Anda di halaman 1dari 12

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) : Perspektif Ekonomi

(Pendekatan Studi Kasus)

Disampaikan oleh : Hasan (Dosen Fakultas Ekonomi Unwahas)


Disampaikan dalam

Sosialisasi Pentingnya HaKI Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Sabtu, 18 Juni 2011

Pengurusan HaKI di Indonesia

MEREK
Merek adalah nama, kata, simbol, desain, atau kombinasi elemen-elemen tersebut yang dimaksudkan untuk membedakan suatu barang atau jasa dari pesaingnya. Merek menawarkan berbagai macam manfaat bagi konsumen dan perusahaan. Merek merupakan aset yang tak-tampak (intangible asset) dan perlu dikelola. Nilai merek besar bisa mencapai lebih dari separuh nilai perusahaan (nilai perusahaan diukur
dari kapitalisasi pasar)

10 Merek dengan Nilai Tertinggi (2006)


peringkat merek 67 56.93 56.2 48.91 38.32 30.13 27.94 27.85 27.5 22.13 nilai merek
(dalam milyar US $) (dalam trilyun Rp)*

1Coca-cola 2Microsoft 3IBM 4GE 5Intel 6Nokia 7Toyota 8Disney 9Mc Donalds 10mercedes-Benz
Dimodifikasi dari Kotler & Keller (2009) Marketing Management 13th ed

636.5 540.835 533.9 464.645 364.04 286.235 265.43 264.575 261.25 210.235
* Asumsi 1USD=Rp 9.500

Contoh Kasus Akuisisi (Merek) Indonesia


HJ Heinz Co. Ltd. (raksasa consumer goods dunia) pada 1999 mencaplok 75% saham PT ABC Central Food Industry konon mencapai US$ 150 juta. Sampoerna diperkirakan diakusisi oleh Philip Morris senilai Rp 48 triliun (US $ 5,2 miliar) baik dari keluarga Sampoerna maupun Tender offer. PT Aqua Golden Missisippi (Aqua), Sari Husada (SGM) dibeli oleh Danone.

EKUITAS MEREK
Ekuitas merek merupakan nilai tambah merek pada produk atau jasa.

Ekuitas Merek : Aqua

Berapa perbedaan nilainya?

Hak Cipta
Andrea Hirata Penulis Buku tetralogi Laskar Pelangi Diperkirakan bukunya telah cetak lebih dari 1.000.000 eksemplar. Jika diasumsikan harga bukunya sekitar 60.000, dan royalti fee nya 10% (Rp.6000 per eksemplar), maka royaltinya Rp. 5 milyar. Belum termasuk royalti dari film Tarif ceramah : Rp. 50 juta/ jam Telah diterbitkan secara internasional Dibajak besar-besaran

HAK CIPTA
Ketika film Ayat-ayat cinta tayang di bioskop kabarnya novelnya telah cetak 300.000 eksemplar. Jika harganya Rp. 40.000 dikali 10% royalti = Rp. 1,2 milyar (1 judul) Belum termasuk royalti film (kabarnya Rp. 1,5milyar)

HAK PATEN
Penjualan Viagra mencapai $1.9 milyar per tahun ($158 juta per bulan) Dimonopoli oleh Pfizer dengan paten bahan sildenafil citrate. Hak patennya akan segera berakhir (2012) sehingga akan menjadi generik. Investasi dan biaya jutaan USD untuk legal fee Research and Development (R&D) dikembangkan untuk membuat versi baru (paten baru).

KESIMPULAN
Hak atas kekayaan Intelektual merupakan aset tak tampak (intangible asset) yang nilainya berpotensi sangat besar jika dikelola dengan baik. Hak atas kekayaan Intelektual memiliki potensi pendapatan yang luar biasa. Perlindungan Hak atas kekayaan Intelektual sangat penting untuk mendorong kreatifitas dan inovasi individu dan industri penting bagi kemajuan ekonomi. Tantangan :
Penegakan supremasi hukum bagi pemerintah Kesadaran menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual rendahnya pendidikan dan pendapatan Menciptakan Hak atas kekayaan intelektual

TERIMA KASIH
kebenaran dari Allah SWT kesalahan dari saya

Kontak lebih lanjut HASAN email : hasan_uwh@yahoo.co.id facebook : hasan at semarang