Anda di halaman 1dari 65

ASEPTIK DISPENSING SEDIAAN STERIL

Rumah Sakit Umum Full Bethesda


Kamis, 11 Agutus 2022

Reliable Partner for Better Health


Standard Pelayanan Kefarmasian di RS
1. Pengkajian dan pelayanan Resep
2. Penelusuran riwayat penggunaan
Obat
Dasar
3. Rekonsiliasi Obat
HUku
4. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
m
5. Konseling
6. Visite
7. Pemantauan Terapi Obat (PTO)
8. Monitoring Efek Samping Obat Permenkes RI
(MESO)
10. Dispensing sediaan Steril
9. Evaluasi Penggunaan Obat (EPO)
no 72 tahun
11. Pemantauan Kadar Obat dalam Darah
(PKOD) 2016
Pendahuluan

Dispensing merupakan kegiatan pelayanan yang dimulai dari tahap validasi, interpretasi,
menyiapkan/meracik obat, memberikan label/etiket, penyerahan obat dengan pemberian
informasi obat yang memadai disertai sistem dokumentasi.
Dispensing sediaan steril → aseptic dispensing adalah penyiapan sediaan obat steril
(rangkaian perubahan bentuk obat dari kondisi semula menjadi produk baru dengan
proses pelarutan atau penambahan bahan lain) dengan teknik aseptik dan dikerjakan
dalam ruang bersih yang memenuhi syarat oleh Apoteker di sarana pelayanan kesehatan
sesuai kebutuhan pasien secara individual dengan menjamin kualitasnya sesuai dosis dan
metode pemberian yang telah ditetapkan.
Manfaat
 Menjamin sterilitas larutan
 Meminimalkan kesalahan pengobatan
 Menjamin kompatibilitas dan stabilitas
 Menghindari pemaparan zat
berbahaya
 Menghindari pencemaran lingkungan
 Meringankan beban kerja perawat Tujuan
 Penghematan biaya penggunaan obat :Untu mencegah terjadinya
k
→ terapi &
kegagalan respons oba
timbulnya
yang tidak t
diinginkan
Sediaan Steril
Parenter Handling
IV Repackin
al
Admixture g
Nutrisi Cytotoxi
c

Sediaan
Steril

Obat Suntik
Syarat Obat Suntik
• Steril
• Bebas partikel
• pH sesuai/tidak merusak jaringan
• Pelarut sesuai/tidak toksis
• Bebas pirogen (untuk infus)
• Osmolaritas dapat ditolerir oleh cairan
tubuh
Sediaan
Steril
Yang harus dipertahankan dari Sediaan
Steril
:

Sterilita Stabilita
s s

Kompatibilita
s
Faktor yg menentukan stabilitas sediaan
injeksi

-jumlah
tusukan, yang
oleh petugas
-teknik aseptis dilakukan
kesehatan,
-masuknya
udara
pada
saat
• Stabilitas
penusukan,
sediaan
-lama
-kondisi penyimpanan,
penyimpanan,
-ada/ tidak adanya
pengawet
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi
dengan obat suntik
PERSONIL ALAT LINGKUNGAN

Spui Pusat Aseptik


t Dispensing
Dokte
r Set
Farma Infu Ruang
si Perawat s Perawata
IV
n
Chatheter

Px MRS Px KRS
Inj.
Stabilitas Bolu
s Infus
Sterilitas intermite
Kompatibilitas
Infus n
kontiny
u

OBAT METODA

CONFIDENTI
DIAGRAM TULANG IKAN TERAPI
Reliable Partner for Better Health
Pencampuran Obat Suntik

• Pencampuran obat suntik yang steril ke dalam larutan intravena steril untuk
menghasilkan sediaan yang siap digunakan kepada pasien dan tetap terjaga
sterilitasnya sesuai kebutuhan pasien yang menjamin kompatibilitas dan
stabilitas obat maupun wadah sesuai dengan dosis yang ditetapkan.

Mencampur Sediaan Intravena ke dalam


cairan infus

Melarutkan Sediaan intravena dalam


bentuk serbuk dengan pelarut yang sesuai

Mengemas menjadi sediaan siap pakai


Pencampuran Obat Suntik
Dalam melakukan pencampuran obat suntik perlu diperhatikan hal- berikut
hal seperti :
 perlindungan produk dari kontaminasi mikroorganisme,
 perlindungan petugas dan lingkungan terhadap paparan,
 stabilitas sediaan,
 serta ketidaktercampuran sediaan.

Degradasi/dekomposisi
Kontaminasi Patient Safety z.a

Kesalahan
Permasalahan Pencampuran Obat Suntik

R
Inkompatibilita Terbuka Instabilita
Bangz
s al s

Kotak
Asepti
s Kesalahan dalam
Kontaminasi
proses pencampuran
m.o

Tidak Aman/stabil
Persyaratan Sediaan IV

Obat kompatibel dengan cairan infus/larutan


pembawa

Obat kompatibel dengan

wadah Antar obat kompatibel

Obat stabil selama infus


diberikan
Bagaimana Memulai Pencampuran Obat Suntik

Sarana
Kegiata
n
aseptik

Admixture
system Kompone Person
al
n

Kebijaka
n dan
Prosedur
Pencampuran Obat Suntik

Pencampuran obat suntik dibutuhkan :


• Ruangan (kondisi khusus)
• Peralatan
• Troli khusus / Meja pencampuran obat suntik
(Stenlis)
• Alkes / Bahan Habis Pakai
• Masker
• Sarung tangan bebas powder
• Spuit, Alkohol, dll
Tempat Penyiapan Obat Suntik di
RS
• Di Instalasi Farmasi (di pusat aspetik dispensing) oleh Farmasis
• Untuk obat-obatan yang terjadwal dan stabilitasnya panjang
• Obat Hazardous (berbahaya)
• Obat Repacking
• Di ruang perawatan oleh Dokter/Perawat
• Obat untuk kondisi darurat
• Obat yang stabilitasnya singkat
• Tidak feasible jika disiapkan di IFRSkarena pemberian obat
menjadi tertunda (tidak tepat waktu)
Petuga
s
• Harus sehat jasmani
• Terlatih
• Jumlah sesedikit mungkin
• Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
meliputi : Baju ,Topi, masker, kacamata
pelindung, sarung tangan-kaki steril
• Tidak memakai perhiasan
• Petugas wanita yg sedang hamil
/merencanakan untuk hamil & petugas wanita
yang sedang menyusui tidak dianjurkan terlibat
dalam rekonstitusi obat sitostatika.
Lingkunga
n
• Untuk menghindari terjadinya kontaminasi mikroorganisme, endotoksin
(pirogen) dan partikel, maka sediaan harus disiapkan dalam lingkungan ruang
bersih (clean room).
Ruang Bersih (Clean
room)
Syarat Ruangan Bersih :
• Jumlah partikel berukuran 0,5 mikron tidak lebih dari 352.000 partikel
• Jumlah jasad renik tidak lebih dari 10 Colony Forming Unit (CFU) per meter kubik udara
• Suhu 18 – 22°C
• Kelembaban 35 – 50%
• Tekanan udara diatur
• Permukaan lantai dan dinding dibuat dari bahan yang mudah dibersihkan (epoksi/vinyl) 7
sudut dibuat melengkung
• Di lengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter → untuk mendapatkan udara yg
terkontrol → menyaring 99,9% partikel dengan ukuran turun sampai 1µm dan kecepatan
aliran udara 0,54 m/s.
- Validasi HEPA Filter dilakukan tiap 6 bulan sekali dengan jalan kalibrasi;
- HEPA Filter diganti setiap 4 tahun sekali.
• Dilengkapi pass box
Ruang Khusus Persiapan Injeksi
Untuk yang belum memiliki fasilitas LAF,
RS dapat
dilakukan dalam ruang khusus
• Pilih ruangan yang paling bersih dan dikhususkan untuk
pengerjaan sediaan steril saja
• Seluruh pintu dan jendela harus selalu tertutup
• Tidak ada bak pencuci
• Tidak ada rak atau papan tulis
• Lantai didesinfeksi setiap hari
• Dinding mudah dibersihkan
• Meja kerja harus jauh dari pintu
Cara Kerja
• Pakai APD
• Bersihkan meja dengan aquadest, kemudian dengan alcohol 70%
• Tutup permukaan meja dengan alas dan siapkan seluruh peralatan
• Seka seluruh alat kesehatan dan wadah obat sebelum digunakan
dengan alcohol 70%
• Lakukan pencampuran secara Aseptik
Peralatan

• Pengerjaan aseptis (preparasi) harus dibawah Laminar Air Flow (LAF) →


suatu cabinet yang dapat menjamin ruangan dalam cabinet tersebut
memenuhi persyaratan ruang kelas 100 ( < 100 partikel / m3 berukuran 0.5
atau > ) → ISO class 5 dengan standard sertifikasi → PEC
• LAF → Dilengkapi dengan High Efficiency Particulate Air ( HEPA ) filter yang
dapat menyerap 99.97 % partikel dengan ukuran 0.3 atau >
• Sertifikasi LAF setiap 6 bulan
Laminair Air Flow Cabinet
2 types:
a) Horizontal LAFC → untuk pencampuran obat
steril non sitostatika (obat tidak berbahaya)
b) Vertical LAFC → untuk menangani obat-
obat
berbahaya (obat-obat sitostatika)
Petunjuk Pencampuran Obat

1.Obat ditambahkan pada larutan infus apabila dikehendaki kadar obat dalam plasma konstan dan apabila
pemberian obat dengan konsentrasi lebih tinggi menyebabkan kerusakan jaringan.
2.Jangan mencampur beberapa obat dalam satu semprit injeksi kecuali kalau dinyatakan kompatibel.
3.Secara umum hanya satu obat yang ditambahkan ke dalam larutan infus dan komponen-komponen nya
harus kompatibel.
4.Larutan jadi yang sudah siap pakai, lebih dianjurkan apabila ada persediaan (dapat menghemat waktu,
menghindari kesalahan dosis dan kontaminasi mikroorganisme).
5.Obat ditambahkan kedalam larutan infus segera sebelum dipakai.
6.Apabila memungkinkan, pakailah infus yang paling sederhana (NaCl 0,9% atau Glukosa 5% dalam air)
sebagai pelarut, untuk meminimalkan terjadinya inkompatibilitas. Jangan menggunakan larutan infus yang
belum yakin bisa dicampur.
7.Larutan harus dicampur dengan seksama dengan cara pengocokan atau dibolak balik dan sebelum dipakai
periksa apakah ada partikel.
8. Jangan menambahkan lebih dari dua obat ke dalam larutan infus. Bila memungkinkan hanya satu obat
yang ditambahkan pada satu saat.
9. Bila menambahkan beberapa obat ke dalam larutan infus, tambahkan obat yang pertama dan kocok
sampai homogeny, baru kemudian tambahkan obat yang kedua, kocok lagi sampai homogeny.
10. Tambahkan terlebih dahulu obat-obat yang paling pekat (missal : kalium klorida, garam kalsium) karena
kemungkinan akan timbul inkompatibilitas seperti presipitasi yang membutuhkan konsentrasi tertentu
atau waktu yang cukup, untuk terjadinya proses pengendapan.
11. Tambahkan obat yang berwarna pada saat terakhir, untuk menghindari kesulitan dalam pengamatan
terjadinya pengendapan atau terbentuknya kekeruhan karena tertutup warna.
12. Periksa larutan sesuadah pencampuran secara visual dengan memegang wadah menentang cahaya atau
permukaan yang putih untuk mencermati adanya partikel atau pemisah cairan maupun terbentuknya
buih.
13. Perlakuan aseptis harus diterapkan dan untuk pemberian campuran sediaan intravena, selang infus
harus
diganti setiap 24 jam.
Teknik Aseptik
• Definisi : Metode yang digunakan dalam pembuatan / pencampuran sediaan
steril sehingga dapat terjamin sterilitasnya
• Tujuan : Untuk mencegah masuknya m.o hidup dan partikel kedalam produk
selama proses penyiapan dan pencampuran sediaan steril
• Syarat Kondisi Aseptik
1. Bahan harus steril
2. Alat harus steril
3. Wadah harus steril
4. Lingkungan terkontrol
5. Teknik yang sesuai oleh personil yang terlatih → Pelatihan
Sumber Kontaminasi
1. Personil/operator → terbesar
2. Udara
3. Bahan (obat suntik, salep dsb)
4. Alat (syringe/spuit, set infus, kasa steril)
5. Lingkungan/ruangan (dinding, lantai,
atap)
Persiapan Tempat Steril

Menghilangkan
kotoran atau
dekontaminasi
kontaminan
secara fisik
Persiapan
tempat
steril Menghilangkan
desinfeksi mikroba atau
jasad renik lain
Yang perlu diperhatikan dalam pengerjaan
teknik aseptis
 Dikerjakan di dalam laminar air flow cabinet/hood
 Petugas harus mendapatkan pelatihan khusus
 Menggunakan pakaian khusus
 Ada Protap pemeliharaan alat, membersihkan, disinfeksi di daerah aseptic dispensing
 Semua produk dan alat harus dalam keadaan steril
 Gunakan teknik ‘no-touch’, yaitu tidak menyentuh bagian/area yang dapat terkontaminasi
bakteri, contoh: jarum, ujung syringe, tutup vial.
 Kontaminasi mikrobiologis di daerah kritis harus dimonitor
 Hindari gerakan tangan yang tidak perlu di dalam LAF hood untuk mengurangi aliran udara
turbulens
 Limbah yang berlebihan harus dibuang keluar LAF hood
 Jangan mengeluarkan tangan dari LAF hood selama pengerjaan. Jika tidak dapat dihindari,
seka
sarung tangan dengan alkohol 70% sebelum dimasukkan kembali ke LAF hood
 Tidak boleh ada yang diperkenankan keluar masuk ruang aseptic dispensing selama
dilakukan pengerjaan
Yang perlu diperhatikan dalam pengerjaan teknik aseptis

 Semua di pergelangan tangan dan jari harus


(meskipun
perhiasan di dalamditanggalkan
sarung tangan)
 Kegiatan makan, minum dan merokok dilarang
dilakukan
 Bicara/batuk/bersin diarahkan menjauhi
 Non esensial material ( kalkulator, pensil, buku catatan) tidak
boleh diletakkan atas meja penyiapan
 Kemasan alkes/obat yang dibutuhkan dibersihkan dari debu yang terlihat
 Perhitungan matematik harus dikerjakan sebelum pengerjaan teknik
aseptik
 Sebelum, selama dan sesudah pengerjaan, petugas mengecek (identifikasi,
jumlah dan kesesuaian)
Yang perlu diperhatikan pasca pengerjaan

 Periksa semua produk jadi


 Yang pertama dikeluarkan dari LAF hood adalah produk jadi,
kemudian baru limbah.
 Seka daerah kerja dan dinding LAF hood (setengah ke bawah) dengan
kassa beralkohol
 Sarung tangan dapat dilepaskan, tetapi pakaian lainnya dibuka di luar
ruang aseptic dispensing
Prosedur Teknik Aseptis Penyiapan
Obat Injeksi

1. Petugas menggunakan APD


2. Cuci tangan (hands scrub) dengan
sabun antiseptis sesuai prosedur.
3. Keringkan tangan
4. Permukaan meja kerja didesinfeksi
sebelum dan sesudah pengerjaan.
Desinfeksi permukaan dengan kassa yang
disemprot alkohol 70%
Hand Washing
• Kontaminan terbesar berasal dari operator
• Cuci tangan yang memadai :
• Kuku, jari-jari, lengan
• Cuci sekitar 30 detik
• Menggunakan sikat, sabun dan air hangat
• Jika sudah menggunakan gloves operator
masih
memegang sesuatu segera sterilkan dengan antiseptik.
Desinfecting LAF

• Menggunakan Alkohol 70%


• Dengan menggunakan kasa steril
• Menyeka satu arah
• Dilakukan sebelum dan
sesudah manipulasi
Penataan “Raw Material”
- Semua “raw material” baik
vial atau ampul diatur
dalam deretan yang rapi
- Check preparat
semua →
kebenarannya
- Rechecking
Bagian Kritis Instrumen Steril
 Bagian kritis dari instrumen steril adalah :
a) Syringe: (ujung) tip dan (piston) plunger
b) Needle: sepanjang jarum dari bagian hub sampai bevel tip
c) Ampul : leher ampul
d) Vial atau botol onfus : tutup karet
 Bagian kritis nomor (c) dan (d) harus diswab alkohol steril dan
dikeringkan diudara sebelum dilakukan tindakan manipulasi lebih
lanjut didaerah tersebut.
 Bagian kritis dari instrumen steril (needle,syringe, ampul, vial) tidak
boleh tersentuh tangan. Jika tersentuh tangan instrumen tersebut
dikatakan telah terkontaminasi dan harus dibuang untuk diganti
dengan yang baru.
Critical Site

Reliable Partner for Better Health


Syringe / Spuit

Utk menjaga sterilitas :


jangan menyentuh ujung
(tip) & bagian plunger
 kemasan dibuka pada
sesaat sebelum
digunakan
Memilih Syringe
• Ukuran syringe yang tersedia antara 1 sampai 50
• ml
Tanda bergradasi (Garis-garis) pada syringe menunjukan perbedaan
yang volume
bergantung ukuran syringe.
• Untuk Akurasi Pengambilan→ pilih syringe yang berukuran terdekat dengan
volume
pengambilan
• Jangan menggunakan syringe yang dua kali lebih besar dari volume yang dibutuhkan
(misal
: kebutuhan larutan 5 ml  ukuran syringe jangan lebih dari 10 ml).
• Akurasi syringe → ½ dari tanda strip terkecil yang tertera pada barrel
• Contoh : Syringe 10 ml, tanda strip terkecil pada barrel adalah 0,2 ml → akurat 0,1 ml.
Jadi
bisa dipakai untuk pengambilan 6,1 ml
Mengambil Larutan Steril
Mengukur Volume larutan
dalam syringe yang benar
• Volume larutan yang
ditarik dari syringe dalam
jumlah yang benar
mengikuti diagram
disamping.
• Posisi membaca harus
tegak
lurus pada piston plunger.
• Batas garis pada “final edge
of plunger piston” sejajar
Jumlah larutan adalah 1,5 ml. dgn garis sesuai volume
yang diinginkan. Volume 7
mL
Jarum
• Ukuran Gauge (G) pada jarum adalah diameter
lubang.
• Makin besar ukuran Gauge makin kecil diameter
lubang
Membuka kemasan jarum dalam kabinet & memasangkan dengan
syringe
Personil yang mengerjakan teknik aseptik
 Jumlah sesedikit mungkin
 Sehat : pemeriksaan rutin
 Memakai pakaian pelindung
 Mempunyai integritas dan motivasi
tinggi
 Qualified :
1. Terlatih
-Cara memakai pakaian kerja
-Cara menangani sediaan steril
-Cara menggunakan alat
2. Kompeten → mempunyai keahlian
Perlengkapan Operator ( Alat Pelindung
Diri )
• Baju yang bersih : bebas partikel ( gown or scrub
suit )
• Hair cover
• Shoe cover
• Masker
• Sarung tangan
Semua harus dipakai segera sebelum
bekerja dengan LAF
Menggunakan Sarung
Tangan
Sediaan Parenteral
Membuka Ampul Gelas

• Sebelum membuka ampul periksa nama obat, kandungan dan jumlah volume
yang
ada
serta tanggal kadaluarsa.
• Pegang ampul dengan ibu jari dan jari telunjuk, dan amati adanya gelembung
larutan.
Jika
terdapat gelembung , hilangkan dengan membuat gerakan “J” (J motion)
• Jangan membuat ketukan pada ampul karena akan pecah pada leher ampul dan pecahan
akan masuk kedalam larutan.
•• Periksa
Kassa tanda yangtetap
alkohol menunjukkan titik yang
dileher ampul utksesuai untuk memecah gelas.
• menyelimuti
Untuk
pada ampul gelas yang sudah ada tanda, ampul dapat dipecah tanpa menggergaji leher
saat mematahkan
ampul. Jika tidak ada tanda, gergaji leher ampul perlahan-lahan.
•• Sebelum
Patahkan dibuka/dipatahkan, usap leher ampul
leher ampul tanpa menyentuh dgn kassa yang dibasahi alkohol 70%
lehernya.
‘J’ Motion
Prosedur Penanganan Sediaan Steril Dengan kemasan Ampul

1. Bacalah teliti perintah


pengambilan/pelarutan
secara obat.
proses
2. Bersihkan ampul dengan alcohol 70%
3. Upayakan tidak ada obat di leher ampul
4. Patahkan ampul dengan lehe
ampul dengan kaca steril pada titik/garis
membungkus r di
leher ampul dengan jempol dan telunjuk
dengan gerakan cepat dan kuat
5. Ambil larutan dengan spuit dengan letak ujung
jarum di ujung leher ampul (di
ujung
permukaan ampul) dengan sudut 45 0
Prosedur Penanganan (Handling) Sediaan
Steril dengan Kemasan Vial
1. Bacalah teliti perintah
pelarutan/pencampuranproses
secara
obat
2. Memilih pelarut yang sesuai
pelindung (aluminium foil/
3. Buka tutup
protective
 cover) pada tutup karet (rubber stopper)

4. Swab dengan alcohol 70% dengan gerakan searah,


tunggu sampai kering
5. Siapkan spuit,Tarik piston/plunger untuk menarik udara sesuai
6. volume yang akan diambil
Menusukkan pada karet vial, pakailah
jarumcoring technique (Z technique)
non dengan menusukkan
jarum dengan sudut 45-60, kemudian tegakkan 90 0
dengan lubang jarum menghadap keatas
7. Ambil cairan sesuai jumlah yang diinginkan
dengan
cara menarik dan mendorong piston/plunger
Pengambilan Sediaan Larutan Dalam Vial
 Vial → wadah dgn closed system→ Udara / cairan
obat tidak dapat lancar jika dikeluarkan atau
dimasukkan.
 Pada saat mengambil cairan, utk mencegah
tekanan dalam vial mjd vakum, ambil udara
dalam syringe kemudian injeksikan terlebih
dahulu udara ke dalam vial sejumlah volume
cairan yg akan diambil
 Tarik syringe sesuai volume yg
diambil,
plunger sebelum syringe dimasukkan kedalam
akan
vial
 Mengambil larutan dlm vial sedikit demi
sedikit
(menarik & mendorong plunger )
Menarik Larutan dari Vial
• Siapkan jarum dan syringe
• Tarik syringe untuk mengisi udara sejumlah larutan
yang akan diambil
• Seka dengan alcohol permukaan karet penutup
• Masukkan jarum dengan kemiringan 450
• Perlahan tekan piston/plunger dan balik posisi vial
• Biarkan larutan mengalir dengan sendirinya sampai
jumlah yang telah ditera
• Tarik jarum dan cek ketepatan
• Hati-hati dengan tetesan yang timbul jika obat kanker !
Melarutkan Serbuk injeksi
 Mengambil aqua pro injeksi secukupnya untuk melarutkan serbuk injeksi, setelah
pelarut ditambahkan ke dalam vial, biarkan udara dgn volume yg sama mengalir ke
dalam spuit sebelum dicabut.
 Utk melarukan serbuk injeksi, perhatikan obat yg harus dikocok keras dan tidak boleh
dikocok terlalu keras
Melarutkan Sediaan
• Lihat di Brosur
• Chemotherapy preparation & stability chart (BCCA)
• Ketik BC Cancer.bc.ca
• Pilih Cancer drug manual
• Pilih drugs A to K atau L to Z
• Gahart, 2018 : Intravenous Medications, A Handbook for
Nurses and Health Professional
• Harus punya aplikasi Adobe
• Ketik nama obat generik spasi spc di broser

Reliable Partner for Better Health


Rekonstitusi Obat
• Periksa isi vial dan tanggal kadaluarsa.
• Buka seal dari vial.
• Seka dengan alcohol steril.
• Siapkan jarum dan syringe.
• Tarik jumlah larutan yang dibutuhkan.
• Letakkan jarum dengan posisi sudut
45º
Prosedur Pencampuran Larutan Obat ke
dalam botol cairan
infus
1. Bersihkan kantong infus (dengan kassa + alcohol 70%) lalu keringkan
2. Buka seal (penutup) injection port
3. Usab (swab) injection port dengan alcohol 70%
4. Tusukkan jarum spuit yang berisi larutan obat ke dalam infus.
5. Tekan piston/plunger untuk memasukkan cairan ke dalam infus → Plunger ditekan pelan-
pelan ke arah dinding botol
6. Sebelum piston/plunger ditarik/dicabut dari infus, Tarik udara dengan menarik plunger
(mengambil udara) sejumlah volume cairan yang dimasukkan. Hal ini dilakukan bila
volume obat yang dimasukkan sedikit (tambahan volume bisa diabaikan)
Prosedur Pencampuran Larutan Obat ke
dalam botol cairan
infus
7. Cabut jarum pelan2
8. Tutup jarum suntik (syringe)
9. Mendorong plunger untuk mengeluarkan udara
10.Usap bekas tusukan jarum dengan kasa berakohol 70% (alcohol
swab)
11. Tutup Injection port dengan parafilm
12.Homogenkan
13.Cek kejernihan dan kebocoran dengan membalik dan menekan
Menyiapkan Kemasan
• Pastikan karet penutup tidak bocor
• Seal tutup karet dengan parafilm atau plastic lain yg kedap
• Berikan label identitas pasien
• Masukkan plabot kedalam kantong plastic yang kuat
• Untuk obat sitostatika letakkan dalam container yang tidak mudah pecah dan
kuat.
Pelabelan

Setelah selesai proses pencampuran, produk akhir diberi label yang


sesuai untuk setiap syringe dan infus.

• Identitas pasien : no rekam medik


• Ruang Perawatan
• Nama obat, konsentrasi
• Cara pakai/rute pemberian
• Tanggal, jam pembuatan
• BUD
• Cara Simpan
• Tanda tangan/paraf petugas
Verifikasi produk akhir

• Setelah selesai pelaksanaan pembuatan harus dilakukan verifikasi


• TUJUAN :
• Mencocokkan Kebenaran :
- Obat dan Pelarut
- Dosis
• Pengecekan : Kejernihan, partikel, warna, endapan (perubahan
fisik), Kebocoran wadah,
Penyimpanan

• Tergantung pada stabilitas masing-masing obat


• BUD tergantung dari suhu dan cara penyimpanan
- Terlindung dari cahaya (sinar matahari)
- Suhu penyimpanan
• Dingin 2-8 oC
• Kamar 15-25 oC
• Lihat di
• Brosur
• Chemotherapy preparation & stability chart
(BCCA)
• Ketik BC Cancer.bc.ca
• Pilih Cancer drug manual
• Pilih drugs A to K atau L to Z
Distribus
i
• Prioritas pengiriman untuk obat-obat yang waktu stabilitas nya
pendek
• Rechecking dokumen
• Gunakan trolly tertutup
• Dokumentasi serah terima
TERIMAKASIH