Anda di halaman 1dari 21

By Binarti Dwi

ASKEP SCABIES
Penyakit scabies ini merupakan penyakit menular oleh kutu tuma gatal sarcoptes scabei tersebut,
kutu tersebut memasuki kulit stratum korneum, membentuk kanalikuli atau terowongan lurus atau
berkelok sepanjang 0,6 sampai 1,2 centimeter.
PENGKLASIFIKASIAN SKABIES
1.Scabies pada orang bersih
2.Scabies nodular
3.Scabies yang ditularkan melalui hewan
4.Scabies pada bayi dan anak
5.Scabies terbaring ditempat tidur
6.Scabies Norwegia atau scabies krustosa
Menemukan tungau. Metode-metode penemuan tungau yang lain:
 Kerokan kulit
 Papul atau terowongan yang baru dibentuk dan utuh ditetesi minyak
mineral/KOH, kemudian dikerok dengan scalpel steril untuk mengangkat atap
papul atau terowongan. Hasil kerokan diletakkan di gelas obyek dan ditutup
dengan lensa mantap, lalu diperiksa dibawah mikroskop.

 Mengambil tungau dengan jarum


 Jarum ditusukkan pada terowongan di bagian yang gelap dan digerakkan
tangensial. Tungau akan memegang ujung jarum dan dapat diangkat keluar.
 Epidermal shave biopsy
 Papul atau terowongan yang dicurigai diangkat dengan ibu jari dan telunjuk lalu
diiris dengan scalpel no. 15 sejajar dengan permukaan kulit. Biopsy dilakukan
sangat superfisial sehingga perdarahan tidak terjadi dan tidak diperlukan anestesi.

  Burrow ink test


 Papul scabies dilapisi tinta cina dengan menggunakan pena lalu dibiarkan selama
2 menit kemudian dihapus dengan alkohol. Tes dinyatakan positif bila tinta masuk
kedalam terowongan dan membentuk gambaran khas berupa garis zig-zag.
 Swab kulit
 Kulit dibersihkan dengan eter lalu dilekatkan selotip dan diangkat dengan cepat.
Selotip dilekatkan pada gelas obyek kemudian diperiksa dengan mikroskop.

 Uji tetrasiklin
 Tetrasiklin dioleskan pada daerah yang dicurigai ada terowongan, kemudian
dibersihkan dan diperiksa dengan lampu Wood. Tetrasiklin dalam terowongan
akan menunjukkan fluoresensi.
Belerang endap (sulfur presipitatum) 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Pada bayi dan orang
dewasa sulfur presipitatum 5% dalam minyak sangat aman dan efektif. Kekurangannya adalah
pemakaian tidak boleh kurang dari 3 hari karena tidak efektif terhadap stadium telur, berbau,
mengotori pakaian dan dapat menimbulkan iritasi.

Emulsi benzyl-benzoat 20-25% efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap malam selama 3
kali. Obat ini sulit diperoleh, sering memberi iritasi, dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.
 Gama benzena heksa klorida (gameksan) 1% daam bentuk krim atau losio, termasuk obat pilihan
arena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan, dan jarang memberi iritasi. Obat ini tidak
dianurkan pada anak dibawah umur 6 tahun dan wanta hamil karena toksi terhadap susunan saraf
pusat. Pemberiannya cup sekali dalam 8 jam. Jika masihada gejala, diulangi seminggu kemudian.

 Krokamiton 10% dalamkrim atau losio mempunyaidua efek sebagai antiskabies dan antigatal. Harus
dijauhkan dari mata, mulut, dan uretra. Krim( eurax) hanya efetif pada 50-60% pasien. Digunakan
selama 2 malam berturut-turut dan dbersihkan setelah 24 jam pemakaian terakhir.
  Krim permetrin 5% merupakan obat yang paling efektif dan aman arena sangat mematikan untuk
parasit S.scabei dan memiliki toksisitas rendah pada manusia.

 – Pemberian antibitika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder, misalnya bernanah di area
yang terkena (sela-sela jari, alat kelamin) akibat garukan.
Diagnosa Keperawatan Pada Askep Scabies
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologi

2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri

3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam


penampian sekunder

4. Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan

5. resiko infeksi berhubungan dengan jaringan kuit rusak dan prosedur


infasif

6. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema


Diagnosa 1
Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologi

Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 × 24 jam, diharapkan nyeri


klien dapat teratasi dengan Kriteria Evaluasi:
- Nyeri terkontrol
- Gatal mulai hilang
- Puss hilang
- Kulit tidak memerah

Intervesi:
- Kaji intensitas nyeri, karakteristik dan catat lokasi
- Berikan perawatan kulit dengan sering, hilangkan rangsangan lingungan yang
kurang menyenangkan
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgesik
- Kolaborasi pemberian antibiotika
Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri

Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 × 24 jam diharapkan tidur


klien tidak terganggu dengan Kriteria Evaluasi :
- Mata klien tidak bengkak lagi
- Klien tidak sering terbangun dimalam hari

Intervensi:
- Berikan kenyamanan pada klien (kebersihan tempat tidur klien)
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgetik
- Catat banyaknya klien terbangun dimalam hari
- Berikan lingkungan yang nyaman dan kurangi kebisingan
- Berikan minum hangat (susu) jika perlu
- Berikan musik klasik sebagai pengantar tidur

Anda mungkin juga menyukai