Anda di halaman 1dari 29

Ventilasi Mekanik

Dr. Ramzi Bagian Anestesi PKSC Jakarta, September 2008

Ventilator
Prinsip: alat untuk memventilasi. Ventilasi: keluar masuknya udara ke dalam paru-paru tidak menjamin terjadi proses respirasi. Jenis:
Ventilator tekanan negatif Ventilator tekanan positif

Komponen Ventilator
Sumber Oksigen dan Udara tekan (Air) Penghangat/humidifier udara inspirasi Katup-katup inspirasi, ekspirasi, dan katup pengaman. Interface, monitor, alarm

Ventilator Tekanan Negatif


Pengembangan paru membutuhkan tekanan negatif. (fisiologis) Menciptakan keadaan di sekitar dada bertekanan negatif tekanan intratorakal turun di bawah tekanan atmosfir udara mengalir ke dalam dada pengembangan dada. Kerugian: Tidak praktis, alat besar, berisik, akses ke pasien sulit, tapi tidak perlu intubasi

Ventilator Tekanan Positif


Prinsip: Mendorong udara dengan tekanan positif ke dalam paru-paru, sehingga dada mengembang. Ekspirasi hanya proses pasif saja. Kerugian: Tidak fisiologis, perlu intubasi dengan cuff yang baik. Keuntungan: lebih praktis, alat lebih kecil. Tidak perlu menciptakan kondisi bertekanan tertentu akses ke pasien lebih mudah.

Kurva Nafas spontan dan Ventilasi Mekanik


PRESSURE
INSPIRASI EKSPIRASI

Peak pressure Plateau pressure

Inspirasi = Tekanan Positif

TIME 0 -2
Ekspirasi = Tekanan Positif

Inspirasi = Tekanan negatif

Setting Ventilator
Tidak ada ketentuan baku. Setting ventilator tergantung pada pasien. Namun yang penting adalah perhatikan interaksi pasien-ventilator (pengamatan klinis), dan alarm tanda bahaya. Monitor efektifitas: CO2, PaO2, dan Work of Breathing. Perhatikan: Fraksi Oksigen, Frekuensi nafas, tidal volume, I:E ratio, trigger, PEEP.

Fraksi Oksigen
Adalah kadar oksigen yang diberikan oleh ventilator kepada pasien. Setting awal sebaiknya fraksi (FiO2) 100%, apalagi jika dicurigai ada kelainan paru. FiO2 100% sebaiknya tidak berlamalama keracunan O2 perubahan struktur alveoli udema paru, atelektasis. Monitor dengan AGD/SpO2, sesuai target saturasi yang diinginkan.

Frekuensi nafas (Respiratory Rate=RR)


Adalah jumlah nafas yang diberikan ke pasien setiap menitnya. Monitor dengan AGD/ETCO2, sesuai dengan target PaCO2 yang diinginkan. Normal:8-12x/menit.

Tidal Volume
Adalah volume gas yang dihantarkan oleh ventilator kepada pasien setiap kali nafas. Umumnya antara 10-15cc/kgBB. Pada kasus-kasus tertentu dapat menggunakan low tidal volume 4-6 cc/kgBB menghindarkan barotrauma. Monitor dengan AGD/ETCO2, sesuai dengan target PCO2 yang diinginkan.

Pressure
Tekanan yang dihasilkan di dalam paru-paru akibat pemberian udara ke dalam paru-paru oleh ventilator. Tekanan tinggi: risiko barotrauma, tidak boleh melebihi 35 cmH2O jika tercapai, mesin akan secara otomatis menghentikan aliran udara. Tekanan tinggi: pasti sumbatan kinking, sputum, tergigit, fighting. Tekanan rendah: pasti bocor diskonek, konektor lepas.

Inspirasi:Ekspirasi (I:E) Ratio


Adalah perbandingan waktu antara inspirasi dan ekspirasi di setiap kali nafas. Normal I:E ratio = 1:2; contoh kalau dalam satu menit pasien bernafas 20x; maka setiap kali nafas, membutuhkan waktu 3 detik, di mana waktu inspirasi adalah 1 detik, dan waktu ekspirasi adalah 2 detik. Pada kasus-kasus tertentu dapat diset berbeda. Monitor pressure dan ETCO2/SpO2/AGD.

Sensitifity/Trigger
Adalah menentukan seberapa besar upaya pasien untuk memulai/mentrigger inspirasi dari ventilator. Flow: 2-20 L/menit; lebih baik untuk pasien yang sudah bernafas spontan. Pressure: -2 sampai 20 cmH2O

PEEP
Meningkatkan kapasitas residu paruparu, meredistribusi cairan ekstravaskular paru, meningkatkan volume alveolus. Monitor: PaO2 dan hemodinamik.

Sasaran Ventilasi Mekanik


Oksigenasi:
SpO2 > 92% Fraksi Oksigen tinggi Kombinasi dengan PEEP

Ventilasi:
Nilai pH dan PCO2. Disesuaikan dengan kebutuhan/klinis

Mode Ventilasi
Control: Volume-Pressure Assisted: Volume-Pressure SIMV CPAP

Mode Ventilasi: Control


Prinsip: tidak memerlukan trigger, tidak memerlukan usaha nafas dari pasien sama sekali, mesin secara tetap akan memberikan ventilasi.
Volume control Pressure control

Jika sampai ada trigger (pasien bangun), maka tetap tidak akan ada udara di dalam sirkuit air hunger. Hanya untuk pasien-pasien yang tidak ada usaha nafas sama sekali, pasien tersedasi, pasien yang diberikan pelumpuh otot.

Mode Ventilasi: Control


P T 0
6 DETIK 6 DETIK 6 DETIK

Mode Ventilasi: Assisted


Prinsip: harus ada trigger, mesin akan memberikan bantuan.
Assisted Volume control Assisted Pressure control

Inisiasi pasti dari pasien, mesin sifatnya membantu setiap usaha nafas pasien mengurangi usaha nafas pasien.

Mode Ventilasi: Assisted


Assisted
P

0
4 DETIK 3 DETIK 5 DETIK

Mode Ventilasi: Synchronized Intermittent Mandatory Ventilation (SIMV)


Pasien bernafas spontan di antara nafas yang diberikan oleh mesin. Jika pasien tidak bernafas juga, maka mesin tetap akan memberikan nafas sesuai yang telah diset sebelumnya. Terutama untuk pasien-pasien yang RR nya lebih kecil dari seharusnya.

Mode Ventilasi: SIMV


SIMV
P

0
Periode SIMV Periode spontan

Siklus SIMV

Mode Ventilasi: Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)


Pasien total bernafas spontan. Baik inspirasi maupun ekspirasi berada di dalam tekanan positif. Pasien yang sudah adekuat bernafas baik RR maupun tidal volume, namun masih belum optimal dalam hal oksigenasi paru-parunya.

Mode Ventilasi: CPAP


CPAP 5
P Ekspirasi

5 0 Inspirasi PEEP 5

Komplikasi Ventilasi Mekanik


Komplikasi intubasi Komplikasi tekanan positif Imobilisasi pasien komplikasi paru, dekubitus Stress tersendiri untuk pasien dengan ventilator. Makin lama, risiko komplikasi makin meningkat.

Penutup
Mode apapun yang dipakai, ventilasi mekanik hanyalah bantuan yang bersifat sementara. Perbaikan terhadap penyebab gagal nafas tersebut merupakan tujuan utama. Hendaknya selalu diingat efek samping yang tidak diinginkan. Dalam memenuhi oksigenasi tidak hanya ventilasi yang penting, tetapi perfusi yang baik juga berperan dalam menyampaikan oksigen ke jaringan. Gunakan mode ventilasi yang paling familiar Mechanical Ventilation is still more an art than a science.

Terima Kasih