Anda di halaman 1dari 30

BAHAN KULIAH S2 PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM UNIVERSITAS MATARAM

ADR
ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION
(PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN)

- Idrus Abdullah 1

ALASAN ALASAN PERLUNYA ADR : 1. TUNTUTAN DUNIA BISNIS Salah satu ciri bisnis atau perekonomian yang menonjol pada era globalisasi adalah sifatnya bergerak cepat baik dalam transaksi maupun dalam pergerakan arus barang dan modal. Terutama dalam era bisnis global (business in global modal. village), perdagangan bebas (free market), dan persaingan bebas (free competition) antara lain seperti: seperti: - NAFTA (North America Free Trade Association) (North Association) - AFTA (ASEAN Free Trade Area) (ASEAN - APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) (Asia Cooperation) - CARICOM (Caribian Community) (Caribian - CACM (Central American Common Market) (Central - GATT (General Agreement on Traiffs And Trade) (General

Menghadapi tuntutan bisnis global dimaksud, berakibat kepadasemakin tingginya tingkat transaksi setiap hari dan dengan demikian tidak dapat dihindari akan terjadinya sengketa (dispute difference) antara para pihak yang terlibat dalam Kegiatan bisnis. bisnis. Karenanya dibutuhkan sistem penyelesaian sengketa yang cepat, efektif dan biaya ringan. Artinya harus ada lembaga yang dapat ringan. diterima baik sistem maupun kemampuannya untuk menyelesaikan sengketa dengan cepat dan biaya murah (quick dan lower cost in time anfd money to the parties), sejalan dengan percepatan transaksi pergerakan arus barang dan modal. modal.

2. ADANYA KRITIK TERHADAP LEMBAGA PERADILAN YANG KURANG RESPONSIF TERHADAP KEBUTUHAN PERADILAN MASYARAKAT a. Penyelesaian senketa di peradilan sangat lamban Salah satu penyakit pertama yang dianggab melekat pada pengadilan yaitu penyelesaian sengketa lambat, tidak cepat dan formalistik. Dengan kata lain formalistik. sistem litigasi memang sangat potensial memperlambat penyelesaian sengketa. sengketa. Menanggapi sistem peradilan yang demikian adanya benarnya yang ditanggapi Tony Mc Adams : Too many Americans our system of justive is neither systematic or just (Too many Indonesians our system of justive is neither systematic or just)

b. Biaya perkara di pengadilan mahal Dimulai dari pendaftaran perkara, biaya pengacara, biaya menghadirkan saksi termasuk dalam hal ini adalah biaya banding pada pengadilan tinggi dan mahkamah agung disamping biaya eksekusi setelah keputusan pengadilan memperoleh kekuatan pasti. pasti. c. Pada umumnya tidak responsif Penyelesaian perkara pada pengadilan disamping membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya mahal juga masyarakat menganggap pengadilan tidak responsif, anggapan demikian didasarkan pada dua alasan : * Peradilan kurang bahkan tidak tanggap terhadap kepentingan umum. umum. Sering pengadilan dianggap mengabaikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat banyak. Misalnya dikatakan oleh Tony Mc banyak. Adams, bahwa :
5

the courts are extremely cloged yup and are generally unresponsive to the needs of the public mata pengadilan sering tertutup melihat dan memperhatikan kepentingan orang banyak. Malahan masyarakat mengkritik, pewngadilan sering memberi banyak. perlakuan tidak adil atau unfair karena dianggap hanya memberi kesempatan dan keleluasaan kepada lembaga-lembaga besar dan orang-orang kaya. lembagaorangkaya. * Peradilan kurang tanggap (unresponsive) melayani kepentingan rakyat biasa dan kalangan miskin (ordinary citizen), rakyat miskin dan rakyat biasa sering tidak mendapat pelayanan yang wajar, karena tidak mampu membayar biaya perkara dan biaya pengacara. pengacara. Memang kewajiban membayar perkara merupakan syarat formil yang dilekatkan dalam proses berperkara. Namun berperkara. syarat inilah yang menjadi penghalang bagi rakyat biasa mendapat pelayanan yang tidak wajar dari pengadilan. pengadilan.

d. Putusan pengadilan tidak menyelesaikan masalah Tidak ada putusan Pengadilan yang mengantar para pihak yang bersengketa ke arah penyelesaian masalah. Putusan pengadilan selain sesuai dengan masalah. tujuannya adalah untuk mencapai kepastian hukum, keadilan dan kedamaian bagi para pihak, tetapi di lain pihak mengadung segi-segi negatif antara lain : segi* tidak bersifat problem solving diantara pihak yang bersengketa * putusan pengadilan menempatkan kedua belah pihak pada dua sisi ujung yang saling berhadapan dan bertentangan sehingga dalam putusannya menempatkan salah satu pihak pada posisi pemenang (the winner), mentyudutkan pihak yang lain sebagai pihak yang kalah (the loss) * dengan menempatkan para pihak yang menang dan kalah, maka bukan kedamaian dan ketentraman yang timbul, tetapi pada diri pihak yang kalah timbul dendam dan kebencian. kebencian.
7

Yang paling dikecam oleh masyarakat, putusan yang dijatuhkan sangat membingungkan atau erratic yaitu bahwa : erratic * terkadang tanpa dasar dan alasan yang masuk akal, pengadilan menjatuhkan putusan ganti rugi yang luar biasa besarnya. * sebaliknya, meskipun alasan dan dasar hukumnya kuat, pengadilan menjatuhkan putusan ganti rugi yang sangat kecil sekali. * perilaku pengadilan yang demikian memperlihatkan corak penegapenegakan hukum yang tidak pasti (uncertainty) dan tidak dapat diprediksi uncertainty) (unpredictable) serta disparitas. disparitas. Sedangkan yang diharapkan dalam penyelesaian sengketa adalah putusan yang dapat membawa para pihak kepada suasana kedamaian serta memberi penyelesaian yang memuaskan kepada kedua belah pihak. Suasana yang pihak. demikian tidak dapat diharapkan dari proses penyelesaian melalui pengadilan. pengadilan.
8

DASAR HUKUM ADR Pengaturan tentang ADR dapat dilihat dalam Undang-undang No. 30 Tahun UndangNo. 1999 (LN Tahun 1999 No. 138 Tentang ARBITRASE dan ALTERNATIF No. PENYELESAIAN SENGKETA. SENGKETA. Pasal 1 angka 10 UU dimaksud merumuskan : Alternatif Penyelesaian Sengketa adalah lembaga penyelesaian atau beda pendapat melalui prosedur yang disepakati para pihak, yakni penyelesaian diluar pengadilan dengan cara konsultasi,Negosiasi, Mediasi, Konsiliasi, atau penilaian ahli. Penegasan ini disebutkan juga dalam Penjelasan Umum undangahli. undangundang ini (TLN No. 3872). No. 3872) Dalam undang-undang ini mengenai alternatif undangpenyelesaian sengketa hanya diatur dalam satu pasal (Pasal 6) dari 82 pasal yang kebanyakan mengatur tentang arbitrase

Pasal 6 menyatakan:
1.

Sengketa atau beda pendapat perdata dapat diselesaikan oleh para pihak melalui alternatif penyelesaian sengketa yang didasarkan pada itikad baik dengan mengesampingkan penyelesaian secara litigasi di pengadilan negeri. negeri. Penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui alternatif penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselesaikan dalam pertemuan langsung oleh para pihak dalam waktu 14 (empat belas) hari dan hasilnya dituangkan dalam suatu kesepakatan tertulis. tertulis. Dalam hal sengketa atau beda pendapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dapat diselesaikan, maka atas kesepakatan tertulis para pihak, sengketa atau beda pendapat diselesaikan melalui bantuan seorang atau lebih penasihat ahli maupun melalui seorang mediator. mediator. Apabila para pihak tersebut dalam waktu 14 (empat belas) hari dengan bantuan seorang atau lebih penasihat ahli maupun seorang mediator tidak berhasil mempertemukan kedua belah pihak, maka para pihak dapat menghubungi sebuah lembaga arbitrase atau lembaga alternatif penyelesaian sengketa untuk menunjuk seorang mediator. mediator. 10

2.

3.

4.

5.

Setelah penunjukan mediator oleh lembaga arbitrase atau lembaga alternatif penyelesaian sengketa, dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari usaha mediasi harus sudah dapat dimulai. dimulai. Usaha penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui mediator sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) dengan memegang teguh kerahasiaan, dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari harus tercapai kesepakatan dalam bentuk tertulis yang ditandatangani oleh semua pihak yang terkait. terkait. Kesepakatan penyelesaian sengketa atau beda pendapat secara tertulis adalah final dan mengikat para pihak untuk dilaksanakan dengan itikad baik serta wajib didaftarkan ke pengadilan negeri dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak penandatanganan. penandatanganan. Kesepakatan penyelesaian sengketa atau beda pendapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (7) wajib selesai dilaksanakan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak pendaftaran. pendaftaran. Apabila usaha perdamaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sampai dengan ayat (6) tidak dapat dicapai, maka para pihak berdasarkan kesepakatan secara tertulis dapat mengajukan penyelesaian melalui lembaga arbitrase ad-hoc. ad-hoc.
11

6.

7.

8.

9.

MacamMacam-Macam ADR :
a) b) c) d) e)

Negosiasi (Negotiation) Mediasi (Mediation) Konsiliasi (Conciliation) Ajudikasi (Adjudicatory) Persidangan Mini (Mini Trial) Negosiasi (Negotiation ) Negosiasi adalah fact of life atau keseharian. Setiap orang melakukan negosiasi keseharian. dalam kehidupan sehari-hari, seperti mitra dagang dan kuasa hukum salah satu pihak sehariyang bersengketa. Negosasi adalah basic of means untuk mendapatkan apa yang bersengketa. diinginkan dari orang lain. lain. negosisasi merupakan komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai kesepakatan pada saat kedua belah pihak memiliki berbagai kepentingan yang sama maupun berbeda. Negosiasi merupakan sarana bagi pihak-pihak yang mengalami berbeda. pihaksengketa untuk menyelesaikan tanpa melibatkan pihak ketiga penengah yg tdk berwenang mengambil keputusan (mediasi) dan pihak ketiga pengambil keputusan (arbitrase dan litigasi). litigasi).
12

1.

2. Mediasi (Mediation) (Mediation) adalah Proses negosiasi pemecahan masalah dimana pihak luar yang tidak memihak (Impartial ) bekerjasama dengan pihak yang bersengketa untuk membantu memperoleh kesepakatan perjanjian dengan memuaskan. Berbeda memuaskan. dgn hakim atau arbiter, mediator tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan sengketa. Mediator hanya membantu para pihak untuk sengketa. menyelesaikan persoalan-persoalan yang dikuasakan kepadanya. persoalankepadanya. 3. Konsiliasi (Conciliation) Conciliation) Apabila pihak yang bersengketa tidak mampu merumuskan suatu kesepakatan dan pihak ketiga mengajukan usulan jalan keluar dari sengketa, proses ini disebut konsiliasi. Hal ini yg menyebabkan istilah konsiliasi kadang sering konsiliasi. diartikan dengan mediasi. Penyelesaian sengketa model konsiliasi mengacu mediasi. pada pola proses penyelesaian sengketa secara konsensus antar pihak, dimana pihak netral dapat berperan secara aktif (neutral act ) maupun tidak aktif. Pihakaktif. Pihakpihak yg bersengketa harus menyatakan persetujuan atas usulan pihak ketiga tersebut dan menjadikannya sebagai kesepakatan penyelesaian sengketa. sengketa.

13

4. Ajudikasi ( Adjudicatory ) merupakan coasi peradilan (peradilan semu). Proses ajudikasi ini dimana pihak semu). ketiga berperan merancang suatu solusi yang lebih realistis dan objektif atas sengketa untuk kedua pihak yang berperkara dibandingkan apabila mereka merancanganya sendiri. Dalam proses ini para pihak yg berperkara mencari cara sendiri. yang terbaik dan saling menguntungkan. Dengan demikian mereka dapat menguntungkan. menghindari hasil pemeriksaan yang dapat merugikan. merugikan. 5. Persidangan Mini (Mini Trial) Persidangan mini ini hampir sama dengan pemeriksaan juri secara sumir, bedanya hanya tanpa adanya juri penasihat (advisory jury). Dalam proses ini jury) pengacara membuat suatu presentasi ringkas mengenai perkara masing-masing masingpihak di hadapan suatu panel yang terdiri atas wakil masing-masing pihak untuk masingmerundingkan dan menyelesaikan perkara tersebut. Misalnya, dalam suatu tersebut. perkara yang melibatkan penyelesaian sengketa antara dua perusahaan yang merupakan mitra kerja dalam usaha patungan (joint venture ), pimpinan perusahaan yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan akan duduk dalam panel tersebut. tersebut.
14

TEKNIK NEGOSIASI
Secara umum terdapat beberapa teknik negosiasi yang dikenal masyarakat : 1. teknik negosiasi kompetitif 2. teknik negosiasi kooperatif 3. teknik negosiasi lunak 4. teknik negosiasi keras 5. teknik negosiasi interest based
1.

Teknik Negosiasi Kompetitif Teknik negosiasi kompetitif diistilahkan sebagai negosiasi yang bersifat alot. Unsuralot. Unsurunsur yang menjadi ciri negosiasi kompetitif adalah sebagai berikut: berikut:
1. 2.

3. 4.

5.

Mengajukan permintaan awal yang tinggi diawal negosiasi Menjaga tuntunan agar tetap tinggi sepanjang proses negosiasi dilangsungkan (maitaining high level of demands ). Konsesi yang diberikan sangat langka atau terbatas Secara psikologis perundingan yang menggunakan teknik ini menganggap perundingan lain sbg musuh atau lawan. lawan. Menggunkan cara yang berlebihan dan melemparkan tudhan dgn tujuan 15 menciptakan ketegangan dan tekanan terhadap pihak lawan. lawan.

2. Teknik Negosiasi Kompetitif Teknik negosiasi kompetitif menganggap pihak negosiator lawan (opposing party) bukan sebagai musuh, melainkan sebagai mitra kerja untuk mencari commond ground . Para pihak berkomunikasi untuk menjajaki kepentingan, nilainilai-nilai bersama, dan bekerja sama. Hal yg dituju oleh seseorang negosiator sama. adalah penyelesaian sengketa yang adil berdasarkan analisis yang objektif dan atas fakta hukum yang jelas. jelas.

16

Teknik Negosiasi Lunak


1. 2.

Teknik Negosiasi Keras


1.

3.

4. 5. 6. 7.

8.

9.

10.

11.

Negosiasi adalah teman Tujuan Perundingan adalah kesepakatan Memberi konsensi untuk menjaga hubungan baik Mempercayai perunding lawan Mudah mengubah posisi Mengemukakan tawaran Mengalah untuk mencapai kesepakatan Mencari satu jawaban yang dapat diterima secara menyenangkan oleh pihak lawan Bersikeras terhadap perlunya kesepakatan Mencegah untuk berlomba kehendak (Contest of will) Menerima untuk ditekan

2. 3.

4.

5.

6. 7.

8.

9. 10.

11.

Negosiator dipandang sebagai musuh/lawan Tujuan untuk kemenangan Menuntut konsesi sebagai prasyarat dari pembinaan hubungan Keras terhadap orang maupun masalah Tidak percaya perundingan lawan dan memperkuat posisi Membuat ancaman Menuntut perolehan sepihak sebagai harga kesepakatan (win lose) (win Mencari satu jawaban yang harus diterima perundingan lawan Bersikeras terhadap posisi Sedapat mungkin memenangkan keinginan Menerapkan tekanan
17

5. Teknik Negosiasi Interest Based Teknik ini merupakan jalan tengah yang ditawarkan atas pertentangan teknik KerasKerasLunak. Lunak. Teknik ini dipilih karena pemilihan teknik keras berpotensi menemui kebutuhan (dead lock) dalam negosiasi, terlebih apabila bertemu dengan sesama perunding yang lock) bersifat keras, sedangkan perundingan lunak berpotensi sebagai pecundang (loser), Teknik negosiasi interest based memiliki 4 komponen dasar yaitu :
1.

Komponen orang, komponen ini dibagi menjadi 3 landasan : (1) pisahkan antara orang dan masalah, (2) konsentrasi serangan pada masalah bukan orangnya, dan (3) para pihak harus menempatkan diri sebagai mitra kerja. kerja.

2. Komponen Interest memfokuskan pada kepentingan mempertahankan posisi. posisi. 3. Komponen option bermaksud : (1) memperbesar bagian sebelum dibagi dengan memperbanyak pilihan-pilihan kesepakatan/solusi yg mencerminkan kepentingan pilihanbersama, (2) jangan terpaku pada satu jawaban, dan (3) menghindari pola pikir bahwa pemecahan problem mereka adalah urusan mereka. mereka. 4. Komponen Kriteria mencakup : (1) kesepakatan kriteria, standar objektif, dan independen pemecahan masalah, (2) bernilai pasar (market value), (3) Precedent, (4) Scientific Judgement, (5) standar profesi, (6) bersandar pada hukum, dan (7) Kebiasaan dalam masyarakat. masyarakat.

18

* Nolan Haley & Jaqueline, dalam bukunya Alternative Despute Resolution (St. Paull: West Publishing Co, USA, 1992,56) mengartikan ADR mediasi sbb: A short term structured task oriented, partipatory invention process. Disputing process. parties work with a neutral third party, the mediator, to reach a mutually acceptable agreement. agreement. * Kovach dalam bukunya Mediation Principle and Practice (St. Paull: West Publishing St. Paull: Co, USA, 1994,16) mendefinisikan ADR sebagai berikut: 1994, berikut: Facilitated negotiation. It process by which a neutral third party, the mediator, negotiation. assist disputing parties in reaching a mutually satisfaction solution. solution.
Dari rumusan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian tentang mediasi mengandung unsur-unsur sebagai berikut: unsurberikut:
1. 2. 3. 4.

5.

Mediasi adalah sebuah proses penyelesaian sengketa berdasarkan perundingan. perundingan. Mediator terlibat dan diterima oleh para pihak yang bersengketa di dalam perundingan. perundingan. Mediator bertugas membantu para pihak yg bersengketa untuk mencari penyelesaian. penyelesaian. Mediator tak mempunyai kewenangan membuat keputusan selama perundingan 19 berlangsung. berlangsung. Tujuan mediasi adalah untuk mencapai atau menghasilkan kesepakatan yang dapat

PERAN DAN FUNGSI MEDIATOR


Peran mediator sebagai sebuah garis rentang dari sisi peran yang terlemah hingga sisi peran yg terkuat. Sisi peran terlemah adalah apabila mediator hanya melaksanakan peran terkuat. sebagai berikut: berikut: 1. Penyelengaraan pertemuan 2. Pemimpin diskusi netral 3. Pemelihara dan menjaga aturan perundingan agar proses perundingan berlangsung secara beradab. beradab. 4. Pengendali emosi para pihak. pihak. 5. Pendorong pihak/perunding yg kurang mampu atau segan mengemukakan pandangannya. pandangannya. Sisi peran yang kuat mediator adalah bila mengerjakan/melakukan hal-hal sebagai berikut: halberikut: dalam perundingan mediator

1. Mempersiapkan dan membuat notulen perundingan. perundingan. 2. Merumuskan titik temu/kesepakatan para pihak. pihak. 3. Membantu para pihak agar menyadari bahwa sengketa bukan sebuah pertarungan untuk dimenangkan, melainkan diselesaikan. diselesaikan. 4. Menyususn dan mengusulkan alternatif pemecahan masalah. masalah. 5. Membantu para pihak menganalisis alternatif pemecahan masalah. masalah.

20

Fuller dalam L. Riskin and James E. Resolution and Lowyers (St. Paull: West St. Paull: Publishing Co Westbrook Dispute, USA, 1987, 96) menyebutkan 7 fungsi 1987, 96) mediator, yakni :
1.

Sebagai Katalisator (Catalyst ), mengandung pengertian bahwa kehadiran mediator dalam proses perundingan mampu mendorong lahirnya suasana yang konstruktif bagi diskusi. diskusi. Sebagai Pendidik (Educator), berarti seseorang harus berusaha memahami Educator), aspirasi, prosedur kerja, keterbatasan politis, dan kendala usaha dari para pihak. pihak. Oleh sebab itu, harus berusaha melibatkan diri dalam dinamika perbedaan diantara para pihak. pihak. Sebagai Penerjemah (Translator), berarti mediator harus berusaha Translator), menyampaikan dan merumuskan usulan pihak yang satu kepada pihak yg lainnya melalui bahasa atau ungkapan yg baik dengan tanpa mengurangi sasaran yg dicapai oleh pengusul. pengusul. Sebagai Nara sumber (Resource Person), berarti seorang mediator harus Person), mendayagunakan sumber-sumber informasi yg tersedia. sumbertersedia.
21

2.

3.

4.

5.

Sebagai Penyandang Berita Jelek (Bearer of Bad News), berarti seorang News), mediator harus menyadari bahwa para pihak dalam proses perundingan dapat bersikap emosional. Untuk itu mediator harus mengadakan pertemuan emosional. terpisah dengan pihak-pihak terkait untuk menampung berbagai ususlan. pihakususlan. Sebagai Agen Realitas (Agent of Reality), berarti mediator harus berusaha memeri pengertian secara jelas kepada salah satu pihak bahwa sasarannya tidak mungkin/tidak masuk akal tercapai melalui perundingan. perundingan. Sebagai Kambing Hitam (Scapegoat), berarti seorang mediator harus siap Scapegoat), disalahkan, misalnya dalam membuat kesepakatan hasil perundingan. perundingan.

6.

7.

22

Tahapan Proses Mediasi


Praktisi mediasi berbeda dalam melihat dan membagi tahapan yang terdapat dalam proses mediasi. mediasi. Riskin dan Westbrook membagi proses mediasi dalam 5 (lima) tahapan sebagai berikut : 1. Sepakat untuk menempuh proses mediasi 2. Memahami masalah-masalah masalah3. Membangkitkan pilihan-pilihan pemecahan masalah pilihan4. Mencapai kesepakatan 5. Melaksanakan kesepakatan. kesepakatan.

23

Kovach membagi proses mediasi kedalam 9 (sembilan) tahapan sebagai berikut : 1. Penataan atau pengaturan awal 2. Pengantar atau pembukaan oleh mediator 3. Pernyataan pembukaan oleh para pihak 4. Pengumpulan informasi 5. Indentifikasi masalah-masalah, penyusunan agenda, dan masalahkaukus 6. Membangkitkan pilihan-pilihan pemecahan masalah pilihan7. Melakukan tawaran menawar 8. Kesepakatan 9. Penutupan. Penutupan.

24

ADR DALAM KASUS PIDANA


Dewasa ini Sistem Peradilan Pidana (SPP) kita secara formal menentukan bahwa setiap kasus pelanggaran hukum hanya mungkin diselesaikan melalui prosedur hukum secara pidana, yang diawali dengan proses pelaporan pada pejabat Polri. Peraturan hukum menetapkan bahwa kecuali dalam hal Polri. penyidikan dihentikan karena alasan yuridis setiap perkara yang ditangani polisi semestinya diproses sampai tingkat pengadilan, sesuai ketentuan hukum. hukum.

25

Keberadaan dan peran lembaga-lembaga SPP (formal) lambat laun lembagadipersoalkan efektivitasnya. Dari sudut pandang prevensi, fenomena sosial efektivitasnya. yang disebut kejahatan (crime) sebagaimana diilustrasikan diatas tetap saja ada dan bahkan berkembang. Berbagai teori dikembangkan, diuji dan di berkembang. implementasikan untuk mengatasi kejahatan tetapi no single theory, no single formula and no single strategy yang mampu menerangkan dan mengatasi fenomena sosial tersebut. Paling tidak polisi tanpa henti tersebut. dihadapkan pada berbagai kasus kejahatan terutama yang menarik perhatian publik, sementara kasus-kasus pelanggaran hukum ringan hampir kasustidak tertangani apalagi terselesaikan. terselesaikan. Dalam realita kehidupan sosial masyarakat kita, ternyata kasus-kasus kasuspelanggaran hukum, setidak-tidaknya yang menyangkut pertikaian antara setidakwarga diselesaikan secara informal, oleh lembaga-lembaga sosial ataupun lembagaindividu warga (tetangga) bahkan oleh pejabat kepolisian, sehingga sesuatu tindak pidana tidak diproses sampai tahap peradilan. peradilan.

26

Hasil penelitian PPITK (Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Kepolisian) PTIK (1993) dan hasil penelitian Muhammad (1996) 1993) 1996) membenarkan pernyataan tersebut. Dalam pelaksanaannya, praktek tersebut. demikian bahkan tidak lagi hanya mengenai perkara serba ringan tetapi juga mencakup perkara seperti penghinaan, penganiayaan, penipuan/penggelapan, kelalaian yang mengakibatkan orang luka, perbuatan tidak menyenangkan, bahkan pencurian dan perjudian (Muhammad, 1996). 1996) Penyelesaian perkara (serba ringan) secara informal didasarkan atas praktik yang hidup dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian (kebijakan tersebut dirumuskan dalam Penjelasan UU Nomor 13 Tahun 1961 dan dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 diakomodasi dalam konsep diskresi kepolisian). kepolisian).

27

Beberapa negara Amerika, Canada, Jepang terdapat kecenderungan untuk menyelesaiakan kasus-kasus pidana melalui mekanisme informal (victimkasusvictimoffender reconsiliation program). program). Konsep ADR dalam kasus-kasus gangguan kantibmas yang pernah dihadapi kasusPolri. Polri. Contoh : - Konflik antar entis Betawi dan etnis Bugis tahun 2004 - Kasus penyelesaian pidana di Tanjung Duren dilakukan oleh Polsek masing-masing dengan mekanisme Mediasi. masingMediasi.

28

Mem Formalisasi kan Penanganan Informal


Reaksi sosial ditak harus diselesaikan dengan mekanisme sistem peradilan pidanan formal, terutama menyangkut kasus-kasus pidanan serba ringan kasusseperti pertikaian warga dalam satu komunitas. Konsef ini sejalan dengan komunitas. perkembangan teori-teori kriminologi khususnya teori reintegrative shaming teori(Braithwaite, 1993). 1993) Perkara pidana ringan adalah pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Buku ketiga KUHP, tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 (tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. sebanyakRp. 7.500,- dan kejahatan ringan (lichte musdrijven), seperti penganiayaan 500, musdrijven), ringan, pencurian ringan, dan lain-lain. Pertikaan antar warga adalah lain-lain. pertikaian yang terjadi antara individu dgn individu, individu dgn kelompok (tindak pidana ringan) yg apabila tidak ditangani dengan segera dapat menimbulkan pertikaan yang lebih serius bahkan konflik sosial. sosial.

29

Konsep demikian ini sejalan dengan konsep Perpolisian Masyarakat (Polmas) atau community policing (CP) yang dikembangkan Polri dewasa ini. ini. Polmas mengandung dua unsur utama : 1. Kemitraan yang setara antara kepolisian dan masyarakat; masyarakat; 2. Pemecahan permasalahan. permasalahan.

THANKS ABOUT YOU ARE ATTENTION


30