Anda di halaman 1dari 13

Infeksi Maksilofasial

Dept. of Oral Surgery RSCM

by : Elisabeth Ananta Putri 0706261026

Infeksi ?
Suatu keadaan sakit yang disebabkan oleh masuk, berkembang biak dan prosesnya mikro organisme pathogen didalam tubuh (Fragiskos, 2007)

Invasi dan kolonisasi dari mikroorganisme patogenik pada jaringan tubuh, menyebabkan injuri selular lokal dikarenakan adanya metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraselular, atau respon antigen-antibodi (Bhalaji, 2007)

Inflamasi infeksi ?
Inflamasi : reaksi terlokalisasi dari jaringan vaskular dan konektif tubuh terhadap sebuah iritan, yang akan menghasilkan sebuah produk eksudat yang kaya akan protein dan sel (Fragiskos, ) Merupakan reaksi protektif dan bertujuan untuk melimitasi atau mengeliminasi iritan dengan berbagai prosedur ketika mekanisme perbaikan jaringan sedang dipicu. Bergantung pada durasi dan keparahan, inflamasi dibedakan menjadi akut, subakut dan kronik. akut terjadi secara cepat dan terdapat gejala-gejala tipikal (eksudatif) subakut transisi antara akut dan kronis kronis jangka waktu lebih panjang dan sedikit gejala. terutama ditandai dengan terbentuknya jaringan konektif. (eksudatif dan reparatif)

Cardinal signs of inflammation


Rubor atau kemerahan Tumour atau pembengkakan Calor atau panas Dolor atau rasa sakit Kehilangan fungsi / functio laesa Pyrexia Limfadenopati Timbulnya halitosis Jika terdapat absensi dari tanda-tanda ini, merupakan indikasi bahwa infeksi telah menyebar ke jaringan yang lebih dalam.

5 cardinal signs of inflammation

Faktor yang mempengaruhi :


Dalam keadaan homeostasis terdapat keseimbangan dari tiga faktor penting

Host
Pertahanan tubuh Lokal, Humoral, Seluler Kondisi sistemik Kelainan sistemik/pengobatan yg mempengaruhi pertahanan tubuh secara umum Faktor pertahanan host ? Usia (usia meningkat resistensi menurun) Penyakit yg diderita Obat-obatan (imunosupresan) Terapi radiasi

1. 2. 3. 4.

Environment
Faktor lingkungan rongga mulut yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan keseimbangan :
1.Keseimbangan flora rongga mulut dan interaksi antara mikroorganisme patogen dan nonpatogen 2.Saliva 3.Jenis Diet Host 4.Oral Hygiene buruk; media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme patogen

Agent/Mikroorganisme Pathogen
Patogenesis bakteri : virulensi dan kuantitas mikro organisme patogen Virulensi : kualitas dari bakteri daya invasi, toksisitas, enzim dan produk-

produk lainnya
Kuantitas :
jumlah mikroorganisme yang menginfeksi host jumlah faktor-faktor yang bersifat virulen

Jenis mikroorganisme
bakteri A/Anaerob atau Gram (+) /Gram (-) fungi berbagai jenis parasit

1.

Infeksi Spesifik disebabkan oleh mikroorganisme spesifik Contoh:

Lues /syphilis Tetanus

: Treponema pallidum : Clostridium tetani

Tuberculosis: Bacillus tuberculosum Actinomycosis : Actinomyces spp.

Infeksi Non-Spesifik disebabkan oleh bermacam-macam mikroorganisme patogen.

Mikroorganisme Penyebab Infeksi Odontogen

Klasifikasi infeksi orofasial (Bhalaji, 2007)


Berdasarkan organisme yang menyebabkan infeksi : bakteri, virus, jamur, parasit Berdasarkan jaringan yang terkena : odontogenik, non-odontogenik Berdasarkan rute masuknya agen : pulpal, periodontal, pericoronal, fracture, tumour, iatrogenic, opprtunistic Berdasarkan tampakan klinis : akut, kronis Berdasarkan deep facial spaces pada kepala dan leher yang diinfiltrasi oleh infeksi

Infeksi odontogen (90-95%)


Infeksi yang berasal dari pulpa, periodonsium, tulang rahang atau jaringan di dekatnya Periapikal (70%) Periondonsium Perikoronal

Pulpa terinfeksi bakteri Pulpitis Infeksi menyebar ke tulang sekitar Abses dentoalveolar

Plak dan kalkulus Gingivitis/periodontitis Infeksi menyebar ke tulang sekitar Abses periodontal

Erupsi parsial gigi M3 Infeksi operculum Perikoronitis Bengkak, pus pada sekitar mahkota gigi M3

Tahap Infeksi Odontogen