dapat diberikan adalah amoxicillin
, clarithromycin, atau metronidazole.
• Cuci tangan secara rutin, terutama sebelum makan dan
setelah dari toilet.
• Cuci bahan makanan dan masak hingga benar-benar matang.
• Hindari mengonsumsi minuman beralkohol.
• Pastikan air yang diminum bersih dan sudah dimasak.
• Batasi penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
sesuai anjuran dokter.
• Perbanyak makan sayur, buah, dan biji-bijian.
• Hentikan kebiasaan merokok