PEMERIKSAAN FISIK & PENUNJANG GAGAL GINJAL KRONIK

Lyly Nura M. S

anamnesis :

Anamnesis pada skenario : Riwayat Penyakit Dahulu : y 10 tahun terakhir ini sering sakit saat kencing y Sesak y Oligouria y Palpitasi .

73 m2 Kerusakan ginjal dengan penurunan GFR ringan GFR 60-89 ml /men /1. Klasifikasi Gagal Ginjal Kerusakan ginjal dengan GFR normal atau meningkat GFR 90 ml /men /1. 2007) .73 m2 atau dialisis Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4 Stadium 5 (Pranawa dalam Tjokroprawiro.y B.73 m2 Penurunan GFR berat GFR 15-29 ml /men /1.73 m2 Gagal ginjal GFR < 15 ml /men /1.73 m2 Penurunan GFR sedang GFR 30-59 ml /men /1.

Pemeriksaan Fisik y 1.Tekanan Darah Klasifikasi TD menurut JNC 7 Klasifikasi Tekanan Darah Normal Prahipertensi Hipertensi derajat 1 Hipertensi derajat 2 TD Sistol (mmHg) TD Diastol (mmHg) < 120 120 139 140 159 160 < 80 80 89 90 99 100 .

JVP (Jugularis Vena Pressure) y Normal : 5 ( 4 8 ) cm .Pemeriksaan Fisik y 2. Orthopnoe y Sesak nafas pada waktu tidur telentang y Penyebab tersering : gagal jantung kongestif (edema paru) karena volume darah divaskularisasi sentral pada posisi berbaring y 4. Kualitas denyut nadi y Perubahan frekuensi / keteraturan denyut nadi (ireguler) : adanya aritmia pada jantung y 3.

Pemeriksaan Fisik y 5. Ronkhi y Bunyi musikal bernada rendah yang timbul karena adanya sumbatan dahak atau tumor pada bronkus besar menyerupai suara orang mengorok y Nama baru : Ronki basah Krepitasi y Krepitasi dibagi 2 : y Krepitasi halus : radang paru. edema paru dalam bronkeolus / alveolus y Krepitasi kasar : edema paru terminal / dalam bronkus. pneumoni. emfisema .

Na+ di tubulus distal.5 5.5 mEq/L y Merupakan kation utama cairan intrasel y Fungsi : menahan cairan intrasel dan mempertahankan volume sel y Ekskresi dipengaruhi aldosteron. Na+ y Normal : 135 145 mEq/L y 2. dan laju pengeluaran urin y Berubah sesuai dengan perubahan pH darah .Laboratorium y 1. K+ y Normal : 3.

Pemeriksaan Fungsi Ginjal : y 1.Laboratorium y 3. Tes menguji fungsi glomerulus y 2. Tes menguji fungsi tubulus .

(ml/menit/1..73m2) B Ket : U = kadar zat dalam urin B = kadar zat dalam darah V = diuresis per menit f = faktor koreksi .1. Tes menguji fungsi glomerulus y Clearance : y CL : U x V x f = ...

Tes menguji fungsi glomerulus y UCT (Ureum Clearance Test) y Diuresis < 2 mL/mnt y Reabsorpsi ber (+) CL standar : 54mL/menit y UCT : U x v ml / menit B y Diuresis 2mL/mnt y Reabsorpsi ber (-) CL max : 75mL/menit y UCT : U x v ml / menit B .1.

Tes menguji fungsi glomerulus y UCT (Ureum Clearance Test) y Cl ureum ± 60 75 % dari GFR y Makin cepat aliran urin dalam tubulus sedikit ureum direabsorpsi y N clearance ureum : 70 -110 % makin .1.

1.... (ml/menit/1.73m2) B y CCT hitung (Cockroft Gault) y CCT : (140 umur(thn) x BB (kg) kreatinin serum (mg/dL) x 72 . Tes menguji fungsi glomerulus y CCT (Creatinine Clearance Test) y CCT ukur y CCT : U x V x f = .

trimetoprim. usia.1. Tes menguji fungsi glomerulus y CCT (Creatinine Clearance Test) y BM 113 D y Dipengaruhi : massa otot. . probenecid. salisilat. jenis kelamin. dan asupan makanan y Sekresi sekretinin dihambat oleh simetidin.

36 kD y Difiltrasi (+). usia. jenis kelamin . massa otot. reabsorpsi(+) y Mampu mendeteksi perubahan LFG lebih cepat y Tidak dipengaruhi : inflamasi. Tes menguji fungsi glomerulus y Cystatin C y BM 13. makanan. sekresi (-).1.

1. Tes menguji fungsi glomerulus y Renogram y Kelebihan : y y y y y y menilai fungsi total dan fungsi masing2 ginjal Cocok untuk pasien alergi kontras media Mudah disapkan Toksik (-) Hanya memancarkan sinar gamma Dosis radiasi rendah y Kekurangan : biaya cukup mahal .

PAH) y B. Sekresi tubuli ( PSP.2. Tes menguji fungsi tubulus y Menentukan kemampuan y A. Percobaan Pemekatan .

reabsorpsi (-) .A. Sekresi tubulus y Test PSP (Phenol Sulfon Phtalein) y Intramuskular / Intravena y PSP terikat albumin sekresi y Banyaknya PSP urin diukur = ukuran faal sekresi tubuh y Test PAH (Para Amino Hippuric Acid) y Intravena y Filtrasi (+). sekresi (+).

Percobaan pemekatan y Menguji faal reabsorpsi tubulus ginjal y Dasar tes : y Air Minum (-) reabsorpsi (+) pengaruh hormon ADH urin ber (-) dan BJ (+) y Normal : y Jumlah urin siang 2 4 x urin malam y Jumlah urin makin (-) y Berat jenis makin (+) y BJ urin malam mencapai 1.025 .B.

MRA (Magnetic Resonance Angiography) Menggunakan gadolinium yang efektif untuk evaluasi arteri pada renal . USG y Pencitraan dengan menggunakan ultrasound y Menggunakan metode doppler y Efek samping : y Hasilnya ukuran ginjal mengecil y 2.Radiologi y 1. CT y Sangat berpotensial membantu evaluasi trauma pada ginjal y CT tanpa kontras lebih sensitif dibanding dengan X-ray 3.

.

.

.

.

hillair pneumonitis.  Genitourinary : perubahan frekwensi kencing. koma. perubahan urine.  Gastrointestinal : anorexia. echymosis. Anemia. nausea. diare. . bau nafas = air kencing. rasa kecap tak enak/metalik. muscle twitching.  Dermatology. dan GI bleeding. edema.  Respirasi : nafas dalam. edema paru. CHF. konstipasi. lemah. perdarahan abnormal.  Cardiovaskuler : HT. kulit kekuningan. pruritus. Integumen : uremic frost.MANIFESTASI KLINIK: y  Penyakit multi sistem : manifestasi akibat perubahan volume cairan dan gangguan komposisi cairan tubuh.  Psikososial. purpura. konvulsi. SOB (Shortness Of Breath). pericarditis. insomnia. proteinuria. mengantuk. hematuria. kering. kussmaul. neuropati periferal.  Neurologi : sakit kepala. uremia. vomiting.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful