Anda di halaman 1dari 12

DEMOKRASI LIBERAL

Disusun oleh :
1. Muhammad Fauzy Ilham
2. Andrieyl Shevariyanto
3. Kania Cikal Larasati
Kelas : XII IPS 3
Demokrasi Liberal adalah kondisi politik yang
melindungi secara konstitusional hak-hak individu
dari kekuasaan pemerintah.
Ciri – ciri demokrasi liberal
1. Presiden dan wapres tidak dapat di ganggu gugat
2. Presiden berhak membubarkan DPR
3. Menteri bertanggung jawab terhadap kebijakan
4. Perdana mentri diangkat oleh presiden
KABINET PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL
2. KABINET NATSIR (1950-1951)
 Program kabinet Natsir
1. menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman
2. konsolidasi dan penyempurnaan pemerintahan
3. Menyempurnakan organisasi angkatan perang
4. mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat
5. memperjuangkan penyelesaian Irian Barat
2. KABINET SUKIMAN (1951-1952)
Program kerja kabinet Sukiman :
1. Menjamin keamanan dan ketentraman
2. Mengusahakan kemakmuran rakyat, memperbaharui hukum
agraria
3. Mempersiapkan pemilihan umum
4. Menjalan politik luar negeri bebas-aktif

Kabinet Sukiman jatuh karena terjadinya krisis kebijakan luar negeri


, yaitu ditanda tanganinya perjanjian Mutual security Act (MSA)
antara Menlu AS Merle Cochran dengan Menlu Achmad Subardjo.
3. KABINET WILOPO (1952-1953)
Program Kabinet Wilopo :
1. Melaksanakan Pemilu, otonomi daerah, dan
menyederhanakan organisasi pemerintahan pusat
2. Memajukan tingkat kehidupan rakyat
3. Mengatasi keamanan dengan kebijakan sebagai
negara hukum
4. Melengkapi Undang-Undang Perburuhan
4. KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (1953-1955)
Program kabinet Ali Sastroamijoyo 1 :
1. Masalah keamanan, pemilu, kemakmuran, keuangan
2. Penyelesaian masalah Irian Barat
3. Politik luar negeri bebas aktif

Keberhasilan kabinet Ali Sastroamijoyo I adalah


menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika tanggal 18-24 April
1955 di Bandung, Jawa Barat.
5. KABINET BURHANUDIN HARAHAP (1955-1956)


Program kabinet Burhanudin Harahap :
1. Pengembalian kewibawaan pemerintah
2. Pengendalian masalah desentralisasi, inflasi, dan berantas
korupsi .
3. Pemilihan umum diselenggarakan dua tahap :
- Tanggal 29 September 1955
- Tanggal 15 desember 1955
6. KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (1956-1957)

Program Kabinet Ali Sastroamijoyo II :


1. pembatalan hasil semua KMB
2. pengembalian Irian Barat
3. politik luar negeri bebas aktif

Pada masa pemerintahan kabinet Ali II tahun 1957 ,banyak


gerakan separatis di berbagai daerah karena pemerintah pusat
dianggap telah mengabaikan pembangunan di daerah.
7. KABINET DJUANDA (1957-1959)

Program kabinet Djuanda :


1. pembentukan Dewan Nasional
2. normalisasi keamanan daerah
3. pembatalan KMB
4. pengembalian Irian Barat
5. pembangunan nasional
DAMPAK DEMOKRASI LIBERAL DALAM PEMERINTAHAN
• Pembangunan tidak berjalan lancar karena Kabinet selalu berganti karena masing-
masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongannya.
• Tidak ada partai yang dominan maka seorang kepala negara terpaksa bersikap
mengambang.
• Dalam sistem multipartai tidak pernah ada lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif
yang kuat, sehingga tidak ada pemerintahan yang efektif

DAMPAK DEMOKRASI LIBERAL DALAM MASYARAKAT


 munculnya pemberontakan di berbagai daerah
 munculnya ketidak percayaan public terhadap pemerintah saat itu
KESIMPULAN
Berdasar hasil pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Sistem pemerintahan dalam bidang politik yang dianut pada masa Demokrasi
Parlementer, yang dikenal juga dengan sebutan Demokrasi Liberal. Sistem
pemerintahan tersebut berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Sementara
Republik Indonesia tahun 1950.

2. Sistem pemerintahan ini menetapkan bahwa kabinet atau para menteri


bertanggung jawab kepada parlemen. Sistem kabinet parlementer menerapkan
sistem pemungutan suara (voting) yang digunakan dalam pemilihan umum
(Pemilu), mosi, dan demonstrasi sebagai bentuk rakyat.

3. Adapun kebijakan-kebijakan untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi.


Thank You