Anda di halaman 1dari 14

HERNIA

Kelompok 3

PENGERTIAN
Secara umum Hernia merupakan proskusi atau penonjolan isi suatu rongga dari berbagai organ internal melalui pembukaan abnormal atau kelemahan pada otot yang mengelilinginya dan kelemahan pada jaringan ikat suatu organ tersebut (Griffith,1994). Hernia adalah masuknya lapisan perut (kadang-kadang disertai dengan isi perut, seperti usus) ke dalam kantong kemaluan atau lipat paha. Hal tersebut karena ada

Hernia pada umumnya berbentuk lonjong, tidak terbatas tegas, kenyalkenyal dan karena isinya lebih padat, maka tidak tembus bila disorot sinar. Pada umumnya, hernia merupakan benjolan yang hilang timbul. Operasi hernia adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan isi hernia pada posisi semula dan menutup cincin hernia. Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada

KLASIFIKASI
1. Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. 2. Hernia eksternal. Dari jenis hernia ini yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah

MacamMacam-macam hernia menurut menurut letaknya :


1. Inguinal o Indirek / Lateralis: Hernia ini terjadi melalui cincin inguinalis dan melewati korda spermatikus melalui kanalis inguinalis. Ini umumnya terjadi pada pria daripada wanita. Insidennya tinggi pada bayi dan anak kecil. Hernia ini dapat menjadi sangat besar dan sering turun ke skrotum. o Direk / Medialis: Hernia ini melewati dinding abdomen di area kelemahan otot, tidak melalui kanal seperti pada hernia inguinalis dan femoralis indirek. Ini lebih umum pada lansia. Hernia inguinalis direk secara bertahap terjadi pada area yang lemah ini karena defisiensi kongenital Hernia ini disebut direkta karena langsung menuju anulus

2. Femoral. Hernia femoralis terjadi melalui cincin femoral dan lebih umum pada wanita daripada pria. Ini mulai sebagai penyumbat lemak di kanalis femoralis yang membesar dan secara bertahap menarik peritoneum dan hampir tidak dapat dihindari kandung kemih masuk ke dalam kantung. 3. Umbilikal. Hernia umbilikalis pada orang dewasa lebih umum pada wanita dan karena peningkatan tekanan abdominal. Ini biasanya terjadi pada klien gemuk dan wanita. Tipe hernia ini terjadi pada sisi insisi bedah sebelumnya yang telah sembuh secara tidak adekuat karena masalah pascaoperasi seperti infeksi, nutrisi tidak

Hernia Menurut Letaknya

Berdasarkan terjadinya
1. Hernia bawaan atau kongenital Patogenesa pada jenis hernia inguinalis lateralis (indirek): Kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus. Pada bulan ke-8 kehamilan, terjadi desensus testis melalui kanal tersebut. Penurunan testis tersebut akan menarik peritonium ke daerah skrotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonei. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup. Bila prosesus terbuka terus (karena tidak mengalami obliterasi) akan timbul hernia inguinalis lateralis

Menurut sifatnya

1 Hernia reponibilis/reducible, 2 Hernia ireponibilis 3 Hernia strangulata atau inkarserata

PENYEBAB / ETIOLOGI
Pada kanak-kanak atau bayi, lebih sering disebabkan kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya fetus atau buah zakar. Pada orang dewasa hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia. Tekanan dalam perut yang meningkat dapat disebabkan batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostate pada pria serta orang yang sering mengangkut barangbarang berat.

MANIFESTASI KLINIS
1. Demam y 2. Mual, muntah, susah makan y 3. Distensi abdomen y 4. Feces berdarah y 5. Nyeri bila sudah ditemukan komplikasi y 6. Benjolan yang hilang timbul di paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring y 7. Gelisah, kadang-kadang perut kembung y 8. Konstipasi y 9. Tidak ada flatus
y

Asu Asuhan Keperawatan


A. PENGKAJIAN Pengkajian pasien Post operatif (Doenges, 1999) adalah meliputi : y Sirkulasi y Integritas ego y Nutrisi / cairan y Pernapasan y Keamanan y Penyuluhan / Pembelajaran

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Periode post-operatif (Doenges, 1999). 2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan diskontuinitas jaringan akibat tindakan operasi. 3. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan luka insisi bedah/operasi. 4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri post operasi. 5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.

C. PERENCANAAN. CLICK