Anda di halaman 1dari 52

PENGELOLAAN PERALATAN MEDIS SESUAI STANDAR

AKREDITASI RUMAH SAKIT

oleh:
Ir. Sodikin Sadek, M.Kes
Direktur Pengawasan Alat Kesehatan dan PKRT
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Yogyakarta 24 Agustus 2019
KOMPONEN PENTING
DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

SDM OBAT ALAT KESEHATAN


* ALAT KESEHATAN

Alat kesehatan  instrumen, apparatus, mesin


dan/atau implan yang tidak mengandung obat
yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis,
menyembuhkan dan meringankan penyakit,
merawat orang sakit, memulihkan kesehatan
pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan
memperbaiki fungsi tubuh. Alat kesehatan
berdasarkan tujuan penggunaan sebagaimana
dimaksud oleh produsen, dapat digunakan sendiri
maupun kombinasi untuk manusia dengan satu
atau beberapa tujuan sebagai berikut:diagnosis,
pencegahan, pemantauan, perlakuan atau
pengurangan penyakit;diagnosis, pemantauan,
perlakuan, pengurangan atau kompensasi kondisi
sakit;penyelidikan, penggantian, pemodifikasian,
mendukung anatomi atau proses fisiologis;
mendukung atau mempertahankan hidup;
menghalangi pembuahan,desinfeksi alat
kesehatan; danmenyediakan informasi untuk
tujuan medis atau diagnosis melalui pengujian in
vitro terhadap spesimen dari tubuh manusia
* Berita Terkait Hyperbaric Chamber Meledak Tewaskan 4 orang

Hyperbric chamber RS AL Mintoharjo


– sebelum kejadian 15 Maret 2016 Hyperbric chamber RS AL
Mintoharjo – sesudah
kejadian 14 Maret 2016

09/15/2022
* Inkubator bayi yang terbakar

inkubator terlalu panas karena gangguan catu daya


(kabel plug tidak terpasang sempurna) yang
Inkubator mengalami overheated, dan infant mengganggu pemrograman unit pengontrol
meninggal dengan penyebab mengalami mikroprosesor.
hipertermia. Suhu di dalam inkubator itu cukup Di bawah kondisi tersebut, heater bekerja terus, alarm
bekerja tetapi tidak terdengar oleh petugas karena
panas untuk melelehkan dan mendistorsi plastik
kebisingan latar belakang NICU yang ramai.
kasur baki
CINA
CINA
* PILAR KELUARGA SEHAT

PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DALAM
PENGGUNAAN ALKES DAN
PKRT YANG BENAR
Bahaya Penggunaan
Silikon

Penggunaan Pembalut
09/15/2022
Bahaya Penggunaan Softlens
CINA
1. Sanitasi
KLASIFIKASI ALAT KESEHATAN DAN IVD

Saat ini masihdigunakan

III
PERSYARATAN REGULASI
D (4)
IIB
AMDD
IIA C (3)

B (2)
1

A (1)

KELAS ALKES (TINGKAT RESIKO)


TAHAPAN PENGENDALIAN ALKES INDONESIA

Penelitian dan Produksi Pengemasan Distribusi/ Penggunaan &


pengembangan produk dan pelabelan Iklan Pemusnahan
Alkes Penjualan Pemeliharaan

PRE MARKET POST MARKET

Pabrik Penyalur Ijin Edar Surveilance & Vigilance

Sertifikat produksi Ijin Penyalur Sampling


CPAKB CDAKB AMDD Monitoring
ISO 13485 GDP Pengawasan Iklan
FSCA ( e watch, E report )
industri dan DAK bertanggungjawab Alkes dan PKRT
atas alkes dan PKRT yang bermutu, bermutu, aman Usage & Maintenance
aman dan bermanfaat dan bermanfaat
Penggunaan harus sesuai
dengan user manual
Konsumen berhak atas pilihan Alkes dan PKRT yang Dilakukan pemeriksaan dan
bermutu, aman dan bermanfaat kalibrasi berkala
TAHAPAN PENGENDALIAN ALKES INDONESIA
Penelitian dan Permenkes No. 63 Tahun 2017 ttg Cara Uji Klinik Alkes yang Baik
P pengembangan produk  
R
1. Permenkes No. 1189 Tahun 2010 Tentang Produksi Alkes dan PKRT
E 2. Permenkes No. 70 Tahun 2014 ttg Perusahaan Rumah Tangga Alkes dan PKRT
M 3. Permenkes No. 17 Tahun 2017 ttg Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alkes
Produksi Alkes 4. Permenkes No. 20 Tahun 2017 tentang Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik dan Cara Pembuatan
A Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Baik
 
R 5. INPRES NO. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
6. Juknis Pengawasan Sarana Produksi Alkes dan PKRT
K
E Pengemasan dan 1. Permenkes No.62 Tahun 2017 ttg Izin Edar Alkes, Alkes DIV dan PKRT
2. Pedoman Penandaan Alkes dan PKRT
T pelabelan

1. Permenkes No.76 tahun 2013 ttg Iklan Alkes dan PKRT


Iklan 2. Pedoman Pengawasan Iklan Alkes dan PKRT
 
P 1. Permenkes No.1191 Tahun 2010 ttg Penyaluran Alkes
2. Permenkes No. 60 Tahun 2017 ttg Pengawasan Tata Niaga Impor Alkes, Alkes DIV,dan PKRT
O 3. Permenkes No. No. 4 Tahun 2014 Tentang Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik
S 4. PP No. 72 Tahun 1998 ttg Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alkes
5. Kepmenkes No. HK.01.07/ MENKES/022/2018 ttg Daftar Alkes, Alkes Diagnostik In Vitro dan PKRT yg
T
Distribusi/ Penjualan Pengawasannya dilakukan di Kawasan Pabean (Border) dan di luar Kawasan Pabean (Post Border)
M   6. Pedoman Penerapan Sistem Pengawasan (e-report)
7. Juknis Pengawasan Sarana Penyalur Alat Kesehatan
A 8. Juknis Sampling Alkes dan PKRT
R
K Penggunaan &
Permenkes No.54 Tahun 2015 ttg Pengujian dan Kalibrasi Alkes
E Pemeliharaan
T Pemusnahan Permenkes No.62 Tahun 2017 ttg Izin Edar Alkes, Alkes DIV dan PKRT
   
Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan
Per 31 Desember 2018 Kemampuan Industri Alkes dalam Memenuhi

Standar Peralatan Minimal Rumah Sakit*)


Jumlah Izin Edar Alkes DN 69.44
66.166.6
54.18 57.958.361.2
5157 50.82
48.248.5 51.351.6

Persentase
3637
2832

A B C D
2016 2017 2018 Kelas RS
2016 2017 2018

Perkembangan Kemampuan pemenuhan standar minimal Rumah


e-Katalog Alat Kesehatan Sakit ini dihitung berdasarkan jumlah item alat
DN dan Impor kesehatan yang ada dalam standar minimal RS,
Jumlah Jenis Item : 15.714 sesuai dengan Permenkes No 56 Tahun 2014 tentang
Jumlah Penyedia : 348 Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.
Sumber: e-Katalog Alkes LKPP, Per Tgl 15 Januari 2019
* SCHEMATIC HOSPITAL

20
* EMERGENCY DEPARTMEN
* OPERTING ROOM
* INTENSIVE CARE
* POST MARKET YANG DILAKUKAN
DI FASILITAS KESEHATAN

BUDGETING TECHNOLOGY AND


PLANING AND AND ASSESSMENT AND
PROCUREMENT INSTALATION AND
ASSESSMENT SELECTION AND LOGISTIC COMMISIONING
FINANCING

TRAINING AND SKILL MAINTENANCE AND


OPERATING AND SAFETY CALIBRATION DEC
DEVELOPMENT

ADVERSE EVENT INVESTIGATION RECALLS

1. KEJADIAN POTENSI CIDERA (KPC)


2. KEJADIAN NYARIS CIDERA (KNC)
3. KEJADIAN TIDAK CIDERA (KTC)
4. KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN ( KTD)
NEED ASSESSMENT

ASSESSMENT ASSESSMENT ASSESSMENT


PENGEMBANGAN PEMENUHAN PENGGANTIAN
ASSESSMENT PENGEMBANGAN

NO INSTRUMEN PENILAIAN KETERANGAN


1 Nama Pelayanan
2 Jumlah pasien/ hari
3 Jumlah pasien yang dirujuk/hari
4 Jumlah tenaga medis kompeten
5 Nama Alat kesehatan
6 Harga alat
7 Biaya operasional
8 Biaya maintenance
6 Perkiraan tarif Pelayanan
7
8
* PLANING
ASSESSMENT PENGGANTIAN

KONDISI
NO JENIS ALAT JUMLAH KEBUTUHAN KEKURANGAN
R RINGAN R SEDANG R BERAT
1 2 3 4 5 6 7 8
1
2
3
4
5
6
7
8
9
DST
PENENTUAN SKALA PRIORITAS
KEBUTUHAN ALAT KESEHATAN

* Alkes Prioritas = Nilai A X Nilai B

A : Penting tidaknya alat kesehatan


B : Kondisi alat kesehatan

Nilai Total ≥ 15,


Prioritas penggantian alat kesehatan
Lanjutan .....
1. Menentukan Penting Tidaknya Peralatan di Pelayanan ..... (A)

Nilai Kriteria Keterangan


Unit pelayanan tidak dapat berfungsi secara efektif tanpa
7 Kritis
peralatan

6 Esensial Pelayanan utama tidak dapat dilakukan tanpa peralatan

Pelayanan Utama dapat terhambat atau tertunda tanpa peralatan


5 Penting
ini

Agak Beberapa pelayanan yang menguntungkan tetapi bukan utama


2 Penting dapat terhambat atau tertunda tanpa peralatan

Tidak Peralatan tidak atau jarang digunakan atau hanya digunakan


1 Penting untuk tugas-tugas berdampak rendah
Lanjutan .....
2. Menentukan Kondisi Peralatan ..... (B)

Nilai Kriteria Kerusakan Kondisi Alat


    • Alkes dalam kondisi yang sangat buruk dan tidak ada kemungkinan
    diperbaiki.
• Alkes telah digantikan oleh teknologi baru dan sesuai prosedur klinik
5 Sangat Sering Rusak
efektifitasnya diragukan.
• Alkes telah digantikan oleh teknologi baru yang lebih efisien dan efektif.

    • Alekes dapat digunakan, tetapi biaya perbaikan tidak tersedia.


    • Alkes masih dapat diperbaiki tetapi dilihat dari riwayat pemeliharaan tidak
efektif secara klinis dan tidak efisien.
4 Sering Rusak
• Alkes telah digantikan oleh teknologi baru dan sudah tidak sesuai dengan
prosedur klinik

  Alkes ini sangat tua namun apabila suku cadang perlu diganti tidak efektif
 Mungkin Rusak dilihat dari sisi biaya.
3
2 Jarang Rusak Alkes dalam kondisi baik dan biaya perbaikan tersedia.

1 Sangat Jarang Rusak Alkes dalam keadaan baru


* PROCUREMENT
TENDERING PROCEDUR
PREPARE EVALUASTION AND
TENDER RECOMENDATION
TENDER
ISUANCE

TENDER
RECEIVING

Pengadaan Barang dan Jasa : Untuk alokasi dana APBN/ APBD diatur
dalam Peraturan Presiden No 70 tahun 2012 tentang pengadaan
barang/jasa Pemerintah
Gunakan e-Catalog
* Management
TRAINING
COMMISSIONING (OPERATION
INSTALATION
AND
MAINTENACE

UJI UJI
FUNGSI COBA
ASSET
MANAGEMENT

SETELAH DITENTUKAN PEMENANG TENDER PENYEDIA BARANG/ JASA HARUS MELAKUKAN :’


1. Mematuhi peraturan yang ada di kontrak
2. Meng Instal alat yang di beli
3. Uji fungsi dan uji Coba
4. Training untuk operator dan teknisi
5. Setiap langkah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab penyedia harus di buat berita
acara
* KESIMPULAN :

MENGUSULKAN
MEREKAP USULAN KEDIREKSI UNTUK
KEBUTUHAN ALAT DI PROSES
MEDIK PENGADAAN

DAFTA
MENERIMA USULAN MEMILIH MENYUSUN
R MONITORING
KEBUTUHAN ALAT PERENCANAAN
INVEN MEDIK DARI
PEMASOK SESUAI ANGGARAN
PROSES
TARIS (SUPPLIER) PENGADAAN
SELURUH SATKER YANG TERSEDIA

MENYUSUN
MENYIMPAN DAN
SPEKSIFIKASI
PENDISTRIBUSIAN
& HARGA

PENGELOLAAN
PERALATAN
*MAINTENANCE AND
CALIBRATION
Maintenance

Inspection Corective
Preventive Maintenance maintenance

Inspection Preventive
Maintenance

Ref. who
PEMELIHARAAN

PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN
TERENCANA TIDAK TERENCANA

INSPEKSI LAPORAN

PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN


PENCEGAHAN KOREKTIF DARURAT

Pelumasan Penggantian Perbaikan


& Komponen Ringan dan Overhault
Penyetelan Minor Menengah
Operasional Stop

Ref. Corder P
* JENIS-JENIS PEMELIHARAAN
• SETIAP ALAT DI PASANG • SETIAP ALAT
PETUNJUK CARA HARUS DI
PENGOPERASIAN NYA PERIKSA
DICECK
KONDISINYA
1 2
PEMELIHAR INSPEKSI DAN
AAN
TESTING
PROMOTIF

4. 3.
PROGRAM
CORECTIVE PEMELIHARA
AN
/PERBAIKAN PREVENTIF
• SETIAP ALAT HARUS • SETIAP ALAT HARUS DI
LAKUKAN LAKUKAN
PERBAIKAN/OVERHOUL PEMELIHARAAN
SECARA TERJADWAL DAN SECARA BERKALA DAN
DIKALIBRASI DI KALIBRASI
*
SIKLUS PEMELIHARAAN ALAT MEDIK

MEMBUAT MEMBUAT
JADWAL RENCANA
PEMELIHARAAN TINDAKLANJUT
DA
FT
AR
INV MENGEVALUASI MONITORING
EN MENYUSUN MELAKSANAKAN
HASIL PROSES
PROGRAM KERJA PEMELIHARAAN
TA PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN
RIS

ASSESSMENT MEMBUAT
MENYUSUN
PEMELIHARAAN LAPORAN LAPORAN TAHUNAN
PEMELIHARAAN
*KESIMPULAN
* Buatlah perencanaan kebutuhan alkes sesuai dengan skala prioritas
* Gunakan alat kesehatan yang memiliki ijin edar lihat pada e-Info
* Gunakan alat kesehatan produk dalam negeri
* Gunakan e-Katalog dalam pengadaan alat kesehatan
* Lakukan pemeliharaan dan Kalibrasi alkes sesuai jadwal
* Laporkan bila ada KTD dari alkes yang tidak bermutu melalui e-wacth atau ASPAK
*DATA JUMLAH INDUSTRIALAT
KESEHATAN DALAM NEGERI
* DATA SEBARAN PRODUSEN ALAT KESEHATAN
BERDASARKAN KELAS SERTIFIKAT PRODUKSI
NO PROVINSI ALKES NO PROVINSI ALKES
1 ACEH 1 18 KALIMANTAN TENGAH 0
2 SUMATERA UTARA 7 19 KALIMANTAN SELATAN 0
3 SUMATERA BARAT 0 20 KALIMANTAN TMUR 0
4 RIAU 0 21 KALIMANTAN UTARA 0
5 KEPRI 8 22 BALI 1
6 BENGKULU 0 23 NUSA TENGGARA BARAT 1 Kelas A
7 JAMBI 0 24 NUSA TENGGARA TIMUR 0 Kelas (9)
C (89)
8 BANGKA BELITUNG 0 25 SULAWESI SELATAN 1
9 SUMATERA SELATAN 2 26 SULAWESI TENGAH 0 PRODUSE
N
10 LAMPUNG 0 27 SULAWESI BARAT 0 ALKES
276
11 BANTEN 32 28 SULAWESI UTARA 0
Kelas
12 DKI JAKARTA 61 29 GORONTALO 0
B
13 JAWA BARAT 77 30 SULAWESI TENGGARA 0 (178)
14 DI YOGYAKARTA 3 31 MALUKU UTARA 0 Kelas A Kelas B Kelas C
15 JAWA TENGAH 37 32 MALUKU 0
16 JAWA TIMUR 44 33 PAPUA 0
17 KALIMANTAN BARAT 1 34 PAPUA BARAT 0
TOTAL 276
DATA SARANA PRODUKSI ALKES YANG DI INSPEKSI THN 2016 S/D
NO PROVINSI SARANA
2019INSPEKSI RUTIN INSPEKSI KHUSUS

2016 2017 2018 2019 2016 2017


1 ACEH 1 0 0 0 0 0 0
2 SUMATERA UTARA 7 0 8 1 0 0 0
3 SUMATERA BARAT 0 0 1 0 0 0 0
4 JAMBI 0 0 0 0 0 0 0
5 SUMATERA SELATAN 2 0 0 0 0 0 0
6 LAMPUNG 0 0 0 0 0 0 0
7 KEPULAUAN RIAU 8 0 3 6 0 0 0
8 DKI JAKARTA 61 7 3 26 4 0 0
9 JAWA BARAT 77 5 16 48 20 0 1
10 JAWA TENGAH 37 4 8 22 7 0 0
11 DI YOGYAKARTA 3 3 0 3 0 0 0
12 JAWA TIMUR 44 11 7 17 11 0 0
13 BANTEN 32 1 5 24 6 0 0
14 BALI 1 0 0 1 0 0 0
15 NUSA TENGGARA BARAT 1 0 0 0 0 1 0
16 KALIMANTAN BARAT 1 0 0 0 0 0 0
17 KALIMANTAN SELATAN 0 0 0 0 0 0 0
18 SULAWESI UTARA 0 0 0 0 0 0 0
19 SULAWESI SELATAN 1 0 0 0 0 0 0
TOTAL 276 31 51 148 48 1 1

Data Sarana Produksi Update 03 Juni 2019


KRITERIA PENILAIAN HASIL INSPEKSI Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Minor
Bilamana ditemukan salah satu dari berikut ini :
SARANA PRODUKSI ALKES DAN PKRT 1. Sarana produksi alat kesehatan dan/atau PKRT memiliki kesesuaian dengan Sertifikat
Produksi, tetapi Penanggung Jawab Teknis tidak berada di tempat tanpa
keterangan tertulis saat kegiatan inspeksi sarana produksi dilaksanakan; dan/atau
Memenuhi Syarat (MS) 2. Sarana produksi alat kesehatan dan/atau PKRT memiliki kesesuaian dengan Sertifikat
Produksi, tetapi tidak melakukan kegiatan produksi dalam waktu sekurang-
kurangnya 1 (satu) tahun tanpa mempertimbangkan kebutuhan/kesinambungan
produk di lapangan; dan/atau
3. Tidak melaporkan kegiatan produksinya kepada Kementerian Kesehatan melalui e-
report; dan/atau
4. Penerapan CPAKB dan/atau CPPKRTB dg tingkat kepatuhan sebesar 60% sd <70%.

Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Mayor


Bilamana ditemukan salah satu dari berikut ini :
1. Sertifikat Produksi tidak berlaku/kadaluarsa;
2. Nama pimpinan dan/atau Penanggung Jawab Teknis tidak sesuai dengan yang
tercantum pada Sertifikat Produksi;
3. Alamat perusahaan dan/atau pabrik dan/atau bengkel/workshop tidak sesuai dengan
yang tercantum pada Sertifikat Produksi;
4. Memproduksi produk yang tidak sesuai dengan kategori yang diizinkan pada Sertifikat
Produksi;
5. Memproduksi dan/atau mengedarkan produk yang tidak memiliki Nomor Izin Edar
(NIE);
6. Memproduksi dan/atau mengedarkan produk sub-standar dari hasil pengujian produk;
7. Sarana produksi alat kesehatan dan/atau PKRT telah berubah fungsi.
8. Penerapan CPAKB dan/atau CPPKRTB dengan tingkat kepatuhan sebesar <60%.
HASIL INSPEKSI SARANA PRODUKSI ALKES MENUJU CPAKB

Hasil Inspeksi Sarana Produksi Alkes


Hasil CPAKB
TMS Mayor 41
Tolak 13
TMS Minor 10
CAPA 8
MS 134

Terbit 71
Rekomendasi Audit
CPAKB 20

Telah tersertifikasi Belum Audit 184


CPAKB
71

Telah di Inspeksi 276 Audit 92

Jumlah Produsen 276 Jumlah Produsen 276

0 50 100 150 200 250 300 0 50 100 150 200 250 300

Keterangan:
Inspeksi ulang dilakukan untuk produsen yang belum menyelesaikan CAPA
*DATA JUMLAHALAT KESEHATAN
DALAM NEGERI
PENGAWASAN DISTRIBUTOR ALAT KESEHATAN (DAK)
RUANG LINGKUP

INSPEKSI INSPEKSI KHUSUS

Pemeriksaan setempat yang dilakukan Pemeriksaan/penyelidikan yang dilaksanakan berdasarkan


secara rutin/berkala terhadap : :
 PAK yang telah memiliki IPAK  Rekomendasi laporan hasil monev dan sampling untuk
sekurang kurangnya 1 tahun dan
belum pernah diinspeksi. temuan Tidak Menuhi Syarat (TMS) Mayor
 PAK yang telah diinspeksi yang  Informasi dari media cetak maupun elektronik
membutuhkan inspeksi ulang untuk  Laporan/pengaduan masyarakat ttg produk atau
memantau progress hasil pembinaan
sarana yang tidak memenuhi persyaratan, dan
Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) akibat alat kesehatan.

TUJUAN
1. Memastikan bahwa Penyalur Alat Kesehatan (PAK) tetap mematuhi
syarat sesuai perijinan penyalur alat kesehatan
2. Memastikan bahwa PAK memenuhi dan memelihara penerapan Cara
Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB).
PEMBINAAN
3. Memberikan langkah korektif terhadap temuan manajemen ataupun
teknis di lapangan.
DATA SEBARAN SERTIFIKASI DISTRIBUSI ALAT
KESEHATAN

N0 PROVINSI JML IPAK N0 PROVINSI JML IPAK


1 Aceh 46 16 Kalimantan Utara 1
17 Kep. Bangka Belitung 5
2 Bali 57
18 Kepulauan Riau 30
3 Banten 220 19 Lampung 41
4 Bengkulu 24 20 Maluku 9
5 DI Yogyakarta 47 21 Maluku Utara 7
22 Nusa Tenggara Barat 38
6 DKI Jakarta 1434
23 Nusa Tenggara Timur 40
7 Gorontalo 1 24 Papua 36
8 Jambi 26 25 Papua Barat 3
9 Jawa Barat 421 26 Riau 39
27 Sulawesi Selatan 157
10 Jawa Tengah 187
28 Sulawesi Tengah 14
11 Jawa Timur 364 29 Sulawesi Tenggara 12
12 Kalimantan Barat 50 30 Sulawesi Utara 27
13 Kalimantan Selatan 41 31 Sumatera Barat 52
32 Sumatera Selatan 87
14 Kalimantan Tengah 8
33 Sumatera Utara 102
15 Kalimantan Timur 43 TOTAL 3669
DATA INSPEKSI SARANA DISTRIBUSI 2016 - 2019
INSPEKSI  SK. PENCABUTAN
N0 PROVINSI JUMLAH PAK
2016 2017 2018 2019 TOTAL 2016 2017 2018 2019 TOTAL

1 Aceh 46 4 1 8 - 13 3 3

2 Bali 57 4 13 4 - 21 0

3 Banten 220 8 23 41 28 100 7 3 1 11

4 Bengkulu 24 4 - - - 4 1 1

5 DI Yogyakarta 47 - 9 - 3 12 2 2

6 DKI Jakarta 1434 31 54 59 26 170 6 19 11 36

7 Gorontalo 1 - - - - 0 0

8 Jambi 26 9 13 - - 22 1 2 8 11

9 Jawa Barat 421 13 11 36 29 89 1 1

10 Jawa Tengah 187 9 - 24 6 39 4 1 5

11 Jawa Timur 364 - 11 15 17 43 1 3 4

12 Kalimantan Barat 50 15 5 - 12 32 3 3 6

13 Kalimantan Selatan 41 10 - - - 10 0

14 Kalimantan Tengah 8 5 - - - 5 0
DATA INSPEKSI SARANA DISTRIBUSI 2016 - 2019
INSPEKSI  SK. PENCABUTAN
N0 PROVINSI JUMLAH PAK
2016 2017 2018 2019 TOTAL 2016 2017 2018 2019 TOTAL

15 Kalimantan Timur 43 6 7 - 14 27 2 2

16 Kalimantan Utara 1 - - - - 0 0
Kep. Bangka
17 3 - - - 3 0
Belitung 5
18 Kepulauan Riau 30 4 13 - - 17 7 7

19 Lampung 41 4 8 - - 12 1 2 3

20 Maluku 9 8 - - - 8 0

21 Maluku Utara 7 5 - - - 5 1 1
Nusa Tenggara
22 4 25 - - 29 9 7 16
Barat 38
Nusa Tenggara
23 - 10 - - 10 2 2
Timur 40
24 Papua 36 8 19 - - 27 5 5

25 Papua Barat 3 - - - - 0 0

26 Riau 39 4 8 9 - 21 2 7 9

27 Sulawesi Selatan 157 7 15 8 8 38 2 2

28 Sulawesi Tengah 14 4 6 - - 10 2 2

29 Sulawesi Tenggara 12 3 7 - - 10 1 1

30 Sulawesi Utara 27 3 6 - - 9 1 1

31 Sumatera Barat 52 5 10 7 11 33 1 1 2

32 Sumatera Selatan 87 18 12 7 - 37 8 1 9

33 Sumatera Utara 102


KRITERIA PENILAIAN HASIL INSPEKSI Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Minor
SARANA DISTRIBSUI ALKES

Memenuhi Syarat (MS)

Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Mayor


HASIL INSPEKSI SARANA DISTRIBUSI MENUJU CDAKB

HASIL INSPEKSI SARANA HASIL AUDIT CDAKB


DISTRIBUSI

Rekomendasi Tolak 5
43
CDAKB

TMS Mayor 508 CAPA 24

TMS Minor 23
Terbit 61

MS 343
Belum Audit 3579
Sudah di inspeksi 874

Jumlah Distributor 3669 Jumlah Distribusi 3669


=

Anda mungkin juga menyukai