Anda di halaman 1dari 10

Mineral Mikro

Outlines
Fluor Fungsi Sumber Efek kekurangan dan kelebihan Faktor yang mempengaruhi kebutuhan Rekomendasi Kecukupan

Fluor
Bentuk ionik dari fluorin yang diperlukan tubuh agar tulang dan gigi menjadi kuat. Fluor terdapat di dalam tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Hanya sedikit sekali ada di dalam tubuh manusia, namun peranannya penting.

Fungsi Fluor
Fluor dianggap zat gizi karena peranannya dalam mineralisasi tulang dan pengeras email gigi. Pada saat gigi dan tulang dibentuk, pertama terbentuk kristal hidroksiapatit yang terdiri atas kalsium dan fosfor. (Almatsier, Sunita.2009.Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama) Meningkatkan ketahanan dan memperbaiki kerusakan lapisan gigi Mencegah pembentukan plak pada gigi Merangsang pembentukan tulang baru

Sumber Flour

Efek kekurangan dan efek kelebihan


Kekurangan fluor jarang sekali ditemukan namun bila terjadi maka menyebabkan karies gigi dan jumlah gigi yang tumbuh tidak mencapai jumlah yang seharusnya. Kelebihan fluor menyebabkan meningkatnya pengeluaran protein dan hormon, terjadinya karusakan gigi (fluorosis), perubahan warna gigi menjadi kekuningan Menyebabkan keracunan, hal ini baru terjadi pada dosis sangat tinggi atau setelah bertahun-tahun menggunakan suplemen fluor sebanyak 20-80 mg sehari (Almatsier, Sunita.2009.Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama)

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan


Bioavailabilitas fluor adalah tinggi, jika dalam bentuk natrium fluorida penyerapan mendekati sempurna Tetapi jika dengan susu atau makanan yang mengandung tinggi kalsium tingkat penyerapan hanya sekitar 25% Penyerapan fluor dari pasta gigi mendekati 100% (FAO/WHO?IAEA 1996, IOM 1997) Makanan tinggi kalsium akan meningkatkan ekskresi fluor. Bahkan ekskresi fluor dapat melebihi asupannya.

Rekomendasi Kecukupan

Daftar pustaka
(Almatsier, Sunita.2009.Prinsip Dasar Gizi.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama) Ilmu

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII ketahanan pangan dan gizi di era otonomi daerah dan globalisasi jakarta, 17-19 mei 2004.