Anda di halaman 1dari 23

ETIKA BATUK DAN KEBERSIHAN

PERNAFASAN
Tujuan Umum :
Setelah mengikuti pembelajaran tentang Etika Batuk kebersihan pernafasan
peserta mampu memahami dan melaksanakan Etika Batuk dan kebersihan
pernafasan dengan benar.
Tujuan Khusus :
1. Peserta mampu menjelaskan konsep infeksi terjadi resiko penularan
2. Peserta mampu menjelaskan pengertian Etika Batuk
3. Peserta mampu menjelaskan tujuan melaksanakan Etika Batuk
4. Peserta mampu menjelaskan langkah – langkah etika
batuk dan kebersihan saluran pernafasan
5. Peserta mampu menjelaskan Kebiasan Batuk yang salah
6. Peserta mampu mempraktekan tentang Etika Batuk dan
Pembersihan Pernafasan
SUB POKOK
PEMBELAJARAN
1.Pendahuluan
2.Defenisi Etika Batuk
3.Tujuan Etika Batu
4.Penyebab terjadinya batuk
5. Kebiasaaan Batuk yang salah
6. Prosedur Pelaksanaan Kebersihan Pernafasan/
Etika batuk/Bersin
7.Materi Edukasi Ke pengunjung FKTP tentang Etika
Batuk dan Kebersihan Pernafasan
PENDAHULUAN

Transmisi Penyakit secara


direct/langsung dapat
terjadi melalui Kontak,
Droplet dan Airborn

Etika Batuk dan kebersihan


pernafasan termasuk dalam 11
Kewaspadaan Standar lapis
pertama yang harus
dilaksanakan dan di
monitoring pelaksanaannya
Program PPI
PENGERTIAN

 BATUK ADALAH merupakan mekanisme pertahanan tubuh atau gejala


suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena
adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya
 ETIKA BATUK adalah tata cara batuk atau bersin yang baik dan benar
sehingga bakteri tidak menyebar ke udara, tidak mengkontaminasi barang
atau benda sekitarnya agar tidak menular ke orang lain. Kemkes RI 2020
 ETIKA BATUK DAN KEBERSIHAN PERNAFASAN adalah tindakan pencegahan
infeksi yang dirancang untuk membatasi penularan patogen pernapasan yang
disebarkan melalui droplet atau Airborne
HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS
(HAIS)
 Adalah infeksi yang terjadi pada
pasien selama proses perawatan di
rumah sakit atau fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya,
 dimana tidak infeksi atau dalam
masa inkubasi saat masuk rawat
serta dapat muncul setelah
pulang rawat dan
 juga infeksi yang dapat terjadi
pada petugas di fasilitas pelayanan
kesehatan karena pekerjaanya
METODE MEMUTUS RANTAI PENULARAN
INFEKSI
identifikasi dan pengelolaan organisme yang
cepat, pembersihan dan desinfeksi
lingkungan)
Mengurangi kerentanan pasien
yang menerima perawatan Personal hygiene, immunisasi,
kesehatan (pengobatan pengelolaan lingkungan,
penyakit yang mendasari, dekontaminasi alat, linen dan
mengenali pasien berisiko limbah
tinggi)

Misalnya teknik aseptik non- Kebersihan Tangan, penggunaan APD


sentuh, APD yang tepat, yang tepat, pengemasan yang aman,
perawatan alkes yang dan pembuangan limbah) batuk,
aman, etika batuk dan bersin
kebersihan pernafasan
Kebersihan Tangan, isolasi pasien yang terinfeksi,
kontrol aliran udara sesuai transmisi, etika batuk
PENULARAN MELALUI SALURAN
PERNAFASAN

1. Kontak adalah sentuhan langsung melalui tangan


atau peralatan atau permukaan benda
2. Droplet adalah percikan cairan atau cipratan liur
yang membawa droplet nuclei ukuran lebih besar dari
5 mikro yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau
mulut saat bersin, batuk, bahkan berbicara melayang
di udara kemudian jatuh pada permukaan
3. Airborne adalah penyebaran agen penyebab infeksi,
yang disebabkan tersebarnya droplet nuclei ukuran lebih
kecil dari 5 mikro dan melayang di udara selama jarak
dan waktuyang tidak diketahui .
Tujuan Etika Batuk

Mencegah penyebaran Bakteri dan virus secara luas melalui


transmisi airbone dan droplet agar keamanan dan
kenyamanan lain terganggu. Kementrian
orang kesehatan tidak
2020
Penyebab Terjadinya Batuk
Infeksi
• Produksi dahak yang sangat banyak karena
infeksi saluran pernapasan. Misal : flu,
bronchitis,dan penyakit yang cukup serius
seperti pneumoni, TBC, Kanker paru-paru,
Covid19.

Alergi
• Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke
dalam saluran pernapasan. Misal : debu, asap,
makanan dan cairan.
• Mengalirnya cairan hidung kea rah tenggorokan
dan masuk ke saluran pernapasan. Misal : rhinitis
alergika, batuk pilek.
• Penyempitan pada saluran pernapasan. Misal :
Asma
Kebiasaan Batuk yang
Salah
• Tidak menutup mulut saat batuk
atau bersin di tempat umum.
• Tidak mencuci tangan setelah
digunakan untuk menutup mulut atau
hidung saat batuk dan bersin.
• Membuang ludah batuk
disembarang tempat.
• Membuang atau meletakkan tissue
yang sudah dipakai disembarang
tempat.
• Tidak menggunakan masker saat flu
atau batuk.
PENERAPAN ETIKA BATUK DAN KEBERSIHAN
PERNAFASAN
1. Menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran infeksi pernafasan dari siapa pun
di lingkungan perawatan kesehatan dengan tanda atau gejala.
1) Pasang tanda di pintu masuk yang meminta pasien dengan gejala infeksi saluran
pernapasan
untuk:
 Tutupi mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin.
 Gunakan tisu dan buang.
 Cuci tangan Anda atau gunakan pembersih tangan setiap kali Anda menyentuh mulut
atau hidung.
2) Sediakan tisu dan wadah tanpa sentuhan untuk pembuangannya.
3) Sediakan sumber daya untuk melakukan kebersihan tangan di dalam atau di dekat ruang
tunggu.
4) Tawarkan masker kepada pasien yang bergejala saat mereka memasuki ruang perawatan
gigi.
5) Berikan ruang dan dorong pasien yang bergejala untuk duduk sejauh mungkin dari orang lain.
Fasilitas mungkin ingin menempatkan pasien ini di area terpisah, jika tersedia, sambil
menunggu perawatan.
2. Mendidik DHCP tentang pentingnya tindakan pencegahan saat memeriksa dan merawat
Sarana kebersihan pernafasan dan Etika
Batuk
1.Tissu/ Sapu Tangan
2.Saran Kebersihan Tangan
3.Masker
4.Tempat Sampah
5. Poster etika batuk
dan kebersihan
pernfasan
ELEMEN KEBERSIHAN PERNAFASAN DAN
ETIKA BATUK
1. Edukasi staf di fasyankes , pasien dan pengunjung
2. memasang tanda-tanda dalam bahasa yang sesuai dengan populasi yang
disajikan dengan instruksi kepada pasien dan anggota keluarga serta teman
yang menyertaiukuran kendali sumber
3. Lakukan pengendalian sumber ( mis : menutup mulut/hidung dengan tissue
saat batuk dan menggunakan tissue, gunakan masker saat pasien dengan
gejala batuk datu bersin
4. Lakukan kebersihan tangan setelah kontak dengan sekresi pernafasan
5. Berikan jarak pasien idealnya 1 – 2 meter pada pasien dengan infeksi
pernafasan di ruang tunggu jika memungkinkan
ELEMEN KEBERSIHAN PERNAFASAN DAN
ETIKA BATUK

TARGET
1. Strategi menargetkan terutama pasien dan individu yang menemani pasien ke
pengaturan pelayanan kesehatan yang mungkin memiliki infeksi pernapasan yang
tidak terdiagnosis tetapi juga berlaku untuk siapa saja (termasuk petugas
kesehatan pengunjung dengan tanda dan gejala penyakit )
2. Tidak adanya demam tidak selalu menandakan tidak adanya infeksi
pernafasan
(pertusis dan pilek)
3. Pasien yang memiliki asma, rinitis alergi, atau penyakit paru obstruktif kronik juga
dapat batuk dan bersin, meskipun pasien ini bukan infeksi, aturan etiket batuk
JUGA TERLAKU
STRATEGI KEBERSIHAN
PERNAFASAN
1. Jauhkan kepala /muka Anda dari orang lain saat batuk
atau bersin atau membuang skresi pernafasan jaga jarak 2
meter antara Anda dan orang lain saat batuk atau bersin
2. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu lalu buang tisu
ke limbah segera setelah digunakan
3. Bersihkan tangan Anda segera setelah pembuangan
sekresi pernafasan
4. Menyediakan masker untuk klien, pasien atau penghuni
batuk
Pasang tanda di pintu masuk dan di tempat-tempat strategis ( mis :
pintu masuk, ruang tunggu) dalam pengaturan rawat jalan dan rawat
inap dengan instruksi kepada pasien dan orang lain dengan gejala
infeksi pernapasan

Menyediakan wadah tissu dan tanpa sentuh (mis. tutup yang dioperasikan
dengan pedal kaki atau terbuka, keranjang sampah berlapis plastik)
untuk pembuangan tisu

Menyediakan sumber daya dan petunjuk untuk melakukan kebersihan


tangan di dalam atau di dekat ruang tunggu dalam pengaturan rawat
jalan dan inpatinet, menyediakan dispencer yang terletak di lokasi yang
strategis dari pelumas tangan berbasis alkohol dan di mana wastafel
tersedia, persediaan untuk mencuci tangan
PENEMPATAN POSTER
Prosedur Etika Batuk dan
Kebersihan Pernafasan
KEBERSIHAN PERNAPASAN / ETIKA BATUK / BERSIN
• Tutup hidung / mulut ketika batuk atau bersin
• Gunakan tissu untuk menahan sekresi pernapasan
dan dibuang di tempat sampah yang tersedia
• Apabila tidak ada tissu, saat batuk tutup dengan
lengan tangan sebelah dalam
• Lakukan cuci tangan setelah kontak dengan
sekresi pernapasan
• Gunakan Selalu Masker
ETIKA MELUDAH
• Menggunakan tissue untuk meludah dan dibuang
di tempat sampah yang tersedia.
• Lakukan cuci tangan setelah membuang dahak
dan meludah.
Materi Edukasi Etika
Batuk LEAFLET EDUKASI PASIEN

VIDEO
KESIMPULAN
1. Kebersihan pernafasan/ Etika Batuk merupakan bagian
dari kewaspadaan standar/kewaspadaan lapis
pertama
2. Saat kita batuk/bersin dapat melepaskan bakteri dan virus
baik melalui droplet/ air borne ke orang dan lingkungan
sekitar
3. Dengan melaksanakan etika batuk dengan benar maka
dapat mencegah penularan penyakit.
4. Edukasi, Monitoring dan Evaluasi tentang Etika Batuk
berkelanjutan sangat perlu dilaksankan di fasyankes
DAFTAR PUSTAKA
 PMK 27 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENCEGAHAN DAN

PENGENDALIAN INFEKSI DI FASILITAS PEALAYANAN

KESEHATAN

 PEDOMAN TEKHNIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN

INFEKSI DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT

PERTAMA. DIRJEN MUTU DAN AKREDITASI PELAYANAN

KESEHATAN. KEMENKES RI 2020


TERIMA
KASIH
SEMOGA BERMANFAAT